Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Target


__ADS_3

Seorang penembak jitu berada di sebuah gedung yang berjarak tidak jauh dari sebuah gedung lainnya di mana targetnya berada.


Orang itu naik ke lantai atas gedung dan akan memulai pengintaiannya di sana. Jarak dengan target lumayan jauh tapi dengan senapan yang dia milikki dia dapat membunuh target dengan mudah.


Lagi pula identitasnya tidak boleh ketahuan karena target yang harus dia bunuh bukan orang sembarangan. Siapa lagi targetnya jika bukan Matthew Smith.


Sesuai perintah, dia harus membunuh Marthew Smith dengan sekali tembak, jika gagal maka habislah sudah.


Gedung yang dia pilih adalah tempat paling strategis untuk mengintai target dan menembak target dengan mudah. Orang itu mulai merakit senjata laras panjangnya karena dia sudah harus siap mengintai target incarannya.


Sesuai informasi yang dia dapat, targetnya ada di dalam gedung itu dan dia akan menunggu sampai targetnya keluar.


Di dalam ruangannya, Matthew sedang ditertawakan oleh adiknya karena insiden tendangan bokong yang dia dapat.


Begitu dia tiba, Michael langsung tertawa terbahak-bahak. Michael benar-benar tidak bisa tidak menertawakan kesialan kakaknya.


Semula Matthew sangat heran melihat tingkah adiknya tapi setelah melihat apa yang disiapkan adiknya, dia jadi mengerti dan tampak kesal.


Bagaimana tidak, untuk menggoda kakaknya, Michael menyiapkan sebuah celana dengan busa tebal yang terdapat dibagian bokong. Itu bisa menyelamatkan bokong kakaknya jika terkena tendangan lagi dan celana itu dia beli dari internet.


Michael belum menghentikan tawanya, sedangkan wajah Matthew tampak muram. Semoga adiknya mengalami kesialan yang lebih parah dibandingkan yang dia alami saat mengejar wanita yang dia cintai.


"Ck, Mich, bisa kau hentikan tawamu?" pinta Matthew seraya memutar bola matanya.


"Sory kak, tapi kau benar-benar terlihat lucu saat dia menendang bokongmu dan aku rasa celana yang aku beli untuk kakak sangat membantu," ucap Michael sambil menghentikan tawanya.


"Ck, jangan bercanda! Sana bawa pulang dan berikan pada kakek, dia sudah tua dan sangat membutuhkannya!"


"Hahahahahaha!" Michael kembali tertawa saat membayangkan kakeknya memakai celana itu.


"Kak percayalah kau membutuhkannya. Apa kau lupa jika dia mencurigaimu dan mau menendang bokongmu? Coba kakak bayangkan saat dia sudah tahu siapa kakak sebenarnya, aku yakin kakak akan pulang dalam keadaan bokong yang membengkak."


"Itu tidak mungkin terjadi Mich, dia tidak akan bisa menendangku lagi dan jika sampai dia berani akan aku balas dia!" jawab Matthew dengan penuh percaya diri.


"Memangnya kakak akan menendang bokongnya juga?"


"Tentu tidak, aku akan meremas bokongnya!" jawab Matthew sambil menekuk-nekuk jari jemarinya.


Michael hanya menggeleng, gadis yang diincar oleh kakaknya pasti tidak akan lepas apalagi ini pertama kali kakaknya mengejar seseorang dan dia terlihat bersungguh-sungguh.


"Kak, mommy memintamu untuk pulang."

__ADS_1


"Kenapa? Apa terjadi sesuatu di rumah?"


"Tidak, mommy rindu denganmu dan dia juga ingin melihat gadis yang sedang kau incar."


"Ck, mommy benar-benar tidak sabar. Tunggu aku mendapatkan hatinya maka aku akan membawanya pulang!"


"Jangan lama-lama kak, jika tidak mommy dan nenek pasti akan pergi menemuinya."


Matthew terkekeh, sepertinya dia harus meminta ibu dan neneknya untuk tidak melakukan hal itu. Vivian akan membencinya jika dia tahu identitasnya secara tiba-tiba. Dia akan mengatakan identitasnya saat waktunya sudah tepat.


Matthew bangkit berdiri, sebelum mereka pergi ke pabrik dia ingin tahu keadaan Vivian. apa yang sedang dilakukan oleh Vivian?


Seraya berjalan ke arah jendela, Matthew mengambil ponselnya. Dia sungguh sangat ingin tahu apa yang sedang dilakukan oleh Vivian.


Tidak butuh lama, Vivian sudah menjawab panggilan darinya. Matthew tersenyum saat mendengar suara pujaan hatinya.


"Ada apa?"


"Apa yang sedang kau lakukan babe?"


"Bekerja, memangnya apa lagi!" jawab Vivian dengan ketus.


"Baiklah, jangan lupa makan siang, oke?"


"Babe, aku hanya memberi perhatian pada pacarku, apa salah?"


"What? Jangan asal bicara! Sejak kapan aku jadi pacarmu?!" tanya Vivian tidak terima.


"Cepat atau lambat kau pasti jadi pacarku babe," jawab Matthew penuh percaya diri dan pada saat itu, dia teringat dengan pacar Vivian yang bernama Carlk.


Masih ada waktu sebaiknya dia mencari tahu siapa pria ini setelah berbicara dengan Vivian.


"Jangan bermimpi di siang bolong! Sepertinya tendangan yang aku berikan kurang!" ucap Vivian dengan sinis.


"Babe, dari pada kau menendang bokongku, aku lebih suka jika kau mengelusnya!" ucap Matthew menggoda Vivian.


"What The Hell! Dasar mesum!" Vivian mematikan ponselnya sedangkan Matthew terkekeh.


Matthew berjalan kembali ke kursinya dan segera duduk, dia ingin mencari tahu seperti apa pria yang dicintai oleh Vivian tapi hanya bermodal sebuah nama tanpa tahu rupanya tidaklah mudah.


Pada saat dia sedang memainkan jarinya di keyboard komputer, Michael segera menghampirinya.

__ADS_1


"Apa yang sedang kakak lakukan?"


"Aku ingin mencari seseorang."


"Siapa? Apa dia musuh baru kakak?"


"Ya, dia musuhku di dalam percintaan!"


"Wow, rupanya kakak punya saingan," ucap Michael sambil terkekeh.


"Jika ada saingan lebih menantang Mich dan aku jadi semakin ingin memilikinya," jawab Matthew.


Pada saat itu, beberapa wajah muncul dilayar komputer dan Matthew hanya berkata, "Wow!"


Yang mana pacar Vivian?


"Kak," panggil Matthew.


"What?"


"Mencari seperti ini tidak efektif sama sekali kak. Sebaiknya kakak masuk kedalam kamarnya diam-diam dan cari petunjuk, siapa tahu kakak menemukan sesuatu," saran Michael.


Matthew diam saja, apa adiknya tidak tahu jika dia sudah melakukan hal itu? Tapi dia harap Michael tidak pernah tahu jika tidak dia akan jadi bahan tertawaan adiknya lagi.


"Itu juga tidak efektif!" jawab Matthew.


"Kenapa kak? Bukankah kakak bisa mencari identitasnya juga?" Michael merasa sedikit heran, padahal ini cara paling cepat untuk mengetahui identitas gadis yang kakaknya sukai dan mengetahui siapa saingannya, tapi kenapa kakaknya tidak mau melakukannya?


"Sudahlah, ayo kita pergi!" ajak Matthew seraya mematikan layar Komputernya.


"Kak, jangan lupa bawa celana yang aku belikan untukmu!" goda adiknya.


"Ck aku tidak membutuhkannya! Bisa kau bayangkan saat aku memakainya? Semua wanita akan melihatku dengan tatapan iri karena bokongku lebih seksi dari pada punya mereka!"


"Hahahahaha!" Michael tertawa terbahak-bahak.


Mereka berdua keluar dari ruangan bersama-sama karena mereka akan pergi ke pabrik. Mereka tidak tahu jika seorang penembak jitu sudah menunggu dan orang itu sedang mengintai dengan sebuah teropong di tangannya.


Saat Matthew keluar, orang itu langsung bersiap-siap untuk menembak targetnya. Matanya sudah mengintip di balik teropong yang terdapat di senjata apinya dan sudah siap menekan pelatuk senjata apinya tapi keinginannya terhenti saat Michael berjalan keluar dan menghampiri kakaknya.


Kenapa ada dua? Yang mana targetnya dan yang mana harus dia bunuh? Kenapa orang yang membayarnya tidak mengatakan hal ini?

__ADS_1


Dia tidak boleh salah sasaran karena resiko yang akan dia hadapi sangat besar. Haruskah dia menembak keduanya?


__ADS_2