Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Keep running, Gary.


__ADS_3

Sebelum ledakan terjadi, tubuh Jager Maxton diturunkan dengan perlahan dari atas Tower crane oleh James. Damian sudah menunggu di bawah karena begitu ayahnya diturunkan, dia akan langsung melepaskan rantai yang mengikat ayahnya.


Jarak sudah tinggal puluhan kaki lagi dan Damian tampak sudah tidak sabar. Wajah ayahnya sudah pucat dan dia tidak bergerak. Damian ketakutan melihatnya, apa ayahnya sudah mati?


Ketika tubuh ayahnya sudah dapat dia raih, Damian semakin ketakutan karena tubuh ayahnya terasa dingin. Dengan tangan yang bergetar, Damian mulai membuka gembok yang mengunci rantai. Rantai membelenggu tubuh Maxton dan jika dia tidak membuka rantai itu maka bom yang ada di tubuh Maxton tidak bisa dia lepaskan.


"Dad," Damian mencoba memanggil ayahnya tapi tidak ada reaksi.


"Daddy," dia kembali memanggil dan masih berusaha membuka gembok yang membelenggu rantai.


"Otosan, shinanai de." ucapnya ketakutan.


(Ayah, jangan mati.)


Jemas segera menghampiri Damian dan membantu Damian membuka setiap gembok yang ada. Untungnya gembok-gembok itu tidak rumit sehingga mereka bisa membukanya dengan mudah.


Gembok sudah di lepas dan setelah itu mereka melepaskan bom yang ada di tubuh Jager Maxton, tentu mereka melakukannya dengan hati-hati karena mereka khawatir bom akan meledak jika dilepas.


Sewaktu melepaskan bom, Damian dan James menahan nafas mereka sejenak dan bernafas dengan lega setelah benda berbahaya itu lepas dari tubuh Jager.


James mengambil bom itu dan membuangnya, sedangkan Damian menaikkan ayahnya ke atas punggung karena dia harus segera membawa ayahnya ke rumah sakit.


"Master, sudah aman," ucap James tapi tidak lama kemudian tanpa mereka duga, bom meledak karena Felicia telah menekan pemicunya.


Tubuh mereka terpental akibat gelombang ledakan dan karena hal itu, tubuh tua Jager Maxton terpental jauh dan akibat terkena ledakan itu juga keadaan Jager Maxton semakin buruk. James dan Damian mengumpat kesal dan mereka segera berlari menghampiri Jager Maxton.


Vivian ketakutan dan melihat ke arah ledakan dan dia harap bom sudah dilepaskan dari tubuh ayahnya.


"Felicia, kau!" Vivian membuang pedangnya dan menarik dua pistolnya. Dia akan membunuh Felicia saat itu juga.


"Hahahahahaha!" Felicia tertawa terbahak-bahak karena dia puas.


"Tenang adikku, kami baik-baik saja dan aku akan membawa Daddy ke rumah sakit," ucap Damian dan ketika mendengarnya, Vivian tampak lega.


Damian kembali menaikkan tubuh ayahnya ke atas punggungnya dan setelah itu dia berlari menuju mobil yang berada cukup jauh sambil menggendong ayahnya. Dia harap ayahnya bisa tertolong karena kondisi ayahnya benar-benar lemah, sedangkan James segera bergabung dengan bosnya karena dia harus membantu bosnya mengalahkan Gary.


"Kau kalah, Felicia," ucap Vivian seraya mendekati Felicia.


"Biar aku kalah tapi ayahmu mati bersama denganku!" teriak Felicia.


"Sayang sekali, rencana kalian sudah gagal dan ayahku selamat," Vivian mengarahkan dua pistolnya ke arah Felicia.

__ADS_1


"Apa? Tidak mungkin!" teriak Felicia tidak percaya.


"Good bye, Felicia," ucap Vivian dan dia siap menembak.


"Tidak! Mr, M," teriak Felicia dan pada saat itu Gary dan anak buahnya keluar dari persembunyian mereka dan menembaki Vivian.


Vivian berlari untuk menghindari peluru, inilah yang dia tunggu dan dia hanya menggertak Felicia saja untuk memancing Gary dan anak buahnya keluar dari persembunyian mereka agar mereka bisa dihabisi dengan mudah.


Vivian berlari menuju bangunan untuk berlindung, sedangkan anak buah Gary terus menghujaninya dengan timah panas. Mereka terus melangkah maju dan tanpa mereka sadari, James memimpin anak buahnya masuk menyergap.


"Dor ... dor ... dor!" tembakan terdengar dari arah belakang mereka dan anak buah Gary mulai berjatuhan.


Gary terkejut, ini di luar perhitungan. Dia segera melihat siapa yang menyerang dan tampak kaget melihat Matthew berjalan masuk dengan sebilah pedang yang dia tarik ke atas aspal jalan, sedangkan James berjalan di depan bersama dengan anak buahnya dan menembak anak buah Gary.


Felicia bangkit berdiri, dia harus lari karena mereka pasti sudah kalah tapi pada saat itu, Vivian keluar dari persembunyiannya dan melepaskan dua tembakkan ke arah kaki Felicia.


Felicia berteriak dan terjatuh karena dua timah panas bersarang di kedua kakinya. Sekarang dia tidak bisa lari lagi.


Gary mengumpat kesal, "Sialan! Mereka menjebakku!"


"Kau tidak bisa lari lagi, Gary!" Matthew berjalan mendekatinya dan anak buah mereka berhenti menembak tapi senjata mereka selalu siap.


Gary kembali mengumpat, bagaimana Matthew bisa tahu jika itu adalah dia? Dia sedang menyamar sekarang lalu bagaimana Matthew bisa tahu? Semua ini gara-gara agen bodoh yang telah menghancurkan rencana mereka dan lihatlah, mereka sudah masuk perangkap dan agen bodoh itu sudah tidak berdaya.


"Tembak dan bunuh mereka!" Teriak Gary dan pada saat itu, suara tembakan kembali terdengar.


Gary melangkah mundur dan terus menembak begitu juga dengan anak buahnya, mereka akan mencari tempat bersembunyi dan melarikan diri.


"Sialan!" umpat Gary marah.


"Aku menginginkan dia hidup-hidup, James. Tanpa kekurangan anggota tubuhnya sedikitpun karena aku akan menyiksanya dari ujung kepala sampai ujung kaki!" ucap Matthew.


"Siap, Master," jawab James dan mereka terus maju.


James menembak anak buah Gary sedangkan Matthew menebaskan pedangnya ke arah anak buah Gary yang terlihat.


"Keep running, Gary. Yoo won't die today because i want you to die slowly so run as much as you can because i will definitely catch you today."


"Teruslah lari, Gary. Kau tidak akan mati hari ini karena aku ingin kau mati dengan perlahan jadi larilah sebisamu karena aku pasti akan menangkapmu hari ini."


"Crash!" Matthew menyabetkan pedangnya ke arah anak buah Gary dan pada saat itu ... "Dhuk!" kepala anak buah Gary jatuh dan menggelinding ke atas aspal.

__ADS_1


Matthew menendang kepala anak buah Gary bagaikan bola kaki dan kepala itu dia tendangkan ke arah di mana Gary sedang bersembunyi.


"Dhuk!" Gary sangat kaget saat sesuatu jatuh di depannya dan dia semakin kaget melihat potongan kepala anak buahnya.


"Why are you hidding, Gary? Run like you always do. Make the game interesting and make it hard for me to catch you," ucap Matthew lagi.


"Kenapa kau bersembunyi, Gary? Larilah seperti yang selalu kau lakukan. Buat permainan ini menarik dan buat aku mengalami kesulitan saat menangkapmu."


"Sial!" umpat Gary saat mendengar ucapan Matthew. Tapi dia memang harus lari.


Gary melihat mobilnya yang tidak jauh darinya, sebaiknya dia lari. Tidak apa menjadi pecundang untuk sesaat yang penting dia bisa lari dan dia bisa menyusun rencana lagi.


"Kalian, lindungin aku!" perintah Gary pada anak buahnya yang bersembunyi bersama dengannya.


Anak buahnya mengangguk dan dalam hitugan ketiga mereka segera keluar dan menembakkan senjata api mereka ke arah Matthew dan anak buahnya yang masih sibuk menembaki rekan mereka.


Tembakan kembali terjadi, Vivian masih menembaki anak buah Gary begitu juga dengan James. Korban banyak yang berjatuhan dan sebagian besar adalah anak buah Gary.


"Larilah, Gary. Aku pasti akan menangkapmu!" Matthew berlari ke arah Gary.


"Tembak, bunuh dia!" teriak Gary.


Anak buahnya menembaki Matthew sedangkan Gary berlari ke arah mobilnya sambil menembaki anak buah Matthew. Matthew menghindari setia peluru yang mengarah ke arahnya dan terus mendekati anak buah Gary.


"Incaranmu mau kabur, Kak," ucap Michael.


"Biarkan dia pergi karena aku ingin menangkapnya dalam keadaan hidup. Jika dia mati di sini maka permainan ini tidak akan menyenangkan," jawab Matthew dan ketika dia sudah dekat dengan salah satu anak buah Gary, Matthew memegang gagang pedangnya dengan kedua tangannya dan menyabetkan pedangnya dengan sekuat tenaga.


"Crash!" tubuh anak buah Gary terbelah menjadi dua dan ketika melihat hal itu, anak buah Gary yang lain ketakutan.


"Monster!" teriak mereka dan setelah itu mereka berlari untuk menyelamatkan diri tapi sial bagi mereka, Vivian dan James menembaki mereka.


Mesin mobil berbunyi dan ketika menyadarinya, Vivian segera berlari menghampiri mobil Gary yang sudah menyala dan menembaki mobil itu.


Gary mengumpat kesal saat peluru mengenai badan mobilnya dan dengan cepat dia membawa mobilnya pergi dengan kecepatan tinggi.


"Pengecut!" umpat Vivian kesal dan dia segera berlari ke arah motornya.


Matthew memberikan pedangnya yang berlumuran darah pada James dan memberinya perintah, "Bereskan tubuh anak buah kita yang mati dan makamkan dengan layak. Sedangkan anak buah si pengecut itu kau jadikan makanan pembuka untuk buaya tua kakek. Bereskan tempat ini dan hilangkan bukti dan si ja*ang itu, bawa ke markas."


"Siap, Master," jawab James dan dia segera bergerak bersama dengan anak buahnya.

__ADS_1


Matthew berjalan menuju mobilnya, sepertinya sebentar lagi mereka akan balapan untuk menangkap si pengecut Gary. Dia memerintahkan adiknya untuk terus mengawasi Gary sedangkan Vivian sudah mengejar Gary. Apa kali ini Gary bisa lari lagi? Gary harap begitu, tapi? Yah ... saat itu Malaikat maut sedang mengikutinya karena waktunya untuk lari akan segera habis.


__ADS_2