Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Finish Them.


__ADS_3

Gary terus menggelengkan kepalanya karena terdapat ratusan belatung di atas sana. Setiap kali dia menggeleng, belatung-belatung itu berjatuhan dan dia menginjak binatang-binatang itu sampai mati tapi sayang, anak buah Matthew kembali menambahkan belatung-belatung itu di atas kepalanya.


Walaupun dia tidak bisa lagi merasakan binatang kecil itu merayap di otaknya akibat rasa sakit di kepalanya tapi dia terus menggeleng agar binatang itu pergi dari atas kepalanya.


Thomas terbaring di atas lantai dan tampak tidak berdaya karena lubang yang ada di dadanya, sedangkan Felicia sudah seperti orang gila. Kadang dia menangis dan kadang dia tertawa mencari rambutnya.


Dia tidak menyangka akibat penghianatan yang dia lakukan, dia harus mengalami hal mengerikan seperti itu. Ketika anak buah Matthew membawa belatung dan menuangkan binatang itu ke atas kepal Gary, Felicia berteriak dan ketakutan karena dia takut binatang itu dituangkan di atas kepalanya juga.


Bruke juga tidak berdaya, luka bakar yang terdapat di kakinya membuat kedua kakinya melepuh dan semakin membengkak bahkan, air bercampur darah mengalir dari luka bakar yang terdapat di kakinya.


Mereka berempat tidak ada yang bersuara karena mereka sedang merenungkan kesalahan mereka masing-masing. Siapa yang harus disalahkan untuk hal ini?


Apa mereka harus menyalahkan Gary dan dendamnya? Atau mereka harus menyalahkan diri mereka sendiri karena telah bekerja sama dengan Gary? Apapun itu, mereka semua sudah mendapat ganjaran akibat dari perbuatan mereka.


Ruangan itu juga sepi karena anak buah Matthew tidak terlihat sejak tadi, biasanya mereka akan mondar mandir dan akan membawakan makanan dan minuman tapi hari ini, mereka tidak melakukan hal itu.


Gary kembali menggeleng agar belatung-belatung yang ada di atas kepalanya pergi, binatang kecil menjijikkan itu jatuh ke atas lantai dan Gary menginjak mereka dengan penuh emosi.


"Mati kalian, mati!"


"Bisa kau hentikan itu? Itu sangat menjijikkan!" pinta Felicia.


"Diam kau! Apa kau mau semua binatang ini ada di atas kepalamu?" teriak Gary pula.


"Tidak!! Singkirkan itu!" pekik Felicia ketakutan.


"Aku ingin kau merasakannya!" Gary menunduk dan menggoyangkan kepalanya, para belatung mulai berjatuhan dan setelah itu, Gary meraup biantang kecil itu ke dalam tangannya dan melemparkan binatang itu ke arah Felicia.


Felicia berteriak dan merinding karena jijik ketika binatang menjijikan itu mendarat di kakinya.


"Sialan, kau!" teriak Felicia penuh emosi.


"Tidak bisakah kalian diam?" tanya Thomas dengan suara pelan.


"Kita sudah mau mati tapi kalian masih saja bertengkar. Apa kalian tidak lelah?" tanya Thomas lagi.


"Kapan kita akan mati?" tanya Felicia sambil memeluk dirinya.


"Siksaan yang kita dapat tidak juga membuat kita mati! Sakit, kepalaku sangat sakit! Lebih baik aku mati diterkam oleh buaya-buaya itu!" ucap Felicia.


"Keinginanmu akan segera terkabul!" ucap Matthew dan dia berjalan masuk ke dalam ruangan bersama dengan James.

__ADS_1


Setelah mereka masuk ke dalam, anak buahnya juga masuk sambil mendorong sebuah kota besar yang ditutupi oleh kain hitam. Kotak itu diletakkan di tengah-tengah ruangan dan isi dalam kotak itu adalah peliharaan yang baru saja Matthew beli.


Matthew mendekati empat tawanannya yang sudah tidak berdaya, padahal dia masih ingin bermain dengan mereka tapi sepertinya jika dia menyiksa mereka lagi maka mereka akan mati.


Dia tidak mau mereka mati sebelum para binatang peliharaannya mencabik tubuh mereka jadi sebaiknya dia akhiri hidup mereka hari ini.


"Bagaimana semuanya? Apa kalian ingin mati hari ini atau kalian mau bermain dengan binatang yang baru saja aku beli?" tanya Matthew sambil menyeringai.


"Tidak, lebih baik aku mati!" teriak Felicia.


"Jangan terlalu buru-buru. Sebelum kalian mati aku ingin memperlihatkan pada kalian binatang peliharaan baru yang aku beli. Mungkin salah satu dari kalian ingin berenang dengannya," ucap Matthew dengan santai.


"Tidak!" teriak Gary dan ketiga rekannya.


"Ayolah, James perlihatkan pada mereka!" perintah Matthew.


James mengangguk dan segera berjalan menuju kotak yang baru saja dibawa masuk. Tanpa menunggu, James segera membuka kain hitam yang menutupi kotak dan ternyata itu adalah Aquarium di mana di dalam Aquarium itu terdapat dua ekor belut berukuran besar.


"Bagaimana menurut kalian? Ini adalah belut listrik dari sungai Amazon. Namanya Poraque dan memiliki sengatan listrik sebesar 860 Volt. Ada yang mau berenang dengannya?"


"Tidak!" teriak mereka berempat lagi.


Matthew tertawa, tentu mereka tidak akan berenang dengan peliharaan barunya karena hari ini, mereka akan menjadi santapan lezat bagi binatang kesayangannya.


"Yes, Master," jawab James dan dia segera memerintahkan anak buah yang ada di sana untuk membawa keempat orang yang sebentar lagi akan menjadi makanan lezat bagi binatang peliharaan di sana.


Gary memberontak begitu juga dengan yang lain, untuk permulaan mereka membawa Felicia ke kolam buaya dan kembali mengikat Felicia menggunakan rantai seperti semula sebelum dia dipindahkan.


"Tidak ... tidak!" Felicia memberontak ketika tubuhnya diangkat naik menggunakan Crane.


"Lihat itu baik-baik, Gary. Sebelum giliran kalian, kalian harus menyaksikan bagaimana tubuh rekan kalian dicabik-cabik oleh peliharaanku yang lapar."


"Sial! Sial!" umpat Gary, sedangkan Bruke ketakutan setengah mati.


Sekarang mereka tahu bagaimana Matthew menghabisi musuhnya sehingga hilang tanpa jejak karena sebentar lagi mereka akan merasakannya.


Felicia meronta dan berteriak apalagi tubuhnya semakin diturunkan ke bawah. Para buaya yang lapar mulai berenang ke tengah kolam saat melihat makanan mereka.


"Tidak ... aku mohon jangan lakukan hal ini padaku," pinta Felicia memohon.


"Bukankah kau ingin dimakan oleh mereka tadi? Aku hanya mengabulkan keinginanmu," ucap Matthew.

__ADS_1


"Kau gila ... kau gila!" teriak Felicia.


Para buaya itu sudah mendekat sedang kepala Felicia sudah menyentuh air kolam. Felicia semakin berteriak histeris karena para buaya itu semakin dekat, dekat dan akhirnya seekor buaya berbadan besar menerkam Felicia dan menariknya ke dalam air.


Felicia berteriak, sedangkan Gary dan yang lain ketakutan. Tubuh Felicia kembali mucul kepermukaan tapi buaya lain kembali menerkamnya. Teriakan Felicia semakin nyaring terdengar karena tubuhnya mulai dicabik dan menjadi rebutan para buaya yang lapar. Air kolam menjadi merah dan tubuh Felicia sudah tidak terlihat karena dia sudah menjadi rebutan puluhan buaya yang lapar.


"Bagaimana? Sekarang giliran siapa?" tanya Matthew.


"Aku tidak mau ... aku tidak mau!" ucap Gary dan Thomas juga Bruke.


"Ayolah, kenapa tidak mau? Ini kehormatan untuk kalian karena bisa menjadi makanan para binatang peliharaanku," ucap Matthew.


"Matthew, tolong lepaskan aku, aku mohon," pinta Bruke.


"Sudah aku katakan tidak ada kesempatan lagi untukmu, Bruke!" jawab Matthew.


"Aku mohon, ini permintaan terakhirku."


"Ha ... ha ... ha ... ha ...!" itu bukan permintaan terakhir, Bruke.


"Begini saja, kau pilihkan hewan mana yang akan memakan mereka dan setelah itu aku akan memberimu satu kesempatan untuk menentukan sendiri bagaimana kau ingin mati," Matthew.


"A-apa?"


"No ... Bruke, No!" teriak Gary dan Thomas.


"Kau terima tawaranku atau tidak, Bruke? Jika kau menolak maka aku akan melemparkanmu ke dalam kolam itu hidup-hidup tapi jika kau mau menerima tawaranku, kau akan mati dengan tenang tanpa perlu merasa sakit karena dagingmu dicabik oleh mereka!"


Bruke memandangi Gary, lagi-lagi Matthew menguji persahabatan mereka dan lagi-lagi dia harus mengambil keputusan sulit. Sepertinya sampai akhir dia harus menghianati Gary.


"Aku akan menerima tawaran darimu," ucap Bruke.


"Kau benar-benar penghianat!" teriak Gary.


"Ha ... ha ... ha ... ha ...!" Matthew tertawa melihat pertengkaran mereka dan dia merasa puas.


"Apa kau siap memilih, Bruke?"


"Tentu tapi kau harus menepati ucapanmu!" jawab Bruke.


"Aku orang yang selalu menepati janjiku jadi kau tidak perlu khawatir, karena kau akan mati dengan mudah!"

__ADS_1


Gary mengumpat marah dan memaki Bruke. Dia tidak menyangka sahabat baiknya akan menghianatinya sampai akhir. Tidak saja sudah menguliti wajahnya dan memilihkan alat penyiksaan untuknya tapi kini, Bruke juga yang akan menentukan bagaimana dia akan mati. Dia benar-benar kecewa dengan Bruke dan seharusnya sebagai sahabat, mereka melewati siksaan itu bersama-sama.


Mereka kembali dibawa masuk dan lagi-lagi Bruke meminta maaf pada Gary karena dia tidak mau mati seperti Felicia. Siapa yang mau dagingnya di cabik oleh binatang buas dalam keadaan masih hidup? Dia benar-benar takut membayangkan ketika tubuhnya diperebutkan oleh binatang yang kelaparan.


__ADS_2