
Setelah menangkap Jager Maxton, Gary kembali ke rumah Bruke untuk mandi karena setelah ini dia mau pergi menemui Thomas untuk memberikan wajah Matthew karena Thomas membutuhkan wajah itu untuk menangkap umpannya besok tanpa perlawanan.
Tadinya dia ingin membunuh Jager tapi sayangnya ada gangguan. Jika saja anak buahnya tidak mengatakan ada yang datang, maka dia sudah membunuh Jager tapi sekarang rencananya berubah.
Dia akan memanfaatkan Jager untuk menangkap Vivian dan dia akan membunuh Jager di depan Vivian agar Vivian tahu bagaimana rasanya saat melihat ayahnya mati di depan matanya. Jika Jager sudah mati maka dia akan membawa Vivian pergi yang jauh sampai siapapun tidak bisa menemukan keberadaan mereka.
Gary sedang bersiap-siap dan mengambil wajah palsu yang akan dia gunakan. Dia harus berhati-hati dan wajah palsu yang dibuat oleh Bruke sangat membantunya.
Dia tidak tahu jika Matthew sudah mengintai tempat itu bersama dengan Vivian. Rumah Bruke berlantai dua dan dibangun di tempat sepi bahkan tidak banyak bangunan terlihat di sekelilingnya.
Bruke lebih suka suasana tenang karena dia membutuhkan hal itu saat dia sedang bereksperimen. Di luar sana James sedang memantau dengan sebuah teropong.
Tidak banyak anak buah yang berjaga dan James memberitahukan di mana saja anak buah Gary. Mereka berjaga-jaga diluar sedangkan di dalam hanya tampak beberapa orang.
Setelah mengetahui posisi lawan, James segera memberitahu Matthew dan Vivian. Mereka sudah siap menyergap dan segera mempersiapkan senjata mereka, anak buah Matthew sudah siap dan mereka menunggu perintah.
"James, jangan sampai ada yang lolos dan bunuh semua yang terlihat," perintah Matthew.
"Siap Master," jawab James.
"Are you ready, Babe?" tanya Matthew.
"Yes!" Vivian mengangkat dua pistolnya dan pada saat itu, Matthew meraih meraih pinggang Vivian dan mencium bibirnya.
"Hey!" protes Vivian.
"Aku sudah lama tidak menciummu," ucap Matthew dan dia kembali mencium bibir Vivian.
Setelah mencium bibir Vivian mereka kembali terlihat serius dan Matthew segera memerintahkan anak buahnya untuk maju.
Mereka bergerak dengan perlahan mendekati rumah Bruke dan ketika mereka sudah mendekat, Matthew memberi tanda untuk anak buahnya menggunakan tangannya.
James dan anak buahnya mulai berpencar untuk mengepung rumah itu, sedangkan Matthew dan Vivian beserta anak buah yang lain maju ke depan.
Anak buah Gary sedang memantau sekelilingnya dan tanpa mereka dua, segerombolan orang menyergap mereka.
"Siapa di sana?!" teriak anak buah Gary saat melihat Matthew dan Vivian tapi sayangnya timah panas sudah ditembakan ke arah mereka.
Tidak ada suara saat peluru di tembakan karena senjata api yang mereka pakai kedap suara. Anak buah Gary langsung waspada dan mengambil senjata api mereka.
Matthew dan Vivian melangkah maju dan terus menembak begitu juga dengan anak buah Matthew yang sedang mengepung rumah Bruke.
"Kita diserang ... kita diserang!" teriak anak buah Gary dan tentunya hal itu di dengar oleh Gary dan Bruke.
Gary berlari menuju jendela dan melihat ke bawah sana di mana Matthew dan Vivian sedang menembaki anak buahnya.
Gary mengumpat marah, kenapa mereka bisa tahu jika ia berada di sana? Padahal dia sudah menyamar tapi bagaimana mereka bisa tahu?
Bruke berlari ke atas dan membuka kamar Gary, dia akan membantu Gary melarikan diri melalui jalan rahasia yang ada di rumahnya.
"Gary, cepat lari!" ucap Bruke.
__ADS_1
"Bagaimana denganmu?" tanya Gary.
"Kau tidak mungkin menang apalagi anak buahmu hanya sedikit di sini jadi cepat pergi melalui jalan rahasia yang aku buat!"
"Kita lari bersama!" ucap Gary.
"Tidak, aku akan menahan mereka. Kau tidak boleh tertangkap dan mati di sini karena kau belum membalas kematian ayahmu apalagi rencana besarmu tidak boleh gagal!"
Gary menyambar topeng wajah Matthew dan mengikuti langkah Bruke menuju kamarnya. Bruke menekan sebuah tombol dan pada saat itu sebuah lemari buku berputar dan sebuah ruang rahasia ada di sana.
Itu ruang rahasia yang dia buat untuk melarikan diri jika polisi datang untuk menangkapnya dan lihatlah, sekarang ruangan itu sangat berguna.
"Ikuti jalannya dan bawa ini," Bruke memberikan sebuah senter untuk Gary.
"Aku tidak bisa meninggalkanmu, Bruke," ucap Gary.
"Jangan pikirkan aku. Aku sangat senang membantumu. Pergilah sobat dan balaskan dendammu, bunuh orang yang telah membunuh ayahmu dan sekarang saatnya aku membalas budi baik ayahmu," ucap Bruke.
Tentunya dia mau membantu Gary karena Marck Wriston membantunya dulu bahkan semua yang dia miliki saat ini diberikan oleh Marck Wriston. Sekarang saatnya membalas budi baik Marck Wriston dan dia tidak akan membiarkan Gary tertangkap begitu saja.
"Bruak! Prang! " terdengar suara pintu di buka dengan kasar dari luar sana dan jendela pecah karena anak buah Matthew menyergap masuk ke dalam.
"Berpencar!" perintah Matthew.
Gary dan Bruke sudah hampir kehabisan waktu apalagi langkah kaki anak buah Matthew sudah semakin dekat.
"Pergi!" ucap Bruke seraya mendorong tubuh Gary masuk ke dalam ruangan rahasia yang dia buat. Bruke segera menutup ruangan sebelum Gary mencegahnya, Gary pasti bisa lolos karena tidak akan ada yang tahu ruang rahasia itu.
Gary menggenggam senternya dengan erat dan berkata, "Jika kau mati aku pasti akan menuntut balas kematianmu pada mereka, Bruke. Besok aku pastikan mereka semua akan mati dan pengorbananmu tidak akan sia-sia."
Diluar sana, Matthew dan Vivian mencari keberadaan Gary. Sungguh mereka tidak mendapat perlawanan yang memacu adrenaline karena anak buah Gary hanya sedikit.
Anak buah Matthew sudah berpencar untuk mencari bahkan mereka memeriksa satu persatu anak buah Gary yang sudah mati.
"CK, tidak menyenangkan! Apa tidak ada yang lebih seru?" ucap Matthew kesal.
"Sttt," Vivian meletakkan jarinya di bibir dan setelah itu dia mendekati sebuah kamar di mana terdengar suara di dalamnya.
Mereka berjalan mendekati kamar Bruke, sedangkan Bruke sudah mengangkat pistolnya siap menembak siapa saja ketika pintu terbuka. Bruke tampak menahan nafasnya apalagi ketika handel pintu tampak berputar, jarinya sudah siap menekan pelatuk pistol tapi beberapa menit kemudian, handel pintu berhenti berputar dan suasana hening diluar sana.
Bruke tampak tegang, bagaimanapun dia hanya ilmuwan tapi dia tidak menyesal karena telah bisa membantu sahabatnya melarikan diri. Tangannya bahkan bergetar tapi diluar sana, tidak terdengar apapun.
keringat mulai mengalir dari dahi Bruke dan dengan perlahan Bruke mendekati pintu kamarnya, dia tidak tahu jika Vivian sedang menempelkan telinganya di daun pintu untuk mendengar pergerakan di dalam sana.
Vivian mengangkat tangannya ketika mendengar suara langkah kaki sedangkan Bruke semakin mendekat dengan nafas memburu.
Langkah Bruke berhenti ketika dia sudah mencapai pintu, Bruke menempelkan telinganya di daun pintu karena dia ingin mencuri dengar tapi dia tidak tahu, Vivian sudah memberi aba-aba pada anak buah Matthew untuk menendang pintu.
Bruke masih berusaha mendengar tapi tidak lama kemudian ... "Bruak!" pintu di tendang dari luar sana hingga terbuka dan tubuh Bruke terpental ke atas lantai.
Bruke berteriak dan pistolnya terlepas, sedangkan anak buah Matthew masuk menyergap dan menodongkan senjata api ke arah Bruke.
__ADS_1
"Hey, apa-apaan ini? Kenapa kau menyerangku?" teriak Bruke.
"Katakan padaku, di mana Gary?" tanya Matthew seraya berjalan mendekati Bruke.
"Siapa Gary?" Bruke pura-pura tidak tahu.
"Jangan berpura-pura bodoh jika tidak aku akan menyiksamu sampai kau mau mengatakan di mana Gary!"
"Aku tidak mengenal Gary!" teriak Bruke.
Saat itu, James masuk ke dalam membawa topeng wajah yang dia ambil dari laboratorium Bruke.
"Master, sepertinya dia yang membuat wajahmu," ucap James seraya memberikan wajah palsu yang dia bawa.
Bruke menelan ludahnya dengan kasar dan mengumpat dalam hati, sepertinya dia tidak bisa menghindar lagi.
"Oh, kau rupanya yang membuat wajahku?"
"Jangan sembarangan menuduh!" Bruke masih membela diri.
"Bawa dia James, saat Gary tertangkap aku akan menguliti wajah mereka berdua dan menukar wajah mereka!" perintahnya.
"Baik Master," jawab James.
"Jangan sembarangan, aku tidak mengenal Gary!" teriak Bruke saat anak buah Matthew menangkapnya.
Bruke berteriak ketika anak buah Matthew menyeretnya keluar, dia pikir dia akan langsung di tembak mati ternyata tidak.
"Apa kalian tidak menemukan Gary?" tanya Matthew.
"Tidak!" jawab anak buahnya.
"Ck, pengecut! Selain bersembunyi menggunakan wajah orang lain dia juga hanya bisa lari seperti bayi!"
"Bagaimana ini Matth? Bagaimana dengan ayahku?" Vivian tampak khawatir.
"Tenang saja Babe, Gary tidak mungkin membunuh ayahmu begitu saja. Jika dia ingin membunuh ayahmu pasti sudah dia lakukan dan aku rasa dia punya tujuan menangkap ayahmu."
"Aku harap begitu," jawab Vivian.
Pikirannya benar-benar kacau, selain memikirkan keadaan keluarganya yang ada di rumah sakit sekarang dia juga harus memikirkan ayahnya yang tertangkap.
"Ayo kita pulang dan melihat ke mana kapal yang membawa ayahmu pergi," ajak Matthew dan Vivian mengangguk.
"James, hancurkan tempat ini!"
James mengangguk dan mengeluarkan beberapa bola sebesar bola kasti. Sebuah tombol yang ada di bola ditekan dan setelah itu James melemparkannya kesembarang tempat.
Mereka segera berjalan keluar, sedangkan Bruke sudah dibawa ke markas. Mereka kembali ke mobil mereka dan pada saat itu James menekan sebuah pemicu.
"Duaar!" ledakan dahsyat terjadi dan menghancurkan rumah Bruke bahkan tanah yang mereka pijak bergetar akibat dahsyatnya ledakan.
__ADS_1
Mereka segera pergi dari sana, sedangkan Gary keluar dari sebuah lubang dan melihat api yang melambung tinggi dari kejauhan. Jalan rahasia yang dibuat Bruke begitu panjang dan jalan berujung di hutan. Gary tidak menyalakan lampu senternya karena dia tidak mau Michael melihatnya. Pelariannya dan pengorbanan Bruke tidak boleh sia-sia dan besok, dia dan Thomas juga sekutunya akan menghabisi semuanya.
#Oke all, maaf mengecewakan. Part ini bukan buat nangkap Gary tapi buat nangkap Bruke karena Bruke gak bakal terlibat saat Gary dan Thomas menjalankan rencana. Aku mau bikin Action yang keren dan mendebarkan saat Thomas dan Gary juga si penghianat tertangkap. Aku mau buat Matthew bekerja sama dengan polisi buat nangkap mereka dan pasti, Michael dan Damian akan terlibat. So, tunggu part seru selanjutnya. Ketangkap dengan mudah 'kan gak seru 😁 Biarin dulu Gary lari kayak bayi dan makin dendam 🤣#