Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Permintaan Clarina.


__ADS_3

Begitu Matthew tiba di rumahnya, ternyata Clarina ada di sana. Clarina belum lama tiba dan dia ingin meminta bantuan Matthew karena ayahnya memintanya untuk menemui seseorang malam ini.


Clarina sangat tahu maksud dan tujuan ayahnya dan dia tidak mau mengikuti permintaan ayahnya apalagi sejak dulu yang dia sukai hanya Matthew seorang.


Walaupun Matthew tidak menyukainya dan hanya menganggap dia hanya sahabat tapi dia tidak keberatan, lagi pula cinta tidak bisa dipaksakan.


Keluarga Matthew sangat baik dengannya dan dia tidak mau hubungan mereka yang sudah terjalin sejak kecil hancur karena masalah percintaan.


Pada saat melihat Matthew masuk kedalam rumah, Clarina langsung bangkit berdiri.


"Matt," panggil Clarina.


"Clarina kenapa kau ada di sini?" Matthew menghentikan langkahnya.


"Aku ingin minta bantuanmu Matt, apa bisa?" tanya Clarina.


"Ada apa?" Matthew mendekati Clarina dan duduk di depannya.


"Beberapa hari yang lalu seorang pria menemui ayahku dan entah apa yang mereka bicarakan tapi nanti jam tujuh malam ayahku meminta aku untuk menemuinya di sebuah hotel," jelas Clarina.


"Lalu?" tanya Matthew lagi.


"Matt, aku tahu tujuan ayahku dan aku tidak mau bertemu dengan pria itu. Aku tidak suka dengan wajahnya dan kau tahu sejak dulu yang aku sukai cuma kau saja!" Clarina menutupi wajahnya.


"Ck lalu kau mau aku melakukan apa?"


"Pura-pura jadi pacarku, please," pinta Clarina.


"Aku tidak bisa, minta Michael saja!" tolak Matthew.


"Aku juga tidak mau kak!" jawab Michael yang menghampiri mereka.


"Kalian berdua benar-benar jahat!" Clarina membuang wajahnya kesamping.


"Dari pada kau memintaku menjadi pacar pura-puramu kenapa tidak kau temui saja pria itu dan tolak dia baik-baik!" ucap Matthew.


"Aku tidak berani Matt, aku takut dengannya dan kau tahu kenapa ayahku meminta aku pergi menemui pria ini di hotel? Ayahku juga takut dengannya!" jawab Clarina.


"Kenapa kalian harus takut?" tanya Matthew.


"Percayalah pria itu terlihat berbahaya dan aku benar-benar tidak suka. Aku datang kemari karena hanya kau yang bisa menolongku Matt!"


Matthew menghelakan nafasnya, memangnya siapa pria yang ingin ditemui oleh Clarina? Sungguh dia ingin tahu.


"Memangnya siapa nama pria itu Clarina?" tanya Michael.

__ADS_1


"Jika tidak salah, daddy bilang namanya Thomas."


Matthew dan Michael langsung saling pandang, Thomas? Apakah pria yang akan ditemui oleh Clarina adalah musuhnya selama ini?


Sebaiknya dia mencari tahu jika tidak Clarina akan dalam masalah karena Thomas orang yang sangat licik dan akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Kenapa ayahmu bisa mengenalnya?" tanya Matthew.


"Aku tidak tahu Matt!" jawab Clarina. Melihat air muka kedua sahabatnya membuat perasaannya makin tidak enak.


"Begini saja, kau pergi temui dia dan Mich akan mengawasimu. Setelah urusanku selesai aku akan pergi menjemputmu," ucap Matthew.


"Tapi Matt?"


"Clarina percayalah, jika pria yang akan kau temui adalah orang yang kami kenal maka aku akan langsung mengatakannya pada kakak!" sela Michael.


"Baiklah jika begitu, aku percaya dengan kalian. Aku mau pulang dulu dan setelah tahu di mana kami akan bertemu aku akan mengirimkan alamatnya padamu Matt. Awas jika terjadi sesuatu padaku dan kau tidak datang, aku akan menggangu percintaan kalian berdua untuk seumur hidup kalian!" ancam Clarina.


"Berisik, pergi sana!" usir Matthew dan Michael secara bersama-sama.


"Huh, kalian berdua benar-benar menyebalkan!" dengus Clarina kesal.


Karena Matthew akan membantunya jadi Clarina merasa lega dan pulang, jujur saja dia tidak suka dengan pria bernama Thomas dan perasaannya sangat tidak enak untuk bertemu dengan pria itu.


"Kak, entah kenapa aku punya firasat kurang baik mengenai orang yang akan ditemui Clarina. Jangan-jangan dia adalah musuhmu," ucap Matthew.


"Kakak tidak perlu khawatir, setelah aku melihat orangnya aku akan menghubungi kakak."


"Baiklah, mana mommy dan nenek?" tanya Matthew.


"Mereka pergi."


"Wow, jangan katakan mereka pergi untuk menemui Angel!"


Michael tekekeh, jika dia tidak mencegah ibu dan neneknya tadi mereka pasti sudah pergi untuk menemui gadis incaran kakaknya.


"Kakak tidak perlu khawatir, mereka pergi membeli sesuatu untuk diberikan pada pacar kakak saat mereka bertemu nanti!"


"Mommy dan nenek benar-benar!" Matthew bangkit berdiri.


"Ayo ikut denganku keruang kerja, aku masih ada waktu sebelum pertandinganku dimulai dan ada yang ingin aku bahas denganmu!"


Michael mengangguk dan bangkit berdiri, mereka berjalan menuju ruangan di mana biasanya mereka berdua untuk bekerja.


Sementara itu di tempat lain, Vivian sangat kesal. Tidak saja membuat pinggangnya sakit tapi juga melihatnya tubuh telanjangnya.

__ADS_1


"Freddy dasar mesum, awas kau nanti!" ucap Vivian kesal sambil menusuk-nusuk saladnya dengan garpu.


Di pertandingan nanti dia akan melampiaskan kekesalan hatinya dan memukul Matthew sampai puas.


Vivian bangkit berdiri dan berjalan ke arah kulkas, sebentar lagi dia akan pergi ke arena boxing untuk melampiaskan kekesalan hatinya tapi pada saat itu, seorang rekan menghubungi Vivian dan memintanya pergi ke kantor karena ada hal penting yang akan mereka bahas.


Karena menyangkut pekerjaan jadi Vivian segera pergi dan meminta Matthew menunggunya sebentar. Saat dia pergi waktu sudah menunjukkan pukul tiga dan Matthew sedang berada di arena Boxing.


Mau tidak mau Matthew menunggu Vivian sambil bermain Boxing dengan anggota yang ada di sana. Dia harap Vivian cepat datang karena dia harus sigap jika terjadi sesuatu dengan Clarina.


Waktu terus berputar dan tanpa terasa, jam sudah menunjukkan jam lima sore. Vivian baru tiba di arena Boxing dan memarkirkan motornya.


Vivian segera menyambar tasnya yang berisi perlengkapan Boxing dan segera masuk kedalam dengan terburu-buru.


"Sory Fredd," ucapnya saat melihat Matthew menatapnya dengan tajam.


"Kau sudah membuatku menungu jadi saat aku menang, aku akan meminta hal yang tidak biasa!" jawab Matthew kesal.


"Jangan terlalu percaya diri, oke?" Vivian berjalan mendekatinya dan melihat Matthew dari atas sampai ke bawah.


"Tubuhmu bagus juga," puji Vivian.


"Oh babe, kau tidak tahu, yang lain lebih bagus lagi dan semua ini akan jadi milikmu!" ucap Matthew sambil tersenyum.


"Jangan terlalu percaya diri Fredd, tubuhmu bagus dijadikan samsak!" jawab Vivian dengan seringai di wajahnya.


"What? Awas kau babe! Bersiaplah untuk kalah!"


Vivian tersenyum dan melangkah pergi, menang atau kalah dia tidak perduli karena satu keinginannya, memukul Matthew sampai puas.


Setelah bersiap-siap, Vivian kembali ke ring sambil membawa sarung tinjunya di bahu.


Matthew tersenyum melihat gadis itu, bahkan saat Vivian naik ke atas ring dan melakukan pemanasan, dia hanya tersenyum melihatnya.


Pertandingan mereka pasti akan menyenangkan nanti apalagi Vivian bukan orang yang gampang menyerah.


Setelah melakukan pemanasan dan memakai alat pelindung, Matthew dan Vivian sudah berdiri di atas ring siap melakukan taruhan mereka.


Seperti taruhan awal, jika Vivian bisa memukul wajah Matthew satu kali maka dia yang menang tapi jika Matthew dapat menjatuhkan Vivian maka dia yang akan menang.


Vivian menatap Matthew dengan tajam, sedangkan Matthew hanya tersenyum. Pada saat lonceng berbunyi, mereka mulai bertanding.


Saat itu waktu sudah menunjukkan hampir jam enam sore, mereka begitu serius di atas ring. Vivian terus memukul Matthew untuk melampiaskan kekesalan hatinya dan Matthew menghindar bahkan menerima pukulan Vivian sambil melindungi wajahnya.


Tidak ada yang mau mengalah dari mereka berdua tapi mereka benar-benar menikmati pertandingan yang mereka lakukan sampai mereka lupa waktu.

__ADS_1


Ketika waktu sudah hampir menunjukkan pukul tujuh, mereka belum selesai sama sekali dan ditempat lain, Clarina sudah tampak cemas di hotel menunggu Thomas. Entah kenapa perasaannya tidak nyaman dan memang, Thomas sudah menyiapkan sesuatu untuk menjebak Clarina malam ini.


__ADS_2