Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Aku sedang berbaik hati.


__ADS_3

Matthew masih menunggu jawaban dari Ella, dia yakin Ella pasti tahu apa yang sedang direncanakan oleh Gary dan hal ini bisa membantu Vivian menyelesaikan kasusnya tapi Ella masih diam saja dan hal itu membuat Matthew mulai gusar.


"Jawab aku Ella!" pinta Matthew dengan nada tinggi.


"Aku tidak tahu, aku sungguh tidak tahu apa yang mereka rencanakan," jawab Ella dengan suara bergetar.


"Mereka? Jadi ada orang lain selain Gary?" tanya Matthew sedangkan pisau yang dia pegang sudah berada di pelipis Ella.


Ella tampak ketakutan dan matanya memandangi mata pisau yang ada di wajahnya, dia sangat berharap Matthew menyingkirkan benda tajam itu dari wajahnya.


"Jangan menguji kesabaranku Ella! Aku tidak punya banyak waktu untuk bermain denganmu jika tidak aku akan melemparmu ke dalam kolam yang dipenuhi buaya!"


"Tidak...tidak tuan Smith, akan aku jawab. Semua yang aku tahu akan aku katakan padamu," teriak Ella katakutan.


"Bagus, sekarang katakan padaku siapa saja sekutu Gary dan apa yang mereka rencanakan?"


"Aku...aku sungguh tidak tahu apa yang mereka rencanakan dan aku juga tidak tahu siapa sekutu Gary. Beberapa hari yang lalu Gary memintaku menjemput seorang wanita yang baru datang dari Inggris dan membawa wanita itu untuk menemuinya," ucap Ella.


Matthew bangkit berdiri, seorang wanita yang baru datang dari Inggris? Entah mengapa dia jadi ingat dengan dua orang yang adiknya katakan dan foto mereka masih ada di atas meja dan dia belum sempat melihatnya.


"Lanjutkan!" perintah Matthew.


"Setelah aku membawa wanita itu tidak lama kemudian, seorang pria datang dan mereka berbicara di dalam sebuah ruangan. Aku sungguh tidak tahu siapa mereka dan apa yang mereka bicarakan," ucap Ella.


Matthew diam saja dan kembali berpikir. Yang dia pikirkan adalah wanita yang datang dari Inggris, ini bukan sebuah kebetulan saja bukan karena dia ingat jika Vivian mengatakan dua rekannya baru datang dari Inggris untuk membantunya dan mereka adalah wanita.


Apakah ada seorang penghianat diantara rekan Vivian yang baru datang? Sebaiknya dia membicarakan hal ini dengan Vivian dan menunjukkan foto yang Michael ambil.


"Tuan Smith, aku sudah mengatakan semuanya padamu jadi tolong lepaskan aku. Aku sungguh tidak tahu jika Gary hanya memperalat aku," pinta Ella memohon.


"Aku punya satu pertanyaan lagi untukmu Ella."


"Ka..katakan, aku pasti akan menjawabnya," Ella sedikit berteriak karena dia takut berada di tempat itu.


"Waktu itu aku sudah memperingatimu bukan dan kau tampak marah karena aku menolakmu."


"Ti...tidak, tidak benar," sangkal Ella. Apa sebenarnya yang ingin Matthew tanyakan padanya?


"Jawab pertanyaannku baik-baik, kenapa kau bisa bersama dengan Gary? Kesepakatan apa yang telah kalian buat sehingga Gary mau bersama denganmu dan kau mau saja dimanfaatkan olehnya?"


Ella menelan ludahnya dengan kasar, mana mungkin dia katakan jika dia bekerja sama dengan Gary hanya untuk membunuh Matthew?


"Ka...kami berdua saling mencintai," jawab Ella berdusta.


"Oh ya? Kau tidak sedang menipuku bukan Ella?" tanya Matthew dan suaranya terdengar menekan.

__ADS_1


Dia tahu Ella hanya membohonginya dan itu semua terbaca dari ekspresi yang ditunjukkan oleh Ella.


"Tidak, mana mungkin aku berani membohongimu," Ella kembali ketakutan.


"Jawabanmu sungguh tidak memuaskan, James!"


"Yes master," James mendekati mereka.


"Buat dia bicara jujur dan ingat, ambil kedua tangannya yang telah menembak Jager Maxton dan Vivian."


"Baik master," jawab james sedangkan wajah Ella tampak pucat.


"Tuan Smith aku sudah menjawab dengan benar pertanyaanmu! Aku juga tidak tahu jika gadis FBI itu adalah orangmu," teriak Ella ketakutan apalagi kedua tangannya dipegangi oleh anak buah Matthew.


"Lakukan!" ucap Matthew dengan dingin.


"Tidak, jangan!" teriak Ella.


#SKIP AJA KALAU NGAK KUAT 😉#


Kedua tangan Ella di masukkan ke dalam kotak dan dia berteriak ketakukan sambil memohon ampun. Di dalam kotak itu terdapat lima penjepit yang terbuat dari besi untuk menjepit kelima jari korban.


Setiap jari yang sudah dijepit tidak akan bisa lepas lagi dan alat penjepit itu akan mengeluarkan pisau berbetuk lingkaran dan pisau itu yang akan bekerja selanjutnya.


Jangan harap bisa melepaskan jari dari alat itu dan jika ditarik dengan paksa maka jari-jari yang sudah terjepit akan putus begitu saja.


Tidak hanya itu, sebuah pisau tajam yang berukuran lebih besar akan memotong daging yang ada di lengan. Potongan daging akan jatuh pada sebuah wadah yang berbetuk seperti timbangan dan jika potongan daging sudah mencapai angka yang diinginkan maka kotak terbuka dan siksaanpun berakhir.


Ella berteriak saat jarinya mulai dijepit dan dia terus memohon tapi Matthew tidak memperdulikannya. teriakan Ella semakin nyaring terdengar ketika kulit di jarinya mulai di tarik sampai teriakkannya terdengar keluar dari tempat itu dan ayahnya yang baru tiba diluar sana dapat mendengar teriakan putrinya.


Austin sungguh ketakutan dan tidak tahu apa yang terjadi, dia didorong masuk ke dalam ruangan dan matanya terbelalak kaget saat melihat Matthew berada di sana dan Ella juga ada di sana.


Anak buah Matthew membawa Austin dan mendorongnya hingga Austin jatuh di dekat putrinya.


Mata Austin kembali terbuka lebar saat melihat apa yang terjadi dengan kedua tangan putrinya yang ada di dalam kotak.


"Lepaskan! Lepaskan putriku!" teriak Austin.


Ella semakin berteriak karena dagingnya di potong sedikit demi sedikit sampai dagingnya cukup untuk membuka kotak sedangkan darahnya mengalir ketempat yang sudah tersedia.


"Matthew Smith, lepaskan putriku!" teriak Austin marah.


"Austin, katakan padaku kenapa kau bekerja sama dengan orang yang menyebut dirinya sebagai Maxton? Jika kau memberikan jawaban yang tidak memuaskan sama seperti putrimu maka jangan salahkan aku karena kau akan mendapat siksaan yang lebih mengerikan dari pada ini!"


"Apa? Kau menyiksanya hanya karena ini?" teriak Austin tidak terima.

__ADS_1


"Hng, apa kau tidak tahu? Putrimu ingin membunuh calon istri dan mertuaku. Apa hukuman ini cukup untuk orang yang berani melukai mereka?"


Austin memandangi putrinya dan tampak tidak percaya, kenapa putrinya begitu bodoh?


"Matthew Smith, tolong lepaskan Ella. Dia masih terlalu muda dan tidak tahu apa yang dia lakukan," pinta Austin memohon.


"Cih, ucapan yang sudah basi! Apa kau pikir Ella masih bayi? Ini bukan sinetron dan ingat hukum dunia ini kejam Austin. Jika kau tidak mau di gigit maka jangan mengigit terlebih dahulu dan kalian berdua? Mengabaikan peringatanku dan aku akan menebak, kalian bekerja sama dengannya supaya dia membunuhku bukan?"


Austin ketakutan saat mendengar tebakan Matthew, memang itu tujuannya bekerja sama dengan orang yang menyebut dirinya sebagai Maxton. Dia mau bekerja sama dengan orang itu karena dia pikir orang itu bisa membunuh Matthew.


"See, sepertinya tebakanku benar," ucap Matthew.


Sekarang terjawab sudah kenapa Gary memerintahkan beberapa orang untuk membunuhnya. Selain menghancurkan reputasi Maxton, Gary melakukan hal itu pasti atas permintaan Austin.


"Tidak...kau salah," sangkal Austin.


"Kau tahu Austin, jika tidak punya kemampuan dan hanya mengandalkan orang lain sebaiknya jangan coba-coba mencari perkara dengan orang lain! Kau ingin membunuhku tapi kau tidak mampu. Bukankah lebih baik kau menghabiskan masa tuamu di rumah tanpa perlu mencari perkara?"


"Tolong Matthew, lepaskan aku dan putriku. Aku mengaku salah dan tidak akan aku ulangi lagi," pinta Austin.


"Baiklah, aku sedang berbaik hati," Matthew memutar langkahnya sedangkan Austin tampak lega.


Ternyata begitu mudah menipu Matthew Smith dan setelah mereka keluar dari tempat itu, dia akan menuntut balas atas kedua tangan putrinya.


Ella sudah tidak bersuara dan kotak siksaan sudah terbuka. Kedua tangannya sudah tinggal tulang saja karena dagingnya sudah habis.


Austin memeluk putrinya dan dia pikir dia bisa langsung membawa putrinya pergi tapi nyatanya tidak.


"James, lemparkan Ella ke kandang Hiena dan yang tua itu, dia lebih cocok berenang bersama Buaya kakek!" perintah Matthew.


"Siap master," jawab James dengan senang hati.


"Apa? Bukankah kau ingin melepaskan kami?" teriak Austin tidak terima.


"Memang, aku sedang berbaik hati tidak menyiksamu dan akan langsung melepaskanmu di kandang binatang peliharaanku. Jangan kau pikir aku akan melepaskan orang yang ingin membunuhku dengan mudah!"


"Tidak Matthew Smith, jangan seperti ini!" teriak Austin karena anak buah Matthew sudah menariknya pergi.


"James katakan pada binatang lain jika masih ada tiga orang dan ketiga orang itu akan jadi jatah mereka nanti," perintah Matthew.


"Siap master," jawab James seraya melangkah pergi.


Tubuh Ella di masukkan ke dalam kandang Hiena dan dalam sekejap mata saja para Hiena mulai memperebutkan tubuhnya, Ella hanya bisa berteriak karena dia sudah tidak berdaya sedangkan tubuh Austin didorong ke dalam kolam Buaya dan dia akan menjadi santapan lezat bagi para buaya tua yang sudah lama menghuni di tempat itu.


Tidak lama kemudian, terdengar suara teriakan Austin dan tidak lama lagi giliran Gary dan komplotannya akan berada di sana dan pastinya Gary akan mendapat siksaan yang lebih mengerikan karena dialah dalangnya.

__ADS_1


__ADS_2