Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Let's roll.


__ADS_3

Gary membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi memecah jalanan dan melewati beberapa pengendara yang ada di depannya dengan cepat. Dia harus lari, harus!


Jika dia tertangkap oleh Matthew maka dia tidak punya kesempatan untuk hidup apalagi dia tahu Matthew orang yang akan membuat lawannya mati dengan perlahan.


Banyak yang mengatakan demikian tapi tidak ada yang membuktikan apa isu itu benar atau tidak. Tentu saja tidak akan ada yang bisa membuktikannya karena setiap orang yang ditangkap oleh Matthew tidak bisa memberi bukti karena mereka akan berakhir di kandang binatang peliharaan keluarga Smith.


Gary terus membawa mobilnya dan sesekali melihat ke belakang, jangan sampai ada yang mengejarnya tapi ketika melihat Vivian sedang mengejarnya, Gary mengumpat kesal.


Kaca mobil diturunkan dan Gary mengeluarkan tangannya yang memegang pistol.


"Dor ... dor ...dor!" tiga tembakan dia lepaskan ke arah Vivian.


Vivian membelokkan motornya untuk menghindari peluru dan segera menarik pistolnya. Vivian menembak mobil Gary dan ketika peluru yang ditembakkan oleh Vivian mengenai mobilnya, Gary mengumpat kesal.


Dari kejauhan, Matthew sedang mengejar dan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia ingin lihat, sampai sejauh mana Gary akan lari. Biarkan dia lari karena setelah itu, Gary tidak akan bisa lari lagi untuk selamanya.


"Jangan menembak sembarangan, Babe," ucap Matthew.


"Aku tahu! Aku hanya sedang menembak tikus," jawab Vivian sedangkan Matthew terkekeh.


"Aku di belakangmu dan aku akan segera mengejar."


"Jangan sampai tikus itu kabur, Matth."


"Tidak akan, kita akan menggorengnya nanti setelah tertangkap."


Gary mengumpat dan menambah kecepatan mobilnya, sedangkan Vivian terus mengejar begitu juga dengan Matthew. Mereka sudah seperti pembalap liar di jalanan tapi itu terasa menyenangkan. Tentunya yang merasa senang adalah Matthew dan Vivian, sedangkan Gary? Panik.


Matthew mengejar Vivian dan ketika mobil yang dia bawa sudah sejajar dengan motor Vivian, Matthew menurunkan kaca mobilnya.


Vivian melihat ke arah Matthew dan mereka menyusun sebuah rencana untuk menghentikan Gary dan menangkapnya hidup-hidup. Setelah sepakat, Vivian menambah kecepatan motornya dan segera berbelok.


Di depan sana, Gary semakin mempercepat mobilnya sampai maksimal. Dia kembali melihat ke belakang, ingin tahu apakah Vivian masih mengejarnya atau tidak. Matanya mencari di antara kendaraan yang ada di jalanan tapi dia tidak menemukan motor Vivian.


Dia bahkan tidak melihat ada yang mengejarnya karena saat itu, mobil yang dibawa oleh Matthew berada tidak juah darinya tapi mobil yang di bawa oleh Matthew berada di samping sebuah truk besar. Dia sengaja melakukannya agar Gary tidak tahu jika dia juga mengejarnya.


"Sial! kemana dia?" umpat Gary kesal karena dia tidak mendapati Vivian.


Walau begitu, Gary tidak mengurangi kecepatan laju mobilnya dan tetap waspada. Bisa saja Vivian berada di belakang mobil lainnya dan bisa saja Matthew juga sedang mengejarnya saat ini.


Jika dia bisa melarikan diri saat ini maka dia akan menganggap sebuah keajaiban untuknya tapi sayang dia melupakan seseorang yang sedang mengawasinya dari layar komputer.


"Dia menuju dermaga, Kak," ucap Michael.


"Dermaga? Jangan harap dia bisa lari!" Matthew membawa mobilnya melaju melewati truk yang ada di sampingnya dan tanpa Gary duga, Matthew muncul tiba-tiba dan menabrakkan mobil mereka.


"Bruuaakkk!" mobil mereka saling membentur dengan keras.


"Sialan!" umpat Gary marah. Dia segera menstabilkan jalan mobilnya dan menurunkan kaca mobil karena dia ingin menembak Matthew tapi ketika melihat itu, Matthew menurunkan sedikit kecepatan mobilnya sehinga posisinya berada di belakang mobil Gary.

__ADS_1


Gary kembali mengumpat dan lagi-lagi benturan keras mengenai mobil yang dia bawa karena Matthew menabrakkan mobil mereka kembali.


Matthew benar-benar tidak membiarkannya dan kembali menabrakkan mobil mereka. Benturan demi benturan Gary dapatkan dan dia hanya bisa mengumpat kesal.


"Run as far as you can, Gary," ucap Matthew dan dia kembali menabrakkan mobil mereka.


Gary mengumpat dan memaki, di depan terlihat jalan bebas hambatan dan sebaiknya dia melarikan diri melalui jalan itu tapi dia tidak tahu, Vivian sudah berada di depan dan akan mencegatnya.


Jalanan sudah tampak sepi dan hal itu membuat Gary heran, mana pengendara mobil yang lain? Ini tidak benar, sungguh tidak benar.


Gary semakin menambah kecepatan mobilnya sedangkan Vivian sudah siap di atas motornya. Suara motor Vivian memecah keheningan malam dan dia akan menyambut Gary dan kali ini Gary pasti akan mereka dapatkan.


Mobil Gary sudah terlihat dari kejauhan dan Vivian sudah siap menjalankan motornya. Walaupun apa yang akan dia lakukan nanti sangat berbahaya tapi dia yakin dia bisa.


"Kau siap, Matth?" tanya Vivian.


"Apa kau yakin, Babe?" tanya Matthew.


"Ini aksi terakhirku jadi biarkan aku melakukannya," ucap Vivian.


"Baiklah, tunjukkan padaku kehebatanmu," ucap Matthew.


"Jangan meremehkan agen ini," jawab Vivian.


Melompat dari pesawat dan melompat dari gedung sudah dia lakukan tapi sekarang dia ingin melompati mobil menggunakan motornya. Ini adalah aksi terakhirnya sebelum dia pensiun dan mungkin, dia tidak akan pernah bisa melakukannya lagi.


"Are you ready, Mrs. Smith?" tanya Matthew.


Vivian mulai membawa motornya dengan kecepatan tinggi menuju mobil Gary dan ketika Gary melihatnya, dia semakin menambah kecepatan mobilnya karena dia akan menabrak Vivian.


Motor Vivian semakin cepat begitu juga dengan mobil Gary, kendaraan mereka semakin mendekat dan Gary berteriak di dalam mobilnya.


"Matilah kau, Vivi!"


Vivian tidak menghindar sama sekali sedangkan Gary tertawa terbahak-bahak karena dia akan menabrak motor Vivian tanpa ragu. Mereka semakin dekat, dekat dan dekat dan ketika jarak mereka tinggal beberapa meter lagi, Vivian mengangkat stang motornya dan tanpa Gary duga, motor yang dibawa oleh Vivian melompat melewati mobilnya dan berputar di udara.


Gary mengangkat kepalanya untuk melihat motor Vivian dan pada saat itu dalam posisi terbalik, Vivian melepaskan stang motor dan dengan cepat, Vivian mengambil pistolnya dan menembakkan benda itu ke arah Gary.


"Dor ... dor!" dua tembakan dia lepaskan dan peluru yang dia tembakkan mengenai paha Gary karena mobil yang dibawa Gary terbuka bagian atasnya.


"Woah ... woah ... woah!" Michael dan Albert tampk kagum saat melihat aksi Vivian dari layar komputer.


"It's cool," ucap Mereka dan mereka seperti menonton sebuah film.


Motor Vivian mendarat dengan mulus dan setelah itu motor berputar di atas aspal jalan sampai mengeluarkan asap dan decitan roda motor yang menggesek aspal jalan terdengar.


Gary mengumpat kesal tapi sekarang giliran Matthew, Matthew menginjak gas mobilnya sampai maksimal dan setelah itu, "Bruuaakk!" mobil yang dia bawa menabrak mobil Gary dengan kencang.


"What the F*uck!" umpat Gary kesal tapi sayang, mobil yang dia bawa terguling di atas jalan.

__ADS_1


Gary terus memaki apalagi mobil terus berguling tanpa henti sampai mobilnya membentur sebuah pohon yang tumbuh di pinggir jalan.


Matthew segera menghentikan laju mobilnya dan segera keluar begitu juga dengan Vivian, dia segera turun dari atas motor dan berlari menghampiri mobil Gary.


Gary merangkak keluar dari mobilnya dengan susah payah dan tentunya dengan keadaan kepala berdarah.


"Sialan! Aku akan membunuh kalian, akan aku bunuh!" gumamnya tapi pada saat itu, Matthew sudah berdiri di depan Gary dengan sebuah senjata yang dia arahkan ke Gary.


"Ck ... ck ... apa kau masih mau lari lagi?" tanya Matthew.


"Sialan! Bunuh aku sekarang!" teriak Gary.


"Rekanmu sudah menunggumu, Gary," jawab Matthew dan pada saat itu Vivian menghampiri mereka.


"Hy, Babe, aksimu benar-benar keren," puji Matthew sambil meraih pinggang Vivian.


"Vivi, tangkap aku sekarang!" teriak Gary.


"Apa kau mau menangkapnya, Babe?" tanya Matthew.


"Tidak!" jawab Vivian dan matanya menatap Gary dengan tajam. Dia benar-benar kecewa ketika melihat Gary. Orang yang melukai keluarganya adalah orang yang dia cintai dulu dan dia benar-benar kecewa dengan Gary.


"Good, berarti dia milikku!"


"Tangkap aku, Vivi!" teriak Gary tapi Vivian dan Matthew tidak memperdulikannya dan Matthew mencium bibir Vivian dengan mesra di depan Gary.


Gary kembali memaki karena dia tidak suka melihat hal itu, dia benci! Benci! Seharusnya Vivian adalah miliknya.


"Awas kalian, aku tidak akan melepaskan kalian!" teriak Gary tapi Matthew menembak Gary tanpa melepaskan bibir Vivian.


Sebuah kabel mengenai tubuh Gary dan kabel itu mengandung daya setrum dengan kekuatan tinggi. Tubuh Gary tampak kejang karena tersetrum dan tidak lama kemudian dia pingsan.


"Kau yang tidak akan aku lepaskan, Gary," ucap Matthew dan tidak lama kemudian sebuah mobil mendekati mereka dan berhenti.


James keluar dari mobil dan menghampiri mereka dan tentunya Matthew memerintahkan James untuk membawa Gary ke markas.


Setelah James pergi, segerombolan mobil berhenti dan puluhan orang keluar dari mobil. Mereka segera menghampiri Vivian dan menunduk hormat.


"Nona, kami sudah menjalankan perintah," ucap orang-orang itu.


"Terima kasih, kalian boleh pergi tapi sebelum itu, tolong bereskan kekacauan yang ada di sini," ucap Vivian.


"Baik, Nona," jawab mereka.


"Siapa mereka, Babe?" tanya Matthew seraya meraih pinggang Vivian.


"Anak buah ayahku, aku meminta Kak Damian mengerahkan mereka untuk memblokir jalan."


"Bagus. Ayo kembali untuk mengobati lukamu. Kau pasti lelah bukan?"

__ADS_1


"Hum," jawab Vivian sambil mengangguk. Dia sudah sangat ingin tahu keadaan ayahnya dan dia harap ayahnya baik-baik saja.


Mereka segera pergi, malam yang melelahkan untuk menangkap seorang pengecut yang pastinya, Gary akan segera bergabung dengan rekannya.


__ADS_2