Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Extra Part: Six Babies.


__ADS_3

Tubuhnya terasa pegal, itulah yang Vivian rasakan setiap hari apalagi semakin hari perutnya semakin besar.


Enam bayi yang ada di perutnya benar-benar membuatnya lelah. Dia lebih banyak berbaring dan terkadang dia menghabiskan waktu di depan televisi.


Terkadang dia juga melakukan olahraga ringan seperti yoga di sisi pantai. Hanya itu yang bisa dia lakukan karena perutnya yang begitu besar. Dia bahkan merasa sudah seperti Aliens saat ini dan dia juga tidak sabar bayi-bayinya cepat lahir agar dia bisa bergerak dengan bebas lagi.


Saat itu kehamilan Vivian sudah menginjak usia sembilan bulan, dia sangat berharap dia bisa melahirkan dengan cara normal tanpa melakukan operasi.


Sekarang dia tinggal di rumah keluarga Matthew agar ada yang menjaganya karena usia kehamilannya yang sudah tidak lama lagi.


Kate dan Alice selalu menjaganya setiap hari dan melihat keadaannya jika Vivian tidak keluar dari kamar karena sedang tidur. Mereka takut terjadi sesuatu dengan Vivian apalagi Vivian mengandung enam bayi dan ini adalah kejadian paling bersejarah di dalam keluarga mereka.


Jacob berdiri di depan foto ibu dan ayahnya saat itu, dia benar-benar senang karena sebentar lagi keluarga mereka akan semakin ramai dengan kehadiran six twins babies. Rumah mereka pasti akan bertambah ramai dengan suara tangisan bayi dan tentunya hal itu akan menyenangkan bagi mereka dan ini sebuah kebahagiaan baginya karena sebelum mati, dia bisa melihat keturunannya yang luar biasa.


"Mom, Dad, jika kalian masih hidup kalian pasti akan senang mendengar berita ini begitu juga dengan kakek dan nenek," ucap Jacob.


"Aku tidak menyangka sebelum aku mati, aku masih bisa menyaksikan keturunan kita yang luar biasa dan mereka semua pasti akan menjadi keturunan kita yang paling hebat. Jika kalian masih bersama dengan kami, aku yakin kakek pasti akan menari karena bahagia begitu juga denganmu, Dad. Mommy dan Nenek pasti akan bahagia dan aku bisa menebak mereka pasti akan meminta kita melakukan hal konyol."


Jacob menghela nafas dan pada saat itu, Alice mendekatinya dan memeluk pinggangnya.


"Ada apa, Jac?"


"Tidak, Honey. Aku hanya rindu mereka."


"Aku juga rindu dengan mereka, Jac. Aku rindu dengan kedua orangtua dan kakakku. Tapi tidak lama lagi kita akan bersama dengan mereka. Ada pertemuan ada perpisahan, Jac. Saat keturunan baru kita lahir maka kita yang sudah tua akan menyusul mereka yang telah pergi."


"Kau benar, Honey. Aku sangat bahagia bisa menikah denganmu."


"Aku juga, Jac. Terima kasih untuk semua yang kau berikan, aku bisa memiliki Albert dan Valerie dan dari mereka aku bisa memiliki yang lain. Tidak hanya itu, sebentar lagi kita akan menyambut kelahiran anggota baru di keluarga kita dan Tuhan benar-benar memberkati kita dengan memberikan cucu kita bayi kembar enam."

__ADS_1


"Kau benar, Honey," ucap Jacob.


Mereka kembali memandangi foto Jhon dan Samantha, sedangkan saat itu Vivian keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur karena dia haus.


Vivian meneguk air dan setelah ini dia mau berbincang dengan nenek Matthew karena dia bosan berada di dalam kamar sepanjang hari. Setelah airnya habis, Vivian berjalan menuju ruang tamu tapi langkahnya terhenti saat merasakan nyeri di perutnya.


Vivian berusaha mencari pegangan dan dia berjalan mendekati tembok dan memegangi dinding sedangkan tangan satunya sedang memegangi perutnya yang kembali terasa nyeri.


Keringat mulai mengalir dan Vivian berusaha mengatur nafasnya yang memburu. Rasa nyeri kembali terasa dan dia juga merasakan sesuatu mengalir dari sela pahanya.


"Mom, Nek," teriak Vivian.


Begitu mendengar suaraya, Jacob dan Alice segera menghampirinya begitu juga dengan Albert dan Kate. Mereka terkejut melihat Vivian sudah terduduk di atas lantai sambil meringis kesakitan.


"Ada apa? Apa kau terjatuh?" tanya Alice dan dia tampak begitu khawatir.


"Tidak, tapi aku rasa ...," Vivian kembali meringis.


Dengan cepat Albert menggendong menantunya dan membawanya keluar sedangkan Kate mengikutinya. Alice akan mengambil barang-barang yang diperlukan oleh Vivian, sedangkan Jacob menghubungi Matthew dan memintanya untuk ke rumah sakit.


Tentu saja Matthew segera bergegas menuju rumah sakit bersama dengan Michael setelah mendapat kabar itu. Dia benar-benar senang dan sudah tidak sabar untuk melihat bayi-bayinya.


Dia harap dia tidak terlambat sehingga dia bisa menemani Vivian ketika melahirkan bayi-bayi mereka nanti.


Selama di perjalanan, Kate menenangkan menantunya yang semakin tampak kesakitan sementara Albert membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit pribadi mereka.


Dia juga sudah menghubungi dokter pribadi mereka untuk bersiap-siap menyambut kedatangan mereka. Dia ingin menantunya langsung ditangani begitu mereka tiba.


Kabar itu juga sudah sampai di telinga Jager Maxton dan Damian. Damian segera pulang untuk menjemput ayahnya karena mereka juga akan ke rumah sakit. Matthew juga sudah memberitahu keluarga Vivian yang ada di Inggris mengenai kabar itu dan tentunya mereka menunggu kabar selanjutnya dengan cemas.

__ADS_1


Seorang dokter ahli dan beberapa perawat sudah siap dan begitu mobil yang dibawa Albert berhenti, mereka segera melakukan pekerjaan mereka dengan cepat. Vivian sudah dibaringkan di atas ranjang dan dia segera dibawa masuk ke dalam.


Kate mengikuti menantunya dibawa dan tidak lama kemudian Matthew dan Michael sudah tiba di rumah sakit.


Matthew sangat bersyukur jika dia tidak terlambat dan Kate langsung meminta putranya untuk menemani Vivian menjalani proses melahirkan.


Begitu dia masuk ke dalam ruangan, Vivian berbaring di atas ranjang dan tampak kesakitan. Matthew menghampiri Vivian dan tampak tidak tega. Jika bisa menggantikan posisi Vivian dia sangat ingin melakukannya tapi sayangnya tidak bisa.


"Bagaimana keadaanmu, Babe?" Matthew memegangi tangan Vivian dan mencium dahinya.


"Seperti yang kau lihat, Matth. Sepertinya pasukan kita sudah mau lahir."


"Maaf, Sayang. Aku tidak bisa menggantikanmu dan merasakan sakit yang kau rasakan saat ini."


"Tidak apa-apa, Matth. Aku senang kau bisa menemaniku.


"Berjuanglah, Babe. Jika kau tidak mampu maka aku akan meminta mereka melakukan tindakan operasi," ucap Matthew, sedangkan Vivian mengangguk.


Matthew kembali mencium dahi Vivian, dia hanya bisa menemani dan memberi istrinya semangat. Hanya itu saja yang bisa dia lakukan dan dia harap istri dan keenam bayi mereka baik-baik saja.


Saat untuk melahirkan telah tiba, Vivian benar-benar berusaha melahirkan bayi pertama mereka. Matthew berdiri di sisinya dan menyeka keringat yang keluar dari dahi istrinya. Sungguh dia tidak tega melihat perjuangan istrinya untuk melahirkan bayi mereka.


Dia kembali bersumpah dalam hati jika dia akan mencintai Vivian sampai mati. Terkutuklah para lelaki di luar sana yang mencampakkan istri dan anaknya demi wanita lain. Mereka sungguh tidak merasakan perjuangan istri mereka saat melahirkan dan ketika melihat ada wanita yang lebih cantik, mereka dengan mudah berpaling. Apa mereka tidak tahu bagaimana perjuangan seorang istri?


Tangisan bayi pertama mereka terdengar dan Vivian tampak terengah-engah dan masih berjuang. Keluarga mereka sudah berada di luar dan ketika mendengar tangisan bayi mereka begitu senang.


Jager Maxton dan Damian juga sudah tiba dan mereka berharap Vivian dan keenam bayinya baik-baik saja.


Setelah tiga jam menunggu akhirnya Matthew keluar dari ruangan itu dengan tampang kusut. Walaupun dia menyiksa musuhnya dengan kejam tapi ketika harus menyaksikan istrinya kesakitan selama berjam-jam membuatnya tersiksa.

__ADS_1


Keluarganya langsung menghampirinya dan menanyakan keadaan Vivian juga keenam bayi mereka. Matthew menjawab dengan anggukan yang bertanda jika mereka baik-baik saja. Keluarganya tampak lega apalagi tidak lama kemudian Vivian dibawa keluar untuk dipindahkan ke ruangan lain. Ini hari bahagia mereka semua dan yang pasti, keluarga mereka akan semakin bertambah ramai.


__ADS_2