Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
I need a girl like you


__ADS_3

Setelah kepergian keluarga Matthew, seorang perawat masuk ke dalam untuk memeriksa keadaannya. Vivian diam saja bahkan dia merasa lelah dan ingin beristirahat.


Dia rasa aktingnya cukup bagus tadi dan setelah kepergian keluarga Matthew senyumnya langsung hilang. Itu karena dia merasa dia tidak perlu berakting lagi karena tidak ada siapa-siapa lagi di sana selain dia dan Matthew Smith orang yang telah menipunya.


Amarah dan benci bercampur aduk di dalam hatinya karena dia benci dengan seorang penipu seperti Matthew Smith.


Rasanya hubungan mereka jadi asing dan dia malas untuk berbicara, mungkin sebaiknya dia mengakhiri hubungan mereka saat ini karena kakeknya pasti tidak akan pernah menyetujui hubungan mereka.


Matthew menghampiri Vivian dengan makanan di tangannya. Dia akan berada di sana dan merawat Vivian sampai keadaannya sembuh. Dia tidak tahu jika Vivian telah mengambil keputusan untuk tidak menjalin hubungan lagi dengannya karena kehohongan yang dia buat.


Matthew duduk di samping Vivian sedangkan Vivian tidak mau melihatnya, mungkin malam ini dia harus keluar dari rumah sakit dan mencari Patrik, dia pasti mau memberikan tumpangan untuknya selama beberapa hari sampai dia mendapat rumah dinas baru.


"Babe, ayo makan," ucap Matthew tapi Vivian diam saja.


"Kenapa kau diam?" Matthew sangat heran dengan sikap Vivian. Ada apa lagi?


"Kau, Matthew Smith?" tanya Vivian tapi matanya tidak mau memandangi Matthew.


"Ya, bukankah sudah pernah aku katakan padamu? Akulah Matthew Smith."


"Hng, sungguh kebohongan yang luar biasa bukan?" ucap Vivian sambil tersenyum dengan sinis.


"Babe, aku tidak bermaksud membohongimu."


"Pergilah, aku tidak butuh penjelasan darimu dan hubungan kita cukup sampai di sini!"


"Apa maksud ucapanmu?!" Matthew meletakkan makanan yang dia pegang ke atas meja dan memandangi Vivian dengan serius. Dia sangka Vivian tidak marah lagi tapi Kenapa Vivian berkata seperti itu lagi?


"Pergilah tuan Smith! Aku tidak mau melihatmu lagi dan kita akhiri hubungan kita. Ke depannya jika kita bertemu sebaiknya jangan saling menyapa dan kita pura-pura tidak kenal saja! Aku akan melupakan semua kenangan yang pernah kita lalui dan aku berterima kasih atas kebohongan yang kau berikan padaku karena sekarang aku menyadari jika aku hanya gadis naif dan polos yang begitu mudah dipermainkan!"


"Kau!" Matthew menggeram marah.


"Kenapa kau marah lagi? Bukankah tadi kau sudah tidak marah?"


Vivian memalingkan matanya dan menatap Matthew dengan tajam, sungguh rasanya dia ingin turun dari atas ranjang dan memukulnya sampai puas. Jika keadaannya tidak sedang seperti itu maka akan dia lakukan.

__ADS_1


"Babe!"


"Setelah mengetahui semua kebohonganmu, apa kau pikir aku tidak akan marah?! Apa kau kira sangat menyenangkan menipu seorang gadis naif sepertiku?! Kau tahu aku mencari Matthew Smith tapi kau berpura-pura menjadi orang lain dan menipuku! Kau juga berpura-pura mempunyai banyak hutang dan di kejar oleh depcolector agar aku memberimu tumpangan padahal, tidak perlu aku lanjutkan bukan jadi pergilah! Aku tidak akan menyalahkanmu karena aku yang terlalu bodoh tapi satu hal yang aku minta, jangan pernah menemuiku lagi."


"Sudah cukup bicaranya?!" Matthew sudah tampak kesal.


Apa semua kesalahan hanya ada padanya? Apa dia saja yang menyembunyikan identitasnya sedangkan gadis itu tidak?


"Jangan menguji kesabaranku Angel! Saat aku keluar dari pintu itu maka aku tidak akan kembali lagi! Walaupun aku sangat menginginkamu tapi aku bukan pengemis jadi jangan menguji kesabaranku jika tidak kau pasti akan menyesal!"


Vivian diam saja sedangkan Matthew memegangi tangannya dan mengusapnya dengan lembut.


"Dengarkan aku baik-baik!" Matthew mencium punggung tangan Vivian sedangnya Vivian menatapnya dan masih diam saja.


"Aku tidak pernah berniat menipumu tapi coba kau ingat baik-baik, apa aku pernah mengatakan padamu jika aku punya banyak hutang? Kau yang mengira demikian dan mengatakan jika aku punya banyak hutang bahkan kau yang menganggap aku dikejar oleh depcolector dan memberikan tumpangan untukku!"


"Baiklah, aku anggap itu kebodohanku tapi kenapa kau harus menyebutkan nama palsu padahal kau tahu aku sedang mencurigaimu! Apa menyenangkan menipuku seperti ini?"


"Oh astaga, saat ini aku akan menganggap kepalamu terbentur karena ledakan!" ucap Matthew kesal.


"Aku tidak sedang bercanda!"


Matthew mengangkat tangannya dan mengusap wajah Vivian dengan senyum di wajahnya.


"Katakan padaku, siapa kau sebenarnya dan dari mana kau berasal?"


"Untuk apa kau tahu? Kau bisa memilih keluar dari pintu itu sekarang dan tidak perlu kembali lagi! Kau bisa melupakan aku dengan mudah bukan? Pasti banyak wanita yang mau denganmu jadi kau bisa melupakan aku!"


"Babe, i don't want another girl because i need a girl like you in my life. So, tell me who are you?"


Vivian menunduk, padahal dia hanya gadis biasa yang tidak punya kelebihan apa-apa tapi kenapa Matthew Smith sangat menginginkannya?


"Babe, jangan diam saja!" Matthew harap Vivian mau mengatakan siapa dia sebenarnya sehingga tidak ada lagi rahasia diantara mereka berdua.


Tapi beberapa menit telah berlalu Vivian masih diam dan masih menunduk. Hal itu membuat Matthew gusar dan dia rasa Vivian tidak mau mengatakannya.

__ADS_1


Matthew bangkit berdiri, dia rasa sudah cukup. Sebaiknya dia pergi karena Vivian masih tetap diam. Matthew melangkahkan kakinya tapi langkahnya terhenti karena Vivian memegangi tangannya.


"Vivian Adison, usia dua puluh lima tahun. Putri kedua dari Charles Adison dan Marta Adison. Agen rahasia yang diutus oleh pemerintah Inggris untuk menangkap buronan berinisial M yang ada di Amerika!" ucap Vivian tanpa ragu.


Matthew tersenyum dan duduk kembali, akhirnya yang dia tunggu. Bukankah dengan saling terbuka hubungan mereka akan semakin dekat?


"Aku kira kau tidak akan mau mengatakannya!"


"Tolong rahasiakan identitasku! Aku banyak musuh dan aku tidak mau ada yang tahu identitas asliku karena keluargaku bisa terancam," pinta Vivian.


"Tidak perlu khawatir, mulai sekarang musuhmu juga musuhku. Aku sudah pernah mengatakannya bukan? Untuk membersihkan namaku, aku akan membantumu menangkap buronan yang sedang kau cari jadi percayalah padaku!"


Vivian menggangguk, semoga dia tidak salah mengambil keputusan untuk mempercayai Matthew Smith.


"Jadi kau dari Inggris?" Matthew mengusap wajah Vivian, sedangkan Vivian kembali mengangguk.


"Kau sudah mengusirku lalu kenapa kau menahanku saat aku hendak pergi?"


Vivian belum menjawab tapi beberapa detik kemudian, wajahnya memerah. Kenapa saat Matthew hendak pergi dia langsung menahannya? Padahal dia bisa membiarkan pria itu keluar. Bukankah itu yang dia inginkan? Dengan begitu mereka tidak akan pernah bertemu lagi untuk selamanya, tapi kenapa dia menahannya? Sepertinya ada yang salah dengannya!


"Kenapa wajahmu memerah?" goda Matthew.


"Berisik!" Vivian membuang wajahnya yang memerah kesamping sedangkan Matthew terkekeh.


"Vivi, apa kau menahanku karena kau tidak rela aku pergi?" Matthew mendekati Vivian dan mencium pipinya.


"A...aku tidak tahu!" jawab Vivian dengan jantung berdebar apalagi Matthew memanggil namanya secara langsung.


"Jika begitu aku akan mencari tahu sendiri!"


Tanpa menunggu lagi Matthew mencium bibir Vivian dan mel*matnya dengan lembut. Vivian diam saja tapi tidak lama kemudian, Vivian melingkarkan kedua tangannya ke leher Matthew dan membalas ciuman Matthew.


Mereka berciuman cukup lama dan setelah melepaskan bibir Vivian, Matthew mengusap wajah Vivian yang memerah sambil berkata, "Aku sudah tahu jawabannya."


"Oh ya?"

__ADS_1


"Yes!" jawab Matthew dan dia kembali mel*mat bibir Vivian.


Sekarang tidak ada lagi rahasia diantara mereka dan Vivian akan segera menjadi miliknya.


__ADS_2