Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Ketiga Agen yang sedang bentrok.


__ADS_3

San Franscisco City Hall sudah penuh dengan polisi yang mengepung tempat itu. Mereka tidak bisa masuk menyergap karena sandera menjadi ancaman.


Beberapa anak buah Thomas sedang mencari cara untuk membawa ayah Clarina. Sebagian sedang melihat peta gedung untuk mencari jalan keluar sedangkan yang lain berjaga-jaga untuk melihat situasi dan sebagian menjaga sandera.


Sebuah lorong penghubung saluran air yang berada di bawah tanah tampak di peta dan sepertinya mereka bisa membawa ayah Clarina pergi dari sana melalui lorong itu.


Lorong itu tampak panjang bahkan terhubung pada stasiun kereta bawah tanah dan itu adalah jalan keluar yang sangat bagus.


Mereka masih berdiskusi sedangkan di luar sana, Vivian dan juga rekannya yang diutus kapten Willys sudah datang. Mereka berada diluar untuk melihat lokasi gedung sedangkan Patrik meretas cctv yang ada di dalam gedung.


Video cctv mulai memperlihatkan kejadian di dalam sana, para sandera tampak diikat bahkan beberapa dari pajabat dipasangi bom aktif di tubuh mereka begitu juga dengan ayah Clarina.


Mereka dikumpulkan dalam satu ruangan yang berada di lantai dua dan anak buah Thomas berjaga disetiap lantai. Dari lantai basement, lantai satu, dua bahkan lantai tiga mereka jaga dengan ketat.


"Bagaimana, Patrik?" Vivian mendekati Patrik untuk mengetahui situasi yang ada di dalam gedung San Franscisco City Hall.


"Lihatlah, Angel. Mereka ada di mana-mana. Pintu masuk, pintu samping dan mereka semua menjaga disetiap pintu. Jika kita masuk secara paksa maka nyawa sandera akan terancam," jawab Patrik.


"Apa sebenarnya yang mereka inginkan?" tanya Vivian sambil melihat rekaman cctv di mana orang yang memakai wajah Matthew sedang berbicara dengan ayah Clarina bahkan mengancamnya.


"Aku rasa mereka menginginkan Wali Kota," jawab Patrik.


Wali Kota? Ini sangat aneh. Kenapa Gary menginginkan Wali Kota juga? Bahkan dia sudah menangkap Clarina, apa yang sebenarnya direncanakan oleh Gary?


Charlie dan Felicia menghampiri Vivian, mereka harus menyusun rencana untuk masuk ke dalam dan menyelamatkan sandera.


"Angel, kita harus masuk ke dalam untuk menyelamatkan sandera," ucap Charlie.


"Aku tahu Charlie, aku sedang melihat situasi di dalam dan mencari celah agar kita bisa masuk," jawab Vivian.


"Apa kita tidak bisa menyergap masuk?" tanya Felicia.


"Tidak! Mereka ada di mana-mana dan jika kita langsung menyergap maka nyawa sandera dalam bahaya."


"Jadi? Tidak mungkin bukan kita harus diam saja di sini?" ucap salah satu rekannya.


Vivian melihat lokasi gedung San Franscisco City Hall dengan teliti. Para penjahat di dalam sana hanya menguasai beberapa lantai dan mereka tidak berjaga di lantai atas. Sepertinya mereka tidak punya pilihan selain menyergap dari atas dan ini bukan pilihan yang buruk.


"Patrik, siapkan sebuah helikopter. Aku dan Felicia juga Charlie akan menyergap dari atas dan siapkan beberapa orang untuk ikut dengan kami. Kau harus terus memantau keadaan dan memberitahuku situasi di dalam," pinta Vivian.


"Roger," jawab Patrik dan dia segera melakukan apa yang diperintahkan oleh Vivian.

__ADS_1


"Menyergap dari atas? Kau yakin, Angel?" tanya Felicia.


"Hanya itu jalan satu-satunya, Felicia," jawab Vivian.


"Benar, kita tidak bisa langsung masuk karena sangat berbahaya," Charlie membenarkan.


Vivian ingin lihat, apa yang akan dilakukan oleh si penghianat nanti dan dia berharap dia bisa membuka kedoknya hari ini dan menangkapnya.


Sebuah helikopter telah terbang merendah dan beberapa orang sudah siap, mereka memakai rompi anti peluru agar tidak tertembak dan mereka segera naik ke atas helikopter.


Helikopter mulai terbang ke atas membawa tiga agen dan pasukan yang akan menyergap dari atas dan menangkap para penjahat yang ada di dalam sana.


Mereka tampak bersiap-siap ketika berada di dalam helikopter dan sebuah earphone terpasang di telinga mereka untuk berbicara dengan Patrik.


Ketika sudah berada di atas gedung San Franscisco City Hall, helikopter merendah dan mereka segera turun menggunakan tali satu persatu.


Senjata mereka sudah siap dan mereka masuk ke dalam gedung. Mereka membagi menjadi tiga kelompok, satu kelompok dipimpin oleh Vivian, satu kelompok dipimpin oleh Charlie dan satu kelompok dipimpin oleh Felicia.


Mereka mulai menyergap masuk dan berpencar, masing-masing kelompok memimpin tiga orang. Mereka harus menembak setiap penjahat yang mereka lihat dan menyelamatkan sandera.


Di dalam gedung, anak buah Thomas yang sedang memakai wajah Matthew menarik ayah Clarina karena mereka harus pergi. Bisa dia tebak pasti para polisi sudah masuk ke dalam gedung itu karena rekannya melapor ada helikopter yang terbang ke atas.


Dia memerintahkan rekannya untuk tetap waspada dan dia juga meminta meledakkan gedung jika situasi mereka terpojok. Tidak hanya itu, mereka akan membunuh para sandera tanpa ragu.


Mereka terus bergerak turun untuk menuju lantai tiga di mana para sandera berada. Patrik memberi laporan pada mereka dan mengatakan di mana saja para penjahat berjaga sehingga mereka bisa membunuh mereka dengan mudah nantinya.


Pada saat itu suara tembakan terdengar karena para penjahat mulai menembaki cctv karena orang yang memakai wajah Matthew sudah harus membawa Wali Kota pergi.


Vivian dan kedua rekannya menghentikan langkah mereka ketika mendengar suara tembakan dan mereka segera mengangkat senjata mereka untuk waspada.


"Ada apa, Patrik?" tanya Vivian.


"Mereka mulai merusak cctv," jawab Patrik.


"Sial! Jika begitu kita langsung sergap!" perintah Vivian.


Mereka sudah berada di lantai empat saat itu dan inilah saatnya si penghianat beraksi karena sekarang bagiannya. Dia akan membunuh rekannya di sana dan para polisi yang mengikutinya.


Si penghianat menembak cctv yang ada di sana karena dia tahu Patrik mengawasi dan ketiga polisi yang mengikutinya tidak luput dari sasarannya. Tanpa ketiga petugas polisi itu duga, si penghianat mengarahkan senjata api ke arah mereka sebelum merusak cctv.


"Dor ... dor ... dor!" tiga tembakan dilepaskan dan mengenai kepala ketiga petugas yang mengikuti si penghianat.

__ADS_1


Ketiga polisi itu gugur tanpa melakukan perlawanan karena mereka tidak menduga agen yang mereka ikuti akan menembak mereka.


Vivian kembali menghentikan langkahnya begitu juga dengan rekannya yang lain ketika mendengar suara tembakan itu. Tidak saja mereka tapi para penjahat mulai waspada dan mereka segera naik ke atas untuk melawan para petugas.


"Sial! Siapa yang menembak?" umpat Vivian.


Tembakan terus terdengar karena para penjahat terus menembaki cctv yang ada di gedung itu. Patrik memainkan jarinya di keyboard laptop untuk mencari gambar dari cctv yang masih aktif tapi sayangnya, cctv dari lantai basement sampai lantai empat sudah banyak yang rusak.


"Sial, mereka merusak semua cctv dan sepertinya salah satu rekan kita juga melakukannya," ucap Patrik.


"Apa kau melihat siapa orangnya, Patrik?"


"Aku tidak melihatnya karena aku terlalu fokus pada Wali Kota yang hendak dibawa pergi oleh mereka," jawab Patrik.


"Sial! Aku terlalu meremehkannya! Perintahkan semua personil untuk masuk menyergap!" perintah Vivian.


"Bagaimana dengan sandera?" tanya Patrik.


"Pikirkan caranya baik-baik, Patrik! Putus sambungan telephon kita dan susun rencana diluar untuk membebaskan sandera!" perintah Vivian.


Vivian segera mencabut earphone yang dia pakai setelah berbicara dengan Patrik. Percuma mereka menyusun rencana karena ada penghianat dan sekarang dia akan menangkapnya.


Tembakan yang entah dari siapa kembali terdengar dari berbagai arah jadi Vivian memerintahkan ketiga petugas yang mengikutinya untuk berpencar dan waspada.


Mereka menembaki para penjahat yang terlihat dan terus maju. Ketika Vivian mendekati sebuah ruangan, dia mendengar suara tembakan dari dalam sana jadi dia segera bersembunyi dibalik tembok. Dia mengintip sejenak dan di dalam sana Charlie dan Felicia sedang adu tembak dan salah satu rekannya sedang terluka akibat tembakan.


Entah apa yang terjadi di antara mereka berdua tapi sepertinya dia harus muncul untuk membantu rekannya yang lain jadi ketika tembakan berhenti, Vivian langsung masuk ke dalam sambil mengarahkan dua pistol yang ada di tangannya ke arah dua rekannya.


Begitu menyadari ada yang datang, Charlie dan Felicia mengarahkan senjata api mereka ke arah Vivian.


"Charlie, Felicia, apa maksudnya ini?" tanya Vivian.


"Angel, dia ingin membunuhku!" teriak Felicia.


"Tidak, Angel. Felicia ingin membunuhku dan dia menembak semua polisi yang bersama denganku!" teriak Charlie tidak mau kalah.


"Apa kau bilang? Jangan membalikkan fakta, Charlie!" teriak Felicia pula.


"Diam kalian berdua! Aku bisa melubangi kepala kalian berdua sekarang juga jadi katakan padaku, apa tujuanmu menghianati organisasi?" Vivian sudah siap menekan pelatuk pistolnya, sedangkan kedua rekannya juga melakukan hal yang sama.


Satu pistol yang ada di tangan Charlie mengarah ke arah Vivian dan yang satunya lagi mengarah ke arah Felicia, begitu juga pistol yang ada di tangan Felicia, mereka saling mengacungkan pistol mereka ke sesama rekan mereka.

__ADS_1


Terjadi perpecahan di antara mereka bertiga dan mereka tidak bisa mempercayai sesama rekan mereka lagi tapi Vivian tahu siapa si penghianatnya tapi dia tidak boleh gegabah karena si penghianat bisa membunuh salah satu dari mereka.


#Just info, adegan ini terjadi pas Matthew lagi bebasin Clarina.#


__ADS_2