Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Extra Part: Last Chapter Happy Family


__ADS_3

Ruangan di mana Vivian di rawat terdengar ramai. Enam bayinya sudah di bawa ke dalam ruangan itu dan keluarganya sedang melihat bayi itu satu persatu.


Sekarang tugas mereka adalah memberi nama keenam bayi itu yang terdiri dari empat bayi laki-laki dan dua bayi perempuan. Mereka sedang membahas masalah itu sekarang dan tentunya, mereka saling bertukar pikiran.


Vivian berbaring di atas ranjang dan tampak lemas karena kehabisan tenaganya melahirkan keenam bayinya, sedangkan Matthew duduk di sampingnya dan menyuapinya makan agar tenaganya cepat pulih.


Dia tidak bergabung bersama dengan keluarganya untuk memberi nama anak-anak mereka karena dia ingin menemani istrinya. Lagi pula, ayah dan ibunya juga kakek dan neneknya pasti akan memberi mereka nama yang bagus begitu juga dengan Jager Maxton.


Apa kau sudah tidak apa-apa, Babe?" tanya Matthew seraya memberikan suapan terakhir untuk istrinya.


"Ya," jawab Vivian.


"Apa kau tidak mau memberi bayi kita nama?"


"Biarkan mereka yang memberi bayi-bayi kita nama, Matth," jawab Vivian.


"Beristirahatlah, Babe. Kami akan menjaga bayi-bayi kita," ucap Matthew seraya mencium dahi istrinya.


"Apa kau sudah memberi kabar pada Kakek, Matth?"


"Tentu saja, mereka sudah tahu jadi jangan memikirkan apapun dan tidurlah."


Vivian mengangguk dan memejamkan matanya, sedangkan Matthew menemani istrinya. Dia bahkan tidak beranjak ketika mendengar keluarganya sedang berbincang untuk memberi nama anak-anak mereka.


Anak pertama mereka laki-laki begitu juga dengan yang kedua dan ketiga, setelah itu anak keempat mereka adalah perempuan lalu anak kelima mereka laki-laki lagi dan yang terakhir perempuan.


Mereka benar-benar sudah mendapatkan paket lengkap dan sepertinya setelah ini mereka harus melakukan progam agar Vivian tidak hamil lagi. Enam anak sudah cukup tapi jika sampai Vivian hamil lagi tidak masalah karena mereka tidak akan jatuh miskin bahkan jika mereka punya anak sepuluh sekalipun.


Saat itu, keluarganya sudah mendapatkan nama yang akan mereka berikan pada bayi-bayi lucu yang sedang tertidur.


Jacob adalah orang pertama yang akan memberi nama untuk bayi yang pertama lahir dan dia memberi nama bayi itu Jonathan Smith.


Setelah dia memberi nama, Jager Maxton mendapat giliran kedua untuk memberi nama bayi kedua dan dia memberi bayi itu nama Xavier Smith.


Kedua bayi sudah diberi nama dan tinggal empat bayi lagi, Albert memberi nama bayi ketiga dengan nama Ethan Smith dan setelah itu, giliran David Adison. Walau dia tidak ada di sana tapi dia diberikan kesempatan. Sebuah nama David kirimkan dan dia memberi nama bayi kelima dengan nama Albern Smith.


Empat bayi laki-laki sudah diberi nama dan sekarang tinggal dua bayi lagi. Kate memberi nama bayi keempat dengan nama Alesya Smith dan bayi keenam diberi nama Scarlet Smith oleh Alice.


Mereka sepakat dengan nama yang mereka berikan, yang paling tua akan dipanggil Jonathan, yang kedua Xavier, ketiga Ethan, keempat Alesya, kelima Albern dan yang keenam Scarlet.


Masing-masing bayi sudah mendapat nama dan mereka tampak puas. Mereka segera menghampiri keenam bayi yang tidur dan pada saat itu, Ainsley menghampiri ibunya.


"Mom, boleh aku menggendong salah satu dari mereka??" tanya Ainsley.


"Tentu, Sayang. Tapi kau harus berhati-hati," ucap Kate.


Kate menggendong Jonathan dan memberikan bayi lucu itu pada putrinya. Ainsley tampak senang dan membawa Jonathan menuju sofa karena dia ingin melihat bayi itu di sana.

__ADS_1


Damian berada di sana dan diam saja ketika Ainsley duduk di sampingnya sambil mencium pipi Jonathan yang menggemaskan.


"Mereka lucu, bukan?" ucap Ainsley.


"Hm, ya," jawab Damian.


"Apa kau tidak ingin menggendongnya?" tanya Ainsley seraya memandangi Damian.


"Tidak! Aku tidak bisa menggendong bayi," tolak Damian.


"Ayolah, ini mudah tidak sesulit yang kau bayangkan."


"Tidak, Ainsley. Aku takut mencelakainya," Damian masih menolak.


"Baiklah," Ainsley memandangi bayi Jonathan yang berada di dalam gendongannya.


"Hai, Jojo. Ini Aunty," ucap Ainsley sambil mencium pipi Jonathan yang lembut.


"Ainsley," Kate memanggil putrinya.


"Yes, Mom."


Ainsley bangkit berdiri dan mendekati ibunya, sedangkan Damian juga bangkit berdiri mengikuti langkah Ainsley karena dia ingin melihat putra dan putri adiknya.


Saat itu, Michael masuk ke dalam ruangan beserta Edward dan keluarganya. Mereka langsung terbang ke California setelah mendapat kabar baik itu dari adiknya.


Tidak saja Edward, Olivia juga datang bersama dengan Marry dan Valerie. Ruangan semakin ramai karena mereka begitu heboh melihat keenam bayi yang memiliki wajah yang sama.


"Brother, kenapa kau tidak memberikan namaku untuk salah satu bayi di sana?" ucap Edward bercanda.


"Wow, Kak Ed. Jika begitu kita akan memberikan nama Mommy dan Daddy juga nama Kakek dan Nenek untuk mereka." jawab Jacob.


Edward terkekeh dan merangkul bahu adiknya.


"Selamat untukmu, Brother. Mommy dan Daddy pasti senang jika mereka masih hidup."


"Kak Ed, mereka tidak hanya akan berbahagia untukku tapi mereka juga akan berbahagia untukmu dan keluargamu karena kita adalah saudara sampai kapanpun."


"Kau benar, itu yang selalu diucapkan oleh Mommy dan Daddy juga Kakek dan Nenek, kita adalah saudara."


Mereka tersenyum dan memandangi istri mereka yang sedang melihat Six twins babies yang lucu dan menggemaskan.


Vivian bersandar pada ujung ranjang dan berbicara dengan ayah dan kakaknya. Dia tidak bisa tidur karena ruangan yang begitu ramai.


Matthew dan Michael sedang berbicara dengan Aunty kesayangan mereka dan Ivy sedang menggendong Xavier saat itu.


"Bolehkah Aunty membawanya pulang?" tanya Ivy. Dia benar-benar gemas melihat bayi lucu yang ada di dalam gendongannya.

__ADS_1


"Kau harus melawan ibunya terlebih dahulu, Aunty," jawab Michael.


"Sepertinya seseorang mengatakan hal seperti itu ketika aku ingin membawa kalian pulang dulu!" gerutu Ivy karena dia ingat suaminya berkata demikian.


"Oh, bagaimana caranya kau bisa mendapatan bayi kembar ini, Matth?"


"Kami kembar, Aunty, begitu juga dengan Mommy. Jadi salah satu dari kami pasti akan punya anak kembar," jawab Matthew.


"Apa benar?"


"Yes," jawab Matthew dan Michael sambil mengangguk.


"Felix," Ivy memanggil putranya yang saat itu bersama dengan ayahnya.


"Yes, Mom."


"Kemari, Sayang."


"Ada apa, Mom?" tanya Felix seraya menghampiri ibunya.


"Apa kau sudah punya pacar?"


"Belum," jawab Felix.


"Bagus. Mulai sekarang kau harus mencari pacar seorang wanita yang memiliki saudara kembar!" perintah ibunya.


"Hah? Maksud Mommy?" Felix tidak mengerti. Apa maksud ibunya?


"Sudah jangan membantah!" ucap Ivy pada putranya.


"Mom, aku masih muda dan kau tahu aku masih harus banyak belajar. Lagi pula aku belum mau menjalin hubungan serius dengan seorang wanita!" ucap Felix.


"Mommy tidak mau tahu! Pokoknya kau harus menikah dengan seorang wanita yang memiliki kembaran!"


"Iya ... iya ...!" jawab Felix seraya melangkah pergi.


Michael dan Matthew tertawa, pasti Aunty Ivy sangat ingin punya cucu kembar.


Pada saat itu seorang fotografer yang dipanggil oleh Jacob telah datang. Hari ini mereka akan mengabadikan moment berharga kebersamaan mereka dengan kehadiran enam bayi yang menambah ramai keluarga mereka.


Jacob segera memanggil mereka untuk berkumpul dan mereka semua berbaris berdiri di sisi ranjang Vivian. Vivian menggendong Alesya, sedangkan Matthew menggendong Jonathan. Jager menggendong Xavier dan ketiga bayi yang lain ada bersama dengan Kate dan Amanda juga Ivy.


Mereka sudah berbaris dengan rapi dan siap untuk di foto. Ketika kamera sudah siap, mereka tersenyum bahkan ada yang melakukan beberapa gaya.


Hari itu beberapa foto kebersamaan mereka diambil bersama dengan enam bayi yang baru lahir. Foto itu nanti akan menghiasi dinding rumah mereka dan tidak mereka saja, Jager Maxton juga akan memajang foto itu di dinding rumahnya sebagai pengganti foto istrinya.


Matthew merangkul bahu Vivian dan mencium pipinya, diawali dengan pertemuan yang tidak disengaja membuat mereka saling mengenal dan jatuh cinta.

__ADS_1


Mereka dapat melewati segala tantangan dengan saling mempercayai satu sama lain dan sekarang, mereka akan selalu bersama sampai maut memisahkan mereka.


END


__ADS_2