Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Misi menyelamatkan sandera part 2


__ADS_3

California 06.00 PM


Dikediaman keluarga Smith, Albert tampak murka begitu juga dengan Jacob. Bagaimana tidak, wajah Matthew menghiasi hampir diseluruh stasiun televisi dan dia dianggap sebagai penjahat.


Telephone rumah mereka tidak berhenti berbunyi karena keluarganya menghubungi dan menanyakan kejadian itu. Albert tampak sudah tidak sabar, rasanya dia ingin pergi ke San Francisco City Hall untuk menangkap orang yang telah menggunakan wajah putranya dan mencincangnya.


Ini benar-benar sudah keterlaluan, dia tidak terima putranya difitnah seperti itu. Jika sudah tertangkap dia akan turun tangan untuk menyiksa orang itu. Albert dan Jacob hendak pergi ke San Francisco City Hall tapi sayangnya Michael melarang dan Michael mengatakan jika kakaknya sudah berada di sana dan membantu polisi.


Setidaknya itu membuat amarah Albert sedikit surut karena polisi masih mempercayai putranya dan mau bekerja sama dengan putranya. Mereka semua menyaksikan apa yang terjadi di gedung San Francisco City Hall dari televisi.


Para wartawan tampak memenuhi tempat itu untuk meliput berita sedangkan para polisi mulai berlari masuk ke dalam dan kejadian saat itu setelah para penjahat dilumpuhkan.


Di dalam gedung San Francisco City Hall pada saat itu, para sandera mulai berlari hendak menyelamatkan diri dan para polisi mulai mengiring mereka menuju pintu.


Mereka hanya punya waktu lima menit untuk keluar dari sana karena bom yang dipasang disetiap ruangan akan meledak dan para petugas tidak punya banyak waktu untuk menjinakkan semua bom yang ada.


Para pejabat yang dipasangi bom ditubuhnya diamankan oleh Patrik karena bom harus dijinakkan dan mereka tidak punya banyak waktu.


Vivian keluar dari persembunyiannya sambil memegangi lengannya yang tertembak begitu juga dengan Charlie, sedangkan saat itu Matthew mencari Vivian tapi dia terhalang oleh para sandera yang hendak keluar dari tempat itu dan dia kesulitan untuk menemukan Vivian.


"Angel, kau terluka," ucap Charlie.


"Tidak apa-apa, ini hanya luka tembak!" jawab Vivian.


"Ayo kita pergi, Angel. tempat ini akan meledak," ajak Charlie.


"Kau bantu para petugas itu untuk mengeluarkan sandera, Charlie. Aku harus menjinakkan bom yang terpasang di tubuh para pejabat itu," ucap Vivian.


"Tapi, Angel?"


"Charlie," Vivian memegangi bahu Charlie dan tersenyum.


"Bantu keluarkan sandera, waktu kita tidak banyak dan ingat jika ada yang bertanya di mana Felicia katakan dia sudah gugur. Setelah ini aku akan menangkapnya dan membuat perhitungan dengannya."


"Baiklah, senang bekerja sama denganmu, Angel," Charlie memeluk Vivian sejenak dan setelah itu dia berlari pergi untuk membantu petugas mengevakuasi korban.


Vivian melangkah mendekati Patrik sambil merobek bajunya untuk mengikat lengannya, dia harus menahan darah agar tidak terus keluar dari lukanya.


"Bagaimana, Patrik?" tanya Vivian.


"Tiga menit lagi, Angel," jawab Patrik.


Para pejabat yang dipasangi bom tampak ketakutan karena waktu mereka yang singkat. Suara jarum jam yang ada di bom terdengar bagai musik kematian di telinga mereka bahkan jantung mereka berdetak dengan cepat.


Vivian mengambil pisaunya dan hendak membuka penutup bom tapi pada saat itu seseorang menariknya dan orang itu adalah Matthew.

__ADS_1


"Babe ...." Matthew melihat Vivian dan tampak marah karena tubuhnya dipenuhi dengan luka goresan kaca bahkan di wajahnya juga terdapat sebuah goresan.


Kemarahan semakin memenuhi hatinya ketika dia melihat sebuah luka di lengan Vivian dan darah segar tampak masih mengalir dari lengannya.


"Oh kau datang di waktu yang tepat, Matth. Bantu aku menjinakkkan kelima bom ini, kita tidak punya banyak waktu."


"Sialan! Gary benar-benar sudah melewati batas!" umpat Matthew kesal.


Patrik memandangi mereka berdua, ada hubungan apa di antara mereka berdua?


Karena tidak punya banyak waktu, mereka segera membuka penutup bom dan melihat serangkaian kabel yang rumit terdapat di sana.


Jangan terkecoh dengan warna kabel yang ada karena warna bisa menipu. Waktu mereka tersisa dua menit lagi dan ada lima bom yang harus mereka jinakkan. Lima pejabat itu tampak ketakutan tapi Patrik meminta mereka untuk tenang.


Dengan bantuan Matthew, Patrik ikut membantu menjinakkan bom yang ada dan setelah tiga bom berhasil di jinakkan, Patrik segera meminta polisi yang ada di bawah menyiapkan matras karena dia akan meminta para pejabat itu melompat dari lantai dua.


Mereka tidak punya waktu untuk keluar dari pintu karena bom yang terpasang di bawah akan meledak dalam hitungan menit. Para sendera sudah berhasil di bawa keluar dan gedung San Francisco City Hall sudah disterilkan.


Sesuai dengan perintah Patrik, matras sudah siap di bawah dan para pejabat yang sudah dilepaskan bom dari tubuh mereka segera melompat ke bawah. Patrik memandu mereka sedangkan Matthew dan Vivian menjinakkan dua bom lainnya.


Waktu tinggal satu menit lagi dan dua pejabat yang tersisa ketakutan, mereka bukan ketakutan karena bom yang melekat di tubuh mereka tapi mereka takut dengan bom aktif yang ada di dalam gedung.


Angka di bom terus berubah dari 1:00 menit menjadi 00:59 detik, 00:58 detik dan terus berjalan. Penutup bom sudah terbuka dan tanpa membuang waktu, Matthew dan Vivian mencari kabel pemicu bom dengan hati-hati karena setiap kabel bisa mengecoh. Paling berbahaya adalah kabel tipis yang tersembunyi di balik kabel lainnya dan jika sampai salah satu dari mereka memotong kabel itu maka bom akan langsung meledak.


Jantung kedua pejabat itu berdetak dengan cepat dan keringat membanjiri dahi mereka. Matthew segera memotong dua kabel yang terdapat di bom dan segera meminta pejabat itu melepaskan bomnya dan setelah itu pejabat itu berlari ke arah Patrik.


"Tentu!" jawab Vivian dan dia segera melepaskan bom yang ada di tubuh pejabat itu.


Si pejabat langsung berlari ke arah Patrik dan langsung melompat ke bawah. Angka di bom yang ada di gedung sudah menunjukkan 00:05 detik yang berarti lima detik lagi akan meledak.


"Lompat, Patrik!" teriak Vivian setelah sandera terakhir melompat.


"Bagaimana ...." Patrik menoleh dan melihat Vivian berlari ke arahnya bersama dengan Matthew sambil berpegangan tangan.


"Now!" teriak Vivian karena mereka tidak punya banyak waktu lagi.


Patrik segera melompat dan setelah itu Matthew dan Vivian juga melompat tapi tidak lama kemudian, ledakan dahsyat terjadi dari dalam gedung.


Matthew menarik Vivian ke dalam pelukannya dan mereka berdua terhempas ke atas matras begitu juga dengan Patrik.


"Sial! Sepertinya harimu benar-benar menyenangkan, Babe," ucap Matthew sambil merapikan rambutnya.


"Setelah ini akan lebih menyenangkan lagi," jawab Vivian.


"Ck, kau benar-benar suka tantangan!" Matthew memegangi dagu Vivian dan mencium bibirnya.

__ADS_1


Patrik melihat mereka dengan heran, sebenarnya Vivian normal atau tidak? Bukankah dia berpacaran dengan Maria? Apa yang sebenarnya terjadi? Jangan-jangan Vivian 3 in 1.


Pada saat ledakan terjadi, Kate tampak khawatir tapi sebuah stasiun televisi yang meliput dari helikopter memperlihatkan Matthew dan Vivian berada di atas matras dan mereka terlihat baik-baik saja.


Matthew segera mengambil ponselnya karena dia ingin menghubungi adiknya dan tentunya, Michael segera menjawab karena dia tahu kakaknya membutuhkan bantuannya.


"Ada apa, Kak?" tanya Michael dengan cepat.


"Ayah Clarina dibawa pergi jadi cari di mana dia dibawa," perintah Matthew.


"Aku akan mencarinya tapi bagaimana dengan keadaanmu, Kak? Daddy dan Kakek sangat marah dan mereka ingin pergi ke sana."


"Katakan pada mereka aku baik-baik saja dan katakan pada mereka untuk duduk diam di rumah, aku bisa menyelesaikan permasalahanku. Aku tidak mau merepotkan mereka dan aku hanya butuh bantuanmu," jawab Matthew.


"Baiklah, aku akan segera memeriksa ke mana ayah Clarina dibawa," ucap Michael dan pada saat itu, Kate mengambil ponsel putra bungsunya karena dia ingin berbicara dengan putra sulungnya.


"Matth, bagaimana dengan keadaanmu?"


"Aku baik-baik saja, Mom," jawab Matthew.


"Siapa yang berani memfitahmu, Matth? Kau sudah seperti penjahat sekarang," Kate benar-benar tidak terima.


"Mommy tidak perlu khawatir. Aku akan bekerja sama dengan polisi untuk menyelamatkan ayah Clarina dan aku akan membersihkan namaku."


"Baiklah, bagaimana dengan Clarina?"


"Dia sudah aman," jawab Matthew.


Setelah berbicara dengan ibunya, Matthew juga berbicara dengan ayahnya. Ayahnya benar-benar marah tapi Matthew menenangkan ayahnya dan mengatakan jika dia bisa menangani hal itu. Walaupun kesal tapi Albert percaya jika putranya bisa mengatasi permasalahan itu dan menyelesaikannya.


Selama dia berbicara dengan keluarganya, Vivian mengobati tangannya. Dia tampak meringis saat seorang perawat menguyur lukanya menggunakan alkohol. Vivian mencengkram tangannya dengan erat saat perawat itu mengeluarkan peluru yang bersarang di tangannya. Dia menolak dibawa ke rumah sakit karena dia harus menyelamatkan Wali kota.


Charlie sudah dibawa pergi untuk menangani lukanya, sedangkan Patrik tampak sibuk. Setelah berbicara dengan keluarganya, Matthew diserbu para wartawan yang ingin tahu lebih jauh mengenai kasus itu. Beberapa orang polisi tampak menghalau para wartawan sesuai dengan perintah Patrik karena bagaimanapun pria itu telah membantu mereka menyelamatkan sendera.


Ayah Clarina dibawa menuju stasiun bawah tanah dan dia akan dibawa menggunakan kereta express untuk membuat Vivian sibuk karena Felicia harus membuat rencana baru untuk melawan Vivian.


Anak buah Thomas yang menggunakan wajah Matthew melepas topeng yang dia pakai dan membuangnya begitu saja dan mereka segera membawa ayah Clarina.


Seseorang yang tidak dikenal mengambil topeng itu dan melihatnya, sebuah seringai menghiasi wajahnya dan orang itu segera menghubungi seseorang.


"Aku menemukan barang bagus yang bisa kau gunakan nanti," ucapnya.


" ...."


"Aku akan segera kesana," ucap orang itu dan dia segera pergi membawa topeng wajah Matthew.

__ADS_1


(Topeng akan digunakan dicerita Michael)


Setelah melewati para wartawan, Matthew segera mendekati Vivian. Sepertinya malam ini mereka akan sibuk dan dia jadi ingin tahu, apa Damian dan James berhasil menangkap Gary?


__ADS_2