Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Hasil tes


__ADS_3

Damian masih berbicara dengan perawat sedangkan Jager tampak begitu gelisah, dia benar-benar terlihat sudah tidak sabar ingin mengetahui hasilnya bahkan setelah Damian meletakkan gagang telephone, Jager segera menghampiri putranya.


"Bagaimana Damian?"


"Sabar dad, kita bisa mengambil hasilnya jam sepuluh siang nanti," jawab Damian.


"Ck, apa tidak bisa sekarang?" Jager benar-benar sudah tidak sabar.


"Tidak dad, bersabarlah. Jam sembilan kita akan pergi ke rumah sakit untuk mengambil hasilnya."


"Aku benar-benar sudah tidak sabar dan oh, aku ingin menghubungi Angel dan mengajaknya makan siang," ucap Jager dan dia segera berjalan pergi untuk mengambil ponselnya.


Damian tersenyum dan tampak senang karena ayahnya sudah terlihat lebih sehat belakangan ini. Bahkan dia tidak terlihat murung lagi, ini benar-benar hal yang bagus dan dia harap hasil tes DNA tidak mengecewakan mereka.


Setelah mendapatkan ponselnya, Jager segera menghubungi Vivian. Dia benar-benar sudah tidak sabar bahkan Jager berdiri di bawah foto istrinya sambil tersenyum.


Tidak butuh lama, Vivian sudah menjawab panggilan darinya dan senyum Jager semakin lebar.


"Selamat pagi tuan Max," sapa Vivian dengan sopan.


"Pagi Angel, apa aku menggangu waktumu?"


"Tidak tuan Max, apa ada yang bisa aku bantu?"


"Tidak ada, aku hanya ingin mengajakmu makan siang bersama denganku dan Damian, kau bisa bukan?"


Vivian belum menjawab, sungguh dia tidak bisa menolak karena dia merasa tidak enak hati.


"Angel, hanya makan siang saja dan jangan tolak permintaan orang tua ini," pinta Jager lagi.


"Baiklah tuan Max, jangan berkata seperti itu, aku akan menemui tuan Max nanti siang untuk makan siang bersama."

__ADS_1


Jager benar-benar senang dan semakin tidak sabar, bukan saja tidak sabar untuk melihat hasil tes DNA tapi dia juga tidak sabar bertemu dengan Vivian.


"Baiklah, kami menunggumu di Mersea Restaurant and Bar Angel," ucap Jager.


"Baik tuan Max, aku akan ke sana," jawab Vivian.


Senyum Jager semakin lebar bahkan setelah berbicara dengan Vivian, dia masih berdiri di bawah foto istrinya karena ada hal yang ingin dia bicarakan pada istrinya.


"Cristiana, sebentar lagi aku akan mengetahui bayi yang dimakamkan bersama denganmu putri kita atau bukan?! Aku sangat berharap hasil tes DNA menunjukkan jika bayi itu bukan putri kita dan aku juga sangat berharap, gadis yang datang ke rumah beberapa hari lalu adalah putri kita. Jika dia benar-benar putri kita maka aku berjanji dan bersumpah, aku akan menjaganya dengan baik dan aku tidak akan mengulangi kesalahan yang pernah aku lakukan dulu."


"Dulu aku terlalu bodoh sampai harus kehilangan kalian tapi sekarang tidak lagi, aku tidak akan mengulanginya lagi dan semoga kau bahagia Cristiana."


"Dad, tidak saja daddy, tapi aku juga akan menjaganya jika dia memang adikku," Damian menepuk bahu ayahnya dan dia sudah berdiri di samping ayahnya.


"Ayo kita sarapan dan setelah itu kita pergi ke rumah sakit. Jangan lupa minum obat daddy agar kesehatan daddy semakin membaik."


"Baiklah Damian, sekarang aku sangat ingin hidup lebih lama lagi," ucap jager seraya menyentuh tangan putranya.


"Tentu saja, aku ingin menikmati waktuku dan aku juga ingin melihatmu menikah, jadi segeralah cari pacar!"


"Nanti," jawab Damian seraya mengikuti langkah ayahnya menuju ruang makan.


Mereka makan bersama-sama dan setelah waktu sudah menunjukkan pukul sembilan, Damian mengantarkan ayahnya ke rumah sakit untuk mengambil hasil tes DNA.


Ini adalah moment yang sangat mendebarkan bagi Jager dan dia benar-benar sudah tidak sabar untuk mengetahui hasilnya. Dia benar-benar berharap, sangat be


rharap hasil tes DNA sesuai dengan harapannya.


Seorang perawat memanggil mereka dan meminta mereka masuk ke dalam sebuah ruangan untuk menjumpai dokter yang akan memberikan penjelasan mengenai hasil tes.


Jantung jager berdebar dan dia benar-benar sudah tidak sabar. Untungnya dia sudah meminum obat jantungnya sebelum datang jika tidak mungkin dia harus di bawa ke ICU hanya karena ingin tahu hasil tes DNA.

__ADS_1


Jager dan Damian duduk di depan seorang dokter dan ketika amplop hasil tes dibuka, jantung Jager semakin berdebar bahkan dia tampak gelisah.


"Dad," Damian berusaha menenangkan ayahnya yang semakin tidak tenang. Itu sangat tidak bagus untuk kesehatan jantung ayahnya.


"Tuan Maxton, hasil tes menunjukkan jika DNA bayi tidak cocok dengan DNA anda dan juga istri anda," jelas sang dokter.


"Apa? Benarkah? Jadi dia bukan anakku?" tanya Jager dengan penuh semangat. Wajahnya tampak berseri dan dia benar-benar bahagia mendengar hasil tes DNA sesuai dengan harapannya.


"Ya, bayi ini tidak ada hubungan darah sama sekali dengan anda tuan Maxton," jawab sang dokter.


Dokter itu memberikan banyak penjelasan mengenai DNA sang bayi kepada Jager dan mereka mendengarnya dengan seksama, satu yang disayangkan sang dokter adalah, seharusnya Jager langsung melakukan tes DNA saat mayat bayi itu dibawa apalagi setelah mendengar penjelasan Jager jika bayi itu dibawa dalam keadaan terbakar hingga dia tidak bisa mengenalinya dan mengira jika itu adalah putrinya.


Jager juga menyesali hal ini, memang seharusnya dia melakukan hal itu tapi mana dia tahu jika dia akan bertemu dengan seorang gadis yang mirip dengan istrinya?


Seandainya dia tidak melihat Vivian, dia tidak akan pernah membongkar makam istrinya untuk mencari tahu kebenarannya dan sekarang masih belum terlambat untuk membuktikan jika Vivian adalah putrinya.


Setelah selesai mendengarkan penjelasan sang dokter, Jager dan Damian segera keluar. Jager benar-benar bahagia karena ini adalah kabar baik baginya dan sekarang, mereka akan melakukan langkah selanjutnya untuk membuktikan jika Angel adalah putri yang sangat dia rindukan selama dua puluh lima tahun belakangan.


"Oh Damian, lihatlah. Tuhan masih baik padaku dan menyelamatkan anakku. Aku yakin sekarang jika Angel memang putriku. Bukan saja wajahnya yang mirip dengan Cristiana tapi banyak kemiripan diantara mereka berdua."


"Jadi dad, kita sudah ada bukti sekarang dan sebaiknya kita mencari bukti lain agar kita bisa membuktikan Angel putri daddy atau bukan?"


"Kau benar, ayo kita pergi temui Angel, daddy sudah tidak sabar ingin melihatnya."


Damian mengangguk, ayahnya benar-benar terlihat bahagia setelah mengetahui hasil tes DNA dan sedikit demi sedikit, kebenaran akan segera terungkap.


Pada saat waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu siang, mereka sudah menunggu di Mersea Restaurant and Bar, mereka memang segaja datang terlebih dahulu agar Angel tidak menunggu mereka.


Jager semakin tidak sabar selama menunggu dan pada saat Vivian sudah datang, Jager tampak bahagia melihatnya. Setelah mereka makan siang bersama, dia akan mengajak Damian pergi untuk menemui Matthew Smith karena hanya dialah yang bisa membantunya dan memberi tahu mereka, siapa sebenarnya Angel?


Dengan bukti hasil tes DNA yang mereka bawa, dia yakin Matthew mau membantunya dan dia berharap, semua bisa terungkap dengan cepat agar dia bisa bersama dengan putrinya tapi apa Vivian bisa menerima hal itu dengan mudah?

__ADS_1


__ADS_2