Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Tragedi di restoran dan jalanan.


__ADS_3

Begitu tembakan terdengar para pengunjung Greens restoran langsung berteriak histeris dan mereka langsung bersembunyi di bawah meja.


Peluru yang ditebakkan Ella melesat dengan cepat ke arah Jager Maxton tapi pada saat itu, "Awas dad!" Damian mendorong ayahnya saat mendengar teriakan adiknya dan menyadari seseorang ingin membunuh ayahnya.


"Prang!" peluru mengenai vas bunga yang berada di belakang meja yang ditempati Jager dan Damian sedangkan Ella bangkit berdiri dan menembakkan pistolnya ke arah Vivian.


Vivian segera melompat ke samping dan bersembunyi di bawah meja begitu juga Damian dan ayahnya, sedangkan Ella menembakkan pistolnya dengan sembarangan karena dia harus pergi.


Para pengunjung semakin histeris dan teriakan mereka semakin nyaring terdengar, Vivian menarik pistolnya karena dia harus melumpuhkan Ella.


Begitu banyak orang dia tidak bisa menembak dengan sembarangan karena bisa saja warga sipil yang jadi sasarannya.


Ella menarik seorang pengunjung wanita dan menjadikannya sandera dan berjalan menuju pintu, dia harus segera keluar dari sana.


"Jangan ada yang bergerak jika tidak akan aku tembak dia!" ancam Ella.


Vivian mengangkat pistolnya dan mengintip, dia harus mencari celah untuk melumpuhkan Ella dan menangkapnya dan dia tidak boleh salah mengambil tindakan karena ada nyawa seorang sandera menjadi taruhannya.


Di bawah meja, Damian masih melindungi ayahnya. Beruntungnya dia bergerak cepat dan mendorong ayahnya jika tidak peluru yang ditembakkan sudah bersarang di dada kiri ayahnya.


Vivian segera mengambil ponselnya untuk menghubungi Patrik karena harus ada yang mengamankan situasi di sana.


"Patrik telah terjadi penembakan di Greens restoran. Panggil polisi kemari untuk mengamankan situasi dan aku akan menangkap dan mengejar pelakunya!" pinta Vivian.


"Roger," jawab Patrik dan dia segera bergerak cepat.


Ella sudah mencapai pintu dan masih mengancam sanderanya, pistol masih menepel di pelipis sandera dan Vivian tidak bisa melakukan apapun.


Setelah merasa aman, Ella mendorong sandera dan segera lari untuk menyelamatkan diri sedangkan Vivian keluar dari persembunyiannya dan mulai mengejar Ella. Tidak akan dia biarkan Ella kabur begitu saja setelah dia ingin membunuh ayahnya.


Di dalam restoran, Damian melihat adiknya mengejar wanita yang menembak tadi, sebaiknya dia membantu adiknya menangkap wanita itu.


"Dad, tetap di sini sampai bantuan datang. Aku akan membantu Vivi untuk menangkap wanita itu," ucap Damian.

__ADS_1


"Berhati-hatilah Damian dan jaga adikmu," ucap ayahnya.


"Tentu," jawab Damian seraya bangkit berdiri dan dia segera berlari keluar.


Di luar sana, Ella mengumpat kesal karena Vivian masih mengejarnya. Untuk mengalihkan perhatian Vivian, Ella menembaki Vivian sedangkan Vivian bersembunyi.


Para pejalan kaki yang ada di sana berlari dan berteriak untuk menyelamatkan diri sedangkan Ella terus menembak. Vivian tidak punya pilihan selain bersembunyi, jika Ella terus menembak kemungkinan besar akan ada warga sipil yang jadi korban.


Ella kembali lari sambil memaki, misinya sudah gagal total dan sekarang dia jadi incaran FBI jadi apapun caranya dia harus lari. Jika tertangkap maka habislah sudah karena dia akan meringkuk di dalam penjara.


Lebih baik dia menghubungi Carlk dan mengatakan jika misinya di gagalkan oleh gadis FBI yang dia temui waktu itu. Dia juga akan meminta Carlk mengirimkan orang untuk membantunya.


Bagaimanapun dia harus lolos dari masalah ini karena dia tidak mau mendekam di dalam penjara.


Ponsel Gary berbunyi dan dia segera menyambarnya, dia harap Ella berhasil dalam misinya dan memberinya kabar baik.


"Apa kau sudah membunuhnya?" tanya Gary dengan tidak sabar.


"Maaf Carlk, aku gagal," jawab Ella.


"Gadis FBI yang kau temui waktu itu, dia menggagalkan rencanaku!"


"Apa? Vivian?" ini bukan hal yang bagus, jika Ella tertangkap oleh Vivian maka tidak lama lagi dia akan yang kena.


"Carlk, segera kirim orang untuk membantuku! Aku sedang di kejar olehnya!" pinta Ella.


"Tenang saja, buat dia sibuk! Aku akan mengirimkan orang untuk membantumu!" ucap Carlk seraya berjalan menuju lemari pakaian karena dia harus segera pergi dari sana.


Ini tidak main-main dan sebaiknya dia segera pergi, bisa saja polisi datang ke apartemennya setelah Ella ditangkap tapi yang harus dia waspadai adalah Matthew Smith karena dia sudah tahu hubungannya dengan Ella dan Matthew akan langsung tahu jika dialah orang yang memerintahkan Ella untuk membunuh Maxton. Sebaiknya dia pergi karena bisa dia tebak, Matthew pasti akan mendatanginya.


Setelah berbicara dengan Carlk, Ella masih terus melarikan diri karena Vivian masih mengejarnya. Dia masih menembak tapi sayang peluru di dalam pistolnya sudah habis. Ella segera berlari ke dalam kerumunan pejalan kaki karena Vivian hendak menembaknya.


Vivian berdecak kesal karena Ella begitu cerdik, jika dia menembak sembarangan bisa-bisa ada warga sipil yang menjadi korban.

__ADS_1


Di sisi jalan lain, Damian sedang berlari dan begitu Vivian melihatnya, mereka membuat suatu tanda sepakat jika mereka akan berpencar untuk menangkap Ella.


Untuk mengelabui Ella, Vivian dan Damian mulai berpencar dengan cara mengambil jalan lain karena Greens restoran terletak di dermaga dan pesisir pantai. Itu sebabnya banyak pejalan kaki yang menikmati hari mereka di sana.


Ella mulai merasa lelah dan menghentikan larinya tapi sebelum itu dia menoleh ke belakang untuk memastikan apakah Vivian masih mengejarnya atau tidak.


Dia tampak lega karena Vivian tidak terlihat lagi dan sepertinya dia akan selamat.


"FBI bodoh, ingin melawan kakiku yang secepat kanguru? Jangan bermimpi!" ucap Ella sambil mengatur nafasnya yang memburu.


Ella kembali menghubungi Carlk karena dia ingin tahu apa Carlk sudah mengirim orang untuk membantunya atau tidak tapi carlk tidak menjawab telephone darinya. Ella sangat kesal tapi pada saat itu sebuah pesan dikirimkan Carlk untuknya.


"Tunggu di dekat dermaga, anak buahku akan menjemputmu dan membawamu pergi!" Ella tersenyum karena dia pikir dia bisa lolos tapi tanpa dia ketahui, seseorang menendangnya dari belakang dan orang itu adalah Vivian.


Ella beteriak saat tubuhnya terjungkal di atas aspal jalan tapi sebelum dia bisa melihat siapa yang menendangnya, sebuah tangan sudah meraih rambutnya dan menariknya dan kali ini giliran Damian.


"Kurang ajar, beraninya kau ingin membunuh ayahku!" Damian tampak marah dan tanpa pikir panjang, Damian meninju wajah Ella sampai membuat Ella berteriak kesakitan.


"Kak, serahkan dia padaku! Aku akan membawanya ke kantor polisi," ucap Vivian.


"Biarkan aku memukulnya sampai puas sebelum kau membawanya!" jawab Damian dan lagi-lagi dia memukul wajah Ella dengan tinjunya sedangkan Ella hanya bisa berteriak dan menerima setiap pukulan yang diberikan oleh Damian. Dia tidak menyangka jika kedua orang itu masih mengejar dan mengikutinya.


Pukulan demi pukulan Ella dapatkan karena Damian benar-benar marah, dia hanya bisa berteriak sambil memegangi rambutnya yang ditarik oleh Damian sedangkan darah segar keluar dari bibir dan hidungnya.


"Kak, cukup! Kau bisa membunuhnya dan ini di sisi jalan," Vivian menghentikan aksi kakaknya dan mengambil sebuah borgol.


"Cih, kau beruntung adikku seorang penegak hukum. Jika tidak sudah aku kuliti kau hidup-hidup!" ucap Damian seraya mendorong tubuh Ella bahkan dia menendang tubuh Ella akibat masih marah.


Ella meringis kesakitan sedangkan Vivian menghampirinya untuk memborgol tangannya dan setelah itu, Vivian menghubungi Patrik.


Tidak lama kemudian, sebuah mobil polisi berhenti di dekat mereka dan Vivian segera menyerahkan Ella pada petugas karena mereka yang akan menindak lanjuti kasus Ella lebih lanjut.


Vivian dan Damian segera kembali ke Greens restoran untuk melihat keadaan ayah mereka tanpa tahu jika sebuah mobil berhenti di dekat mobil polisi yang hendak membawa Ella.

__ADS_1


Polisi yang sedang bertugas sangat kaget karena mereka tiba-tiba disergap dan ditodongi senjata api oleh orang-orang yang memakai topeng tapi orang-orang itu hanya memukul mereka hingga para polisi itu pingsan.


Ella di tarik keluar dari mobil polisi secara paksa oleh orang-orang itu dan di bawa masuk ke dalam mobil mereka. Ella sangat senang karena bisa dia tebak mereka pasti orang-orang yang diutus oleh Carlk untuk membantunya melarikan diri tapi apakah demikian? Let's see.


__ADS_2