
Bruke tampak ketakutan, hari ini, ya hari ini. Dia sangat ingat jika Matthew berkata akan datang membuat perhitungan dengan mereka. Sungguh jika dia bisa lari, dia ingin lari karena dia takut membayangkan apa yang akan terjadi apalagi Matthew berkata ingin menguliti wajah mereka.
Sedari tadi, anak buah Matthew terlihat sibuk menyimpan alat penyiksaan yang semula disingkirkan ke tempatnya semula. Hal itu semakin membuatnya takut apalagi ketika melihat alat-alat penyiksaan yang tampak aneh dan mengerikan.
Bruke menarik-narik rantai yang mengikat kakinya hingga membuat suara dan hal itu membuat Thomas menjadi gusar. Kepalanya begitu sakit dan sekarang, suara rantai yang ditarik membuat kepalanya semakin sakit.
"Bisa kau berhenti melakukan hal itu!" teriak Thomas.
"Diam! Aku sangat ingin pergi dari sini!" teriak Bruke tidak mau kalah.
"Apa kau pikir kau saja yang mau pergi? AKu juga mau!" teriak Thomas lagi.
"Berhenti kalian berdua!" teriak Gary marah.
"Untuk apa kalian terus berteriak? Bukankah lebih baik kita memikirkan bagaimana caranya agar kita bisa pergi dari sini?" ucap Gary.
"Jangan bermimpi, Gary. Lihat rantai-rantai ini, bagaimana mungkin kita melepaskan diri dari rantai-rantai ini?" jawab Bruke.
"Dia tidak tahu apa-apa! Dia baru dibawa dan tidak tahu bagaimana sakitnya saat paku-paku yang ada di sini ...," Thomas menunjuk ke arah kepalanya.
"Menusuk masuk ke dalam kepalanya dan dia tidak tahu bagaimana rasa sakitnya!" Thomas melanjutkan ucapannya.
"Berhentilah membual, Thomas! Kita bisa berada di sini karena kegagalanmu membunuh Matthew Smith!" ucap Gary dengan sinis.
"Kau menyalahkan aku?" Thomas memandangi Gary dengan tajam.
"Kau menyalahkan aku sekarang!" teriak Thomas tidak terima.
"Semua ini memang salahmu! Seandainya kau bisa membunuh Matthew, kita semua tidak akan seperti ini!" teriak Gary kesal.
Ya, ini memang salah Thomas. Jika saja Thomas tidak gagal maka mereka juga tidak akan gagal dan berada di tempat itu.
"Lalu bagaimana denganmu? Kenapa kau dan agen itu juga gagal membunuhnya?" tanya Thomas tidak terima.
"Aku gagal karena dikhianati oleh agen bodoh itu! Jika saja dia tidak melakukannya aku pasti tidak akan gagal!" jawab Gary.
"Cih, Jangan terlalu percaya diri Gary! Sekalipun agen itu tidak mengkhianatimu, belum tentu kau berhasil dan membunuh Matthew Smith!" cibir Thomas.
"Diam! Aku punya perhitungan sendiri!" teriak Gary marah.
"Kenapa kalian berdua jadi bertengkar?" tanya Bruke dan dia semakin frustasi.
"Seharusnya kita bersatu sekarang, bukan saling bertengkar dan menyalahkan satu sama lain," ucap Bruke lagi sambil menunduk.
__ADS_1
"Bersatu untuk apa? Apa untuk menghadapi siksaan dan mati?" tanya Thomas.
"Diam kau Thomas!" teriak Gary.
"Bruke, aku benar-benar minta maaf. Seharusnya kau yang lari saat itu, bukan aku!"
"Tidak, Gary. Aku terlalu takut dan aku kira mereka akan menembakku saat itu tapi mereka menemukan topeng-topeng yang aku buat sehingga mereka menangkapku. Seharusnya aku menembak kepalaku saat itu juga tapi aku terlalu takut. Aku benar-benar menyesal sekarang," ucap Bruke.
"Aku akan memohon pada Matthew untuk membebaskanmu," ucap Gary seraya mendekati Bruke.
Bagaimanapun Bruke sahabat baiknya dan dia jadi terlibat karena membantunya. Dia akan memohon pada Matthew nanti agar Bruke dilepaskan.
"Kau memohon untuk Bruke, lalu bagaimana denganku?" teriak Thomas tidak terima.
"Diam kau Thomas! Dari awal Bruke terlibat gara-gara aku!"
"Kau benar-benar baj*ngan, Gary! Kau hanya membelanya dan tidak membela aku!" Thomas benar-benar tidak terima.
"Dari awal Bruke memang tidak bersalah dan kau memang ingin membunuh Matthew!" teriak Gary tanpa menyadari jika Matthew sudah datang saat itu.
"Wah ... wah... sepertinya aku melewatkan sesuatu," terdengar suara Matthew dan mereka segera melihat ke arah pintu di mana Matthew berjalan masuk ke dalam bersama dengan James.
"Ada apa dengan kalian bertiga? Aku seperti mencium bau pertengkaran di sini," tanya Matthew.
"Matthew, tolong lepaskan sahabatku. Dia tidak bersalah," mohon Gary.
"Bebaskan Bruke dari sini, aku mohon padamu! Aku yang memintanya membuat wajahmu jadi aku yang bersalah dan dia tidak!" teriak Gary.
"Kau sungguh tidak adil Gary!" teriak Thomas.
"Kau memohon untuknya saja tapi kau tidak memohon untukku!"
"Diam kau Thomas!"
"Berhenti bertengkar karena aku tidak akan melepaskan siapapun! Walaupun kau menganggapnya tidak bersalah tapi dia telah berani membuat wajahku untuk kalian gunakan! Aku tidak akan mengampuni siapapun yang telah berani melawanku jadi kalian tidak perlu berdebat!" ucap Matthew.
"Hahahahahaha!" Thomas tertawa, puas!
"Kau dengar itu, Gary? Kita pasti akan merasakan siksaan ini bersama dan mati bersama!" ucap Thomas dan dia kembali tertawa.
"Well, dari mana kita akan memulai?" Matthew duduk di sebuah kursi ketika James meletakkan benda itu di dekatnya dan menatap ketiga tawanannya dengan tajam.
"Matthew, kau boleh menyiksa aku sesuka hatimu tapi tolong lepaskan Bruke," Gary masih berusaha memohon.
__ADS_1
Matthew diam saja dan memainkan tangannya di dagu sambil memikirkan sesuatu. Tidak lama kemudian dia sudah mendapat ide bagus.
"Baiklah, aku sudah mendapat ide bagus. So, let's start the game!" ucap Matthew sambil menyeringai.
"A-apa yang mau kau lakukan?" tanya Bruke, Gary juga Thomas.
"Dengar, kita akan bermain teka-teki sesuai dengan kesukaanmu, Gary. Kau selalu memberikan Vivian teka teki jadi sekarang aku yang akan memberi kalian teka teki. Jika salah satu dari kalian bisa menjawab teka teki yang aku berikan dengan cepat dan benar, maka orang itu terbebas dari siksaan dan dia harus memilih alat penyiksaan yang akan aku gunakan nanti untuk menyiksa yang lain. It's very interesting, right?" ucap Matthew sambil menyeringai.
"You ... you ... crazy," mereka bertiga menelan ludah.
"Aku memang gila tapi sebelum kita memulai permainan. Aku ingin menukar wajah kalian karena kalian telah berani menggunakan wajahku saat beraksi!"
Matthew memandangi Bruke dan bertanya padanya, "Kau ahli pembuat wajah bukan?"
"Benar!" jawab Bruke.
"Bagus! Jika kau ingin terbebas dari hukuman maka kau harus melakukan sesuatu untukku!" ucap Matthew.
"Katakan padaku, apa yang harus aku lakukan?"
"Aku ingin kau menguliti wajah mereka berdua dan menukarnya!"
"Apa?" Bruke sangat kaget mendengarnya begitu juga dengan Thomas dan Gary.
"Pertimbangkanlah baik-baik. Jika kau melakukannya maka kau terbebas dari hukuman dan alat di kepalamu akan di buka!"
"No ... No .... Don't do it, Bruke!" teriak Thomas dan Gary.
Bruke memandangi Thomas dan Gary secara bergantian. Dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
"Aku menunggu jawaban darimu, Bruke," ucap Matthew dengan santai.
"Bruke, please ... no," Pinta Gary dan Thomas lagi.
"Aku beri kau waktu lima menit untuk memikirkannya," Matthew mengangkat tangannya dan pada saat itu, dua anak buahnya mengangguk dan segera menghampiri sebuah meja panjang.
Mereka mendorong meja itu dan membawanya mendekati bos mereka dan di atas meja itu penuh dengan benda tajam.
Glek!
Gary dan Thomas menelan ludahnya begitu juga dengan Bruke ketika meja itu sudah berada tidak jauh dari mereka.
"Pikirkan baik-baik, Bruke. Waktu lima menit yang kau punya dimulai dari sekarang dan sebaiknya kau mengambil keputusan yang tepat," ucap Matthew.
__ADS_1
Bruke kembali memandangi Thomas dan Gary, sedangkan kedua sahabatnya mengeleng. Sial! Matthew menguji persahabatan di antara mereka. Apa yang harus dia lakukan sekarang?
#Yo, all, bantu Bruke ambil keputusan 🤣#