Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Solve a murder case


__ADS_3

Begitu Vivian tiba, para polisi sudah berkumpul dan Patrik sudah menunggunya. Para karyawan Cafe juga sudah dikumpulkan untuk dimintai keterangan apa yang telah terjadi.


Patrik duduk disebuah meja, sedangkan sebuah laptop ada di atas meja. Dia ingin mengecek rekaman Cctv yang terdapat di dalam Cafe.


Sebelum masuk ke dalam Cafe, Vivian ditahan sebentar dan setelah menunjukkan tanda pengenalnya, Vivian dipersilahkan untuk masuk kedalam Cafe. Hal itu dilakukan agar tidak ada warga sipil yang bisa masuk ke dalam.


Tanpa Vivian sadari, di tempat yang tidak jauh dari tempat kejadian Carlk menatap Vivian dan diam saja. Dia sudah membuang jaket juga topinya dan menggunakan yang lain agar tidak ada yang tahu bahwa dialah orang yang bersama dengan pria tua itu tadi. Carlk menatap Vivian tanpa berkedip, sudah lama dia tidak melihat wajah Vivian dan entah mengapa, saat melihat gadis itu setelah sekian lama, perasaannya jadi tidak menentu.


Ingin rasanya dia menghampiri Vivian dan memeluknya tapi jika itu dia lakukan maka semua rencana untuk membalas kematian ayahnya yang telah dia susun dengan matang akan hancur berantakan.


Bagaimanapun Vivian adalah wanita yang dia cintai dengan tulus apalagi sekarang, Vivian sudah banyak berubah dibandingkan dengan lima tahun yang lalu. Sekarang dia semakin terlihat cantik dan dewasa.


Cinta dan benci yang ada di dalam hatinya, bercampur aduk jadi satu membuat Carlk mengepalkan tangannya dengan erat. Jika saja tidak ada orang di sekitarnya mungkin dia sudah gelap mata dan menembak Vivian.


Dia harus berusaha mengendalikan diri, lagi pula jika Vivian mati begitu saja maka permainannya tidak akan menarik. Seperti tujuan awal, hari ini dia hanya ingin melihat Vivian jadi dia akan menjadi penonton untuk melihat sejauh mana kemampuan yang dimiliki oleh gadis itu untuk memecahkan teka teki yang dia berikan dan kasus kematian pria tua yang dia bunuh hanya pengalihan saja.


Vivian menghampiri Patrik dan berdiri di sampingnya, dia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa yang terjadi?" tanya Vivian.


"Seorang pria tua baru saja bertemu dengan seseorang dan entah mengapa tiba-tiba merenggang nyawa. Manager itu berkata sebelum pria itu mati dia menyebut agen Angel," jawab Patrik sedangkan tangannya sibuk di keyboard laptop.


"Apa hubungannya denganku?"


"Kita akan menyelidikinya Angel," jawab Patrik dan pada saat itu, rekaman Cctv yang diambil beberapa waktu lalu muncul dilayar laptop dan menunjukkan seorang pria memakai sebuah topi dan berjaket hitam duduk sendiri diujung ruangan.


Pria itu duduk membelakangi Cctv sehingga wajahnya tidak tertangkap oleh kamera. Cukup lama pria itu diam saja dan tidak lama kemudian seorang pria tua menghampiri pria itu dan duduk di depannya.


Vivian dan Patrik memperhatikannya dengan seksama dan sungguh, pria yang memakai topi sangat cerdik karena dia bisa menghindari setiap kamera yang ada di Cafe agar wajahnya tidak terlihat. Sepertinya pembunuhan itu direncanakan dengan matang.


Entah apa yang mereka bicarakan tapi pada saat kedua orang itu bangkit berdiri untuk berjabat tangan, pria misterius yang memakai topi menuangkan sesuatu ke dalam kopi dengan cepat tanpa disadari si pria tua.


Vivian dan Patrik saling pandang, ini pembunuhan yang begitu jelas. Apa sebenarnya tujuan pria misterius itu?


"Apa ada bekas kopinya?" tanya Vivian.


"Ada, periksalah di sana!" Patrik menunjuk ke arah sebuah meja di mana barang-barang bukti berada.

__ADS_1


Vivian segera menghampiri meja dan mengambil gelas kopi yang diminum oleh pria itu. Dia segera mencium baunya untuk mencari tahu apa yang dimasukkan oleh pria misterius itu ke dalam kopi bahkan, Vivian mencelupkan jarinya ke dalam kopi dan setelah itu Vivian mencium aroma kopi yang ada di jarinya.


Setelah selesai, dia kembali menghampiri Patrik. Kemungkinan dia sudah tahu jenis racun yang digunakan pria misterius itu untuk membunuh korbannya.


"Bagaimana Angel, apa kau menemukan sesuatu?" tanya Patrik.


"Aku rasa dia menggunakan racun Polonium," jawab Vivian.


"What?"


"Ya, karena tidak ada bau sama sekali di kopi itu jadi aku rasa pria itu menggunakan racun Polonium. Kau tahu Polonium tidak berasa dan tidak berbau, racun ini adalah senjata paling ideal untuk membunuh seseorang dengan cepat!" jelas Vivian.


"Ck, sungguh pria yang mengerikan!" ucap Patrik.


"Apa tidak ada petunjuk lain?"


"Kita belum selesai melihat rekamannya Angel," jawab Patrik dan dia kembali memutar rekaman Cctv di mana pria itu berjalan pergi meninggalkan korbannya.


Mereka memperhatikannya dengan serius bahkan saat pria itu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jaket dan membuang benda itu ke dalam tong sampah.


Vivian membuka tong sampah dan melihat isinya dengan teliti untuk mencari benda yang dibuang oleh tersangka, sedangkan Carlk tersenyum melihatnya.


Vivian pasti menemukan benda yang dia buang dan itu memang sengaja dia lakukan untuk memberikan kejutan lain untuk Vivian.


Dengan teliti, Vivian memperhatikan isi tong sampah. Dia kira pria itu membuang botol racun yang dia pakai tapi tidak ada botol apapun di sana. Isi tong sampah benar-benar banyak dan dia harus teliti untuk mencari apa sebenarnya yang dibuang oleh tersangka.


"Apa kau menemukannya Angel?" tanya Patrik yang sudah berdiri di samping Vivian.


Vivian menggeleng dan mulai mengeluarkan isi tong sampah satu persatu, apa sebenarnya yang dibuang oleh pria misterius itu?


Setiap benda yang dia keluarkan dia perhatikan dengan teliti bahkan sebuah gumpalan kertas sekalipun dia buka dan ternyata itu hanya struk yang dibuang oleh pengunjung.


Vivian kembali mengeluarkan barang-barang yang ada dari dalam tong sampah dan tanpa sengaja, matanya menangkap bola Kertas yang ada dipojok tong sampah.


Dia segera mengambilnya dan membuka kertas itu yang ternyata terdapat beberapa tulisan di sana.


"Congratulation Angel, aku tahu kau pasti dapat menemukan kertas ini dan aku akui kehebatanmu tapi semua ini belum selesai karena ada hal yang harus kau ketahui, aku sudah menyiapkan kejutan lain untukmu. Pecahkanlah teka teki yang aku berikan untukmu Angel," tulisan itu berhenti di sana dan Vivian membalikkan kertas itu di mana sebuah tulisan lain terdapat di belakang kertas.

__ADS_1


..."Saat matahari berada di atas kepala, dua mata Medusa akan terbuka dan bagi siapa saja yang melihatnya akan menjadi debu atau batu. Teka teki untukmu Angel, kau tahu bukan apa yang akan terjadi selanjutnya jika kau gagal, semoga kau berhasil. M"...


"Oh my God! Pantas saja pria tua itu menyebut namaku," ucap Vivian frustasi.


"Ada apa?" tanya Patrik.


"Aku benar-benar benci teka teki!" Vivian memberikan kertas yang dia temukan pada Patrik.


Patrik membaca isi kertas dan setelah itu, Patrik melihat jam dipergelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul setengah sebelas siang.


"Kita masih punya waktu Angel," ucapnya seraya mengikuti langkah Vivian yang berjalan menuju jendela besar yang ada di Cafe itu.


Vivian mulai berpikir, apakah teka teki ini sama seperti sebelumnya? Tapi kemungkinan tidak karena pria berinisial M ini benar-benar licik.


"Bagaimana?" tanya Patrik.


Vivian diam saja, sambil memandangi bangunan di luar sana, dia memikirkan jawaban dari teka teki itu. Dua mata Medusa?


"Oh my God, aku ingin kembali kebangku sekolah lagi!" ucapnya.


"Kau pasti bisa Angel, bukankah kau bisa memecahkan teka teki waktu itu? Aku yakin kali ini kau juga pasti bisa!" ucap Patrik seraya menepuk bahunya.


Vivian menghela nafasnya, dia bisa karena bantuan Freddy. Dia baru di kota itu dan belum terlalu tahu setiap bangunan yang ada di sana. Apakah dia harus meminta bantuan Freddy lagi?


Meminta bantuannya berarti harus mengabulkan permintaannya, ini sangat merugikan dirinya tapi jika dia tidak bertindak maka akan ada nyawa yang melayang.


"Ck, whatever!" ucapnya.


"Ada apa?" tanya Patrik.


"Pecahkan teka tekinya!" jawab Vivian sambil melangkah pergi.


"Caranya?"


"Pikirkanlah Patrik."


Vivian berjalan keluar dari Cafe dan mengambil ponselnya, sedangkan Carlk masih memperhatikannya dan entah mengapa, saat melihat Vivian tampak ragu hendak menghubungi seseorang dia jadi ingin tahu, siapa yang ingin dihubungi Vivian di saat keadaan terdesak seperti ini?

__ADS_1


__ADS_2