Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Daftar kejahatan Gary.


__ADS_3

Sebuah kursi dibawa masuk oleh anak buah Matthew dan kursi itu khusus untuk Gary, sedangkan sebuah meja untuk Thomas.


Mereka berdua tampak ketakutan karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya.


Alat penyiksaan yang akan Gary dapatkan berbentuk seperti lingkaran tapi dua buah mesin pemotong kecil berbentuk bulat terdapat di sisi kanan dan sisi kiri alat itu. Entah alat itu akan ditaruh di mana dia tidak tahu tapi sebentar lagi dia akan tahu.


Alat penyiksaan Thomas masih tersembunyi di dalam kotak, entah isi kotak itu apa dia sendiri tidak tahu tapi dari dalam kotak itu terdengar suara-suara aneh dan dia sendiri tidak bisa menebak isi kotak itu.


Sesuai dengan perintah, Gary mulai ditarik oleh anak buah Matthew dan dibawa menuju kursi. Gary terus berteriak begitu juga dengan Thomas.


Mereka berdua memberontak dan memaki tapi tidak ada yang perduli. Bruke menutup telinganya dan tidak mau melihat. Jika bisa memilih dia tidak mau berada di sana dan melihat semua itu.


Gary didudukkan di kursi dan kedua tangannya diikat ke kursi begitu juga dengan kakinya. Itu dilakukan supaya dia tidak memberontak saat alat akan bekerja.


Thomas juga memberontak ketika dia dibaringkan ke atas meja untuk kedua kalinya dan sekarang entah apa yang akan terjadi dengannya.


"Jangan sampai tertukar, James. Jangan terkecoh dengan wajah mereka," ucap Matthew.


"Tentu master, wajah mereka sudah jelek jadi tidak mungkin tertukar," jawab James.


"Lepaskan, apa yang ingin kau lakukan?" teriak Thomas dan juga Gary.


Matthew berjalan mendekati Gary yang sudah terikat. Dia tampak meronta di kursi berharap bisa lepas tapi sayang, itu mustahil dia lakukan.


"Kau tahu, Gary? kau terlalu licik jadi aku ingin melihat isi kepalamu dan setelah itu, aku ingin otak licikmu di makan oleh belatung agar tidak ada lagi orang licik sepertimu!"


"Apa?" Gary tampak shock mendengarnya.


"Itu setimpal untuk perbuatanmu, Gary. Aku beri kau waktu untuk mengingat semua kejahatan yang telah kau lakukan dan aku yakin, kau sudah tidak bisa mengingat semuanya tapi aku akan mengatakan apa saja yang telah kau lakukan tapi cukup yang paling fatal. Pertama, kau membawa Vivian ke Amerika dan menantangnya tapi kau menghabisi banyak nyawa orang yang tidak bersalah hanya karena kau ingin menunjukkan kehebatanmu. Kedua, kau membunuh orang yang telah menolong Vivian dan mengambil wajahnya, lagi-lagi kau membunuh orang yang tidak bersalah. Ketiga, kau bekerja sama dengan mereka demi ambisimu dan hampir membunuh keluarga Vivian. Kau juga menculik ayahnya dan hampir membunuhnya. Vivian tidak tahu akan dendammu tapi kau melibatkannya dan air mata Vivian juga darah yang keluar dari tubuhnya, aku ingin kau membayar semuanya hari ini jadi aku ingin melihat otak licikmu dan memberikan itu pada belatung!"


"Itu semua aku lakukan karena aku ingin membalas kematian ayahku!" teriak Gary.


"Tapi Vivian tidak tahu apapun lalu kenapa kau melibatkannya? Jika kau ingin membalas dendam, bukankah cukup dengan membunuh Jager Maxton? Dia membunuh ayahmu juga karena kesalahan ayahmu seharusnya kau tahu itu tapi kau melibatkan banyak orang bahkan kau melibatkan keluarganya yang tidak bersalah! Apa kau tidak tahu bagaimana perasaannya ketika dia tahu bahwa orang yang hampir membunuh keluarganya adalah orang yang pernah dia cintai dulu? Terlebih kau menggunakan wajahku saat melakukannya jadi sebaiknya kau menerima hasil dari perbuatanmu sendiri hari ini!"


Gary menunduk, dia tahu, sangat tahu kenapa ayahnya dibunuh. Apakah sejak awal dia sudah mengambil keputusan yang salah untuk membalas dendam?


"Tidak, Matthew. Beri aku kesempatan," pinta Gary memohon.


"Tidak ada kesempatan untuk kalian terutama kau, Gary. Kau harus membayar semua perbuatanmu jadi bersiaplah, Ella telah menunggumu di Neraka!"


Gary terbelalak, Ella? Jadi Ella sudah mati? Sungguh dia lupa dengan keberadaan Ella.


"Bersiaplah, Gary," ucap Matthew seraya berjalan pergi.

__ADS_1


(SKIP ALL KALAU NGAK KUAT 😉)


Gary memberontak dan berteriak ketika alat dipasang di kepalanya. Dua anak buah Matthew memegangi kepalanya ketika alat itu hendak dipasang.


Dari meja, juga terdengar teriakan Thomas. Kotak penyiksaannya di buka dan dari dalam sana, seekor tikus besar dikeluarkan. Bruke merinding ngeri dan dia tahu itu tikus apa, sebaiknya dia memohon kepada Matthew setelah semua itu selesai dan dia harap Matthew mau mengampuninya.


"Tidak! Apa yang mau kalian lakukan pada binatang itu?" teriak Thomas.


Bukan karena dia takut dengan tikus, tapi dia merasa anak buah Matthew akan melakukan sesuatu dengan tikus itu pada dirinya.


Citt! Citt! Citt!


Suara tikus terdengar dan tikus berkuku tanjam juga bermulut lancip memberontak ketika anak buah Matthew menangkap ekor binatang itu dan mengangkatnya ke atas.


Seorang anak buah Matthew menggunting baju Thomas hingga robek dan setelah itu, tikus diletakkan di atas dada Thomas dan sebuah ember besi menutupi tikus itu.


"Mau apa kalian, mau apa?" teriak Thomas ketika dia merasakan tikus berusaha mencari jalan keluar dari dalam ember.


Thomas berusaha memberontak dan dia harap tikus itu pergi dari atas tubuhnya tapi seseorang meletakkan batu di atas embar agar ember itu tidak terjatuh.


Alat yang ada di kepala Gary sudah terpasang, siap dinyalakan. Gary berteriak memohon pengampunan begitu juga dengan Thomas tapi Matthew tidak perduli.


Dua orang anak buah Matthew mendekati Thomas dengan Gas Torch di tangannya karena dia akan membakar ember besi yang ada di atas tubuh Thomas.


"Lakukan!" perintah Matthew.


Mesin pemotong yang ada di kepala Gary berbunyi dan dua pemotong kecil yang terdapat di sisi kanan dan sisi kiri mulai berputar. Gary ketakutan dan tubuhnya gemetar ketika alat pemotong itu bergerak ke arah kepalanya.


"Tidak! Tidak! Arrrrgghhhhh ...,!" teriakan Gary menggema memenuhi ruangan ketika mesin pemotong mulai memotong tengkorak kepalanya. Benda itu berputar membentuk lingkaran dan terus memotong tempurung kepalanya.


Teriakan Thomas menyusul ketika ember besi sudah panas. Tikus yang ada di dalam ember mulai memberontak dan berusaha mencari jalan keluar dengan cara menggaruk dan menggigit dada Thomas.


Panasnya ember besi dan tikus yang terus menggali tubuhnya benar-benar terasa sakit luar biasa.


Teriakan Gary dan Thomas terus menggema dan hal itu membuat Bruke ketakutan setengan mati. Tubuhnya bergetar ketakutan dan dia tidak bisa membayangkan jika dia berada di posisi mereka.


"Matthew, aku minta maaf, aku minta maaf!" teriak Thomas karena tikus terus menggali lebih dalam bahkan dia mulai memuntahkan darah segar.


Mesin yang ada di kepala Gary masih memotong tempurung kepalanya dan Gary hanya bisa berteriak. Darah segar mengalir membasahi wajahnya dan dia tampak sudah tidak berdaya begitu juga dengan Thomas. Tubuhnya menggelepar di atas meja dengan darah yang terus menyembur dari mulutnya karena tikus sudah membuat sebuah lubang di dadanya.


Ember besi yang tampak membara disingkirkan dan tikus ditangkap. Jangan sampai Thomas mati jika tidak para binatang peliharaan hanya akan mendapat bangkai.


Mesin yang ada di kepala Gary juga sudah berhenti karena tempurung kepala Gary sudah terpotong dengan sempurna.

__ADS_1


Matthew tampak puas dan berjalan mendekati Gary, dia memerintahkan anak buahnya untuk membuka tempurung kepala Gary dan ketika anak buahnya melakukan perintahnya, Gary kembali berteriak akibat rasa sakit yang luar biasa di kepalanya.


"Bagaimana, Gary? Apa kau menyesal sekarang?" tanya Matthew.


Gary tampak tidak bergerak, dia sudah pingsan karena rasa sakit yang dia rasakan. Tempurung kepala Gary sudah tidak ada dan memperlihatkan isinya. Matthew mengangkat dagu Gary dan melihatnya, dia kira Gary sudah mati ternyata tidak.


Ruangan itu kembali hening karena Gary dan Thomas sudah pingsan begitu juga dengan Felicia yang belum sadarkan diri, sedangkan di pojokan tampak Bruke ketakutan setengah mati.


"Ck, jika dia sudah sadar taruh belatung-belatung itu di atas otaknya!" perintah Matthew.


"Siap, Bos!" jawab para anak buahnya.


Mereka semua pingsan dan permainan berhenti sampai di situ. Selanjutnya dia akan melemparkan mereka ke dalam kandang binatang peliharaannya dan mengakhiri semuanya.


Matthew berjalan pergi bersama dengan James tapi Bruke berteriak memohon pengampunan darinya.


"Matthew, tolong lepaskan aku!"


Matthew menghentikan langkahnya dan mendekati Bruke. Dia berdiri di depan Bruke dan menatapnya dengan tajam.


"Untuk apa aku melepaskanmu? Coba beri aku alasan yang masuk akal sehingga aku harus melepaskanmu!" pinta Matthew.


"Dengar, aku berada di sini karena aku membantu Gary dan aku ingin balas budi dengannya."


"Lalu?"


"A-aku bisa menjadi anak buahmu, aku seorang ilmuwan dan kau bisa memanfaatkan aku," jawab Bruke.


"Ck ... ck ... ck ... sayang sekali, Bruke. Aku tidak kekurangan ilmuwan yang lebih pintar darimu dan lagi pula, aku tidak mau memelihara duri dalam daging! Aku telah memberikan kau kesempatan beberapa saat yang lalu tapi kau ingin membunuhku! Aku banyak musuh dan jika suatu hari aku kalah dan kita tertangkap, apa kau tidak akan menghianati aku seperti yang kau lakukan pada Gary?"


Bruke menunduk dan mengumpat dalam hati, seharusnya dia tidak menyerang Matthew tadi dan dia menyesal.


"Apapun alasanmu membantu Gary aku tidak perduli tapi kau berani membuat wajahku untuknya. Seharusnya kau tahu konsekuensinya dan sekarang aku tanya, di mana topeng wajahku yang kau buat?"


"A-aku tidak tahu," jawab Bruke.


"Tidak tahu? Kau lihat apa akibat yang telah kau lakukan? Bagaimana jika Gary membuangnya dan ada yang menemukan topeng itu untuk melakukan kejahatan, apa namaku tidak kembali tercoreng? Jadi apa menurutmu aku harus melepaskanmu, Bruke?"


Bruke hanya bisa menunduk, dia sendiri tidak tahu ke mana topeng itu berada tapi dia akan tetap berusaha.


"Aku tahu aku salah, tapi maafkan aku dan lepaskan aku," pinta Bruke memohon.


"Kau sudah tidak punya kesempatan, Bruke. Seandainya kau patuh mungkin aku akan mempertimbangkannya tapi sayang, kau menyia-nyiakan kesempatan yang aku berikan!"

__ADS_1


"Tidak, Matthew. Beri aku kesempatan lagi!" teriak Bruke tapi Matthew sudah berjalan pergi.


Bruke mengumpat, dia benar-benar menyesal. Seharusnya dia mematuhi Matthew tapi sekarang, sudah terlambat.


__ADS_2