Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Awal mula segala bencana yang akan terjadi.


__ADS_3

Setelah berbicara dengan putrinya, Marta tampak lesu dan tidak bersemangat. Padahal dia sedang membuat makanan tapi dia tinggalkan bahkan Marta terlihat duduk di meja makan sambil menangis.


Mimpinya beberapa hari yang lalu menjadi nyata, Vivian akan diambil dari mereka. Jujur saja dia takut, takut Vivian marah dan membenci mereka karena telah merahasiakan hal ini dan yang paling membuatnya takut adalah, Vivian tidak mau mengakui mereka lagi setelah bertemu dengan keluarga kandungnya.


Marta mengusap air matanya dengan perlahan, dia ingat betul bagaimana dulu sewaktu ayah mertuanya membawa Vivian pulang dalam keadaan menangis.


Dialah yang menenangkan Vivian dan pada saat itu, kasih sayang untuk Vivian tumbuh di hatinya dan makin hari semakin dalam.


Dia juga masih ingat saat Vivian pertama kali memanggilnya mommy, saat itu dia benar-benar bahagia dan menganggap Vivian putrinya sendiri bahkan dia mengajari putrinya untuk mencintai Vivian dan menyayanginya seperti adiknya sendiri tapi sekarang, apa Vivian akan diambil darinya dan pergi meninggalkannya?


Marta mengusap air matanya yang kembali berlinang, padahal dia sudah sangat ingin terbang ke Amerika tapi dia harus menunggu suami dan ayahnya yang sedang pergi ke rumah sakit.


Beberapa hari yang lalu, keadaan David tiba-tiba memburuk. Itu karena penyakit lamanya dan hari ini Charles menemani ayahnya untuk kembali memeriksa keadaannya.


Marta segera bangkit berdiri, dia akan mempersiapkan semuanya dan begitu suami dan ayahnya pulang, mereka akan langsung berangkat.


Dia tidak ingin membuang waktu, tidak! Jangan sampai Vivian mendengar hal ini dari orang lain dan jadi benci dengan mereka karena telah menyembunyikan hal sebesar ini.


Marta masuk ke dalam kamarnya dan segera membereskan barang-barang yang dia perlukan dan selama dia sibuk, Charles dan David kembali.


"Marta?" Charles memanggil istrinya karena dia tidak mendapati istrinya di dapur dan pada saat itu, Marta langsung keluar dari kamarnya.


"Charles, daddy, akhirnya kalian kembali," ucap Marta sambil menghampiri suami dan ayahnya dengan terburu-buru.


"Ada apa denganmu? Kenapa kau tampak begitu terburu-buru?" tanya David seraya memandangi menantunya.


"Dad, ini benar-benar gawat dan sebaiknya aku dan Charles segera berangkat ke Amerika."


"Ada apa? Apa telah terjadi sesuatu dengan Vivian?" tanya David dan dia tampak khawatir.

__ADS_1


"Tidak, bukan begitu dad."


"Lalu apa yang terjadi?" tanya Charles pula.


Marta tampak muram dan sedih sebelum menjawab pertanyaan suaminya dan hal itu membuat David dan Charles heran, ada apa sebenarnya?


"Apa yang telah terjadi Marta?" tanya David.


"Dad," Marta memandangi ayah dan suaminya sambil berlinang air mata.


"Baru saja Vivi menghubungiku dan mengatakan padaku jika ada yang mengatakan padanya bahwa dia adalah putrinya yang hilang jadi?" Marta menghentikan ucapannya dan menghapus air matanya.


"Apa kau bilang?" David menyela ucapan menantunya dan bangkit berdiri.


"Bagaimana ini dad? Vivi juga bilang jika wajahnya mirip dengan istri orang itu bahkan dia bertanya padaku dia putriku atau bukan?!"


"Jangan asal bicara kau Marta! Dia aku temukan di sini bagaimana mungkin ada yang mengenalinya di Amerika?"


David diam saja, memang waktu itu dia masih ingat ketika dia menemukan Vivian ada seorang wanita memeluknya untuk melindunginya dari puing bangunan yang runtuh.


Sekarang dia sedikit menyesal, seharusnya dia mencari tahu siapa wanita yang memeluk Vivian. Apa itu ibunya? Atau hanya pengasuhnya?!


David berjalan menuju kamarnya karena dia ingin berbicara dengan Vivian dan mengetahui keadaannya saat ini. Dia khawatir Vivian terpukul setelah mengetahui semuanya dan menangis sendiri tapi sayang, waktu kedua negara berbeda dan Vivian sudah tidur karena lelah.


"Ayo Charles, jangan membuang waktu. Kita segera berangkat ke Amerika untuk menjelaskan hal ini pada Vivian," ajak Marta dengan tidak sabar.


"Sabarlah Marta, sebaiknya kita menunggu keadaan daddy membaik barulah kita pergi ke sana."


"Aku tidak bisa bersabar Charles, bagaimana jika Vivian mendengar kebenarannya dari orang lain? Aku takut dia membenci kita karena kita menyembunyikan hal sebesar ini darinya," ucap Marta sambil menangis.

__ADS_1


"Bodoh, Vivian tidak seperti itu karena dia putri kita," Charles memeluk istrinya dan berusaha menghiburnya.


"Kita yang membesarkan Vivian dengan kedua tangan kita Marta dan kita tahu bagaimana dengan sifatnya."


"Tapi aku takut dia benci dan kecewa dengan kita Charles, bagaimana jika dia marah dan tidak mau bertemu dengan kita lagi?"


"kenapa kau bicara seperti itu? Vivian tidak mungkin seperti itu dan lagi pula, kita tidak bisa menyembunyikan masalah ini selamanya dari Vivian. Dia sudah dewasa dan bertemu dengan banyak orang jadi cepat atau lambat dia pasti akan mengetahui permasalahan ini. Walaupun dia bertemu dengan orang tua kandungnya, dia akan tetap menjadi Vivian Adison putri kedua kita Marta. Dia akan selalu ada di hati kita. Bukankah ini hal yang bagus? Akhirnya dia bisa bertemu dengan orang tuanya dan kita tidak boleh egois hanya karena kita yang merawat dan membesarkannya. Kita juga harus memikirkan perasaan orang tua Vivian, kemungkinan dia tidak tahu jika Vivian masih hidup!" jelas Charles panjang lebar.


"Aku hanya takut Charles," ucap Marta lagi dan pada saat itu David berjalan menghampiri mereka.


"Sudah cukup menangisnya dan ayo kita segera pergi untuk menjelaskan semuanya pada Vivian."


"Tapi dad, keadaanmu masih kurang baik," cegah Charles.


"Aku tidak perduli! Vivian adalah cucuku dan aku yang menemukannya. Aku juga yang membawanya pulang dan aku juga yang memberinya nama jadi aku juga yang akan menjelaskan semua ini padanya."


"Tidak, daddy istirahat di rumah saja. Biar aku dan Marta yang pergi untuk menjelaskan hal ini padanya."


"Tidak Charles, aku yang menemukannya dan aku tahu bagaimana keadaan waktu aku menemukannya. Hanya aku yang bisa menjelaskannya dan aku juga ingin lihat, siapa yang mengaku sebagai orang tuanya?"


David masih dalam pendiriannya karena dia akan menjelaskan semuanya pada Vivian dan menceritakan bagaimana dia menemukan Vivian dua puluh lima tahun yang lalu.


Dia juga ingin melihat keadaan cucunya dan semakin menghawatirkan keadaannya saat ini karena Vivian tidak mejawab panggilannya.


"Baiklah jika keadaan daddy baik-baik saja, aku akan mempersiapkan semuanya. Kita tidak bisa berangkat ke sana begitu saja bukan?" ucap Charles.


"Tidak perlu dan bereskan barang-barang saja! Aku sudah menghubungi sahabatku dan dia akan membantu kita agar bisa berangkat ke Amerika," jawab David.


Marta segera kembali masuk ke dalam kamar untuk merapikan barang-barang mereka sedangkan Charles menghubungi putri sulungnya juga yang lainnya untuk memberi kabar jika mereka akan pergi ke Amerika sedangkan David diam saja dan mata tuanya menerawang jauh, dia tidak menyangka hari ini akhirnya tiba.

__ADS_1


Mungkin Vivian sulit menerima hal ini tapi dia harap Vivian tidak terpukul dan kecewa, dia juga berharap Vivian bisa menerima kenyataannya. Setelah tiba di Amerika dia akan membujuk Vivian tapi mereka tidak tahu, kepergian mereka ke Amerika adalah awal mula segala bencana yang akan terjadi.


__ADS_2