
Mosha dibawa keluar untuk diintrogasi lebih lanjut, sesuai kesepakatan dengan agen yang mengajaknya bekerja sama dia akan mengaku sebagai sebagai buronan yang berinisial M.
Tapi dia tidak akan mengaku begitu saja karena para polisi bisa curiga. Lagi pula dia pasti akan diintrogasi berkali-kali dan dia akan mengiring opini orang yang mengintrogasinya jika dialah buronan yang sedang dicari.
Mosha dibawa ke dalam sebuah ruangan di mana dia dikawal dengan ketat dan seorang Detektif sudah menunggu Mosha.
Dengan kasar, Mosha dipaksa duduk sedangkan Mosha tampak kesal. Ini bukan pertama kalinya dia menghadapi introgasi seperti ini karena kejadian seperti itu sudah terjadi kesekian kalinya.
Detektif yang duduk di depan Mosha, mulai menunjukkan beberapa kejahatan yang kemungkinan melibatkan Mosha. Penjualan obat-obatan adalah profesinya tapi kali ini dia akan menambah sedikit daftar kejahatan yang dia lakukan karena kesepakatan yag dia buat dengan agen itu.
"Mosha, katakan padaku. Apa semua ini barang-barangmu?" tanya Detektif itu sambil menunjukan beberapa gambar yang ada di atas meja.
"Benar," jawab Mosha tanpa ragu.
"Katakan padaku, dengan siapa saja kau berbisnis dan dari mana kau mendapatan barang-barang terlarang ini?"
"Aku tidak tahu!"
"Apa maksdumu? Apa kalian berbisnis di tempat gelap sehingga kalian tidak bisa melihat wajah satu sama lain?"
"Aku berbisnis dengan banyak orang dan aku jarang menunjukkan wajah asliku bahkan para rekan bisnisku juga melakukan hal yang sama karena mereka harus waspada padaku! AKu selalu menggunakan banyak wajah ketika bertransaksi agar tidak ada yang bisa tahu siapa aku sebenarnya!" jawab Mosha.
Detektif itu diam sejenak dan berpikir, tapi tidak lama kemudian Detektif itu bangkit berdiri untuk menghubungi seseorang.
Mosha diam saja dan melihat gambar-gambar yang ada di atas meja sedangkan Detektif itu berbicara dengan kapten Willys.
"Dia bilang dia selalu beraksi menggunakan banyak wajah Sir dan entah mengapa aku jadi curiga jika dia adalah buronan yang sedang kita cari," ucap detektif itu memberi laporan.
"Apa? Jika begitu terus introgasi dan cari tahu apakah dia buronan yang sedang kita cari atau bukan?" perintah Kapten Willys.
"Yes, Sir!" jawab Detektif itu.
Sang Detektif kembali duduk di depan Mosha karena dia akan kembali mencari informasi lebih lanjut.
"Katakan padaku, apa kau berasal dari Miami?" tanya Detektif itu lagi.
"Aku memang berasal dari Miami!"
"Saat kau beraksi, apa kau selalu menggunakan inisial?"
__ADS_1
"Kenapa? Banyak penjahat menggunakan inisial dan aku menggunakannya."
"Apa kau menggunakan inisial M?"
"Jika aku menjawab apa kalian mau mengurangi masa tahananku?" Mosha tidak akan menjawab begitu saja supaya Detektif itu semakin mencurigainya.
"Tentu tidak! Jika kau terbukti adalah buronan yang kami cari maka kau akan kami jatuhi hukuman mati."
"Jika begitu aku tidak akan menjawab!" ucap Mosha.
Detektif itu terus bertanya dan mendesak Mosha tapi Mosha tidak mau menjawab pertanyaan Detektif itu sehingga sang Detektif semakin curiga jika Mosha memang buronan yang sedang dicari.
Hampir satu jam mereka berada di dalam ruangan itu dan setelah Mosha dibawa pergi, sang Detektif kembali menghubungi kapten Willys untuk memberi laporan.
Dia mengatakan kepada kapten Willys jika Mosha sangat mencurigakan dan dia merasa jika pria itulah buronan yang sedang mereka cari.
Kapten Willys meminta Detektif yang dia utus untuk terus mengintrogasi Mosha dan tentunya dia akan mengutus salah satu agennya pergi ke penjara untuk memberikan beberapa pertanyaan kepada Mosha
Setelah berbicara dengan Detektif yang mengintrogasi Mosha, Kapten Willys segera keluar dari ruangannya karena dia ingin mengutus seseorang ke penjara besok untuk mencari informasi lebih lanjut.
Para agen dikumpulkan dan Kapten Willys berdiri di depan mereka semua dan melihat agennya satu persatu.
"No, Sir!" jawab para agen.
"Angel, Charlie dan Felicia," panggil sang Kapten.
"Yes, Sir!" jawab mereka secara bersama-sama.
"Ada kabar jika penjahat yang kalian tangkap semalam kemungkinan adalah buronan yang kita cari," ucap sang Kapten.
"Apa?" Vivian benar-benar tidak percaya mendengarnya. Bagaimana mungkin? Tapi salah satu dari agen yang ada di sana tersenyum diam-diam karena Mosha benar-benar melakukan sesuai dengan kesepakatan mereka.
"Selamat untuk kalian bertiga karena akhirnya kita punya petunjuk mengenai buronan yang kita cari dan aku harap Mosha memang orangnya supaya kasus ini cepat selesai. Tidak sia-sia kedua rekanmu dikirim kemari untuk membantumu, Angel."
"Terima kasih, Sir," ucap mereka lagi.
Para agen bertepuk tangan untuk mereka dan pada saat itu, Patrik berbisik dengan pelan karena dia berdiri di samping Vivian.
"Hey, yang benar? Kita sudah mengusut kasus ini sekian lama dan mencari siapa sebenarnya buronan kita tapi kenapa dalam sekejap mata saja kalian sudah bisa menangkapnya?" tanya Patrik tidak percaya.
__ADS_1
"Stts, kita harus memberi mereka tepuk tangan Patrik. Mereka lebih hebat dan seharusnya kapten Ston tidak mengirim aku untuk mengusut kasus ini tapi mengirimkan mereka!"
"Apa kau percaya begitu saja jika Mosha adalah buronan yang kita cari, Angel?"
"Who know," jawab Vivian seraya mengangkat bahu.
Entah kenapa Mosha tiba-tiba saja dicurigai sebagai buronan mereka yang berinisial M tapi terus terang dia lebih mencurigai Carlk.
Lebih baik dia diam saja dan setelah mendapat bukti jika ternyata Carlk adalah buronan yang sedang dicari maka dia akan menunjukkan bukti itu pada Kapten Willys dan sebaiknya dia membicarakan masalah ini pada kapten Ston.
Para agen dibubarkan dan Kapten Willys menunjuk salah satu agen yang ada di sana untuk pergi ke penjara dan mengintrogasi Mosha kembali.
"Jika Mosha ternyata buronan yang aku cari, berarti tidak lama lagi tugasku selesai," ucap Vivian pura-pura ketika dia berjalan menuju meja bersama dengan Patrik.
"Apa kau akan kembali ke Inggris, Angel?" tanya Patrik.
"Sepertinya, karena aku akan mendapat tugas baru."
"Oh ya?"
"Ya, dia akan dikirim ke Meksiko untuk menangani kasus di sana oleh kapten Ston," ucap Felicia tiba-tiba dan dia menghampiri Vivian bersama dengan Charlie.
"Wow, sepertinya kau akan kembali sibuk," ucap Patrik.
Vivian hanya tersenyum dan menghampiri kedua rekannya sambil berkata, "Thanks, guys. Berkat kalian sepertinya kasus ini akan segera selesai dan aku berharap Mosha memang buronan yang kita cari."
"Tidak perlu seperti itu, kita rekan bukan?" ucap Charlie.
"Kau benar," jawab Vivian.
Mereka kembali ke meja masing-masing dan kembali bekerja tapi salah satu dari mereka pergi ke kamar mandi karena dia ingin memberi laporan kepada buronannya jika kambing hitam mereka mulai beraksi.
Sebuah pesan dia kirimkan dan Gary segera mengambil ponselnya ketika benda itu berbunyi.
"Kambing hitam sudah beraksi dan mereka mulai mencurigai jika dia adalah kau. Tinggal sedikit lagi dan setelah itu mereka akan benar-benar mengira jika si kambing hitam adalah buronan yang mereka cari selama ini dan setelah itu mereka tidak akan mencarimu lagi. Saat si bodoh itu dieksekusi maka mereka akan menutup kasus ini dan kau bebas. Kau bisa melancarkan aksimu tanpa dicurigai lagi dan ingat kesepakatan kita!" ini adalah isi pesan yang dikirimkan oleh si penghianat untuk Gary.
Gary tersenyum saat membaca isi pesan itu, tidak sia-sia dia bekerja sama dengan agen itu karena dia benar-benar diuntungkan. Sepertinya tidak lama lagi dia sudah bisa menjalankan rencananya.
Berhenti bermain teka teki dan menggunakan inisial M supaya tidak dicurigai dan setelah rencananya berjalan dengan lancar dia akan pergi jauh dan tentunya membawa Vivian bersama dengannya. Tapi apakah mereka pikir semua yang mereka rencanakan bisa berhasil? Apa si penghianat berpikir jika Vivian percaya bahwa Mosha adalah buronan yang sedang mereka cari? Let's see again.
__ADS_1