
Polisi sudah mengamankan Greens restoran dan para pengunjung tidak ada yang terluka begitu juga dengan para pekerja di sana.
Peluru yang ditembakkan oleh Ella hanya mengenai vas bunga, merusak beberapa meja dan melubangi dinding restoran.
Ketika Damian dan Vivian tiba, yang mereka cari adalah ayah mereka dan mereka tampak lega karena ayah mereka baik-baik saja.
Jager memeluk putra dan putrinya dan tampak begitu lega dan yang pasti acara makan siang mereka hancur berantakan tapi yang paling penting adalah, peluru yang ditembakkan oleh Ella tidak mengenai Jager Maxton.
"Bagaimana dengan keadaan daddy?" tanya Vivian.
"Tenang saja, daddy baik-baik saja," jawab Jager.
Pada saat itu, Patrik berlari menghampiri Vivian karena dia baru saja mendapat laporan jika wanita yang baru saja ditangkap dibawa kabur oleh sekelompok orang.
"Angel, ada yang membawa kabur wanita itu!"
"Apa? Tidak mungkin?" ucap Vivian.
"Baru saja polisi yang mangamankan wanita itu mengatakan jika ada sekelompok orang yang menyergap dengan tiba-tiba dan membuat mereka pingsan."
"Ck, tunjukkan padaku melalui cctv yang ada di sana!" pinta Vivian sedangkan Patrik mengangguk dan berjalan pergi.
"Dad, aku ada pekerjaan dan kak Damian, bawa daddy pulang. Wanita itu kabur dan aku takut dia mengincar daddy lagi."
"Kabur? Sialan! Seharusnya aku memukulnya sampai mati tadi!" ucap Damian kesal.
"Segeralah bawa daddy pulang kak," pinta Vivian karena dia khawatir selain Ella ada yang mengincar ayahnya lagi.
"Baiklah, ayo kita pulang dad," ajak Damian.
"Nak tunggu, nanti malam maukah kau pulang dan menginap di rumah?"
"Tentu, aku akan pulang dad," jawab Vivian seraya memeluk ayahnya.
Jager sangat senang mendengarnya dan membalas pelukan putrinya sambil berkata, "Daddy akan meminta Ray menyiapkan makanan kesukaanmu."
"Baiklah, tapi sekarang daddy segeralah pulang dan aku harus bekerja."
"Berhati-hatilah nak," pinta Jager dan Vivian mengangguk.
Vivian segera berlari untuk menghampiri Patrik sedangkan Damian mengajak ayahnya pulang ke rumah.
__ADS_1
Di dalam sebuah mobil, Patrik sedang menunjukkan rekaman cctv kepada Vivian di mana beberapa orang memukul polisi dan membawa Ella dengan paksa.
Patrik dan Vivian saling pandang, siapa orang-orang itu? Mereka menggunakan topeng sehingga wajah mereka sulit dikenali.
"Sialan! Siapa yang membawanya kabur?" umpat Vivian kesal.
Padahal dia ingin mengintrogasi Ella nanti agar dia mendapat bukti untuk menangkap Gary tapi sayangnya ada yang membantu Ella dan membawanya pergi. Siapa sebenarnya yang telah membantu Ella?
Saat itu diperjalanan pulang, Jager teringat sesuatu dan dia lupa mengatakan hal itu pada putrinya.
"Daddy lupa mengatakan sesuatu pada adikmu!" ucap Jager pada Damian.
"Apa dad? Apa hal penting?"
"Tidak, tadi daddy ingin menghubungi Miller dan memerintahkannya membawa anak buah untuk membantu kalian tapi daddy salah menghubungi orang karena kaca mata daddy ketinggalan."
Miller adalah anak buah yang Jager percaya dan dia adalah tangan kanannya yang akan menjalankan setiap perintah yang dia berikan.
"Siapa yang daddy hubungi?"
"Matthew Smith tapi dia bilang aku tidak perlu menghawatirkan hal ini," jawab Jager Maxton.
"Kau benar," jawab Jager.
Damian membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, jangan -jangan orang yang membawa wanita itu adalah anak buah Matthew Smith tapi bagaimana dia bisa tahu posisi mereka berada?
Tidak ada yang sulit bagi Matthew apalagi adiknya seorang ahli peretas dan gelang yang dipakai oleh Vivian bisa memberikan lokasi di mana Vivian berada sehingga dia bisa tahu posisi Vivian dengan mudah.
Begitu mendapat kabar dari Jager Maxton, Matthew memerintahkan adiknya untuk meretas cctv yang ada di sekitar Greens restoran.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Michael, aksi kejar mengejar antara Vivian dan Ella sudah dapat mereka lihat bahkan Matthew meminta adiknya melihat rekaman cctv di Greens restoran untuk melihat apa yang terjadi beberapa waktu yang lalu.
Matthew sangat marah karena Ella hendak menembak Jager Maxton dan yang lebih membuatnya marah adalah, Ella menembak Vivian setelah dia gagal membunuh Jager Maxton.
Tanpa membuang waktu, James sudah mendapat perintah untuk mengerahkan anak buah dan menangkap Ella karena penjara terlalu bagus untuk Ella.
Tidak hanya itu, Matthew meminta Michael mengawasi Gary dan sayangnya Gary terlihat keluar dari apartemennya dengan terburu-buru.
Mereka berdua masih berada di kantor dan duduk di depan komputer untuk melihat kemana Gary pergi karena setelah ini dia mau menangkap Gary. Bisa dia simpulkan jika Gary yang memerintahkan Ella untuk melakukan hal itu dan jika sampai tertangkap, jangan kira Gary akan mati dengan mudah tapi Gary bukan orang yang bisa ditangkap dengan mudah.
Ketika mobil yang di bawa oleh Gary masuk ke dalam terowongan, Gary segera keluar dari mobilnya dan mencegat sebuah mobil yang melintas dengan paksa.
__ADS_1
Mau tidak mau si pengendara menghentikan mobilnya dan pada saat itu Gary menawarkan mobilnya untuk di tukar dengan mobil si pengendara itu.
Melihat sebuah mobil ferari tentu saja si pengemudi tidak menolak apalagi mobilnya hanya mobil sedan yang sudah tua. Ini adalah kesempatan yang tidak boleh dia lewatkan dan tanpa tahu apa yang terjadi, si pengemudi menukar mobilnya sedangkan Gary membawa mobil sedan tuanya.
Mobil Gary kembali terlihat keluar dari terowongan. Matthew dan Michael kembali mengawasi sampai mobil itu berhenti di sebuah pom bensin untuk mengisi bahan bakar.
Matthew sudah siap memerintahkan anak buahnya untuk mengejar Gary tapi sayang, ternyata yang mengemudi mobil itu bukan Gary lagi.
Matthew berdecak kesal, Gary bagaikan ular yang licik dan jika tertangkap dia akan menyiksanya sampai puas.
"Ck, dia kabur kak!" ucap Michael.
"Sialan! Jika tertangkap aku akan membuka tempurung kepalanya dan membiarkan binatang kecil untuk memakan otaknya!" jawab Matthew kesal.
"Itu terdengar menjijikkan kak."
"Orang licik sepertinya pantas mendapatkan hukuman seperti itu dan akan aku lakukan nanti!" jawab Matthew lagi sedangkan Michael geleng kepala.
Pada saat itu James masuk ke dalam untuk memberi laporan, "Master, Ella sudah di bawa menuju markas."
"Bagus! Sekarang ikut aku dan perintahkah beberapa anak buah untuk menangkap seseorang!" perintah Matthew.
"Siapa yang ingin kau tangkap kak?" tanya Michael.
"Jika ingin membunuh seseorang, bunuh sampai ke akarnya agar tidak membahayakan diri dikemudian hari!" jawab Matthew dan dia mengajak James pergi sedangkan Michael kembali geleng kepala, habislah.
Sementara itu Ella bagaikan orang linglung karena dia tidak tahu mau dibawa ke mana, dia sudah memerintahkan orang-orang yang membawanya untuk membuka borgol di tangannya tapi mereka tidak perduli.
Ella jadi bertanya dalam hati, mereka orang suruhan Carlk atau bukan? Kenapa mereka tidak membebaskanya dan hanya diam saja?
Ella berteriak dan memaki tapi tidak ada satupun yang bersuara diantara orang-orang itu. Dia mulai kesal tapi tiba-tiba saja mulutnya di tutup dengan sebuah kain agar dia diam.
Ella menelan ludahnya dengan kasar, sepertinya ada yang salah dan dia rasa mereka bukan orang suruhan Carlk. Apa Ella pikir Carlk akan memerintahkan anak buahnya untuk menyelematkannya? Tentu tidak dan jangan bermimpi karena bagi Carlk, Ella hanya pion yang bisa dia buang kapan saja.
Ella mulai menyadari satu hal saat itu jika mereka bukan anak buah Carlk karena jika mereka adalah anak buah Carlk, mereka pasti akan membunuh para polisi itu tanpa ragu. Tapi siapa mereka?
Ella tampak ketakutan saat mobil yang membawanya berhenti disebuah tempat yang terlihat mengerikan, apa yang mau orang-orang itu lakukan terhadapnya?
Seseorang membuka pintu dan tubuh Ella langsung di tendang keluar dengan paksa, Ella berteriak tapi tidak bersuara akibat mulutnya ditutup dengan kain.
Seorang pria menyambut kedatangannya dan berkata, "Welcome to the jungle," tapi Ella tidak mengerti apa maksudnya dan dia semakin ketakutan.
__ADS_1