Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Rencana menyelamatkan Wali Kota


__ADS_3

Sebuah kereta express menjadi sasaran anak buah Thomas yang membawa ayah Clarina. Di stasiun itu, Gary palsu sudah menunggu dan mereka segera bergerak.


Felicia pergi karena dia akan menemui Gary dan dia harus bergegas. Vivian dan Charlie tidak mungkin mengejarnya karena mereka harus menyelamatkan Wali Kota. Itulah kegunaan ayah Clarina, pria tua itu akan mengalihkan Vivian dan para petugas lain sedangkan dia akan melarikan diri dan menyusun rencana baru.


Dia akan mencari Gary yang saat itu sedang membawa Jager Maxton kesebuah tempat. Mereka akan bergabung dan tentunya Felicia sudah tidak sabar menunggu kedatangan Vivian dan mereka akan berduel nantinya. Dia akan membuktikan jika dia lebih hebat dari Vivian.


Gary palsu dan yang lainnya segera menerobos masuk ke dalam kereta dan menodongkan senjata api mereka. Mereka juga menghalau para penumpang untuk keluar dan setelah itu mereka mencari masinis karena mereka akan memerintahkan masinis menjalankan kereta.


Kereta express akan menuju ke San Diego dan mereka menutup semua pintu kereta agar tidak ada peumpang yang masuk. Setelah mereka sampai ke San Diego maka Wali Kota akan mereka bunuh karena telah melihat wajah mereka dan setelah itu mereka akan pergi.


Itu sudah cukup untuk mengalihkan perhantian Vivian juga para petugas dan itu adalah waktu yang cukup bagi Felicia dan Gary untuk menyusun rencana baru kembali.


Seorang masinis akan membawa kereta itu dan dia tidak tahu jika kereta sudah dibajak. Sang masinis tampak memanggil seseorang melalui telephon yang ada dikereta tapi saat itu tiba-tiba saja pintu terbuka.


Beberapa orang masuk dan menodongkan senjata api mereka dan masinis itu tampak kaget dan ketakutan.


"Mau apa kalian?" tanya sang masinis itu.


"Cepat jalankan keretanya jika tidak kau akan mati beserta keluargamu!" ancam si Gary palsu.


Sang masinis tidak berkutik dan hanya bisa menuruti perintah si Gary palsu. Kareta mulai dijalankan dan melesat dengan kecepatan tinggi menuju San Diego.


Di rumah, Michael melihat semua itu setelah dia meretas hampir semua cctv yang terdapat di sekitar gedung San Francisco City Hall. Cctv yang ada di bawah tanah dia temukan dimana lorong itu terhubung ke stasiun kereta bawah tanah.


Michael terus mencari dan akhirnya dia meretas cctv yang ada di stasiun. Gary palsu terlihat begitu juga dengan ayah Clarina yang dipaksa masuk ke dalam kereta dan sebuah bom berbahaya melekat pada tubuh ayah Clarina.


Tentu Michael segera menghubungi kakaknya yang saat itu masih bersama dengan Vivian dan menunggu kabar darinya.


"Kak, aku sudah menemukan ayah Clarina. Dia dibawa menggunakan kereta exspress yang akan menuju San Diego dan Gary ada bersama dengannya," ucap Michael memberitahu kakaknya.


"Gary? Aku tidak yakin itu dia! Terus ikuti Mich dan retas cctv yang ada di dalam kereta," perintah Matthew.


"Baiklah tapi, Kak. Apa kau masih ingat bom YT-15?"


"Kenapa?" tanya Matthew heran. Itu bom yang mereka buat dan bom itu hanya dibuat beberapa buah saja karena benda itu sangat berbahaya.


"Gary memasang bom itu di tubuh ayah Clarina."


"Ck, sialan!" umpat Matthew kesal. Siapa yang menjual bom itu pada Gary?


"Aku butuh bantuanmu, Mich. Segera menyusul menggunakan helikopter karena bom itu hanya bisa dimatikan lewat pemicu dan kau harus berada di dekat pemicu untuk mematikan sensor benda itu."


"Roger, aku akan segera bergegas," jawab Michael dan dia segera menyambar laptop juga telephonnya. Michael segera memerintahkan anak buahnya untuk membawa helikopter karena dia harus segera pergi membantu kakaknya.

__ADS_1


Setelah berbicara dengan adiknya, Matthew menghampiri Vivian dan Patrik yang sedang berusaha mencari Wali Kota dengan cara melacak cctv di sekitar tempat kejadian.


"Mereka membawa Wali Kota mengunakan kereta exspress," ucap Matthew.


"Kemana?" tanya Vivian dengan cepat.


"San Diego," jawab Matthew.


"S*h*it! Untuk apa mereka membawa Wali Kota ke sana?" ucap Vivian kesal.


"Ini hanya untuk pengalihan, Babe. Sebaiknya kita bergegas sebelum mereka semakin menjauh."


"Baiklah, lihat kereta itu Patrik," pinta Vivian.


Patrik segera meretas dan melihat kereta express yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi menuju San Diego. Kereta baru berangkat beberapa menit yang lalu dan mereka masih bisa mengejar kereta itu.


"Kita akan terbang menggunakan helikopter dan kita akan turun menggunakan tali. Kereta begitu cepat jadi kita harus berhati-hati dan sebaiknya kita masuk melalui belakang kereta karena adikku bilang ada bom berbahaya melekat di tubuh ayah Clarina. Jangan sampai kita ketahuan dan bom itu meledak," ucap Matthew seraya menunjuk belakang kereta.


"Ide bagus, kita akan masuk secara diam-diam dan menyergap mereka dan aku akan memerintahkan petugas lain untuk menarik perhatian mereka supaya kita tidak ketahuan," jawab Vivian.


Setelah menyusun rencana mereka segera bergegas. Vivian memerintahkan Patrik untuk ikut karena Patrik juga akan menyergap dan dia juga membawa beberapa petugas lainnya untuk menarik perhatian Gary palsu yang ada di kereta.


Vivian sedang mengambil pistolnya dan saat itu Matthew mendekati Vivian dan meraih pinggangnya.


"Babe, adikku bilang Gary ada di dalam kereta dan aku rasa itu bukan Gary yang asli," ucap Matthew sambil mengusap wajah Vivian.


"Dengar, James dan kakakmu pergi kesebuah tempat yang kami yakini jika ayahmu disekap di sana tapi sayangnya Gary sudah pergi membawa ayahmu."


"Bagaimana keadaan kak Damian saat ini?"


"Sepertinya dia baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir."


"Ck, Gary benar-benar pengecut. Dia dan rekanku tidak akan aku lepaskan! Dia hanya bisa bersembunyi dan setelah menolong Wali Kota kita akan mencari dan menangkap mereka berdua."


"Pasti, aku tidak akan melepaskannya kali ini!" ucap Matthew.


"Aku juga tidak! Aku benar-benar kecewa dengannya. Tidak saja menyekap ayahku tapi dia juga melukai keluargaku yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan dendamnya."


"Kau tidak perlu khawatir, Babe. Setelah dia berada di tanganku maka dia harus membayar semua yang dia lakukan dan dia juga harus membayar setiap tetes darah yang keluar dari tubuhmu! Dia, Thomas dan juga pembuat wajah itu, mereka akan menerima akibatnya!"


"Siapa mereka?" tanya Vivian karena dia tidak tahu jika Gary punya sekutu yang lain selain rekannya.


"Mereka sekutu Gary yang lain dan rekanmu, dia akan bergabung dengan mereka nantinya."

__ADS_1


"Baiklah, aku akan ikut ambil bagian karena dia telah melukai keluargaku," ucap Vivian.


"Aku sudah tidak sabar ingin melihat apa yang akan kau lakukan, Sayang," Matthew mengusap pipi wajah Vivian dan menciumnya dengan lembut.


"Siap beraksi denganku, Mrs. Smith?"


"Sangat siap, Mr. Smith."


"Oh my," tanpa memperdulikan keadaan Matthew mencium bibir Vivian dan mel*matnya.


Dari kejauhan Patrik melihat mereka dan dia semakin penasaran, apa benar Vivian 3 in 1? Dia akan menanyakan hal ini nanti.


Dua buah helikopter sudah siap dan beberapa petugas juga bersiap-siap dan naik ke dalam helikopter. Vivian meminta Matthew menuju helikopter terlebih dahulu karena ada yang ingin dia ambil.


Setelah mendapatkan apa yang dia mau, Vivian berjalan dengan cepat menuju helikopter dan pada saat itu dia berpapasan dengan Patrik.


"Angel, sebenarnya siapa dia?" tanya Patrik dengan pelan ketika mereka sedang berjalan menuju helikopter yang sudah menyala.


Vivian tersenyum dan menepuk bahu Patrik sambil berkata, "Dia Spongebob yang akan menangkap Gary."


"Hey, aku serius dan lagi siapa Gary?"


"Aku juga, Patrik. Gary yang melakukan semua ini jadi hanya Spongebob yang bisa menangkap Gary maka dari itu percayalah padaku," jawab Vivian sambil tersenyum.


"Dasar kau menyebalkan! Kenapa kau tidak membawa seluruh warga Bikini Bottom?" ucap Patrik.


"Sandy sedang pulang ke Texas sedangkan tuan Crab mengejar Plankton," jawab Vivian asal.


"Ck ... tapi ngomong-ngomong, Angel. Bukankah kau sedang berpacaran dengan Maria?" Patrik sudah sangat penasaran dengan hal ini.


"Yes," jawab Vivian singkat.


"Tapi dia? Aku melihat kalian berciuman," ucap Patrik.


"Dia pacarku, Patrik."


"What? Hey, kau tidak mungkin 3 in 1, bukan?"


"Hahahahaha ... yes," jawab Vivian sambil tertawa.


Patrik merinding, sial! Padahal dia menyukai Vivian tapi ternyata dia tidak normal.


Vivian segera naik ke atas helikopter dan tentunya Matthew mengulurkan tangannya untuk membantu Vivian. Mereka segera duduk bersama dan Patrik hanya menggeleng melihat mereka berdua.

__ADS_1


Dalam hati Patrik berkata, "Pria malang yang menjalin hubungan dengan gadis tidak normal!" tapi dia tidak tahu jika Maria dan Matthew adalah orang yang sama.


Helikopter segera terbang ke atas dan mereka harus mengejar kereta exspress yang berkecepatan 300 Km/jam untuk membebaskan ayah Clarina.


__ADS_2