
Begitu sadar, Gary mencoba untuk duduk tapi pahanya terasa begitu sakit akibat tembakan yang dia dapatkan. Umpatan dan perkataan kasar keluar dari mulutnya dan dia segera melihat sekelilingnya
Gary mencoba melihat situasi dan menelan ludahnya dengan kasar, sial! Sepertinya dia berada di dalam sebuah kontainer dan sebuah rantai mengikat tangannya. Tidak hanya itu saja, dia berada di antara tumpukan mayat anak buahnya.
Apa ini? Memangnya apa yang ingin Matthew lakukan dengan mayat para anak buahnya? Ini benar-benar gila dan sebaiknya dia melarikan diri dari tempat itu.
Gary mulai merangkak melewati tubuh anak buahnya yang telah kaku dan dingin, dia harus kabur.
"Sial! Awas kau, Matthew Smith! Aku akan mencarimu dan menghabisimu bersama Vivian jika aku bisa pergi dari sini!" ucapnya sambil terus merangkak.
Dia masih terus merangkak menuju pintu tapi tiba-tiba saja, mobil terasa bergerak mundur dan terdengar pula suara orang-orang sedang berbicara di luar sana.
"Mundur sedikit lagi," terdengar teriakan demikian dan mobil masih mundur.
"Sepertinya mereka akan berpesta dan kenyang," ucap salah seorang yang ada di luar sana.
"Aku ingin menonton mereka makan sambil menikmati usus bakar," jawab seseorang yang lain.
"Sial!! Apa maksudnya? Siapa yang berpesta dan siapa yang akan kenyang?" umpat Gary dalam hati.
Gary kembali melihat mayat-mayat anak buahnya, apa tubuh mereka akan menjadi umpan untuk sesuatu? Ini tampak mengerikan dan jangan-jangan Matthew memelihara sesuatu. Inikah alasan orang yang tertangkap olehnya tidak pernah kembali lagi?
Suara gembok di buka terdengar dan Gary segera mundur, jangan-jangan dia juga akan dijadikan makanan untuk sesuatu yang entah apa. Lebih baik dia pura-pura mati dan setelah itu dia lari.
Ketika pintu kontainer akan terbuka, Gary langsung berbaring di samping tubuh anak buahnya, semoga saja mereka tidak menyadari jika dia hanya berpura-pura saja.
Pintu terbuka dan dua orang pria berdiri di depan pintu sambil melihat tumpukan mayat yang belum mereka pindahkan semalam. Pagi ini para mayat itu akan menjadi sarapan lezat untuk para penghuni kebun binatang yang ada di sana.
"Wow, bos kita sangat sayang binatang," ucap salah satu dari pria itu.
"Ini sangat banyak jadi sisanya masukkan ke dalam ruang pendingin!"
"Ingat, yang terikat dengan rantai itu spesial dan jangan sampai kita melemparnya begitu saja," ucap salah satu lainnya.
Mereka berdua naik ke atas kontainer untuk mencari Gary, sedangkan empat orang langsung berjaga di depan pintu kontainer. Jangan sampai Gary kabur karena nyawa mereka yang akan menggantikannya nanti.
__ADS_1
Kedua anak buah Matthew mencari Gary di antara tumpukan mayat yang ada dan ketika menemukannya, mereka segera menarik rantai yang mengikat Gary.
Mereka bahkan tidak perduli Gary mau berpura-pura mati atau tidak dan mereka segera menariknya keluar dari kontainer. Gary mengumpat dalam hati tapi dia masih pura-pura mati karena begitu berada di luar, dia akan langsung lari.
Tubuh Gary dilemparkan dari atas kontainer keluar dan ketika tubuhnya mendarat di atas aspal, Gary merasa tulangnya hampir remuk.
"Sialan!" teriaknya marah.
"Bagus, akhirnya dia sadar!" ucap salah satu anak buah Matthew.
Keempat orang yang berjaga di bawah langsung menangkap Gary, sedangkan Gary berusaha memberontak. Dia benar-benar tidak punya kesempatan untuk melarikan diri.
"Lepaskan!" pinta Gary tapi tidak ada yang perduli.
Gary dibawa menuju sebuah tempat, sedangkan para anak buah Matthew mulai menurunkan tubuh anak buah Gary satu persatu dan para binatang akan segera berpesta. Itu makanan pembuka untuk mereka sebelum mereka memperebutkan daging Gary dan kedua rekannya.
Tubuh Gary terus ditarik dan dia terus memaki. Dari dalam sana, Bruke dan Thomas dapat mendengar suara makian dan umpatan Gary, sepertinya Matthew sudah menangkapnya.
Apa ini kabar baik untuk mereka? Dengan tertangkapnya Gary, mereka akan cepat mati karena alat yang menempel di atas kepala mereka benar-benar menyiksa apalagi mereka sudah hampir gila!
Pintu terbuka dan tampak Gary ditarik dengan paksa masuk ke dalam ruangan itu.
Dia dibawa masuk dan dilemparkan dengan kasar oleh anak buah Matthew. Gary kembali memaki dan mengumpat apalagi kakinya diikat dengan rantai oleh anak buah Matthew.
"Berhenti membuang tenagamu, Gary," terdengar suara Thomas.
Gary terkejut dan dia segera melihat datangnya suara. Di dalam kandang yang menyerupai penjara dan tidak jauh darinya, tampak Thomas bersandar pada dinding besi dan melihat ke arahnya.
"Thomas?" Gary tidak percaya jika rekannya masih hidup dan yang membuatnya kembali terkejut, Bruke juga masih hidup.
"Bruke? Ternyata kalian masih hidup?" tanyanya.
"Welcome, Gary," ucap Bruke dan Thomas secara bersama-sama.'
"Sialan! Aku kira kalian sudah mati!" umpat Gary kesal.
__ADS_1
"Kita akan mati bersama Gary dan kita akan melewati ini semua secara bersama-sama," ucap Bruke.
"Apa maksudnya?" tanya Gary tidak mengerti karena dia juga belum melihat tempat itu.
"Kau lihat ini, Gary?" Bruke menunjuk alat yang ada di kepalanya.
"Kau sudah tertangkap dan aku harap Matthew melepaskan benda ini karena ini sangat menyiksa!" ucapnya.
Gary menelan ludahnya melihat kepala Bruke dan setelah itu dia melihat kepala Thomas, apa yang telah terjadi dengan mereka?
"Sialan! Dasar kalian bodoh! Kenapa kalian bisa tertangkap?" umpat Gary marah.
"Kau sendiri? Sebaiknya simpan tenagamu baik-baik karena kita tidak tahu apa yang akan kita alami selanjutnya," ucap Thomas.
"Seharusnya aku menembak diriku sendiri saat itu," ucap Bruke putus asa.
Kematian jauh lebih baik dari pada berada di tempat itu dan dia benar-benar mau gila! Rasa sakit di kepalanya? Rasa takut dari hari ke hari benar-benar membuat mental dan nyalinya menciut.
Gary melihat sekelilingnya dan merinding ngeri melihat alat penyiksaan yang ada di dalam ruangan itu tapi entah mengapa, anak buah Matthew menyingkirkan alat-alat itu dan menyimpannya.
Matthew meminta anak buahnya melakukan hal itu karena dia tidak mau Vivian melihatnya ketika mereka datang nanti.
"Sial! Sial! Sial!" umpat Gary berkali-kali sambil memukul lantai.
Rencana yang mereka susun dengan matang sudah gagal bahkan sekarang dia gagal membalas kematian ayahnya dan dia gagal membunuh Jager Maxton. Tidak saja itu, dia sudah gagal mendapatkan Vivian. Apa sejak awal dia sudah salah mengambil keputusan?
Jika saja dia tidak membalas kematian ayahnya, apakah saat ini dia dan Vivian sudah menikah dan bersama? Mungkin saja dan bisa saja saat ini mereka sudah memiliki beberapa orang anak tapi bagaimana dengan kematian ayahnya?
Semua ini gara-gara Jager Maxton. Seandainya Jager tidak membunuh ayahnya maka dia tidak akan seperti ini dan menghancurkan hubungannya dengan Vivian. Kenapa Vivian harus menjadi putri Jager? Seandainya dia benar-benar putri Charles maka hubungan mereka akan baik-baik saja sampai saat ini.
"Maafkan aku, Dad. Maafkan aku karena tidak bisa membalas kematianmu dan semua ini gara-gara agen bodoh itu!" ucap Gary sambil memukul lantai.
Dia benar-benar menyesal karena tidak membunuh Jager Maxton saat itu juga. Seandainya dia langsung membunuh Jager, kematian ayahnya pasti sudah terbayarkan.
Sekarang dia hanya bisa menyesali semuanya dan dia harap, Matthew segera membunuhnya karena dia ingin cepat mati dan menemui ayahnya untuk meminta maaf. Tapi apa dia pikir dia akan mati dengan mudah?
__ADS_1
Gary memandangi Bruke dan Thomas. Sial! sepertinya setelah ini mereka akan menjalani hari yang berat tapi di mana agen bodoh yang telah menghancurkan rencana mereka?
Di luar sana Felicia tersadar dan begitu membuka matanya, dia berteriak histeris melihat pemandangan yangg ada di depannya. Binatang yang lapar terlihat mencabik-cabik mangsanya. Di mana saat ini dia berada? Apa dia berada di Afrika?