
Nafas Bruke memburu, sial! Dia sungguh tidak tahu keputusan apa yang harus dia ambil dalam waktu lima menit.
Suara ketukan jari Matthew di atas kursi semakin membuatnya panik, bagaimanapun dia tidak mau wajahnya dikuliti.
Waktu terus berjalan dan dia sudah hampir kehabisan waktu tapi dia belum bisa mengambil keputusan yang tepat.
"Waktumu tinggal dua menit lagi, Bruke," ucap Matthew.
Bruke semakin panik, benar-benar panik. Dia kembali melihat Gary dan Gary langsung menggeleng. Dia harap Bruke tidak melakukannya tapi apapun keputusan yang diambil oleh Bruke, wajah mereka akan tetap dikuliti dan ditukar.
"Jika kau tidak ingin melakukannya maka mereka yang akan melakukannya!" ucap Matthew.
Enam anak buahnya sudah siap dengan alat pemotong kecil di tangan mereka. Alat dinyalakan dan suaranya dengungannya terdengar sehingga membuat merinding.
"One minute," ucap Matthew.
"No ... Bruke," pinta Gary sambil menggeleng.
"I'm sorry, Gary. I'm Sorry," ucap Bruke.
"Bruke, apa kau sahabatku?" teriak Gary marah.
"Karena kita adalah sahabat sehingga aku memutuskan aku yang akan menguliti wajahmu! Jangan sampai mereka yang melakukannya," ucap Bruke beralasan.
"Kau gila, Bruke! Kau gila!" teriak Gary.
"Hahahahaha!" Thomas tertawa.
"Lihatlah sahabat yang kau bela sejak tadi? Dia menghianatimu sekarang!" ucap Thomas dan dia kembali tertawa.
"Diam kau, Thomas!" teriak Bruke marah.
"Aku kecewa padaku, Bruke! Seharusnya kita merasakan hal ini bersama-sama!" ucap Gary.
"Maafkan aku, Gary. Aku tidak punya pilihan. Aku tidak mau mengalami semua ini, tidak mau. Seharusnya aku tidak membantumu, seharusnya tidak!" ucap Bruke putus asa.
Dia sudah begitu depresi karena dia sudah beberapa hari berada di sana jadi dia tidak mau mengalami siksaan yang mengerikan. Dia tidak perduli lagi dengan persahabatan mereka karena pada akhirnya mereka akan mati. Walau begitu, dia tidak mau mati dalam siksaan yang mengerikan.
Thomas tertawa terbahak-bahak, dia sangat puas. Gary benar-benar kecewa mendengarnya, tapi memang Bruke berada di sana karena telah membantunya. Dia tahu Bruke melakukan hal itu untuk melindungi diri karena tidak ada yang mau menghadapi hal seperti itu.
"Waktumu sudah habis! Apa kau sudah membuat keputusan?" Matthew bangkit berdiri dan berjalan mendekati Bruke.
"Ya," jawab Bruke dengan yakin.
"Bagus, apa keputusanmu?"
__ADS_1
"Aku akan menguliti wajah mereka tapi aku ingin menguliti wajah Thomas terlebih dahulu!" ucap Bruke.
"Apa? Sialan kau Bruke!" teriak Thomas marah.
"Good choice! Setelah kau menguliti wajah mereka kau juga harus menukar wajah mereka dan menjahitnya!" ucap Matthew seraya berjalan pergi.
Glek!
Lagi-lagi ketiga orang itu hanya bisa menelan ludah tapi setidaknya Bruke tidak harus mengalami hal mengerikan itu dan dia tidak menyesali keputusannya.
"Tangkap dan keluarkan dia!" perintah Matthew dan anak buahnya langsung bergerak.
(SKIP JIKA TIDAK SANGGUP TAPI JANGAN LAPORKAN NOVEL AKU, PLEASE HARGAI APA YANG AKU TULIS!)
Thomas berteriak ketika dia ditangkap dan dibawa keluar. Beberapa anak buah Matthew mengangkat tubuh Thomas dan membaringkannya ke atas meja, sedangkan Thomas terus berteriak dan memberontak.
Dia dipegang dengan kuat dan tubuhnya di rantai agar tidak bisa bergerak. Gary ketakutan melihat hal itu, gila, ini benar-benar gila dan selanjutnya adalah gilirannya.
Seharusnya Bruke memilihnya terlebih dahulu agar dia tidak melihat adegan itu dan merasakan ketakutan yang teramat sangat. Sekarang dia merasa, jika dia sudah salah memilih lawan. Apa waktu bisa diputar kembali?
Jika bisa, dia ingin kembali kelima tahun yang lalu ketika dia bertemu dengan Vivian. Dia ingin memperbaiki semuanya dan tidak mencari tahu penyebab kematian ayahnya. Jika dia melakukan hal itu maka dia dan Vivian bisa bersama dan dia juga tidak akan berada di tempat itu tapi sekarang, tida saja gagal membunuh Jager Maxton dan kehilangan Vivian, dia juga akan mengalami siksaan yang mengerikan setelah ini.
Thomas sudah berada di atas meja, dia terus memberontak dan berteriak, sedangkan Bruke ditarik keluar oleh anak buah Matthew.
Rantai yang membelenggu tangan dan kakinya tidak dilepaskan, sedangkan anak buah Matthew berjaga dengan ketat.
Thomas berteriak dan berusaha memberontak ketika Bruke mendekatinya, sial! Dia benar-benar takut.
"Sialan kau, Bruke! Jangan coba-coba kau menyentuhku!" teriak Thomas marah.
"Aku tidak punya pilihan," jawab Bruke.
"Segera lakukan!" perintah Matthew. Dia sudah duduk kembali dan akan menjadi penonton, sedangkan james berada di sampingnya.
Seorang anak buah Matthew mendekati Bruke dan memberikan sebuah pisau kecil untuknya.
"Apa? Jangan katakan hanya ini saja alat yang harus aku gunakan!" ucap Bruke tidak percaya.
"Benar! Cukup pakai pisau itu! Tidak ada obat bius, tidak ada alkohol! Aku beri kau waktu setengah jam dan lakukan dengan rapi. Jika kau berani berbuat sesuatu dengan pisau itu, maka aku akan menggantungmu di atas bara tapi jika kau patuh, kau akan mati tanpa perlu mengalami banyak siksaan."
Bruke menelan ludahnya, pisau sekecil itu bisa dia gunakan untuk memotong lehernya. Tapi bagaimana jika dia tidak mati? Sebaiknya dia mematuhi permintaan Matthew terlebih dahulu untuk menguliti wajah Thomas dan dia akan memikirkan sebuah cara untuk mengambil pisau besar yang ada di meja sebelah sana.
"Aku akan mematuhimu!" ucap Bruke.
"Pilihan bagus!" Matthew menyeringai, sedangkan Gary tampak marah karena Bruke menghianatinya.
__ADS_1
"Penghianat!" teriak Gary.
"Aku terpaksa, Gary. Aku sudah memberimu kesempatan untuk lari tapi kau gagal dan sekarang ... aku akan mengambil keputusanku sendiri karena aku tidak mau mengalami hal mengerikan ini! Aku harap cukup yang ada di kepalaku ini saja yang aku dapatkan dan aku harap, aku tidak mendapat siksaan yang lain dan aku tidak mau mati tanpa wajah!" jawab Bruke.
Senyum Matthew semakin lebar, mereka bertiga sepertinya sudah tercerai berai dan pastinya permainan akan semakin menyenangkan nanti.
"Lakukan sekarang dan tarik Gary mendekat agar dia melihatnya!" perintah Matthew.
"Tidak! Aku tidak mau melihatnya!" teriak Gary ketakutan tapi sayang dia sudah ditarik mendekat.
"Jangan lakukan Bruke!" teriak Thomas ketika pisau kecil yang ada di tangan Bruke sudah mendekat di wajahnya.
Bruke tidak perduli dan mulai menggores wajah Thomas, dia harus cepat karena dia hanya punya waktu setengah jam.
"Bruke, tidak!" teriak Thomas dengan kencang ketika pisau mulai menggores wajahnya.
"Maafkan aku, maaf," ucap Bruke dan tangannya tampak bergetar.
Bruke terus menggores wajah Thomas, sedangkan Thomas terus berteriak akibat rasa sakit yang dia rasakan. Darah mulai mengalir dari setiap goresan yang ada di wajah Thomas.
Arrrrgggghhhhh ...!
Thomas berteriak ketika Bruke mulai menarik kulit di wajahnya, sakit, benar-benar sakit! Gary ketakutan melihatnya, itu benar-benar pemandangan yang mengerikan.
Teriakan Thomas terus terdengar karena kulit wajahnya terus ditarik bahkan terkadang, Bruke memotong daging yang terbawa saat kulit wajah Thomas ditarik. Dia harus melakukannya dengan bersih dan tanpa merobek kulit wajah Thomas sedikitpun karena Gary akan memakai kulit wajah itu nanti.
Pemandangan itu benar-benar mengerikan bahkan, beberapa anak buah Matthew tidak mau melihatnya. Matthew diam saja, itu balasan yang setimpal untuk orang yang telah berani menggunakan wajahnya.
Teriakan Thomas melemah karena dia sudah tidak bertenaga akibat rasa sakit yang ada di wajahnya. Bruke tampak terengah-engah karena sudah selesai.
Kulit wajah Thomas diletakkan di atas kepala Thomas sedangkan Thomas seperti mayat hidup dan bola matanya menatap ke atas.
Wajah Gary tampak pucat ketika melihat wajah Thomas yang tampak mengerikan tanpa kulit lagi.
"Giliranmu, Gary," ucap Matthew.
"Tidak ... tidak ... Matthew Smith, aku minta maaf. Jangan lakukan ini dan pertemukan aku dengan Vivian agar aku bisa minta maaf dengannya," pinta Gary memohon.
"It's too late, Gary! Now, your turn!"
Gary memberontak ketika anak buah Matthew menariknya, dia sangat berharap Bruke tidak melakukannya tapi sayangnya, Bruke sedang mencari aman dan tidak mau perduli dengan apapun lagi yang penting dia tidak mengalami siksaan seperti itu. Mana ada orang yang mau dikuliti wajahnya dalam keadaan sadar?
"Kau akan mendapat siksaan yang lebih dari pada Thomas dapatkan, Gary!"
Perkataan Matthew menghantam Gary dengan dahsyat, apa maksudnya?
__ADS_1