
Bangun pagi adalah kebiasaan yang di lakukan oleh Vivian, dia selalu terbangun saat pukul lima pagi karena setiap pagi dia selalu berolahraga.
Vivian menyingkirkan tangan Matthew yang sedang memeluknya dan duduk di atas ranjang. Dengan perlahan Vivian beringsut dan duduk di sisi ranjang.
Karena tidak mengantuk lagi jadi Vivian bangkit berdiri dan berjalan menuju sebuah pintu sambil merenggangkan otot-otot tubuhnya.
Saat pintu terbuka, angin laut berhembus dan menerpa wajahnya. Vivian berjalan keluar dan dari sana dia bisa melihat hamparan laut yang luas.
"Wow!" ucapnya kagum.
Pantas saja Matthew berkata laut di malam hari sangat menyenangkan? Ternyata rumah pria itu membelakangi laut dan dia memiliki pantai pribadi. Sepertinya ini sangat menyenangkan, dia bisa berenang di pantai dan pada malam hari mereka bisa menghampar sebuah tikar untuk melihat bintang. Rasanya sudah tidak sabar untuk melakukannya. Berbaring berdua di bawah langit yang di taburi bintang dan menyaksikan kerlap kerlip benda itu pasti akan sangat menyenangkan. Nanti dia mau mengajak Matthew melakukannya.
Vivian menarik nafasnya sejenak untuk menghirup udara segar di pagi hari, sepertinya joging di sisi pantai akan sangat menyenangkan dan ini bukanlah ide buruk.
Dia segera masuk ke dalam untuk mencuci wajahnya dan setelah itu Vivian mencari baju olah raganya.
Tidak sulit menemukannya karena semua barang-barangnya ada di dalam lemari pakaian. Setelah memakai bajunya, dia keluar dari kamar dan tidak membangunkan Matthew karena dia ingin menikmati waktunya sendiri.
Menikmati hembusan angin laut di pagi hari dan melakukan yoga di atas hamparan pasir, dia suka dengan suasana tenang dan suara deburan ombak semakin menambah relaksasi saat melakukan yoga.
Saat matahari sudah bersinar, angin laut berhembus masuk melalui pintu yang terbuka karena Vivian tidak menutup kembali pintu yang menghubungkan kamar dan balkon.
Matthew terbangun dari tidurnya dan meraba sisi ranjang untuk mencari Vivian, "Babe?"
Karena tidak mendapati Vivian, Matthew segera turun dari atas ranjang dan berjalan menuju pintu balkon yang terbuka, dia harap Vivian ada di sana tapi sayangnya tidak ada.
Matthew berdiri di depan balkon dan pada saat itu, matanya menatap seorang gadis sedang melakukan yoga di sisi pantai. Sebuah senyuman menghiasi wajahnya, bisa dia tebak itu pasti Vivian karena orang luar tidak boleh masuk ke pantai itu tanpa seijin darinya.
Masih pagi sebaiknya dia menghampiri Vivian dan mengahabiskan waktu dengannya di sisi pantai. Matthew kembali masuk kedalam kamar untuk mencuci wajahnya dan berganti pakaian.
Di sisi pantai, Vivian sedang serius melakukan yoga di bawah terpaan sinar matahari pagi dan hembusan angin laut yang menyegarkan. Deburan ombak dan bau laut benar-benar membuat hati tenang apalagi air laut yang begitu jernih.
Vivian memalingkan wajahnya saat menyadari kehadiran Matthew yang berjalan menghampirinya dengan senyum menawannya.
"Morning babe."
"Morning," jawab Vivian sambil tersipu.
"Kenapa tidak membangunkan aku dan mengajakku?"
"Aku pikir kau tidak suka berolahraga?"
"Siapa bilang? Di rumah ada tempat Gym pribadi dan kau bisa berolahraga di sana jika kau mau."
__ADS_1
"Benarkah?"
"Yes," jawab Matthew seraya merangkul pinggang Vivian dan mengusap wajahnya.
"Lain kali kita akan berolahraga bersama, oke?"
Vivian mengangguk dan melingkarkan kedua tangannya ke leher Matthew. Berolahraga bersama kekasih yang tampan terdengar menyenangkan.
"Matth, aku ingin kita melihat bintang di sini apakah kau mau?"
"Tentu saja babe, kau akan mendapatkannya!"
"Thanks," Vivian berjinjit dan mencium pipi Matthew dengan mesra.
"Oh babe, morning kiss!" Matthew mendekap Vivian dengan erat hingga tubuh mereka tidak memiliki jarak dan dengan perlahan Matthew mencium bibir Vivian.
Vivian memejamkan matanya dan menerima ciuman Matthew, apa yang tidak pernah dia lakukan dengan Carlk dulu kini dia lakukan dengan pacar barunya dan rasanya menyenangkan.
Mereka tidak langsung kembali karena masih pagi, mereka berdua berjalan menyelusuri pantai sambil berpegangan tangan dan terkadang mereka berhenti dan berdiri di sisi pantai.
Vivian bersandar pada bahu Matthew, sedangkan Matthew mengusap kepala Vivian dan memainkan rambutnya.
Mereka diam saja membiarkan angin laut menerpa mereka dan memperhatikan ombak yang menggulung tinggi dari kejauhan, waktu seperti itu adalah waktu yang paling berharga dan pagi itu terasa menyenangkan karena mereka bisa menikmati laut di pagi hari berdua apalagi hubungan mereka yang semakin hari semakin dekat.
Matthew masih mengusap rambut Vivian dan mencium dahinya, ini juga pertama kalinya dia melakukan hal seperti itu dengan seorang wanita karena dia tidak pernah membawa mantan pacarnya pulang ke rumah.
"Babe."
"Hm?"
"I love you."
Vivian tersenyum dan dia merasa sangat bahagia karena begitu dicintai oleh Matthew.
"Thanks," Vivian mengangkat wajahnya dan mencium pipi Matthew dan setelah itu, dia kembali bersandar pada bahu Matthew.
"Oh my, bagaimana jika kita kembali dan mandi bersama?"
"Boleh, tapi sebelum itu?" Vivian tersenyum dan tanpa Matthew duga, Vivian mendorong tubuhnya hingga Matthew terjatuh dan deburan ombak menerjangnya dan membasahinya.
"Oh my, awas kau!"
"Bye Mr Smith," Vivian memutar langkahnya dan lari.
__ADS_1
"Awas kau!" Matthew bangkit berdiri dan mengejar Vivian.
"Jangan lari babe, awas jika sampai ketangkap!" teriaknya.
"Coba saja!" jawab Vivian dan dia masih berlari.
Mereka berdua berlari di sisi pantai dan setelah sekian lama berlari, Vivian mulai lelah.
"Tunggu sebentar!" Vivian menghentikan larinya dan mengatur nafasnya yang terengah-engah.
"Kenapa? Apa kau menginjak sesuatu?" tanya Matthew khawatir karena saat itu mereka bertelanjang kaki.
"Tidak...aku lelah!" jawab Vivian sambil mengatur nafasnya.
Matthew mendekati Vivian dengan senyum di wajahnya, dia segera meraih pinggang Vivian dan menggendong tubuhnya.
"Ketangkap kau!"
"Dasar curang! Bisakah tunggu sebentar lagi?" protes Vivian.
"No!" Matthew membawa Vivian ke bibir pantai bahkan berjalan masuk ke dalam air.
"Ma...mau apa kau?"
"Mandi denganmu!" setelah berkata demikian Matthew melempar tubuh Vivian ke dalam air.
"Matth!" Vivian berteriak tapi tubuhnya sudah menyebur ke dalam air.
Vivian segera muncul kepermukaan dan mengusap wajahnya, "Dasar kau curang!" teriak Vivian tapi Matthew hanya terkekeh dan mendekati Vivian.
"Kau yang mulai duluan babe," ucapnya seraya memeluk pinggang Vivian.
Vivian mengusap Wajahnya kembali karena air laut menetes dari rambutnya yang basah, entah mengapa dia merasa melakukan hal itu sangat menyenangkan.
"Sory," ucapnya.
"Stt!" Matthew mengusap bibir Vivian dan mencium bibirnya dengan lembut.
"Mau lagi?" godanya.
"Menyebalkan!" Vivian melingkarkan kedua tangannya ke leher Matthew dan menerima ciuman dari Matthew.
Sinar matahari yang menerpa membuat air laut terlihat keperakan dan deburan ombak yang menerpa tubuh mereka berdua menjadi saksi kebersamaan mereka berdua pagi ini.
__ADS_1
Setelah Matthew melepaskan bibirnya, Vivian memeluk Matthew dan bergelayut manja di tubuhnya. Dia ingin mereka seperti itu untuk sebentar lagi.
Matthew memegangi kedua paha Vivian untuk menopang tubuhnya dan mencium wajahnya. Mereka berdua saling pandang tanpa mengucapkan sepatah katapun dan setelah itu mereka kembali berciuman dengan mesra.