Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Aku sangat ingin bertemu dengan Maxton


__ADS_3

Sebelum pergi bekerja dan setelah selesai mandi, Vivian duduk di atas ranjang untuk melihat rekaman yang dia sembunyikan saat si penghianat mengambil data Maxton dari laci mejanya.


Dia ingin tahu, kenapa si penghianat bisa mendapatkan data miliknya dengan mudah padahal ada petugas yang berjaga di kantor. Apa ada konspirasi lain yang tidak dia ketahui?


Sambil mengeringkan rambutnya yang basah Vivian menunggu laptop menyala tapi perhatiannya tertuju pada data Jager Maxton yang dia letakkan di sampingnya.


Vivian meraih data itu dan melihat wajah pria tua yang ada di sana. Entah mengapa dia merasa aneh saat melihat wajah Jager maxton. Kenapa seperti ada sebuah kehangatan yang mengalir dalam hatinya?


Dia juga sangat penasaran, kenapa Jager Maxton begitu membenci penegak hukum setelah istri dan anaknya meninggal?


Seandainya saja mereka punya kesempatan bertemu satu kali saja? Mungkin dia bisa mencari tahu akan hal ini dan mengintrogasi Maxton tapi mendengar penjelasan Patrik sepertinya akan sulit. Dia berharap Patrik bisa mencari cara agar mereka bisa bertemu.


Vivian meletakkan data Maxton kembali dan menghela nafasnya, malam ini dia harap buronannya yang berinisial M terpancing dan menunjukkan wajahnya.


Dia tahu tidak mudah karena orang ini selalu menggunakan inisial dan banyak wajah. Yang dia tahu buronannya adalah laki-laki, hanya itu.


Ditambah si penghianat yang menjadi mata-mata buronannya sehingga apapun yang para agen lakukan selalu diketahui oleh si buronan.


Malam ini dia akan menangkap si pengianat dan dia harap setelah ini, misinya dapat berjalan lancar karena tidak ada kaki tangannya lagi di agensi tapi sayangnya penghianat yang dia tahu saat ini hanya perantara antara penghianat yang asli dengan buronannya.


Layar laptop telah menyala dan Vivian segera membuka rekaman yang dia ambil dari kamera yang dia sembunyikan.


Kamera menunjukkan setelah dia pergi si penghianat kembali dan langsung menuju mejanya. Yang membuatnya tidak percaya adalah ternyata seorang petugas membantu si penghianat melancarkan aksinya. Pantas saja begitu lancar, ternyata ada penghianat lainnya.


Rekaman ini akan dia berikan pada kapten Willys nanti sebagai barang bukti untuk menangkap petugas yang bersekongkol dengan si penghianat dan malam ini dia harus fokus dengan misinya.


Pada saat itu Matthew keluar dari kamar mandi dan menghampiri Vivian, Matthew duduk di samping Vivian sambil mengeringkan rambutnya yang basah.


"Apa yang sedang kau lakukan babe?" tanya Matthew dan perhatiannya jatuh pada map yang ada di samping Vivian.


"Aku hanya mengecek rekaman yang aku ambil. Aku ingin melihatnya sebelum aku memberikan rekaman ini pada kapten Willys."


"Lalu ini apa?" Matthew mengambil data Maxton.


"Itu hanya data orang yang aku curigai Matth, bukan apa-apa."

__ADS_1


Vivian mendekati Matthew dan mengambil handuk yang ada di tangannya, "Sini aku bantu."


"Selain aku, siapa lagi yang kau curigai babe?"


"Banyak! Tapi ada satu orang yang tidak mau bertemu denganku dan aku sangat penasaran."


"Siapa?"


"Jager Maxton."


"Maxton? Kau mencurigainya?" tanya Matthew sambil memandangi wajah Vivian. Dia jadi teringat dengan wajah istri Maxton yang mirip dengan Vivian bahkan semakin dilihat wajah mereka semakin mirip.


"Ya, akhir-akhir ini banyak kejadian kriminal yang dilakukan olehnya dan aku sangat ingin bertemu dengan Maxton tapi menurut rekanku dia sangat membenci penegak hukum."


Matthew membuka map dan mengambil data Maxton, apa benar yang dikatakan oleh Vivian? Dia rasa ada yang menggunakan nama Maxton saat melakukan kejahatan seperti kejadian yang dia alami, jangan-jangan orang yang melakukan hal ini adalah orang yang sama. Dia melakukan kejahatan untuk memfitnah Maxton.


"Babe, aku kenal dengan Maxton dan jika kau sangat ingin bertemu dengannya maka aku akan membantumu agar kau bisa bertemu dengannya."


"Benarkah?" tanya Vivian tidak percaya.


"Yes, jika ini demi misimu maka aku akan membantumu dan mempertemukan kalian."


"Tentu saja sebab itu jangan ragu meminta bantuanku. Aku akan mencari waktu yang tepat untuk mempertemukan kalian."


"Thanks, tapi malam ini aku mau fokus menangkap si penghianat terlebih dahulu dan aku harap buronanku menampakkan diri di sana."


"Aku tahu, aku pasti akan membantummu untuk menangkapnya jadi jangan khawatir."


"Thanks Matth, aku sangat terbantu dan setelah selesai kau akan mendapat imbalannya."


"Bodoh, aku hanya menginginkan dirimu"


"Kau akan mendapatkannya!"


Vivian naik ke atas pangkuan Matthew dan mencium bibirnya dengan lembut.

__ADS_1


"Babe," Matthew mengusap wajah Vivian dengan lembut dan mendekatkan bibir mereka.


"I love you."


"I know," Vivian memeluk leher Matthew dan menyambut bibirnya.


Setelah berciuman sesaat, Vivian turun dari pangkuan Matthew dan mereka segera bersiap-siap karena mereka sudah harus pergi ke kantor.


Vivian duduk di depan cermin dan merapikan rambutnya, pada saat itu Matthew menghampiri Vivian dan memeluknya dari belakang.


"Apa sudah selesai?" tanya matthew sambil menghirup aroma wangi tubuh Vivian.


"Ya."


"Babe, kenapa kau tidak memakai mobil saja? Jika kau mau aku akan menyiapkannya untukmu."


"Tidak perlu Matth, aku lebih suka pakai motor karena lebih cepat."


"Baiklah, tapi kau harus selalu berhati-hati!"


"Pasti."


Mereka keluar dari kamar setelah selesai dan segera ke dapur untuk sarapan. Sepotong roti dipadukan dengan segelas susu untuk ibu hamil untuk mereka sudah cukup. Hng, Vivian hampir muntah setiap kali meminum susu itu dan dia harap nenek Matthew tidak mengirimkannya lebih banyak lagi jika tidak dia akan trauma dengan susu.


Mereka pergi menggunakan kendaraan masing-masing dan sebelum pergi Matthew memberikan sebuah ciuman untuk Vivian.


Setelah Vivian pergi, Matthew segera meminta supirnya untuk pergi menuju kantor. Sebelum membantu Vivian dia harus menghadiri rapat penting dan tidak hanya itu saja, James sudah mendapatkan apa yang dia perintahkan.


Mata-mata yang dia utus untuk mengikuti Ella sudah memberikan beberapa foto yang memperlihatkan Ella selalu menemui seorang pria dan selalu terlihat dengan pria itu.


Foto-foto sudah ada di atas mejanya dan saat dia tiba dia akan melihatnya, siapa yang ada di belakang Ella?


Sementara itu Vivian sudah tiba di kantornya, dia segera mencari kapten Willys untuk memberikan rekaman yang dia ambil dan juga rekaman suara pembicaraan si penghianat dan buronan mereka yang berinisial M.


Kapten Willys mendengar rekaman itu dan tampak berang. Dia ingin langsung menangkap agennya yang nakal tapi Vivian menahannya dan mengatakan rencananya.

__ADS_1


Sang kapten mendengarkan rencana Vivian dan mengangguk, Vivian meminta sang kapten merahasiakan hal ini karena dia tidak mau rencananya bocor dan sang kapten menyetujui permintaan Vivian. Dia akan mengurus petugas yang berkomplot dengan si penghianat dan Vivian juga meminta sang kapten untuk melakukan hal itu nanti supaya si penghianat tidak curiga.


Setelah memberi laporan, Vivian turun ke bawah dan bergabung dengan rekan-rekannya. Dia harap misinya malam ini untuk menangkap si penghianat dapat berjalan dengan lancar dan dia juga berharap buronannya terpancing dan datang ke clubs agar dia tahu, siapa sebenarnya yang dia cari?!


__ADS_2