
Sebuah sketsa wajah seorang wanita berambut panjang dan bertubuh tinggi sudah dibuat dan wanita itu akan jadi sasaran Carlk setelah ini.
Itu adalah wanita yang membantu Vivian semalam dan yang telah memberinya dua tembakan. Tidak akan dia biarkan wanita itu lari bahkan sketsa wajah sudah diberikan kepada sekelompok mafia jahat yang ada di California.
Mereka harus menemukan wanita itu dan membunuhnya. Terserah mau di apakan, mau diperkosa atau langsung dibunuh boleh mereka lakukan yang penting wanita itu mati.
Walaupun seorang wanita tapi dia telah terlalu meremehkannya. Ternyata wanita itu sangat hebat diluar perkiraannya. Itu terbukti dari aksinya semalam. Pantas saja Vivian dapat memecahkan teka teki yang dia berikan dan dapat menemukan bom yang dia simpan serta menjinakkannya.
Ternyata dia mendapatkan bantuan dari orang hebat tapi sejak dia melihat orangnya, jangan harap wanita itu akan hidup lebih lama karena sejak sketsa itu sudah jatuh ke tangan Mafia yang dia bayar, sejak itu juga kehidupannya tamat.
Dengan penuh percaya diri, Carlk memberikan sketa wajah Matthew saat sedang menjadi Maria kepada seorang pria yang adalah mafia. Pria itu terkenal membunuh orang tanpa ragu, mau wanita, pria, orang tua bahkan anak kecil pasti dia bunuh dan sekarang, nasib wanita itu tidak akan lama lagi.
"Aku ingin kau membunuhnya dan terserah dengan cara apa yang penting dia mati!" ucap Carlk.
"Serahkan padaku," jawab seorang pria yang duduk di depannya penuh percaya diri.
"Aku ingin satu minggu lagi dia mati."
"Beberapa hari, tidak perlu satu minggu. Aku akan mengirimkan foto kematiannya untukmu!"
"Bagus, aku sangat menantikannya dan pada saat dia mati, kau akan mendapatkan bayaranmu."
Pria itu mengangguk dan mereka berjabat tangan tanda mereka sepakat. Carlk sangat yakin wanita yang membantu Vivian pasti mati tapi apakah demikian? Dia bahkan tidak tahu orang yang ingin dia bunuh pria atau wanita. Tapi? Selamat berjuang deh.
Di tempat lain, tanpa tahu jika dia sudah menjadi buronan mendadak, Matthew masuk ke dalam ruangannya dan melihat sebuah bingkai foto berada di atas meja adiknya.
Karena merasa curiga, Matthew berjalan mendekati meja adiknya dan melihat foto itu. Matthew langsung berdecak kesal saat melihatnya, ternyata Michael benar-benar memajang foto mereka dan dia dalam keadaan memalukan.
Sepertinya adiknya sedang pergi ke perusahaan yang ada di Oakland bersama dengan James dan memang saat itu Michael berada di sana untuk mencari orang yang berani korupsi di perusahaan mereka.
Di dalam sebuah ruangan, tampak lima orang sedang berlutut di atas lantai sedangkan Michael berdiri di depan mereka dengan sebilah pedang di tangannya.
"Sekarang katakan padaku, siapa diantara kalian yang berani menggelapkan uang perusahaan?" tanya Michael sedangkan kelima karyawannya menunduk tidak berani melihatnya.
Mereka sungguh tidak menyangka jika bos mereka akan turun tangan secara langsung dan ini bukan pertanda baik.
__ADS_1
"Sebaiknya jawab selagi aku masih menanyakan permasalahan ini baik-baik."
Michael kira mereka akan mengaku tapi ternyata, tidak satupun dari mereka yang mau mengaku dan hal itu membuat Michael gusar.
"Tidak menjawab maka tangan kalian semua hilang dan aku akan mulai menghitung sampai tiga!"
Karena kelima orang itu masih diam saja, maka Michael mulai menghitung, "One."
Kelima karyawannya saling pandang dan tampak ketakutan apalagi saat Michale menyebut angka dua, wajah mereka semakin pucat dan tampak ketakutan.
Ketika Michael hendak menyebut angka tiga, seorang karyawannya berteriak, "Aku, aku yang korupsi!"
"Bagus, kau masih sayang dengan tanganmu jadi katakan padaku kenapa kau melakukannya?''
"Tuan Smith, aku mohon ampun," orang itu langsung bersujud di atas lantai.
"Aku diajak oleh mereka untuk korupsi," ucapnya lagi.
"Enak saja," keempat orang yang lain membela diri.
"Jadi kalian semua terlibat?" Michael menatap karyawannya satu persatu dengan tajam.
Mereka mulai berdebat dan membela diri, keempat orang karyawannya mulai menyalahkan rekan mereka dan tidak mau mengakui kesalahan mereka.
Michael mendekati mereka dan berdiri di depan kelima karyawannya sedangkan pedangnya sudah terangkat di tangannya.
"Pegang tangan mereka!" perintahnya dan pada saat itu, anak buahnya memegang tangan keempat orang yang tidak mau mengaku tadi.
Mereka ketakutan saat melihat mata pedang yang begitu tajam dan dalam hitungan beberapa detik saja, Michael sudah menebaskan pedangnya dan tangan mereka terlepas dan terjatuh di atas lantai. Teriakan mereka terdengar dan menggema di dalam ruangan sedangkan darah mengalir dan membasahi lantai. Orang yang mengaku tadi ketakutan dan setelah ini pasti giliran tangannya.
"Bawa mereka berempat dan jadikan cemilan untuk para hewan sedangkan yang satu itu, bawa kepenjara dan berikan perawatan terbaik untuk istrinya sampai dia sembuh!" perintah Michael.
Pada saat mendengarnya, keempat orang itu sangat ketakutan tapi yang seorang lagi, kembali bersujud dan berterima kasih karena dia hanya mendapat hukuman ringan dan tidak hanya itu, istrinya akan dirawat dengan baik sampai sembuh.
"Terima kasih tuan Smith, terima kasih," ucapnya sambil bersujud dan beberapa orang membawanya pergi sedangkan yang keempat orang mulai protes karena mereka merasa mendapatkan perlakuan tidak adil.
__ADS_1
"Kalian tahu? kalian masih beruntung karena jika kakakku yang datang, aku jamin kepala kalian sudah berada di atas lantai sekarang!"
James diam saja mendengarnya, Apanya yang beruntung? Yang satu memenggal kepala dan yang satunya memenggal tangan tapi pada akhirnya mereka akan berakhir ditempat yang sama, yaitu kolam buaya dan mereka sama saja.
Michael memerintahkan anak buahnya untuk pergi dan pada saat itu ponselnya berbunyi. Michael segera mengambil ponselnya dan menjawabnya.
"Mich, apa sudah selesai? Apa perlu aku pergi ke sana?" tanya Matthew.
"Tidak perlu kak, aku sudah selesai dan sudah mau kembali."
"Baiklah, tapi apa-apaan foto yang ada di atas mejamu?!"
"Kak, awas jika kau buang! Aku belum menunjukkannya pada aunty Ivy."
"Hei itu sangat memalukan! Bagaimana jika aunty mengenaliku? Aku akan jadi bahan tertawaan."
"Tidak akan! Kakak tidak perlu khawatir."
"Ck, cari pacar sana!"
"Nanti, belum berminat," jawab Michael sambil terkekeh.
Walaupun kesal melihat fotonya tapi Matthew meletakkan foto itu kembali ke atas meja adiknya dan tidak membuangnya. Semoga aunty Ivy tidak mengenalinya, jika tidak dia akan menjadi bahan tertawaan uncle Henry yang menyebalkan.
Setelah berbicara dengan adiknya, Matthew segera menghubungi Maxton. Dia harap Maxton punya waktu untuk bertemu dengannya dan tidak lama kemudian, terdengar suara seorang pemuda menjawab paggilannya.
"Hallo."
Matthew diam saja belum menjawab, apa orang yang sedang berbicara dengannya adalah pelayan baru Maxton?
"Maaf, aku mencari Maxton," jawab Matthew.
"Aku..aku Damian Maxton, siapa yang kau cari?" jawab pria yang sedang berbicara dengannya.
"Apa?" Damian Maxton? Bukankah menurut informasi yang adiknya dapat dia ada di Jepang?
__ADS_1
Sepertinya kali ini dia benar-benar harus berpikir dengan keras mengenai semua kebetulan yang sedang terjadi.