
Sebelum menjemput Vivian di rumah sakit, Matthew pergi ke perusahaannya terlebih dahulu karena Michael memintanya datang untuk membicarakan pekerjaan.
Lagi pula sudah beberapa hari dia tidak datang ke perusahaan karena sibuk. Mungkin sudah banyak pekerjaan yang menunggunya jadi lebih baik dia pergi ke sana sebentar.
Matthew masuk ke dalam ruangannya dan sangat heran melihat Clarina sedang berada di dalam. Dia tampak berbicara dengan Michael seperti membahas sesuatu.
Begitu melihat kedatangannya, Clarina sangat senang dan segera menghampirinya. Dia datang ke sana karena ada yang ingin dia bicarakan dengan sahabat baiknya.
"Akhirnya kau datang, aku sudah menunggumu sedari tadi," ucap Clarina.
"Ada apa?"
"Mana pria tampan yang menolongku waktu itu? Tidak kau sembunyikan bukan?"
"Ck, untuk apa kau mencarinya?" tanya Matthew seraya berjalan menuju mejanya.
"Aku hanya ingin berkenalan dengannya, memang tidak boleh?" tanya Clarina kesal.
"Sudahlah, Kak. Kenalkan saja. Kasian dia jomblo dari dulu," ucap Michael.
"Enak saja!" protes Clarina.
Tapi dia memang tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun. Itu karena dia hanya menyukai Matthew saja sejak mereka kecil. Clarina bahkan menolak setiap pria yang ingin dekat dengannya karena dia selalu berharap, Matthew bisa menganggapnya sebagai wanita yang spesial suatu saat nanti tapi sayang, hal itu tidak pernah terjadi apalagi sekarang sudah ada seseorang yang spesial di hati Matthew.
"Apa kau mencariku hanya untuk menanyakan hal ini?" tanya Matthew.
"Tidak, bukan," jawab Clarina.
"Lalu?"
Clarina menghampiri Matthew dan duduk di sebuah kursi yang ada di depannya. Dia ingin membicarakan hal penting pada Matthew karena dia sudah mengambil sebuah keputusan untuk masa depannya.
"Matth, aku ingin bertanya padamu dan jawab aku dengan jujur," Clarina memasang wajah serius sedangkan Matthew melihatnya dengan heran.
"Ada apa?"
"Apa kau benar-benar tidak menyukaiku?" tanya Clarina sambil memandanginya dengan serius.
"Siapa bilang? Aku menyukaimu," jawab Matthew. Entah kenapa dia semakin curiga dengan sikap Clarina.
"Not as a friend but as a woman. Do you really have no feelings for me?"
"No! Kau tahu sejak dulu aku hanya menganggapmu sebagai sahabat saja dan aku tidak memiliki perasaan spesial untukmu."
Clarina tersenyum, dia tahu tapi dia ingin memastikannya saja. Sekarang dia akan mengubur perasaannya dalam-dalam dan mencari cinta yang baru.
"Terima kasih, Matth. Sekarang aku bisa pergi dengan tenang dan membuka hatiku untuk yang lain," ucap Clarina sambil tersenyum.
__ADS_1
"Apa maksudmu?" Matthew dan Michael bertanya secara bersama-sama.
"Dua hari lagi aku akan berangkat ke Inggris dan aku sudah memutuskan akan menetap di sana dan tidak akan kembali lagi."
Matthew dan Michael sangat terkejut mendengarnya, kenapa begitu mendadak?
"Kenapa? Bukankah ayahmu ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur?" tanya Matthew.
"Tadinya Daddy memang ingin mencalonkan diri tapi karena kejadian yang kami alami, Daddy memutuskan untuk mundur dan kami memutuskan untuk pindah ke Inggris."
"Pergilah jika menurutmu itu baik."
"Kau tidak akan menyesal, bukan?" tanya Clarina.
"For what?"
"karena telah menolakku," jawab Clarina.
Matthew terkekeh dan bangkit berdiri. Dia juga berjalan mendekati Clarina dan berdiri di sampingnya.
"Tidak! Kita tidak berjodoh, Clarina. Pasti ada seseorang yang lebih baik dari pada aku untukmu di luar sana. Carilah pria baik-baik dan yang tulus mencintaimu. Aku harap kau tidak terjebak dengan pria tidak benar," ucap Matthew.
"Aku tahu," Clarina bangkit berdiri dan memeluk Matthew.
Hari ini adalah hari terakhir mereka bertemu karena besok dia akan sibuk membereskan barang-barang yang akan dia bawa.
"Aku mencintaimu, Matth," ucap Clarina dan tanpa dia inginkan air matanya mengalir.
"Aku tahu, aku tahu dia sangat berarti bagimu. Sejak melihat kebersamaan kalian berdua aku tahu aku sudah kalah tapi perasaan ini?"
"Sttss ... tidak perlu dibahas. Percayalah, suatu hari nanti kau akan bertemu dengan seseorang yang sangat mencintaimu tapi orang itu bukan aku."
"Aku tahu, tapi kita akan selalu jadi sahabat, bukan?" Clarina melepaskan pelukannya dan memandangi Matthew.
"Yes, we are best friend forever," jawab Matthew sambil tersenyum.
"Thanks, sampaikan salamku pada pacarmu dan ucapkan terima kasih padanya karena telah menyelamatkan ayahku," ucap Clarina seraya mengambil tas yang dia letakkan di atas meja.
"Apa kau tidak mau menghadiri pesta pernikahan kami nanti?"
"Jika bisa aku akan kembali tapi jika tidak bisa, maafkan aku."
"Tidak apa-apa, semoga kau betah di sana. Jika aku pergi ke Inggris bersama dengan Vivian untuk menjenguk keluarganya maka aku akan mencarimu."
"Vivian dari Inggris?"
"Yes," jawab Matthew.
__ADS_1
"Ini benar-benar kebetulan. Aku menanti kedatangan kalian nanti," ucap Clarina.
Sebelum Clarina pergi, Matthew memeluknya kembali begitu juga dengan Michael. Mereka tidak menyangka jika Clarina akan pindah apalagi ini sangat mendadak.
"Sampaikan salamku untuk keluarga kalian dan katakan pada ibu kalian jika aku tidak punya waktu untuk mengunjunginya," ucap Clarina.
"Jaga dirimu baik-baik," ucap Michael ketika dia memeluk Clarina.
"Pasti. Kau juga segeralah cari jodoh! Jangan hanya duduk di depan komputer sepanjang hari," ucap Clarina.
"Jodohku tidak perlu dicari. Nanti dia akan datang sendiri," jawab Michael.
"Dasar menyebalkan!" gerutu Clarina, sedangkan Micael terkekeh.
"Baiklah, aku sudah harus pergi," ucap Clarina.
"Jagalah dirimu baik-baik selama di sana, Clarina," ucap Matthew.
"Pasti. Aku doakan kau dan Vivian selalu bahagia dan kau Mich, aku doakan kau bertemu dengan gadis menyebalkan yang akan mengejarmu sepanjang hari."
"Enak saja!" ucap Michael.
Clarina tertawa dan kembali memeluk kedua sahabat baiknya sebelum dia pergi. Walaupun terasa berat harus berpisah tapi dia sudah memutuskan untuk pindah dan memulai awal yang baru di Inggris.
"Dia pergi, Kak," ucap Michael setelah Clarina keluar dari ruangan mereka.
"Yeah ... biarkan dia melupakan aku. Dia tahu aku tidak bisa bersama dengannya."
"Tapi dulu Kakak begitu memujinya dan membanggakannya di depan Aunty Ivy."
"Hey, itu waktu kita masih kecil!"
"Tapi dia benar-benar tulus mencintaimu, Kak."
"So?" Matthew memandangi adiknya.
"Yeah ... padahal dulu aku pikir Kakak akan menikah dengan Clarina," jawab Michael.
"Jodoh tidak ada yang tahu bukan?Lagi pula aku sudah bertemu dengan Vivian tanpa sengaja dan hanya dia saja yang bisa mengambil hatiku."
"Kakak benar," ucap Micael seraya kembali duduk di kursinya dan melihat layar komputer. Sepertinya dia sudah harus mencari pacar.
Di luar sana, mobil Clarina sudah berjalan pergi. Clarina melihat Smith Corp sambil menghela nafas.
"Good bye, Matth," ucapnya dan air matanya kembali mengalir.
Bagaimanapun Matthew adalah cinta pertamanya dan dia tahu jika cinta tidak harus selalu memiliki. Walau Matthew tidak bisa membalas perasaannya tapi dia tidak menyesal sama sekali karena telah mencintai Matthew. Kini perasaannya terasa ringan dan dia akan melupakan cintanya dan memulai mencari cinta yang baru.
__ADS_1
Setidaknya mereka masih bersahabat dan dia sangat bersyukur jika dia tidak bersikap egois dan menghancurkan persahabatan mereka yang telah terjalin sejak lama.
Clarina mengusap air matanya sambil menghela nafas, sedangkan matanya menatap langit biru. Adakah seseorang di luar sana yang akan mencintainya dengan tulus?