Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Ide yang cemerlang


__ADS_3

Seorang pria sedang berdiri didepan jendela yang terdapat disebuah ruangan yang ada digedung pencakar langit di kota itu, pria itu tampak tersenyum dengan puas mengingat kejadian semalam.


Bom yang dia pasang memang tidak sia-sia karena dia jadi tahu sampai dimana kemampuan Vivian walaupun dia harus mengorbankan beberapa anak buahnya.


Permainan semakin menarik dan dia masih punya banyak kesempatan untuk memasang bom yang lebih berbahaya lainnya dan pastinya Vivian harus lebih bekerja keras lagi untuk menjinakkannya.


Pada saat itu, telephone yang ada di atas meja berbunyi. Pria itu segera kembali kemeja dan duduk di kursinya tapi sebelum itu dia menekan sebuah tombol yang ada di telephone.


"Mr M, bagaimana dengan rencana yang kau buat semalam?" seseorang bertanya dari saluran telephonenya.


"Kau tidak perlu ikut campur dalam masalah ini! Cukup beri aku informasi apa saja yang dia lakukan dan apa saja rencananya!" jawab pria itu dengan sinis.


"Tenang saja Mr M, asal kau memenuhi permintaanku maka kau akan tahu setiap gerak geriknya!" ucap orang itu pula.


"Kau akan mendapatkannya asal kau selalu memberikan informasi yang aku inginkan!"


"Baik, aku pasti akan memberikan semua informasi yang kau inginkan!" ucap orang itu dan tidak lama kemudian, terdengar suara telephone dimatikan.


Pria itu meletakkan kedua kakinya keatas meja dan menautkan jari jemarinya, sebuah senyuman menghiasi wajahnya saat mengingat aksi Vivian.


Tapi dia belum puas dan masih ingin melihat kemampuan Vivian lagi dan lagi, mungkin sebaiknya dia menyusun rencana lagi dan dia sangat yakin jika Vivian tidak akan pernah tahu siapa sebenarnya dirinya.


"Angel, tunggulah. Aku ingin melihat aksimu lagi!" ucap pria itu dengan seringai diwajahnya.


Pintu ruangan terbuka saat itu dan seorang wanita masuk kedalam sambil membawa beberapa berkas dan beberapa surat, itu adalah seketarisnya.


"Bos ini daftar-daftar nama yang kau inginkan dan ini beberapa surat untuk anda," ucap seketarisnya seraya meletakkan berkas yang dia bawa keatas meja.


Pria itu mengambil surat-surat yang ada di atas berkas untuk melihat siapa yang mengirimkan surat itu tapi tidak lama kemudian, dia meremas surat-surat itu tanpa melihat isinya dan membuangnya ke tong sampah sambil mengumpat, "Cih, sialan!"


"Untuk lain kali, jika ada surat seperti ini segera buang dan tidak perlu memberikannya padaku!" perintahnya dengan dingin.


"Baik bos!" jawab sekertarisnya dan wanita itu segera undur diri.


Pria itu mengambil berkas-berkas yang ada di atas meja dan melihat beberapa nama pejabat yang berani melawannya, dia akan kembali menguji kemampuan Vivian menggunakan salah satu dari mereka dan tentunya dia akan menyusun rencana terlebih dahulu sebelum mengirimkan surat tantangan lagi untuk Vivian.

__ADS_1


Saat membayangkan aksi Vivian sudah membuatnya tidak sabar dan dia ingin melihatnya lagi, mungkin kali ini dia harus memasang bom ditempat tersembunyi. Ini ide yang bagus, permainan akan semakin menarik jika dia memberikan sebuah teka teki untuk Vivian pecahkan jika dia ingin menemukan keberadaan bom itu.


Ini juga akan menjadi pengalih perhatian untuk para polisi dan para agen, disaat mereka sedang sibuk mencari bom itu, saat itu juga dia akan memerintahkan kapal yang membawa senjata-senjatanya ke Moskow untuk jalan dan dengan begini tidak akan ada yang menggagalkan bisnisnya.


Pria itu kembali tersenyum, sungguh sebuah ide yang cemerlang dan dia akan segera menyusun rencana untuk menjalankan ide cemerlangnya.


"Angel, siapkan dirimu, aku akan kembali menantangmu!" ucapnya seraya mengangkat telephone karena dia akan menghubungi seseorang.


Sementara itu ditempat lain, Vivian sedang berkumpul dengan para agen disebuah ruangan.


Mereka sedang membahas pria berinisial M yang menjadi buronan mereka dan yang telah merugikan banyak orang.


Walaupun ledakkan bom yang terjadi semalam tidak memakan korban tapi banyak menimbulkan kerugian materi. Puluhan mobil yang terparkir diarea gedung rusak dan beberapa gedung hancur akibat dampak ledakan.


Puluhan mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan api dan mereka bekerja sampai jam dua dini hari. Tidak ada yang tersisa setelah api dipadamkan bahkan daftar para tamu undangan habis dilahap api padahal daftar Itu bisa mereka gunakan untuk melihat siapa saja yang datang kepesta tapi sayang, api sudah membakarnya.


Vivian benar-benar kesal, siapa sebenarnya pria berinisial M yang menantangnya?


Sungguh penjahat yang begitu cerdik dan berbahaya. Yang membuatnya semakin kesal adalah, orang itu menantangnya menjinakkan bom yang tidak bisa dijinakkan. Sungguh keterlaluan dan sebaiknya mulai sekarang, dia harus banyak belajar mengenai benda berbahaya itu lagi.


Semua agen memegang kertas itu dan melihat nama-nama yang ada diatas kertas dengan serius begitu juga dengan Vivian, dia juga melihat nama-nama yang ada didalam daftar.


Seorang kapten mulai menunjuk kearah layar dimana nama Matthew dan Michael yang pertama kali muncul.


"Kita tahu jika mereka berdua adalah orang paling berbahaya yang ada di kota ini dan tidak pernah terlihat terlibat dengan sesuatu yang melanggar hukum, jadi menurut kalian, adakah kemungkinan merekalah orang berinisial M ini?" tanya sang kapten.


"Kapten, jika mereka adalah orang paling berbahaya, bukankah kemungkinan besar orang yang menjadi target kita adalah salah satu dari mereka?" jawab Vivian.


"Kau benar Angel, tapi dari dulu sampai sekarang mereka selalu menjadi orang paling berbahaya tapi mereka tidak pernah terlibat dengan hal yang melanggar hukum!" jawab sang kapten.


"Kenapa begitu?" Vivian benar-benar penasaran.


"Tidak ada yang tahu Angel, setiap musuh mereka lenyap ditelan bumi dan tidak ada yang bisa membuktikan jika mereka telah melakukan pembunuhan atau yang lainnya."


Vivian berpikir dengan keras, kecurigaannya terhadap Matthew Smith semakin besar setelah mendengar penjelasan sang kapten apalagi wajah mereka tidak dimunculkan dilayar, apa begitu rahasia?

__ADS_1


Mungkin ada baiknya dia mencari tahu tentang pria ini secara diam-diam, jika saja dia tahu dimana Matthew Smith berada?


Selama sang kapten kembali menjelaskan, Vivian bertanya kepada Patrik yang ada disampingnya dengan berbisik.


"Patrik, apa kau tahu dimana mereka berada?"


"Kenapa Angel? Apa kau mencurigai salah satu dari mereka?" tanya Patrik sedangkan Vivian mengangguk.


"Sebaiknya jangan cari gara-gara dengan mereka Angel," ucap Patrik mengingatkan.


"Why?" tanya Vivian dan rasa penasarannya semakin besar.


"Aku hanya khawatir kau tidak bisa pulang ke Inggris lagi dan bertemu dengan keluargamu dan kau juga tahu dari mana asal buronan kita."


"Aku tahu Patrik, kita tidak boleh terkecoh dengan asal buronan kita dan kau tidak perlu khawatir, aku bukan orang bodoh yang akan sembarangan menangkap orang tanpa ada bukti jadi beritahu aku dimana aku bisa mencari mereka, aku hanya ingin melihat rupa mereka saja."


"Kau benar tapi apa kau yakin Angel?" tanya Patrik meyakinkan dan Vivian kembali mengangguk.


Patrik menghembuskan nafasnya dan menuliskan sesuatu disebuah kertas dan setelah selesai dia segera memberikan kertas itu kepada Vivian sambil berkata, "Semoga kau tidak terlibat masalah dengan mereka!"


"Tidak akan, aku hanya ingin melihat wajah mereka saja tapi sebelum itu, boleh aku tahu pesta ulang tahun siapa semalam?" tanya Vivian lagi.


"Itu pesta ulang thun Clarina putri wali kota."


"Baiklah, aku akan mendatanginya."


"Untuk apa?"


"Meminta daftar tamu undangan dan aku akan memeriksa siapa saja yang datang, siapa tahu aku dapat petunjuk."


"Baiklah itu ide bagus, apa perlu aku temani?" tanya Patrik.


"Tidak perlu Patrik," jawab Vivian sambil tersenyum.


Mereka kembali mendengarkan penjelasan sang kapten sedangkan Vivian meremas alamat yang diberikan oleh Patrik dan berkata dalam hati, "Matthew Smith, tunggu aku datang! Walaupun tidak ada yang berani denganmu tapi tidak denganku, aku ingin melihat seberapa jeleknya wajahmu dan menendang bokongmu!" sesungguhnya Vivian masih dendam karena virus yang menyerang komputernya mengakibatkan benda itu rusak total dan banyak data-data pentingnya hilang dan yang semakin membuatnya kesal adalah, dia harus membeli komputer baru.

__ADS_1


__ADS_2