Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Harapan Jager Maxton


__ADS_3

Di Pemakaman Nasional San Francisco terlihat beberapa orang sedang sibuk karena sesuai perintah Jager maxton, mereka akan membongkar sebuah makam yang ada di sana dan tentunya setelah mereka mendapat ijin.


Dua orang dokter ahli sudah didatangkan untuk mengambil tulang bayi yang terkubur bersama dengan Cristiana, tentu tulang itu mereka perlukan untuk tes DNA.


Selagi orang-orang yang dia perintahkan sedang bersiap-siap, Jager menghampiri makam istrinya dan berdiri di depannya. Dia ingin berbicara dengan istrinya sebentar sebelum makamnya dibongkar.


"Cristiana aku kembali lagi tapi maaf karena kedatanganku kali ini untuk membongkar makammu," ucapnya sambil memandangi foto istrinya.


"Aku harap kau tidak marah dengan tindakanku ini tapi aku hanya ingin memastikan sesuatu, apa bayi yang dikuburkan denganmu waktu itu adalah putri kita atau bukan?" Jager menutupi matanya menggunakan jarinya karena air matanya hampir tumpah.


"Aku melakukan hal ini bukan tanpa alasan, apa kau tahu Cristiana?" Jager mulai berjongkok untuk mengusap foto istrinya.


"Seorang gadis datang ke rumah dan wajahnya sangat mirip denganmu. Aku rasa ini bukan kebetulan semata karena usianya sama dengan usia Fiona. Tidak saja wajahnya tapi juga senyumnya begitu mirip denganmu dan aku rasa aku harus membuktikan hal ini, apa yang dikuburkan denganmu putri kita atau bukan?!"


"Jika bukan aku rasa, dialah putri kita walaupun aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kalian dua puluh lima tahun yang lalu. Aku...aku sungguh berharap," mata Jager terasa panas karena air matanya mulai mengalir.


"Aku sungguh berharap putri kita masih hidup. Aku sungguh berharap telah terjadi sebuah kesalahan sehingga bayi yang dikuburkan bersama denganmu bukanlah putri kita, aku sungguh mengharapkan hal itu Cristiana."


"Selama dua puluh lima tahun sejak kepergian kalian, hidupku tidak ada artinya lagi. Tidak ada! Penyakitku ini mulai menggerogoti tubuhku dan selama dua puluh lima tahun aku hanya berharap bisa menemukan petugas yang membunuh kalian untuk membalas kematian kalian tapi sekarang? Setelah melihat gadis itu harapanku berubah, aku berharap putri kita masih hidup dan aku berharap disisa waktuku yang tinggal sedikit lagi karena dokter telah memvonis hidupku hanya bisa bertahan beberapa tahun saja. Aku sangat berharap disisa hidupku ini aku bisa menghabiskan waktuku yang berharga bersama dengan putri kita, hanya itu harapanku sekarang dan aku harap kau tidak marah karena tindakanku ini Cristiana."


Jager mengusap foto istrinya kembali dan setelah itu dia bangkit berdiri karena orang-orang yang dia perintahkan sudah siap untuk membongkar makam istrinya.


Damian mendekati ayahnya dan membawa sebuah payung untuk ayahnya supaya ayahnya tidak kepanasan. Saat orang-orang yang mereka perintahkan mulai bekerja, mereka berdiri agak jauh dari makam dan melihat makam mulai dibongkar.

__ADS_1


Jager tak kuasa menahan air matanya karena kenangan akan dua puluh lima tahun yang lalu kembali terngiang ketika peti mati istrinya dimasukkan ke dalam tahan, rasanya saat itu dia ingin bergabung dengan mereka.


Dia sampai berpikir, mungkin itu adalah dosa yang harus dia tanggung karena dia telah membunuh banyak orang. Oleh sebab itulah, setelah istri dan putrinya tiada dia benar-benar tidak membunuh siapapun lagi dan baj*ngan itu adalah orang terakhir yang dia bunuh.


Entah mengapa dia merasa menyesal sekarang karena pada saat itu, dia tidak menanyakan pada baj*ngan itu apa yang sebenarnya terjadi. Seandainya dia tidak dikuasai emosi dan bisa sedikit berpikir jernih? Mungkin dia bisa tahu apa yang telah terjadi pada istri dan putrinya dan mungkin saja dia bisa tahu siapa yang membunuh mereka.


Tanah makam mulai dibongkar dan tidak lama kemudian, sebuah peti mati mulai diangkat naik ke atas. Peti masih tampak begitu bagus karena rasa cintanya yang begitu besar kepada Cristiana, Jager membelikan peti mati paling mahal yang tidak akan mudah rusak.


Bahkan karena begitu besar cintanya pada Cristiana, Jager tidak tertarik pada wanita manapun lagi setelah kepergian istrinya dan memang tidak ada yang bisa menggantikan istrinya di dalam hatinya.


Mereka hanya melihat dari jauh saat peti mati mulai dibuka dan dua dokter ahli mulai melakukan tugas mereka untuk mengambil tulang bayi dari sana.


Pekerjaan itu dilakukan dengan cepat dan setelah selesai, peti mati kembali ditutup dan dimasukkan ke dalam tanah. Jager mengusap air matanya yang kembali mengalir saat peti mati istrinya kembali di masukkan. Dia sangat berharap setelah DNA selesai, hasilnya menunjukkan jika bayi itu bukan putrinya, dia benar-benar berharap.


Damian diam saja dan memberikan sapu tangan untuk ayahnya, dia tidak tahu ternyata ayahnya sangat mencintai istrinya.


Saat makam kembali di tutup, ponsel Jager berbunyi. Dengan enggan Jager menggambil ponselnya dan menjawab panggilan yang entah dari siapa.


Dia pikir itu dari anak buahnya tapi seseorang yang berbicara dengannya terasa tidak asing karena orang itu pernah menghubunginya, siapa lagi jika bukan Carlk.


Tentu dia menghubungi Jager untuk menghasutnya kembali karena sepertinya hasutan pertamanya gagal.


"Ada apa?" terdengar suara Jager yang begitu dingin.

__ADS_1


"Tuan Max, anda benar-benar sombong!" Jawab Carlk.


"Jika tidak ada hal penting maka jangan menghubungiku!" Jager benar-benar marah. Suasana hatinya sedang sedih tapi orang itu selalu menggangunya.


"Ck..ck tuan Max, sepertinya kau tidak memerlukan informasi dariku. Apa kau tidak mau mengetahui apa yang terjadi pada istri dan putrimu dua puluh lima tahun yang lalu?" tanya Carlk sambil tersenyum dengan licik.


"Jangan menipuku dan jangan mengadu domba aku dengan siapapun!"


"Mengadu domba? Anda salah paham tuan Max, memang yang membunuh istri dan putrimu adalah David Adison dan aku tidak berbohong akan hal ini!" Memang saat istri Maxton mati terbunuh, kakek Vivian ada di sana.


"Apa yang kau tahu? Katakan semuanya padaku!" Jager mulai penasaran karena dia memang ingin tahu apa sebenarnya yang telah terjadi dua puluh lima tahun yang lalu.


"Jika kau ingin tahu maka datanglah ke Boardner's besok jam tujuh malam, aku menunggumu di sana."


"Tidak, katakan sekarang juga!!" pinta Jager tapi pada saat itu Damian memegangi bahu ayahnya dan mengangguk sebagai isyarat supaya ayahnya menyetujui permintaan orang itu karena dia yang akan pergi menggantikan ayahnya.


Bagaimanapun mereka harus tahu apa yang terjadi dan apa sebenarnya tujuan orang itu?!


"Tidak bisa tuan Max, temui aku baru informasi itu bisa kau dapatkan."


"Baiklah, siapa kau? Aku akan menemuimu besok malam dan awas jika kau menipuku!" jawab Jager menyetujui permintaan Carlk.


"Panggil aku Scott dan aku tunggu besok malam. Aku jamin kau tidak akan menyesal setelah mendengar infomasi dariku."

__ADS_1


"Baiklah," jawab Jager Maxton seraya mematikan ponselnya.


Sebuah seringai menghiasi wajah Carlk setelah berbicara dengan Jager Maxton. Akhirnya, dia yakin besok Jager Maxton akan termakan oleh hasutannya dan dia harap Vivian menyiapkan dirinya saat rencananya berhasil.


__ADS_2