Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Extra Part: Surprise


__ADS_3

Matahari bersinar dengan terik siang itu. Vivian sedang berbaring di Bungalow yang ada di sisi pantai sambil mengusap perutnya.


Dia hanya diam saja seraya menikmati hembusan angin pantai dan memandangi deburan ombak yang menerjang sisi pantai.


Matthew sedang pergi ke kantor saat itu jadi dia sendirian di rumah. Rasanya mengantuk karena angin laut yang menerpa tapi dia bosan karena hampir setiap hari dia hanya tidur.


Vivian menegakkan duduknya, dari pada dia menghabiskan waktu hanya berbaring saja lebih baik dia pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan bayinya.


Dia tidak akan mengatakan hal ini pada Matthew karena dia tidak mau merepotkan Matthew. Lagi pula hanya ke rumah sakit saja dia bisa pergi sendiri.


Vivian segera kembali ke rumah sambil mengusap perutnya. Dia sungguh tidak sabar menanti kelahiran buah hatinya agar ada yang menemaninya di rumah. Yang pasti nanti di sisi pantai pribadi mereka dia akan meminta Matthew membuat sebuah arena untuk melatih anak mereka jika sudah dewasa. Mereka harus tumbuh menjadi anak-anak tangguh dan berbakat, tentunya dia yang akan mengajari mereka nanti.


Setelah mengganti pakaiannya Vivian segera pergi ke rumah sakit pribadi keluarga Matthew. Dia pergi bersama dengan supir pribadi yang sudah disiapkan oleh Matthew jika dia hendak pergi ke tempat yang dia inginkan. Matthew tidak mengijinkannya lagi membawa motor karena itu sangat berbahaya.


Seorang dokter akan memeriksa keadaannya saat itu. Vivian sudah berbaring di atas ranjang yang sudah tersedia, sedangkan seorang perawat sudah mengoleskan gel di perutnya.


Vivian sudah tampak tidak sabar dan Ketika dokter itu menghampirinya, Vivian tersenyum. Sang dokter mulai memeriksa dan matanya fokus pada layar karena dia ingin melihat perkembangan sang bayi.


"Wow," dokter itu tampak kagum saat melihat ke arah layar dan dia memeriksa dengan teliti untuk memastikan.


"Congratulations Mrs. Smith," ucap dokter itu sambil tersenyum.


"The baby oke?" tanya Vivian.


"Yes, they are fine," jawab sang dokter.


"What? They?" Vivian tampak bingung.


"Yes, they," ucap sang dokter sambil tersenyum.


Dengan perlahan Vivian mengangkat kepalanya untuk melihat layar dan ketika dia melihatnya, mata Vivian membulat karena dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


"Oh my God," Vivian menutup mulutnya dan tampak begitu bahagia, apa dia tidak salah lihat?


Ini akan menjadi sebuah kejutan untuk suaminya nanti dan tentunya untuk keluarga mereka juga. Setelah melakukan pemeriksaan, Vivian turun dari atas ranjang dan dia tampak begitu bahagia.


Vivian segera pulang karena dia mau memberikan kejutan untuk Matthew. Matthew pasti akan senang saat mendapat kabar ini jadi dia akan memberikan sebuah kejutan spesial untuk suaminya.


Tapi sebelum kembali, dia membeli beberapa barang dan setelah itu dia pulang ke rumah. Vivian bahkan meminta para pelayan untuk menyiapkan makan malam romantis di sisi pantai.


Dia benar-benar akan menyiapkan kejutan itu dengan sepenuh hati dan memberikan beberapa petunjuk untuk suaminya.


Ketika waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, Matthew pulang ke rumah. Dia sangat heran mendapati istrinya tidak ada. Dia bahkan mencari istrinya di dalam kamar tapi hanya sebuah kertas dia temukan di atas ranjang.


Matthew meraih kertas itu dan membaca sebuah tulisan yang ada di kertas.

__ADS_1


"Aku tunggu di Bungalow dan jangan lupa bawa clue-nya."


Matthew tersenyum, apa istrinya sedang ingin bermain teka teki dengannya?


Karena tidak ingin membuat Vivian menunggu, Matthew segera mandi dan bergegas menuju sisi pantai. Disepanjang jalan menuju Bungalow, terdapat lilin yang berjajar dengan rapi untuk menerangi jalan dan juga clue yang dimaksud oleh Vivian.


Matthew memungut sebuah sepatu bayi yang terdapat di sisi lilin dan tersenyum. Dia jadi sangat penasaran, kejutan apa yang ingin diberikan oleh istrinya?


Sebuah sepatu sudah dia dapatkan. Dia kembali berjalan dan menemukan sebuah sepatu bayi lagi. Matthew semakin tambah penasaran karena lagi-lagi dia menemukan sepatu bayi di dekat lilin yang lain.


Dia sudah hampir tiba di Bungalow dan tiga sepatu bayi sudah berada di tangannya. Matthew kira dia sudah menemukan semua clue-nya tapi ternyata dia menemukan tiga sepatu lainnya.


Dia semakin heran kenapa istrinya meletakkan banyak sepatu sebagai clue. Rasa penasarannya semakin besar, dia membawa sepatu yang dia temukan dan menghampiri istrinya.


"Apa maksudnya ini, Babe?" tanya Matthew seraya menunjukkan sepatu yang dia bawa.


"Coba tebak," ucap Vivian. Dia segera menghampiri suaminya dan mengambil sepatu bayi yang dia bawa.


"Jadi aku harus menebaknya?" Matthew meraih pinggang Vivian dan mencium pipinya.


"Yes, tapi kau bisa menebaknya nanti dan sebaiknya kita makan dulu sebelum makanannya dingin," ucap Vivian.


Matthew tersenyum dan memikirkan kejutan yang diberikan oleh istrinya dan semoga dia tidak salah menebak. Mereka segera menuju sebuah meja yang terdapat di sisi pantai dan di atas meja makanan sudah terhidang dan sebuah lilin menyala.


Di samping lilin juga terdapat sebuah kotak kecil dan di dalam kotak itu terdapat selembar foto hasil USG yang Vivian lakukan hari ini.


"Kau benar-benar sudah terlihat tidak sabar."


"Ayolah, apa bayi kita kembar tiga?" tanya Matthew.


Vivian tersenyum dan meraih kotak yang ada di atas meja, dia segera memberikan kotak itu pada Matthew sambil tersenyum.


"Bukalah, kau akan menemukan jawabannya."


Tanpa membuang Waktu, Matthew mengambil kotak yang diberikan oleh istrinya dan mengeluarkan foto yang terdapat di sana. Setelah melihat foto itu, Matthew tampak tidak percaya.


Dia melihat Vivian dan melihat foto itu lagi dengan teliti.


"Pasukan kita?" ucapnya tidak percaya.


"Yes," Vivian mengangguk dan tersenyum.


"Oh my!" Matthew meraih pinggang Vivian dan mengangkatnya tinggi-tinggi. Dia juga memutar Vivian karena dia begitu bahagia melihat kejutan yang diberikan oleh istrinya.


Vivian tertawa, seperti yang dia duga, Matthew pasti akan senang dengan kejutannya.

__ADS_1


"So, we have six babies?" tanya Matthew setelah berhenti memutar istrinya.


"Yes, we have six babies," jawab Vivian membenarkan.


"Oh my, thank you Babe."


Matthew mencium istrinya dengan mesra karena dia benar-benar bahagia. Dia tidak menyangka jika mereka benar-benar akan memiliki bayi kembar enam.


"Oh aku benar-benar senang. Apa yang kau inginkan? Kau ingin aku jadi Maria? Akan aku lakukan dengan senang hati," ucap Matthew sambil menciumi wajah istrinya tanpa henti.


Vivian terkekeh, haruskah dia memanfaatkan hal ini?


"KIta harus memberitahu kabar ini pada Mommy, dia pasti senang," ucap Matthew dengan tidak sabar.


"Sebaiknya kita makan dulu, Matth," ajak Vivian.


"Kau benar, oh aku benar-benar senang. Terima kasih sayang, akhirnya kita benar-benar punya pasukan."


"Yes, aku akan melatih mereka menjadi anak-anak yang hebat," ucap Vivian.


"Kita. Kita yang akan melatih mereka, Babe."


Vivian mengangguk, sedangkan Matthew kembali menggendongnya dan memutar tubuh istrinya. Malam ini dia sangat senang dan dia tidak menyangka jika dia benar-benar akan memiliki bayi kembar enam.


Setelah menghabiskan makan malam mereka, Matthew segera mengajak Vivian pulang ke rumah orangtuanya. Dia benar-benar sudah tidak sabar mengatakan kabar ini pada ibunya.


Keluarganya pasti akan sangat senang seperti dirinya saat mengetahui hal ini. Ketika melihat mereka kembali, Kate tampak heran dan mengira telah terjadi sesuatu pada menantunya.


"Ada apa, Sayang? Kenapa kalian pulang semalam ini?" tanya Kate.


"Mom," Matthew memeluk ibunya dan hal itu semakin membuat Kate penasaran.


"Ada apa, Matth? Apa telah terjadi sesuatu dengan istrimu?"


"No, Mom."


"So?"


"Mom, we will have six babies," ucap matthew.


"What? Are you serious?" tanya Kate tidak percaya.


"Yes," jawab Matthew.


"Oh my God, Albert!" Kate langsung berlari mencari suaminya.

__ADS_1


Malam itu terjadi kehebohan di kediaman keluarga Smith. Itu adalah berita paling bahagia yang mereka dapatkan. Jacob bahkan berjoget saat mendengarnya karena dia benar-benar bahagia.


Tidak mereka saja, Jager Maxton juga Damian begitu senang mendengar kabar itu begitu juga dengan keluarga Vivian yang ada di Inggris. Mereka berencana datang untuk merayakan kabar gembira itu.


__ADS_2