
Diperjalanan pulang, Vivian tampak termenung dan memandangi kotak yang dia bawa, kenapa Maxton memberikan benda berharga milik istrinya kepadanya dan apa maksudnya?
Seharusnya Jager tidak perlu memberikan benda itu untuknya hanya karena wajahnya mirip dengan istrinya. Jangan katakan jika Jager Maxton menganggap dia sebagai pengganti istrinya yang sudah tiada?
Dia tidak akan mau jika seperti itu dan sebaiknya dia mengembalikan benda itu sekarang juga, dia sudah bertekad bukan jika dia tidak mau bertemu Maxton lagi setelah malam ini? Jadi sebaiknya dia mengembalikan benda itu dan setelah itu semua selesai.
"Matth, ayo kita kembali," ajaknya.
"Ya, kita memang mau pulang bukan?"
"Bukan begitu Matth," Vivian menatap Matthew dengan wajah sendu.
"Lalu? Kau mau kembali ke mana?"
"ke rumah Maxton untuk mengembalikan benda ini, aku tidak bisa menerimanya Matth," jawab Vivian seraya mengangkat kotak yang ada di tangannya.
"Dia sudah memberikannya kepadamu maka terima saja, untuk apa kau mengembalikannya lagi?"
"Matth, kau benar-benar?" Vivian sedikit kecewa dengan ucapan Matthew.
Dia kira Matthew akan mendukungnya untuk mengembalikan benda itu tapi kenapa Matthew justru memintanya untuk menerima benda yang tidak seharusnya menjadi miliknya?
Dilihat bagaimanapun itu adalah benda berharga dan tidak seharusnya Maxton memberikan benda berharga itu untuknya.
"Kenapa kau berkata seperti itu Matth? Aku sungguh tidak enak hati menerimanya."
"Aku tahu babe, tapi jika kita kembali dan mengembalikan benda itu maka kita akan menyinggung perasaannya dan aku yakin Jager Maxton pasti akan sedih dan Kecewa."
Vivian menunduk, benar apa yang dikatakan oleh Matthew tapi sungguh dia tidak enak hati menerima benda berharga itu.
"Apa yang kau pikirkan babe? Jika kau tidak mau maka kau bisa membuang benda itu sekarang dijalanan dari pada kau mengembalikannya dan membuatnya kecewa."
"Tapi aku sungguh tidak enak hati menerima benda ini Matth."
"Aku tahu babe," Matthew mengusap kepala Vivian dan mencium dahinya dengan lembut.
"Tapi aku ingin bertanya padamu, kenapa kau tidak bisa menerimanya? Apa karena wajahmu mirip dengan istrinya atau hanya karena tidak enak hati?"
__ADS_1
"Seharusnya kau tahu Matth. Selain wajahku yang mirip dengan istrinya aku juga tidak enak hati. Aku tidak mau dia menganggap aku sebagai pengganti istrinya yang sudah tiada," jawab Vivian sambil menunduk.
"Hahahahaha!" Matthew tertawa sedangkan Vivian menatapnya dengan tajam.
"Kenapa kau tertawa Matth?"
"Kau benar-benar lucu babe," jawab Matthew disela-sela tawanya.
"Memangnya aku bayi!" Vivian membuang wajahnya sambil cemberut.
"Hei jangan seperti itu, aku jadi ingin mengigitmu!"
"Jika kau masih tertawa maka kau yang akan aku lempar keluar jendela!" jawab Vivian dan dia masih membuang wajahnya.
"Oke Mrs Smith, aku takut mendengarnya," Matthew meraih pinggang Vivian dan merapatkan tubuh mereka berdua.
"Hm!" Vivian masih berpura-pura kesal sedangkan Matthew mencium pipi Vivian untuk membujuknya.
"Sorry sayang, ini gara-gara ucapanmu."
"Oke baiklah, kau minta maaf. Jadi kenapa kau berpikir Jager menganggap kau sebagai pengganti istrinya?"
"Karena wajah kami mirip," jawab Vivian.
"Aku rasa bukan begitu."
"Lalu apa? Kenapa dia memberikan benda berharga ini padaku? Aku benar-bener tidak mau dianggap sebagai pengganti olehnya!"
"Jager tidak mungkin menganggap kau sebagai pengganti istrinya babe karena dia tidak mengajakmu menikah, jika dia memang menganggapmu demikian, dia akan melamarmu dan menjadikanmu istrinya."
"Hei jangan melemparkan lelucon gila! Ini menjijikkan," ucap Vivian seraya meninju dada Matthew dengan pelan.
Matthew terkekeh dan menangkap tangan Vivian, "Tenang saja, dia tidak akan bisa melakukan hal itu. Jika dia punya niat seperti itu maka dia harus melangkahi mayatku terlebih dahulu," ucap Matthew seraya mencium telapak tangan Vivian.
"Baiklah, jadi bagaimana menurutmu? Kenapa dia memberikan benda berharga ini padaku?"
"Babe," Matthew mengangkat dagu Vivian dan mengusap wajahnya.
__ADS_1
"Aku rasa dia bukan menganggapmu sebagai pengganti istrinya tapi aku rasa Jager menganggapmu seperti putrinya."
"Benarkah?"
"Yah, aku dengar istrinya meninggal saat melahirkan tapi aku rasa tidak sesederhana itu apalagi saat pertama kali dia melihat wajahmu. Mungkin ada yang dia sembunyikan dan dia bersikap seperti itu karena wajahmu mirip dengan istrinya dan dia pasti menganggap kau seperti putrinya yang sudah tiada."
"Aku jadi iba dengannya," ucap Vivian seraya memeluk Matthew.
"Tidak ada yang tahu apa yang terjadi dengannya tapi dari ekspresi wajahnya saat melihatmu tersirat sebuah kerinduan yang paling dalam. Itu sebabnya aku memintamu untuk mengambil gelang itu agar tidak mengecewakan perasaannya tapi jika kau memang tidak bisa menerimanya maka kita akan kembali untuk mengembalikan benda itu dan jika kau mau, kau bisa melemparkannya keluar jendela sekarang juga, semua terserah padamu babe."
Vivian diam saja dan berpikir sejenak, entah kenapa di dalam hatinya, dia merasa iba dengan Jager Maxton. Pasti berat baginya dan dia pasti sedih kehilangan orang yang dia sayangi. Mungkin benar apa yang dikatakan oleh Matthew dan sebaiknya dia menyimpan benda itu.
"Bagaimana babe? Kau ingin kembali untuk mengembalikan benda itu atau mau kau buang?" tanya Matthew memastikan.
"Aku...aku akan menyimpannya," ucap Vivian.
Matthew tersenyum dan mengusap rambut Vivian dengan lembut, "Itu keputusan yang bagus, jadi apa kau masih mau bertemu dengannya?" tanya Matthew lagi.
"Entahlah Matth, aku sedikit iba dengannya."
"Baiklah, hal seperti ini tidak perlu kau pikirkan dan sebaiknya kau memikirkan berapa nilai yang mau kau berikan padaku nanti setelah aksiku di atas ranjang."
"Dasar mesum!" ucap Vivian dengan wajah memerah.
Vivian hendak memukul dada Matthew tapi Matthew sudah menangkap tangannya, Matthew menggigit jari Vivian dengan lembut sedangkan wajah Vivian memerah.
"Matth, ini di mobil," protes Vivian.
Matthew tersenyum dan mendekatkan wajah mereka sambil berbisik, "Kita sudah mau sampai babe dan bersiaplah bermain sampai pagi denganku."
"Mesum," ucap Vivian tapi Matthew sudah mencium bibirnya dan memanggut bibirnya dengan buas.
Tidak lama kemudian, mereka sudah tiba. Matthew segera membuka pintu mobil dengan tidak sabar dan membawa Vivian masuk ke dalam. Dia bahkan berdecak kesal saat melihat Vivian hendak membuka high heel yang dia pakai dan segera meraih pinggang Vivian.
"Hei aku belum selesai!" protes Vivian tapi Matthew tidak perduli dan segera membawa Vivian masuk ke dalam kamar sambil mencium bibirnya.
Vivian melingkarkan kedua kakinya ke pinggang Matthew dan memeluk lehernya dengan erat dan pada saat pintu kamar tertutup, Matthew langsung menerkam Vivian dan malam ini dia tidak akan melepaskan Vivian dan pastinya, Vivian akan memberikan nilai yang bagus untuk aksi Matthew tapi Matthew hanya mendapatkan nilai Zero.
__ADS_1