
Vivian di bawa oleh Alice menuju meja makan dan sungguh, dia benar-benar bingung dan belum mengerti dengan semua yang terjadi. Apa maksudnya ini?
Dia benar-benar seperti orang bodoh yang tidak mengerti apa-apa diantara orang-orang itu, entah mengapa dia jadi curiga, jangan-jangan Freddy salah memberikan alamat dan jangan-jangan saat ini dia memang sedang salah rumah.
Hanya itu yang terpikir olehnya sedari tadi karena tidak ada alasan lain yang dia dapati selain salah rumah. Melihat orang-orang yang sangat ramah membuatnya tidak enak hati, mungkin sebaiknya dia segera pergi.
"Maaf nyonya, aku rasa aku salah rumah jadi?"
"Kau tidak salah rumah sayang dan jangan panggil aku nyonya," sela Kate.
"Tapi aku datang ke sini untuk bertemu dengan Matthew Smith dan mengintrogasinya," ucap Vivian.
"Santai saja sayang, kau bisa mengintrogasinya secara pribadi nanti dan kau bisa menanyakan padanya apapun yang kau mau," Alice meletakkan segelas minuman untuk Vivian.
"Benarkah?" tanya Vivian tidak percaya.
Apa setelah ini dia akan bertemu dengan Matthew Smith? Jujur dia penasaran dengan orangnya. Apa Matthew Smith adalah salah satu dari pria yang ada di luar sana?
Dia ingin bertanya lagi tapi Kate sudah meletakkan makanan yang sudah dia hangatkan di atas meja.
"Karena kami dengar kau mau datang jadi kami membuatkan makanan ini untukmu. Ayo di makan, jangan sungkan," ucap Kate.
"Tapi aunty," Vivian benar-benar tidak enak hati. Tidak hanya itu saja, adakah satu orang saja yang mau mengatakan padanya apa yang sebenarnya terjadi?
Vivian tersenyum dengan canggung saat Kate mengambilkan makanan untuknya. Dia ingin menolak tapi mereka sangat ramah dan hal itu membuatnya semakin tidak enak hati.
Vivian memandangi Alice dan Kate secara bergantian dan dia mulai mengambil kesimpulan dalam hatinya, jangan-jangan mereka semua memiliki penyakit lupa ingatan atau semacam penyakit buta wajah sehingga mereka salah mengenali orang lain.
Itu kemungkinan terjadi dan jangan-jangan mereka menganggap dirinya sebagai seseorang yang mereka kenal dengan dekat. Jika memang demikian dia jadi iba dengan mereka, memang dia pernah mendengar ada penyakit seperti itu dan Kondisi tersebut dinamakan Prosopagnosi di mana seseorang akan sulit mengenali wajah orang lain jadi Vivian mengambil kesimpulan demikian dan iba dengan mereka.
Alice dan Kate memandangi Vivian dengan senyum di wajah mereka, mereka sangat senang melihat calon menantu keluarga mereka yang sebentar lagi akan jadi bagian dari mereka.
Sesuai permintaan Matthew, mereka sudah menyingkirkan Semua foto Matthew dan Michael, itu dilakukan supaya Vivian tidak melihat fotonya di sana dan mengetahui identitasnya.
__ADS_1
"Sayang, kenapa kau tidak makan?" tanya Kate.
Vivian kembali tersenyum, dia akan pura-pura berakting karena dia iba dengan mereka. Lagi pula setelah ini mereka tidak akan bertemu lagi jadi tidak ada salahnya membuat mereka senang.
"Aku akan makan aunty, terima kasih telah menyiapkan semua ini untukku," jawabnya sambil tersenyum.
"Oh aku benar-benar senang, jadi kapan kau dan Matthew akan menikah?" tanya Alice.
Saat mendengarnya ,Vivian hampir tersedak makanan yang dia makan. Apa maksud pertanyaan ini? Bukankah dia sudah mengatakannya tadi? Jika dia datang ke sana untuk mengintrogasi Matthew Smith.
"Ya ampun mommy jangan menanyakan hal itu tiba-tiba, untung saja dia tidak apa-apa!" ucap Kate seraya memberikan segelas air pada Vivian.
"Ma...maaf, kalian salam paham. Aku bukan?"
"Tidak, kami tidak salah paham. Kau pacar Matthew bukan?" tanya Alice.
"Oh Tuhan, aku benar-benar iba dengan mereka. Jangan-jangan mereka mengira aku pacar Matthew Smith!" ucap Vivian dalam hati.
Sekarang terjawab sudah kenapa mereka seperti itu dan pada saat melihat Alice, Vivian benar-benar tidak tega. Lebih baik dia ikuti saja jalan ceritanya dan mengiyakan apa yang mereka katakan. Orang tua memang biasa sudah pikun ditambah mereka punya penyakit Prosopagnosi jadi dia akan memakluminya.
"Kenapa?" Kate dan Alice melihatnya dengan heran.
"Ka...kami baru pacaran jadi belum memikirkan hal itu!" jawab Vivian lagi. Walaupun dia tidak punya hubungan apa-apa dengan Matthew Smith tapi dia punya pacar seorang supir mesum dan menyebalkan jadi dia mengikuti skenario yang ada saja.
"Oh sayang sekali, padahal aku sudah tidak sabar melihat kalian menikah!"
Vivian kembali tersenyum, setelah makan dia mau pergi karena dia tidak tega menipu mereka lebih jauh lagi. Apalagi mereka sudah tua dan hal itu membuatnya semakin tidak tega.
"Sayang, berapa usiamu?" tanya Kate.
"Dua puluh lima tahun aunty," jawab Vivian.
"Usiamu sudah matang untuk menikah jadi segeralah membicarakan hal ini dengan Matthew," ucap Alice pula sedangkan Vivian tersenyum.
__ADS_1
"Aku akan membicarakannya," jawab Vivian. Dia mengatakan hal demikian karena dia iba dengan Alice.
"Oh ya ampun, sepertinya tidak lama lagi aku akan punya cucu," ucap Kate.
"Albert, putra kita sebentar lagi akan menikah!" teriak Kate seraya bangkit berdiri dan berjalan keluar dengan perasaan gembira.
Vivian seperti orang bodoh, dia hanya mengikuti skenario tapi kenapa terdengar begitu nyata? Ini semakin gawat, sebaiknya dia segera pergi dari sana. Melihat semua yang ada di sana mengalami penyakit Prosopagnosi maka dia menyimpulkan Matthew Smith juga memiliki penyakit seperti itu jadi sebaiknya dia tidak mencurigainya lagi dan jangan sampai dia kembali ke rumah itu lagi jika tidak, mungkin dia akan ditahan di sana dan jangan sampai dia dipaksa menikahi Matthew Smith.
Setelah selesai makan Vivian bangkit berdiri dan berkata, "Aku sudah harus pergi dan terima kasih atas makanannya."
"Tunggu sebentar sayang, ada sesuatu yang ingin aku berikan untukmu."
"Tidak perlu repot nenek, aku sangat berterima kasih kalian menerima aku dengan baik," jawab Vivian.
"Tidak apa-apa, kami sangat senang kau sudah mau datang."
Alice berjalan pergi meninggalkan Vivian, sedangkan Vivian seperti orang linglung. Sungguh dia tidak paham dengan situasi yang sedang dia hadapi, apa mereka benar-benar memiliki penyakit Prosopagnosi sehingga salah mengenalinya?
Apapun itu sebaiknya dia pergi apalagi dia harus segera kembali ke kantor.
Alice memberikan barang yang dia ambil pada Vivian dan Vivian menerimanya dengan tidak enak hati, dia sudah menolak tapi Alice tetap memaksanya untuk mengambil barang itu. Vivian tidak mau membuang waktu dan segera berpamitan. Dia bahkan berpamitan dengan Albert dan Jacob karena dia merasa tidak enak hati apalagi mereka begitu baik.
Kate dan Alice mengantarnya di depan pintu bahkan mereka berdua memeluk Vivian sejenak.
"Lain kali datanglah lagi, kami akan membuatkan makanan untukmu," ucap Alice.
"Pasti," jawab Vivian.
"Jika ada waktu kami akan mengunjungimu," ucap Kate pula.
"Terima kasih aunty, tapi tidak perlu repot-repot. Jika aku lewat daerah sini aku akan mampir untuk mencari kalian," ucap Vivian basa basi.
Sebenarnya di dalam hatinya bersorak gembira, akhirnya skenario yang dia perankan selesai dan tidak mungkin dia akan kembali ke rumah itu lagi.
__ADS_1
Setelah berpamitan, Vivian memakai helm nya dan memandangi rumah itu sejenak. Niatnya mengintrogasi Matthew Smith gagal tapi tidak jadi masalah karena dia bisa mengenal keluarga yang baik dan hangat, walau sebentar tapi dia bisa merasakan kebaikan mereka dan yang jadi keluarga mereka pasti akan sangat senang tapi bukan dia, karena dia hanya orang yang salah dikenali oleh mereka.