Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Dilema


__ADS_3

Vivian memasukkan data Matthew ke dalam map dan menyimpannya dengan baik. Dia akan mencari tempat sepi untuk mempelajarinya lebih lanjut.


Dia tidak akan membawa data itu pulang dan setelah melihatnya, akan dia hancurkan tapi yang jadi masalahnya saat ini adalah, dia sedang dalam dilema dan tidak tahu harus bagaimana.


Apakah dia akan pulang ke rumah Matthew lagi setelah mengetahui semua ini? Apa dia Kecewa? Dia tidak tahu tapi satu hal yang pasti, dia sangat kaget setelah mengetahui jika Matthew adalah seorang Mafia.


Semua orang memang memiliki jalan hidupnya masing-masing tapi dia tidak menyangka jika dia akan jatuh ke dalam pelukan seorang Mafia apalagi mereka bagaikan air dan minyak yang tidak bisa bersatu.


Haruskah dia pergi dari Matthew dan mengakhiri hubungan mereka saat ini juga?


Sebaiknya dia memikirkan hal ini baik-baik dan mengambil keputusan secepatnya karena dia tidak mau mereka berdua kecewa setelah hubungan mereka melangkah semakin jauh.


Vivian menghela nafasnya dan meraih gelas kopinya. Dia hanya menunduk melihat kopi yang ada di dalam gelas dan entah mengapa dia merasa ingin menangis.


Apa sampai di sini saja hubungan mereka? Sungguh dia tidak sanggup membayangkan jika mereka harus berpisah karena dengan begitu, dia akan kembali patah hati.


Sedari tadi, Patrik menatap wajah Vivian yang tiba-tiba menjadi sendu dan tampak heran.


"Angel, aku lupa menanyakan hal ini padamu."


"Apa patrik?"


"Bukankah waktu itu kau pernah mendatangi Smith Corp? Apa kau tidak bertemu dengan Matthew Smith?"


Vivian menghela nafas,"Tidak!" jawabnya.


Memang waktu itu yang dia temui hanya seorang pria tua botak dan Matthew menipunya. Dia jadi ingin tahu, jika dia menanyakan identitas asli Matthew secara langsung, apakah Matthew mau memberitahunya?


"Baiklah, aku ingatkan agar kau berhati-hati dengannya jika kau memang berniat mengintrogasinya."


Vivian tersenyum, mengintrogasi Matthew? Dia bahkan tidak tahu apakah dia harus kembali ke rumah Matthew lagi atau tidak!


"Terima kasih Patrik. Aku tahu apa yang harus aku lakukan dan aku tahu batasanku."

__ADS_1


"Baiklah, bagaimana jika kita pergi makan malam? Anggap ini sebagai imbalan karena aku sudah membantumu."


"Maaf Patrik, bisa lain kali? Lambungku masih kurang baik, aku berjanji akan menebusnya lain kali."


"Baiklah," jawab patrik sambil menghembuskan nafas kecewa.


Vivian diam saja dan pada saat itu, dia jadi ingin tahu bagaimana pendapat Patrik mengenai hubungannya dengan Matthew?


Mungkin tidak ada salahnya mencoba bertanya dan mungkin saja dia bisa menemukan jawaban atas kegelisahan yang ada di dalam hatinya.


"Patrik, boleh aku menanyakan sesuatu?"


"Tentu saja Angel, kau boleh menanyakan apapun."


"Baiklah, aku hanya ingin tahu pendapatmu saja. Bagaimana menurutmu jika kita menjalin hubungan dengan orang yang bertolak belakang dengan kita?"


"Maksudmu?" tanya Patrik heran.


"Hm, begini. Kita adalah penegak hukum yang selalu memberantas kejahatan sekecil apapun. Bagaimana jika kita jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan seorang kriminal yang bertolak belakang dengan profesi kita?"


"Jawab saja Patrik!" pinta Vivian.


"Baiklah, kisah cinta memang rumit tapi aku rasa tergantung kita yang menjalaninya. Apa kau mau menerima segala kekurangannya atau tidak? Apa kau mau menerima sisi lainnya atau tidak? Semua itu tergantung dirimu dan hanya kau yang bisa memutuskannya."


Vivian tersenyum, dia akan memikirkan nasehat patrik dan menata hatinya yang sedikit kacau.


"Terima kasih atas nasehatmu Patrik, lain kali aku akan mentraktirmu makan," ucapnya seraya bangkit berdiri.


"Mau kemana?"


"Pulang. Aku ingin mempelajari data ini lebih lanjut," jawab Vivian seraya mengangkat map coklat di depannya.


Dia ingin mencari tempat sepi dan tenang untuk mempelajari data itu dan mencari tahu lebih banyak siapa sebenarnya Matthew. Dia juga butuh menyendiri untuk menenangkan pikirannya dan mencari keputusan yang tepat untuk hubungannya dengan Matthew. Apa dia masih mau bersama dengan Matthew? Atau dia lebih memilih untuk pergi dari Matthew?!

__ADS_1


Patrik memandangi kepergian Vivian dengan tanda tanya di hati, kenapa Vivian bertanya demikian? Apa Vivian sedang menyukai seseorang?


Vivian membawa motornya tanpa arah karena dia tidak punya tujuan dan tidak tahu mau ke mana. Dia juga tidak bisa kembali ke rumah dinas barunya karena dia tidak membawa kuncinya.


Ponselnya terus bergetar tapi dia abaikan karena dia mau menenangkan diri. Saat itu Matthew mencoba menghubungi Vivian karena dia ingin tahu jam berapa Vivian akan kembali.


Ponsel terus bergetar dan Vivian menghentikan laju motornya sejenak di sisi jalan. Vivian mengambil ponselnya dan melihat Matthew menghubunginya beberapa kali.


Sebuah pesan dia tulis dan segera dia kirimkan untuk Matthew. Setelah itu, Vivian mematikan ponselnya dan membawa motornya kembali untuk mencari tempat menenangkan diri.


Pesan yang dikirimkan Vivian membuat Matthew terlihat bingung, ada apa dengan Vivian?


"Jangan ganggu aku dan jangan mencariku dulu karena aku sedang ingin sendiri!" ini pesan yang dikirimkan oleh Vivian.


Matthew segera menghubungi Vivian karena dia ingin tahu apa sebenarnya yang terjadi pada Vivian tapi nomornya sudah tidak aktif.


Tidak ingin membuang waktu, dia segera berlari menuju sebuah ruangan untuk mencari posisi Vivian ketika dia mengirimkan pesan untuknya.


Vivian berada disebuah jalan dan setelah itu ponselnya mati. Matthew duduk di depan komputer dan meretas, untuk hal kecil dia tidak mau mengganggu adiknya.


Dari layar Cctv memperlihatkan Vivian melesat pergi, membawa motornya dengan cepat melewati setiap mobil yang dia lalui bak seorang pembalap. Mata Matthew masih setia melihat Vivian tapi pada saat Vivian melewati kumpulan mobil truk berukuran besar, tiba-tiba saja Vivian tidak terlihat lagi.


Matthew berdecak kesal dan terus meretas cctv yang ada disekitar tapi Vivian tidak terlihat sama sekali, kemana perginya?


Karena tidak menemukan keberadaannya, Matthew mengambil ponselnya untuk menghubungi james.


"Bawa beberapa anak buah dan pergi cari keberadaan pacarku!" perintahnya sambil menyebutkan sebuah tempat.


Dia harap Vivian tidak jauh dari tempat dia menghilang tadi agar anak buahnya bisa menemukannya dengan mudah.


Matthew meraih jas dan segera memakainya, entah apa yang terjadi dengan Vivian dan dia akan mencari tahu. Dia segera meminta supir pribadinya untuk mengeluarkan mobil karena dia juga akan mencari.


Sementara itu di sisi pantai, Vivian duduk termenung memandangi laut malam. Tadinya dia mengekori rombongan truk dengan santai karena tidak ada tujuan tapi ketika melihat pantai dia langsung melaju dan melewati beberapa truk dan setelah itu berbelok ke arah pantai.

__ADS_1


Vivian diam saja dengan banyak pikiran di dalam kepalanya. Nasehat Patrik dan nasehat kakeknya berputar di dalam kepalanya bahkan saat ini, dia merasa sedang berdiri di tengah-tengah jembatan dengan sisi yang berbeda.


Vivian menarik nafasnya, dia tidak boleh melarikan diri untuk menghindari masalah dan harus menghadapinya tapi untuk saat ini, dia ingin mencari tahu bagaimana perasaannya pada Matthew jadi dia ingin menyendiri dan menenangkan pikirannya dan setelah itu dia akan mengambil keputusan, apakah dia masih mau bersama dengan Matthew atau tidak?!


__ADS_2