Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Menghubungi Maxton


__ADS_3

Wajah Vivian memerah saat terbangun dari tidurnya dan mendapati lagi-lagi dia tidur dengan Matthew di sofa.


Entah apa yang terjadi dengannya sampai dia membiarkan Matthew memeluknya saat dia sedang menonton televisi. Mereka menghabiskan waktu berdua sampai tanpa sadar, mereka tertidur di sana.


Mungkin dia terbawa suasana dan dia tidak mau banyak berpikir apalagi, dia merasa nyaman bersama dengan Matthew. Hanya sebatas pelukan dan ciuman pipi yang mereka lakukan jadi dia masih bisa menahannya. Mungkin dengan begini ketakutan yang selama ini dia rasakan dapat pulih dan dia tidak takut lagi dengan laki-laki.


Ini hal yang tidak terduga sama sekali olehnya, ternyata masih ada orang yang memberikan rasa nyaman dan aman selain Carlk. Apa ini dikarenakan dia terlalu menutup diri?


Vivian diam saja, belum beranjak bangun. Dia masih ingin seperti itu dan lagi pula, ini akhir pekan dan dia tidak perlu pergi kekantor.


Hari ini dia berniat menghubungi Maxton dan mengajaknya untuk bertemu tapi bisa dia lakukan nanti. Ini masih terlalu pagi untuk menghubungi seseorang dan dia harap, Maxton mau bertemu dengannya untuk diintrogasi.


Selain Maxton, dia juga berharap bisa bertemu dengan Matthew Smith untuk diintrogasi, jika bukan mereka pelaku yang selama ini dia cari maka dia akan mencari target lain yang mencurigakan.


Begitu banyak pikiran berada di dalam kepalanya sehingga membuat Vivian memilih untuk memejamkan matanya kambali. Lebih baik dia tidur sebentar lagi.


"Babe, apa kau sudah bangun?" Matthew memeluk Vivian dan mencium kepalanya.


"Pergi sana!" usir Vivian.


"Setelah puas kau pakai satu malam sekarang kau mengusirku," ucap Matthew sambil terkekeh.


"What? Memangnya kau g*golo!"


"Percayalah babe, jika kau mau aku rela menjadi g*golo untukmu. Gratis dan kau tidak perlu membayarnya!"


"Ck, kau kira aku wanita kesepian!"


Matthew kembali terkekeh dan mencium ujung kepalanya, setidaknya pagi ini dia tidak mendapat tendangan dari Vivian.


"Apa yang akan kita lakukan hari ini babe?"


"Entahlah, aku ingin menghubungi seseorang dan mengajaknya bertemu."


"Siapa?"


"Kau tidak perlu tahu!" jawab Vivian dengan sinis.


"Baiklah, lalu?" Matthew membenamkan wajahnya ke tenggkuk Vivian dan menghirup wangi tubuh gadis itu.

__ADS_1


"Freddy!" Vivian berusaha mendorong kepala Matthew.


"Jangan khawatir babe, aku tidak akan melakukan apapun padamu jadi biarkan aku seperti ini untuk sebentar saja," pinta Matthew.


Sungguh rasanya dia sudah tidak sebar menjadikan Vivian menjadi miliknya, membayangkan Vivian berada di bawah kendalinya dan mengerang nikmat karena perbuatannya membuatnya frustasi.


Tapi dia harus pelan-pelan sampai Vivian merasa nyaman disentuh olehnya, sebaiknya dia mengajak Vivian melakukan hal romantis dan memberikan kesan yang baik untuk gadis itu.


"Jadi babe, apa yang akan kita lakukan hari ini?"


Vivian tampak berpikir, apa yang harus mereka lakukan?


"Membersihkan rumah," jawab Vivian.


"Setelah itu?"


"Tidur!" jawab Vivian lagi.


"Babe, kau tidak lupa tantanganku bukan?"


"Yang mana? Kau selalu memberikan tantangan jadi aku lupa!"


"Oh tentu saja aku ingat. Kenapa? Apa kau mau bertanding denganku siang ini?" tantang Vivian.


"Tentu, aku sudah tidak sabar menantikannya!" jawab Matthew sambil tersenyum.


"Bersiaplah Fredd, aku akan memukulmu tanpa ragu!" ucap Vivian seraya bangun dari tidurnya.


"Jika kau bisa memukul wajahku satu kali saja maka kau menang dan kau boleh memintaku melakukan apa saja!" ucap Matthew tanpa ragu.


"Kau serius?" Vivian melihatnya, sedangkan Matthew tersenyum.


"Tentu tapi jika aku bisa menjatuhkanmu maka aku menang dan kau juga harus mengabulkan permintaanku!"


Vivian diam saja, belum menjawab. Apa yang diinginkan pria itu? Tanpa curiga akhirnya dia menyetujuinya, lagi pula melakukan hal seperti itu bisa mengisi waktu luangnya.


"Baiklah, aku setuju. Siang ini kita akan bertanding!" ucap Vivian dan dia segera melangkah pergi.


Matthew memandangi kepergiannya dengan senyum di wajahnya, setelah ini Vivian pasti akan menjadi miliknya dan dia akan membuat Vivian melupakan pria yang bernama Carlk.

__ADS_1


Dia tidak akan membiarkan pria itu ada di dalam hati Vivian lagi, dan dia harap lambat laun dia bisa berada di dalam hati Vivian menggantikan Carlk.


Matthew bangkit berdiri dan masuk ke dalam kamarnya sambil mengerutu, dia belum tahu wajah saingannya dan sepertinya dia harus membuat banyak taruhan dengan Vivian agar dia bisa tahu semua yang ingin dia tahu tentang gadis itu.


Mungkin dia harus membuat teka teki lagi untuk menantang Vivian tapi dia rasa, gadis itu tidak mudah terkecoh lagi.


Di kamar mandi, Vivian diam saja di bawah guyuran air shower. Entah mengapa tiba-tiba dia jadi teringat dengan wajah Carlk. Walaupun dia sedang berusaha melupakan pria itu tapi rasa cinta yang ada di dalam hatinya masih tetap ada.


Bagaimanapun dia butuh waktu untuk melupakan orang yang selalu ada di hatinya selama lima tahun belakang ini. Dia harap, mereka tidak akan pernah bertemu lagi tapi siapa yang akan tahu apa yang akan terjadi dengan mereka selanjutnya?


Setelah selesai mandi, Vivian mengambil ponselnya dan melihatnya. Waktu menunjukkan pukul delapan pagi jadi sebaiknya dia sarapan terlebih dahulu sebelum menghubungi Maxton.


Sambil mengeringkan rambutnya yang basah, Vivian melihat foto-foto lamanya bersama dengan Carlk. Mungkin ini sudah saatnya membuang foto-foto itu supaya dia bisa melupakan Carlk dengan cepat.


Dengan tangan bergerak, Vivian tidak bisa menghapus foto mereka berdua dan tanpa terasa air matanya mulai mengalir. Padahal hanya menghapus fotonya saja tapi entah mengapa terasa begitu menyakitkan.


Padahal dia sudah bertekad untuk melupakan Carlk, tapi kenapa tidak bisa dia lakukan?


Vivian menghela nafasnya dan menyimpan ponselnya. Lebih baik dia segera menyiapkan sarapan supaya dia bisa segera menghubungi Maxton.


Setelah memakai bajunya, Vivian keluar dari kamar dan menuju dapur. Dia membuat dua sandwich telur dan dua gelas kopi untuknya dan Matthew.


Itu sudah cukup untuk mengganjal perut mereka berdua, saat Matthew keluar dari kamar setelah selesai mandi, Mereka segera sarapan berdua.


"Babe," Matthew memperhatikan Vivian yang sedang mencuci piring kotor.


"Apa?"


"Kau bilang ingin menghubungi seseorang, boleh aku tahu siapa?"


"Tidak! Ini tidak ada hubungannya denganmu!" jawab Vivian dan setelah selesai mencuci piring, Vivian berjalan pergi masuk kedalam kamarnya.


Freddy hanya orang luar jadi dia tidak boleh sembarangan membocorkan misinya dan siapa yang akan dia hubungi kecuali Matthew Smith karena Freddy sudah berjanji akan memberikan informasi mengenainya. Di luar itu dia tidak boleh mengatakan siapa saja targetnya dengan sembarangan.


Vivian mengambil ponselnya dan sebuah kertas dari dalam laci di mana sebuah nomor ponsel ada di sana.


Itu adalah nomor ponsel milik Maxton yang dia dapatkan dari hasil penyelidikan yang dia lakukan.


Vivian segera menekan beberapa nomor di ponselnya dan entah kenapa jantungnya berdegup dengan cepat bahkan saat terdengar suara seorang pria menjawab panggilan ponselnya, jantung Vivian semakin berdebar. Ada apa?

__ADS_1


__ADS_2