
Waktu sudah menunjukkan pukul dua ketika Matthew keluar dari ruang rapat. Setelah ini dia harus pulang untuk bersiap-siap.
Walaupun berpenampilan wanita sangat menggelikan tapi akan dia lakukan demi Vivian. Lagi pula dia sudah berjanji akan melakukan apapun untuk Vivian jika Vivian sudah memilihnya dan lihatnya, Vivian miliknya sekarang.
Setelah misi malam ini dia akan mengajak Vivian melihat bintang dan melewatkan malam romatis berdua. Dia akan memprsiapkannya dan memberikan pengalaman romantis untuk Vivian hingga tidak bisa dia lupakan tapi malam ini dia harus melewati siksaan nyata untuk membantu kekasihnya.
Dia benar-benar gugup tapi bukan karena harus menemui rekan Vivian tapi karena dia harus memakai high heel dan dia belum bisa berjalan menggunakan sendal super tinggi dengan hak super lancip itu.
Untuk hal ini dia akan memuji kehebatan wanita yang bisa menggunakan benda itu sepanjang hari dan dia akan memuji banci yang mengajarinya berjalan menggunakan benda itu tapi yang paling harus dipuji adalah orang yang pertama kali menemukan high heel dan menggunakannya.
Matthew masuk ke dalam ruangannya sedangkan adiknya ada di dalam dan tampak sibuk memeriksa dokumen dan terkadang sibuk melihat layar komputernya karena dia merasa ada sesuatu yang mengganjal dengan laporan keuangan yang di berikan oleh karyawannya.
"Kak, coba kemari," panggil Michael.
"Ada apa?" Matthew menghampiri adiknya dan berdiri di belakangnya.
"Coba lihat ini," Michael menunjuk sebuah grafik yang ada di layar komputernya.
"Aku rasa ada yang tidak beres dengan data keuangan perusahaan yang ada di Oakland."
"Maksudmu ada tikus di sana?"
"Ya, data keuangan ini mencurigakan kak dan aku rasa aku harus pergi ke sana untuk memeriksanya."
"Pergilah, jika memang ada yang berani menggelapkan uang perusahaan katakan padaku. Aku akan membereskannya."
"Ya, ngomong-ngomong kak, daddy meminta Ainsley menjadi manager diperusahaan yang ada di San Diego."
"Bagus, biarkan dia belajar," ucap matthew seraya berjalan ke mejanya.
Di atas meja terdapat sebuah map coklat dan itu adalah foto Ella yang diambil oleh anak buahnya. Matthew segera meraih map itu dan duduk di kursi kebesarannya.
Map mulai dirobek dan setumpuk foto dikeluarkan dari dalam. Matthew melihat foto itu satu persatu dimana Ella bertemu dengan seorang pria diberbagai tempat tapi dengan pria yang sama.
"Gary Wriston," ucap Matthew setelah melihat pria yang bersama dengan Ella.
"Gary?" Michael memandangi kakaknya.
"Ternyata Ella bersama dengan Gary Wriston tapi untuk apa dia menjebak Vivian hari itu?"
Matthew melihat foto -foto kebersamaan Ella dengan Gary dan merasa sangat aneh, apakah nama Gary Wriston masuk dalam daftar buronan yang dicurigai oleh Vivian?
__ADS_1
Sebaiknya dia menanyakan hal ini pada Vivian kerena jika memang nama Gary Wriston adalah salah seorang yang dicurigi oleh Vivian, maka dia akan memperingati Vivian untuk berhati-hati karena dia tahu siapa Gary Wriston.
Semenjak Marck Wriston dibunuh, Gary Wriston mengambil alih perusahaan yang ditinggalkan oleh ayahnya dan Gary bukanlah orang yang menyenangkan. Dia selalu ingin menjadi penguasa dan pemimpin. Ambisinya ingin menjadi orang nomor satu di Amerika selalu dia tunjukkan tapi sayangnya dia hanya seorang sampah karena reputasi buruknya.
Gary bahkan ingin selalu bersaing dengannya tapi sayang, Gary bukanlah apa-apa tapi itu untuk di dunia bisnis. Nyatanya Gary orang licik dan berbahaya dan jika memang Gary Wriston adalah salah seorang yang dicurigai oleh Vivian sebaiknya dia mengingatkan Vivian untuk berhati-hati.
"Kak Matth, apa Ella tahu jika kau sedang mendekati kakak ipar sehingga dia ingin membalasmu dengan cara mendekati kakak ipar dan menjebaknya?"
"Entahlah, aku akan mencari tahu ini nanti. Mungkin saja yang kau katakan benar, dia ingin membalas dendam dengan cara mencelakai orang yang aku sukai tapi aku akan mencari tahu hal ini lebih jauh," ucap Matthew seraya mengambil ponselnya karena dia ingin menghubungi Vivian.
Pada saat ponsel Vivian berbunyi, dia sedang di kamar mandi sendirian. Vivian segera mengambil ponselnya dan tersenyum melihat siapa yang menghubunginya.
"Ada apa?"
"Babe, aku hanya ingin tahu, apa Gary Wriston termasuk dalam daftar orang yang kau curigai?"
Vivian mengernyitkan dahinya, Gary Wriston? Kenapa tiba-tiba Matthew menanyakan hal ini?
"Tidak, kenapa?" Vivian balik bertanya.
Nama Gary Wriston memang tidak ada di dalam daftar yang diberikan oleh kapten Willys karena waktu itu si penghianat telah menghapus namanya dan pada saat itu Vivian belum menyadari jika ada penghianat di organisasi.
"Sudah, bagaimana denganmu? Apa kau sudah berubah wujud?" tanya vivian menggoda.
"Jangan ingatkan aku dengan masalah ini!"
Vivian terkekeh, mungkin sangat sulit untuk Matthew tapi dia percaya Matthew pasti bisa melakukannya.
"Baiklah, selamat berjuang Freddy," ucap Vivian seraya mematikan ponselnya karena dia khawatir ada yang mendengar pembicaraan mereka.
Setelah berbicara dengan Vivian, Matthew memasukkan foto-foto Ella ke dalam map kembali dan membuangnya ke dalam tong sampah dan dia akan memerintahkan anak buahnya untuk meyelidiki hal itu lebih lanjut.
Karena dia harus menguasai peran, dia segera pulang bersama dengan Michael. Sepertinya ini adalah hal paling berat yang harus dia lakukan dalam hidupnya.
Seorang stylis sudah menunggunya, siap untuk mempermak wajahnya. Keluarganya menunggu dengan antusias karena kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi.
Matthew sungguh kesal saat bibirnya dipoles dengan pewarna merah dan bulu matanya yang panjang dijepit agar lentik. Ingin rasanya memukul stylis yang sedang mempermak wajahnya tapi dia berusaha menahan diri.
Entah apa yang dipoleskan diwajahnya dan dia merasa ingin cepat selesai apalagi matanya terasa berat karena bulu mata yang ditempelkan, ini benar-benar menyiksa.
Setelah didandani, Matthew segera memakai baju yang ibunya sediakan, blazer putih berlengan panjang dan panjangnya sampai selutut, untuk menutupi lengannya dan sesuatu yang menonjol. Celana hitam yang dia pakai menutupi kakinya agar orang tidak curiga sedangkan jakun nya? Sebuah syal melilit di lehernya dan dia sudah seperti model karena tubuhnya yang tinggi. Sebuah wig berwarna hitam lurus menyempurnakan penampilannya dan hasilnya sangat di luar dugaan, sempurna.
__ADS_1
Semua mata melihatnya tanpa berpaling ketika sudah selesai dan mereka mulai memuji penampilan Matthew.
"Wah, kakak terlihat sangat cantik" puji Ainsley.
"Aku tidak senang dengan pujianmu!" jawab Matthew kesal.
"Kak," Michael mendekati kakaknya, merangkul pundaknya dan mendekatkan wajah mereka.
"Mau apa?" tanya Matthew tapi tiba-tiba saja terdengar suara kamera berbunyi.
"Aku akan memajangnya di kantor dan memperlihatkan pada aunty Ivy jika aku sudah punya pacar."
"Hei!" Matthew ingin protes tapi Michael sudah berjalan pergi.
"Ayo kita berfoto dulu," ajak kate dan semua tampak antusias tapi tidak dengan Matthew karena dia tampak frustasi.
"Mom, aku sudah mau pergi," ucapnya beralasan.
"Ayolah boy, kapan lagi?" ajak jacob.
"Ck, kakek menyebalkan!"
Mereka semua berbaris dengan rapi dan Matthew berada ditengah-tengah mereka, selama mengambil foto wajah matthew tampak tidak senang sama sekali karena ini sangat memalukan.
Setelah sesi foto selesai dan waktunya sudah harus pergi, Ainsley memberikan sebuah tas pada kakaknya dan sebuah high heel.
Matthew sangat frustasi melihat high heel yang diberikan oleh adiknya. Jika saja dia tidak berjanji pada Vivian, dia tidak sudi melakukannya.
Dengan terseok-seok Matthew berjalan menuju pintu sambil menenteng tas yang diberikan oleh adiknya. Ini benar-benar gila!
"Kak jalan yang benar," teriak Ainsley.
"Matth, jangan lupa gerakkan pinggulmu!" teriak ibunya.
"Berisik" ucap Matthew kesal tapi naas baginya saat dia berjalan melewati karpet bulu, kakinya tersandung dan tidak lama kemudian?
"Gubrak!" tubuh Matthew terjerambab ke atas lantai.
"Hahahahahaha!" semua keluarganya tertawa sedangkan Matthew kesal setengan mati. Sungguh situasi yang sangat menyebalkan tapi dia tidak bisa mundur.
Matthew segera bangkit berdiri dan kembali berjalan menuju pintu dengan terseok-seok dan setelah semua ini selesai, dia akan mengubur high heel yang dia pakai kedasar tanah yang paling dalam.
__ADS_1