Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Bagaimana dengan taruhannya?


__ADS_3

Sebelum berangkat bekerja, Matthew dan Vivian menghabiskan waktu mereka berdua di dalam kamar mandi dan mereka sedang berendam berdua.


Menghabiskan waktu seperti itu tidak ada salahnya apalagi mereka merasa sudah lama tidak melakukannya.


"Matth."


"Yes, Babe,"


"Ucapanmu semalam, apa kau serius?"


"Yang mana? Sepertinya aku mengatakan banyak hal semalam bahkan aku memuji aksimu saat berada di atasku," goda Matthew.


"Bukan yang itu dasar mesum!" wajah Vivian merona ketika mengingat permainan panas mereka semalam. Dia sungguh berani berinisiatif terlebih dahulu tapi mereka sangat menikmati permainan mereka.


Matthew terkekeh dan mengusap punggung Vivian bahkan menciumnya, "Jadi ucapan yang mana?"


"Kau bilang ingin mempertemukan keluarga kita untuk membicarakan pernikahan."


"Tentu saja aku serius Babe, apa kau tidak mau menikah denganku?"


"Menurutmu? Jika aku menolak berarti aku bodoh," jawab Vivian.


"Jadi kau sudah siap jadi istriku bukan?"


"Tentu saja aku siap Matth, tapi ...." Vivian menunduk, bukannya dia tidak mau tapi dia ingin saat mereka menikah dia sudah mengundurkan diri dari agensi.


Dia tidak mau terikat dengan pekerjaannya lagi karena dia ingin seluruh waktunya hanya untuk Matthew. Tapi sebelum dia mengundurkan diri ada yang harus dia lakukan terlebih dahulu.


"Kenapa? Kau tidak perlu khawatir Babe, aku pasti akan melamarmu dengan romantis seperti yang kau inginkan."


"Bukan begitu Matth, aku tahu kau pasti akan melakukannya dan segera lamar aku tapi aku ingin kita menunda pernikahan kita untuk sementara waktu."


"Kenapa? Apa ada yang menghalangi acara pernikahan kita nanti?"


"Ya karena aku masih harus membuka kedok salah satu rekanku. Jika salah satu dari mereka memang seorang penghianat maka aku harus menangkapnya karena orang seperti itu sangat berbahaya diorganisai. Aku bertanggung jawab akan hal ini karena aku sudah mengetahuinya dan aku tidak mau mempermalukan organisasi yang menaungiku di Inggris."


"Tapi bukankah jika Mosha sudah terbukti sebagai buronanmu maka tugasmu selesai dan kau dibebas tugaskan?"


"Benar Matth, tapi masih ada waktu sampai Mosha mengaku, disidang dan dieksekusi. Selama proses itu berjalan aku akan mencari bukti dan membuka kedok rekanku."


"Baiklah, hanya menunggu sebentar. Tidak masalah bagiku, lagipula aku juga harus mencari Gary dan menghabisinya agar dia tidak menggangu kita nanti," ucap Matthew.


"Jadi, kita sepakat bukan untuk menunda acara pernikahan kita?"

__ADS_1


"Tentu Babe, tapi tidak ada salahnya kita mempertemukan keluarga kita terlebih dahulu untuk membicarakan hal ini."


"Baiklah, aku akan menghubungi mereka nanti," ucap p Vivian.


Matthew tersenyum dan mencium bahu Vivian kembali, dia harap bisa secepatnya menangkap Gary agar semuanya cepat selesai tapi sayangnya saat ini Gary selalu menggunakan wajah orang lain jika dia keluar untuk beraktifitas.


Dia tidak boleh terlihat karena banyak cctv di mana-mana. Michael adalah ancaman terbesarnya karena jika ketahuan maka habislah sudah.


Bukannya dia takut tapi belum waktunya dia ketahuan. Dia juga sudah menyiapkan anak buah untuk melawan Matthew nanti pada saatnya tiba tapi sebelum itu terjadi, dia harus tetap waspada karena rencana yang dia susun dengan rekannya harus berjalan dengan sempurna.


Setelah mereka selesai mandi dan sarapan, Vivian segera berangkat ke kantor sedangkan Matthew pulang ke rumah orangtuanya karena dia ingin membahas masalah pernikahannya dengan mereka.


Keluarganya pasti setuju dan mereka pasti senang mendengar berita ini. Ketika dia sudah berada di rumah, keluarganya tampak sedang berbincang di ruang keluarga dan adiknya juga ada di sana.


"Hey, guys," sapa Matthew seraya menghampiri keluarganya.


"Matth, tumben kau pulang sepagi ini?" tanya ibunya.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian," jawab Matthew seraya duduk di samping ibunya.


"Katakan, apa itu penting?" tanya Alice pula.


"Yes, Nek. Aku dan Vivian berencana untuk menikah jadi aku ingin kalian bertemu dengan keluarga Vivian untuk membahas hal ini."


"Wah ini kabar yang sangat bagus," ucap Kate dan dia sangat senang.


"Wah, sepertinya aku harus berakting seperti dulu agar dia mau segera menikah denganmu," ucap Alice.


"Sudahlah Honey, akting yang kalian lakukan sudah basi!! Aku yakin pacar Matthew tidak akan tertipu saat kalian menipunya dan berpura-pura ingin mati dengan penyakit jantung seperti yang kalian lakukan sebelumnya supaya dia mau secepatnya menikah dengan Matthew!" ucap Jacob.


"Jac, kau berisik dan menyebalkan!" Alice tampak kesal.


"Sudahlah Mom, bagaimana jika kita membuat taruhan dengan Daddy," ucap Albert.


"Wow, sepertinya menarik. Aku suka taruhan," jawab Jacob sambil tersenyum. Dia memang suka melakukan taruhan dengan keluarganya karena itu menyenangkan.


"Dasar kau! Dari dulu selalu melakukan taruhan!"


"Honey, jika tidak begitu tidak menyenangkan. Kau tahu kenapa Kak Edward bisa segera mencari pacar padahal dia sangat kaku? Itu karena taruhan yang aku buat dengannya dan lihatlah, dia segera menjerat wanita dengan terburu-buru supaya aku kalah dan memang aku sengaja mengalah."


"Omong kosong! Waktu itu aku pergi selama satu tahun jadi jangan sok mengalah!" Alice menarik telinga suaminya sedangkan yang lain tertawa.


"Ck, seharusnya waktu itu aku juga membuat taruhan dengan Matthew dan Michael agar mereka menjerat wanita secara bersama-sama dan menikah secara bersama-sama," ucap Jacob lagi.

__ADS_1


"Sorry, kakek. Aku tidak ikutan," sela Michael.


"Michael, apa kau belum punya pacar?" tanya ibunya.


"Belum mom."


"Kenapa? Tidak mungkin bukan tidak ada yang menyukaimu?" tanya ibunya lagi.


"Bukan begitu, aku hanya belum mau menjalin hubungan serius dengan siapapun. Biarkan kakak menikah terlebih dahulu, lagi pula aku belum menemukan wanita yang cocok dan sesuai dengan seleraku."


"Baiklah, tapi jangan terlalu lama," ucap Kate sambil mengusap kepala Michael yang ada di sebelah kanannya.


"Jadi, kapan kalian bisa menemui keluarga Vivian?" tanya Matthew.


"Kapan saja bisa, kita akan segera berangkat ke Inggris untuk menemui keluarganya," ucap Kate.


Mereka tidak tahu jika keluarga Vivian ada di Amerika karena Matthew tidak mengatakan hal itu pada mereka.


"Mom, sebenarnya mereka ada di sini dan sekarang sedang menempati rumah lama nenek."


"Apa? Oh my God, Matth! Kenapa kau tidak mengatakan hal ini pada kami? Jika kami tahu maka kami akan mengunjungi mereka."


"Sorry, Mom. Banyak yang terjadi jadi aku tidak memberi tahumu akan hal ini."


"Dasar kau anak nakal. Walaupun banyak masalah tapi kau harus mengatakannya pada kami dan kau juga jarang membawa Vivian pulang! Sini telingamu!"


"Mom, aku bukan anak kecil lagi!" Matthew segera menghindar.


"Hm! Jadi bagaimana dengan taruhannya?" tanya Jacob.


"Dad, please! Tadi hanya bercanda dan Daddy menanggapinya dengan serius," Jawab Albert.


"Sudahlah Albert, ayo kita buat taruhan dengan ayahmu. Jika dia kalah dia harus melakukan Belly Dance diacara pernikahan Matthew dan dia juga harus melakukannya diacar pernikahan Michael nanti," ucap Alice.


"Apa? Hey!" protes Jacob.


"Setuju!" Semuanya menyetujui usul Alice.


"Hitung-hitung kita bisa menghibur para tamu dengan aksinya," ucap Alice sambil tersenyum.


"Enak saja!! Lebih baik aku jadi Superhero!" tolak jacob.


"Aha kakek, ide bagus. Kau bisa jadi Superhero dengan kakek Edward. Kalian bisa menghibur para tamu wanita nanti diacara pernikahanku," ucap Matthew.

__ADS_1


"Ck, wanita mana yang tertarik dengan Superhero yang sudah keriput seperti kami!" gerutu Jacob sedangkan yang lain tertawa.


Jacob menggerutu, jangan-jangan ini karma untuknya karena dulu dia suka membuly kakeknya. Mudah-mudahan saja tidak, tapi? Yah, nikmati saja yang penting keluarganya senang.


__ADS_2