Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Menyelamatkan Wali Kota.


__ADS_3

Dua helikopter terbang di atas sana untuk mengejar kereta exspress yang melaju dengan kecepatan 300 Km/jam. kereta sudah terlihat dan helikopter semakin terbang mendekat.


Tidak mudah mengejar benda yang bergerak dengan cepat dan mereka juga harus mendapat timing yang pas untuk turun. Patrik segera memerintahkan heikopter lain untuk terbang terlebih dahulu dan berada di posisi depan untuk mengalihkan perhatian karena mereka akan berada belakang kereta dan turun kebawah.


Helikopter yang membawa mereka melambat sedangkan helikopter yang satunya terbang dengan cepat untuk mengalihkan perhatian para penjahat. Ternyata tidak mereka saja, dua buah helikopter terbang di dekat mereka dan itu adalah milik para wartawan yang hendak meliput berita.


Tentu saja itu adalah keuntungan lain bagi mereka karena para penjahat tidak akan menyadari jika mereka akan menyergap masuk ke dalam kereta.


Ketika mendengar suara helikopter, Gary palsu melihat keluar dan melihat beberapa helikopter terbang di atas sana. Mereka tidak menyadari satu helikopter sedang terbang di belakang kereta karena perhatian mereka teralihkan pada helikopter yang ada di depan dan di samping.


Lampu helikopter menyoroti kereta dan Gary palsu berdecak kesal, sepertinya para petugas sudah menyadari jika Wali Kota ada di kereta itu tapi mereka tidak khawatir. Mereka akan melarikan diri dengan mudah karena mereka akan mengaktifkan bom yang ada di tubuh Wali Kota.


Gary palsu memerintahkan rekan lainnya untuk memasang bom disetiap lorong karena mereka akan meledakkan kereta nantinya.


Di belakang sana, helikopter yang membawa Vivian, Matthew juga Patrik sedang terbang mengimbangi bagian belakang kereta.


Vivian sedang bersiap-siap untuk turun ke bawah begitu juga dengan Patrik dan Matthew. Mereka sedang mengikat tali ke tubuh mereka karena sebentar lagi mereka akan turun.


Tali telah diikat dan senjata api mereka juga sudah siap, mereka berdiri di depan pintu helikopter yang terbuka dan melihat ke bawah sana. Ini benar-benar tidak mudah karena kereta bergerak dengan kecepatan tinggi.


"Aku yang akan turun terebih dahulu," ucap Matthew.


"Berhati-hatilah, Matth. Setelah ini aku akan turun," jawab Vivian.


"Tentu, aku akan membantumu nanti," ucap Matthew tapi sebelum itu dia mengecup bibir Vivian sejenak.


"Hmm!" Patrik berdehem, apa mereka tidak bisa melihat situasi?


Posisi helikopter dengan belakang kereta sudah sejajar dan tanpa membuang waktu, Matthew segera turun ke bawah. Sungguh tidak mudah apalagi angin bertiup dengan kencang.


Tali yang mengikat Matthew terus diturunkan dan dia berusaha menggapai gagang yang ada di pintu kereta tapi Matthew gagal beberapa kali karena kereta yang terus bergerak.


Setelah beberapa kali mencoba akhirnya Matthew berhasil menggapainya dan dengan cepat Matthew berpegangan dan membuka pintu kereta yang kebetulan tidak dikunci. Dia segera memberi aba-aba untuk Vivian dan melepaskan tali yang mengikat di tubuhnya.


Vivian segera turun setelah mendapat aba-aba dari Matthew. Tali yang mengikat tubuhnya diturunkan dan Vivian berusaha menggapai uluran tangan Matthew. Memang butuh perjuangan tapi berkat kerja sama yang mereka lakukan, mereka semua bisa naik ke dalam kereta tanpa ketahuan.


Mereka segera maju dengan perlahan untuk memeriksa lorong demi lorong kereta, mereka tampak berhati-hati dan Vivian memerintahkan Patrik dan kedua petugas untuk berpencar.


Patrik dan dua petugas lain berjalan maju, mereka juga mengecek ruangan yang mereka masuki dan mereka segera menghentikan langkah mereka ketika melihat sebuah bom aktif berada didekat pintu.


"Aku menemukan sebuah bom, Angel," ucap Patrik.


"Aku akan ke sana," jawab Vivian.


Dia dan Matthew segera menghampiri Patrik dan tentunya mereka melihat bom aktif yang ditemukan oleh Patrik.


"Terus maju Patrik dan cari bom lainnya, kemungkinan mereka menyimpan bom disetiap gerbong dan behati-hatilah," pinta Vivian.


"Serahkan padaku," jawab Patrik seraya mengangkat senjata laras panjangnya.


Mereka segera maju sedangkan Vivian menunggu Matthew yang sedang menjinakkan bom. Mereka harus mematikan benda itu karena Gary palsu bisa meledakkan kereta itu sewaktu-waktu.


Setelah selesai, mereka kembali maju dan tidak lama kemudian mereka melihat Patrik dan dua petugas lain menempel di balik pintu sambil mengintip dari kaca yang ada di pintu.

__ADS_1


Vivian mendekati Patrik dengan perlahan, sedangkan Patrik meletakkan jari di bibirnya.


Patrik memberi isyarat jika ada beberapa orang penjahat di depan dan dia juga memberi isyarat jika mereka menemukan dua bom aktif lainnya. Vivian mengangguk dan segera mendekati bom yang Patrik maksud bersama dengan Matthew untuk mematikan benda itu, sedangkan Patrik masih berdiri di samping pintu untuk melihat situasi.


"Bagaimana, Angel? Kita harus langsung menyerang atau kita lihat keadaan lagi. Ini sudah gerbong kelima dan kemungkinan Wali Kota tidak jauh dari kita," ucap Patrik.


"Sebentar," pinta Matthew karena dia ingin tahu posisi adiknya.


"Mich, kau di mana?" Tanya Matthew.


"Aku sudah berada di atasmu, Kak. Aku sedang meretas cctv dan aku sedang melihatmu sekarang," jawab Michael.


"Bagus, katakan padaku di mana saja mereka berada dan apa yang terjadi dengan ayah Clarina," pinta Matthew.


"Tunggu sebentar," jawab Michael dan dia segera meretas setiap cctv yang ada di ruangan kereta.


"Empat orang berada di depanmu, Kak. Dua orang di lorong depan dan setelah itu kau akan berada di ruangan di mana ayah Clarina berada. Dia sedang ditodongi dengan senjata api dan lima orang berjaga di sana. Gary palsu memegang pemicu dan aku akan segera mengnonaktifkan pemicu itu jadi beri aku waktu lima belas menit," ucap Michael.


"Kau fokus pada pemicunya dan sisanya serahkan padaku."


"Roger," jawa Michael dan dia segera memerintahkan pilot untuk terbang mendekati gerbong depan di mana ayah Clarina berada.


Si Gary palsu tampak waspada dan jempolnya siap menekan bom jika terjadi sesuatu. Anak buahnya sudah memasang beberapa bom di setiap gerbong kereta dan mereka akan menghancurkan kereta jika situasi tidak memungkinkan.


Setelah berbicara dengan adiknya, Matthew mengangkat senjata apinya dan memberi aba-aba untuk segera menyergap.


"Empat di depan kita, dua di depannya lagi dan sisanya ada lima," ucap Matthew.


Vivian mengangguk dan mengangkat senjata apinya, "Langsung sergap!" ucap Vivian.


Empat tembakan dilepaskan dan melubangi kepala empat penjahat yang ada di sana.


"Bruk!" suara tubuh mereka yang jatuh mengalihkan perhatian dua orang yang ada di depan.


Mereka segera berjalan menuju gerbong belakang, sedangkan Vivian dan Matthew bersembunyi di balik pintu begitu juga dengan Patrik dan yang lainnya, mereka bersembunyi di balik kursi penumpang.


Dua orang itu langsung masuk dan sangat kaget melihat keempat rekan mereka yang mati terkapar di atas lantai. Mereka hendak menghampiri rekan mereka yang mati tapi pada saat itu Vivian dan Matthew keluar dari persembunyian. Tanpa kedua orang itu duga, Vivian menutup mulut salah satu dari mereka dan menembak kepalanya sedangkan Matthew memutar leher salah satu dari mereka hingga berbunyi.


Kedua orang itu langsung mati sedangkan Patrik dan kedua petugas keluar dari persembunyian mereka. Vivian memerintahkan Patrik maju untuk melihat sitausi, sedangkan dia dan Matthew menjinakkan bom yang ada di sana.


Patrik terus maju dan mengintip melalui kaca pintu, dia melihat ada lima orang dan Wali Kota sedang diancam dengan senjata api.


"Sandy, Tuan Crab sedang disandera oleh anak buah Plankton," ucap Patrik memberi tahu Vivian.


"Pffft! " Vivian menutup mulutnya dan menahan tawanya.


"Apa kau melihat Gary?" tanya Vivian.


"Ada lima orang dan aku tidak tahu yang mana Gary. Apa aku harus langsung menyergap?"


"Tahan mereka, Babe. Adikku sedang mematikan pemicu bom," pinta Matthew dan Vivian mengangguk.


"Tahan dulu, Patrik. Larry Lobster sedang mamatikan pemicu bom," pinta Vivian.

__ADS_1


"Baik, Mermaid Man dan Bernacle Boy juga bintang laut ini akan terus memantau situasi," jawab Patrik.


Vivian benar-benar berusaha menahan tawanya, sial! Patrik bercanda di waktu yang tidak tepat.


"Bagaimana, Mich?" tanya Matthew setelah dia dan Vivian selesai mematikan bom.


"Sedikit lagi," ucap Michael dan tidak lama kemudian, dia sudah bisa mematikan sensor yang ada di bom.


"Done!" ucap Michael.


"Sudah selesai," Matthew memberitahu Vivian.


"Ayo, SpongeBob. Kita hancurkan anak buah Gary!" Vivian meninju dada Matthew dengan pelan sambil tersenyum.


Mereka segera maju dengan pelan dan setelah mendapat aba-aba, Patrik dan kedua petugas lain langsung menyergap.


"Dor!" sebuah tembakan dilepaskan ke arah orang yang sedang menodongkan senjata api ke Wali Kota sedangkan tembakan lain kembali terdengar.


Gary palsu mundur kebelakang karena sudah terpojok dan dia berusaha menekan pemicu bom tapi sayang bom yang melekat pada tubuh Wali Kota tidak meledak.


"Sial!" umpat Gary palsu dan dia segera melempar pemicu bom dan berlari masuk ke ruang masinis. Gary palsu menembak masinis juga mesin kereta sedangkan Patrik mengejarnya dan menembaknya di sana.


"Masinis terbunuh dan mesin kereta rusak!" ucap Patrik.


"Sial! perintahkan helikopter mendekat untuk membawa Wali Kota!" perintah Vivian sedangkan dia berlari ke ruangan masinis.


Matthew sedang melepaskan bom yang ada di tubuh ayah Clarina dan ketika melihatnya, pria tua itu tampak lega.


"Matthew, aku lega kau datang menolongku," ucap ayah Clarina.


"Nanti saja, Uncle. Kita harus pergi dari sini karena mesin kereta rusak."


Tidak ada yang bisa menghentikan kereta itu jadi jalan satu-satunya pergi menggunakan helikopter. Dua buah helikopter sudah terbang mendekat, Patrik membantu Wali kota dan mengikat tali ditubuhnya agar dia tidak terjatuh saat menaiki tangga, sedangkan Vivian dan Matthew berusaha memperlambat laju kereta tapi sayangnya mesin rusak.


Wali Kota sudah di bawa keluar dan bergelantungan di atas helikopter, dan setelah itu Patrik juga dua rekannya keluar dari kereta.


"Kita harus meledakkan kereta ini jika tidak akan banyak korban saat kereta tiba di San Diego," ucap Matthew.


Vivian mengangguk setuju dan setelah itu, Matthew meminta adiknya untuk menurunkan tangga dan sesuai permintaan kakaknya, tangga diturunkan.


Matthew segera menarik tangan Vivian, mereka berlari menuju pintu yang terbuka dan Matthew mengambil pemicu bom yang dilemparkan Gary palsu. Tangga terlihat tidak begitu jauh dari pintu tapi sulit mereka gapai karena terkena angin.


"Lebih dekat, Mich dan aktifkan lagi pemicu bomnya," perintah Matthew.


Michael memerintahkan anak buahnya untuk membawa helikopter supaya lebih mendekat dan mengaktifkan pemicu bom lagi.


"Peluk aku yang kencang, Babe" pinta Matthew setelah mendapatkan tangga.


Vivian mengangguk dan memeluknya dengan erat. Matthew segera meminta adiknya untuk membawa helikopter untuk naik dan tidak lama kemudian mereka naik ke atas dan meninggalkan kereta.


Kereta masih melaju dan setelah mereka sudah menjauh dari kereta, Matthew menekan pemicu yang sudah aktif.


"Duaaaaarrrrr!" ledakan dahsyat terjadi dan menghancurkan kereta bahkan mereka bisa merasakan gelombang ledakannya dari atas sana.

__ADS_1


Vivian menyaksikan hal itu dan menarik nafasnya dengan berat, "Aku butuh istirahat," ucapnya.


Mereka masih bergelantungan di atas helikopter dan helikopter masih terbang dan akan membawa mereka ke tempat yang aman.


__ADS_2