Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Pertemuan


__ADS_3

Hari ini Vivian akan bertemu dengan Jager Maxton tapi sebelum itu, dia harus menyiapkan berkas yang berisi beberapa pertanyaan yang akan dia lontarkan kepada Jager Maxton nanti.


Tidak saja menanyakan kasus kriminal yang dilakukan oleh Maxton akhir-akhir ini tapi dia juga akan menanyakan masalah barang yang dia sita dan mengenai Damian Maxton yang tiba-tiba muncul menjadi buronan yang dia cari.


Dia harap hari ini dia bisa mendapatkan titik terang dan dia harap dugaannya jika mereka tidak terlibat bisa dia buktikan dan bukti itu bisa dia berikan pada kapten Willys karena karirnya sedang dipertaruhkan.


Vivian akan menemui Jager setelah makan siang. Dia dan Matthew sudah sepakat untuk bertemu di rumah Maxton. Dia tidak mau merepotkan Matthew dan memilih untuk pergi sendiri, lagi pula dia tahu tempatnya.


Pada saat itu, waktu baru menunjukkan pukul sebelas siang. Vivian masih sibuk memeriksa berkas yang dia buat dan tidak hanya itu saja, dia juga harus pergi ke rumah sakit untuk mengambil beberapa laporan mengenai kematian orang yang menolongnya waktu itu.


Tadinya Ana yang akan pergi mengambilnya tapi Ana pergi dengan Patrik untuk mengusut kasus lain. Setelah makan siang dia akan pergi ke rumah sakit sebentar dan setelah itu dia akan pergi ke rumah Maxton.


Selagi Vivian sedang sibuk, Matthew menghubunginya karena dia ingin tahu apa yang Vivian lakukan dan jam berapa dia akan pergi ke rumah Maxton.


Sambil melihat berkasnya, Vivian meraih ponselnya dan menjawabnya, "Hallo."


"Babe, jam berapa kau akan pergi ke rumah Maxton?"


"Aku harus ke rumah sakit dulu untuk mengambil beberapa data. Setelah itu aku akan pergi ke sana."


"Bagaimana jika kita pergi bersama saja? Aku akan menjemputmu dan mengantarmu ke rumah sakit setelah itu kita pergi bersama."


"Tidak perlu, aku tidak mau merepotkanmu."


"Kau yakin?"


"Hei bukankah kita sudah sepakat tadi pagi?"


"Oke baiklah, aku akan menunggumu di sana dan ingat, jangan terlalu lama karena Jager Maxton bukan orang yang suka menunggu."


"Kau tidak perlu khawatir, aku hanya mengambil berkas dan setelah itu aku akan langsung menuju ke sana."


"Baiklah, hati-hati babe."


"I know," jawab Vivian dan setelah itu dia kembali fokus dengan pekerjaannya.


Setelah berbicara dengan Vivian, Matthew kembali ke mejanya dan melihat Michael sedang berbicara dengan aunty Ivy.

__ADS_1


Michael sedang memamerkan foto kebersamaannya dengan kakaknya yang sedang perpenampilan wanita kepada aunty Ivy dan mengatakan jika itu pacarnya.


Matthew hanya menggeleng, terserah adiknya saja yang penting aunty Ivy tidak tahu jika foto wanita itu adalah dirinya tapi dia lupa dengan foto yang diambil bersama dengan keluarganya dan sekarang foto itu sudah menjadi penghias dinding di ruang keluarga. Saat semua pulang dan melihatnya mereka pasti tahu dan semoga mereka tidak menertawakannya.


Ketika waktu jam makan siang, Matthew pergi makan siang dengan adiknya dan setelah itu dia pergi ke rumah Maxton. Jangan sampai Vivian datang lebih awal dibandingkan dirinya karena dia tidak mau Vivian diusir oleh Maxton.


Dia disambut dengan baik oleh anak buah Maxton dan tentunya oleh Jager Maxton sendiri. Ketika melihatnya, Damian membungkuk seperti tradisi orang Jepang pada umumnya dan Matthew melihatnya dengan penuh selidik.


Dia ingat malam itu dia memberikan dua tembakan pada buronan Vivian dan Damian tidak seperti orang yang sedang terluka akibat tembakan. Walaupun sudah beberapa hari yang lalu tapi luka bekas tembakan tidak akan sembuh dengan cepat.


"Tuan Smith, kau bilang ingin tahu mengenai putraku Damian, ada apa dengannya?" tanya Jager maxton setelah dia mempersilahkan tamunya untuk duduk.


"Maaf tuan Max, aku hanya ingin tahu kapan putra anda kembali?"


"Dua hari yang lalu, ada apa tuan Smith? Jangan katakan padaku jika kau mencurigai putraku!"


"Tuan Max, dua hari yang lalu ada yang memakai wajah putra anda dan orang itu adalah buronan yang sedang di cari oleh pemerintah Inggris dan Amerika."


"Apa? Jangan bercanda tuan Smith! Mana mungkin Damian menjadi buronan? Selama ini dia berada di Jepang dan hidup dengan baik. Bagaimana mungkin dia bisa jadi buronan?!" Jager benar-benar tidak terima Damian tiba-tiba jadi tersangka.


"Tuan Max, jangan salah paham. Bukankah aku mengatakan padamu jika ada yang menggunakan wajah putra mu dan yang memakainya adalah buronan yang sedang dicari oleh pemerintah Amerika dan Inggris?"


"Tuan Max, boleh aku bertanya sesuatu?"


"Silahkan tuan Smith, apa yang ingin kau tahu?"


"Aku pernah mengatakan padamu bukan jika ada yang menggunakan namamu saat melakukan kejahatan dan sepertinya orang ini ingin menghancurkan reputasimu. Apa kau punya musuh?" tanya Matthew.


"Kenapa kau bertanya demikian tuan Smith?"


Matthew masih belum menjawab, lebih baik dia menunggu Vivian datang karena saat Vivian mengintrogasi Jager, maka pada saat itu Jager Maxton akan mengerti.


Sepertinya buronan yang dicari oleh Vivian mengenal Jager Maxton, itu terbukti karena buronan Vivian menggunakan wajah Damian. Tidak semua orang tahu Jager Maxton punya putra tapi si buronan sepertinya sangat tahu dan bisa dia simpulkan, buronan yang Vivian cari kemungkinan musuh Jager Maxton.


"Maaf, setelah temanku datang maka kau akan tahu semuanya tuan max."


"Oh aku baru ingat, mana FBI yang mau tuan Smith kenalkan padaku? Apa untuk menanyakan hal ini kau membawa FBI kemari?" tanya Jager curiga.

__ADS_1


"Bukan begitu," Matthew bangkit berdiri dan berjalan mendekati foto istri Jager Maxton, sedangkan Jager mengikutinya.


"Apa istri anda punya saudara tuan Max?" tanya Matthew setelah dia berdiri di bawah foto istri Jager.


"Tidak! Istriku putri tunggal dan dia tidak punya saudara. Kenapa tuan Smith bertanya seperti itu?"


Matthew tersenyum dan kembali duduk, dia sudah tidak sabar ingin melihat reaksi Jager saat melihat Vivian. sambil menunggu kedatangan Vivian, Jager mempersilahkan Matthew untuk menikmati minuman yang telah terhidang sedangkan di luar sana, Vivian sudah tiba dan menghentikan motornya.


Setelah mengambil berkas yang dia inginkan di rumah sakit, Vivian segera menuju rumah Maxton. Jangan sampai Matthew menunggunya terlalu lama dan membuat Jager Maxton marah karena ini adalah kesempatannya untuk mengintrogasi Jager Maxton.


Vivian membuka helm dan jaket yang dia pakai dan setelah itu, Vivian segera menghampiri seorang penjaga yang sedang berdiri di depan gerbang. Karena sudah mendapat perintah jadi Vivian dipersilahkan untuk masuk.


Vivian berjalan memasuki rumah Maxton dengan sebuah berkas di tangannya, itu adalah berkas yang dia buat dan akan dia gunakan untuk mengintrogasi Jager Maxton nanti.


Dengan pelan Vivian mengetuk pintu rumah Maxton yang tertutup rapat dan tidak lama kemudian, pintu terbuka.


"Selamat siang, aku sudah mambuat janji dengan tuan Maxton," ucap Vivian dengan sopan tapi pelayan pribadi Jager melihatnya tanpa berkedip dengan wajah pucat.


"Nyo...nyonya?" ucap pelayan pribadi Maxton sedangkan Vivian tampak heran, apa tampangnya sudah begitu tua sampai orang itu memanggilnya nyonya?


Pelayan pribadi Jager melangkah mundur dan segera berlari masuk ke dalam sambil berteriak, "Tuan!"


"Ada apa? kenapa begitu tidak sopan?" Jager tampak kesal.


"Nyo...nyonya," jawab pelayan pribadinya sambil menunjuk ke arah pintu.


"Jangan mengada-ada!" Jager Maxton mulai marah.


Matthew segera berjalan keluar karena dia tahu Vivian sudah datang dan di luar sana Vivian masih seperti orang linglung, memangnya pelayan tadi melihat hantu? Tapi ketika melihat Matthew berjalan menghampirinya, dia langsung tampak lega.


"Matth, kenapa dia lari saat melihatku?" tanya Vivian penasaran.


"Tidak apa-apa, ayo masuk kau sudah ditunggu," Matthew menggandeng tangan Vivian dan membawanya masuk ke dalam.


Di dalam sana Jager masih memarahi pelayan pribadinya dan Damian berusaha menenangkan ayahnya dan memberinya segelas minuman.


Jager benar-benar kesal dan hendak meneguk minumannya tapi pada saat melihat Matthew membawa seorang gadis, mata Jager melotot tidak percaya saat melihat Vivian begitu juga dengan Damian.

__ADS_1


Gelas yang dipegang Jager tergelincir jatuh dari tangannya dan dia segera bangkit berdiri, "Crist...Cristiana," ucapnya.


Vivian benar-benar heran, ada apa dengan mereka? Apa di wajahnya ada sesuatu dan membuat tampangnya begitu mengerikan? Seharusnya sebelum masuk dia melihat wajahnya di kaca terlebih dahulu.


__ADS_2