Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Jawaban apa itu?


__ADS_3

Waktu terus berjalan dan Vivian masih berpikir dengan keras mengenai teka teki yang diberikan oleh Matthew.


Dia bahkan bangun dari tidurnya untuk mencari sebuah kertas karena dia mau menghitung. Ini seperti pelajaran Matematika anak-anak dan dia yakin dia bisa menemukan jawabannya.


Matthew santai saja dengan senyum yang terus mekar di wajahnya, dia bahkan menyimpan bantal di sampingnya karena sebentar lagi mereka akan tidur berdua.


Vivian mulai menghitung, segala kemungkinan bisa terjadi bahkan untuk mencerna pertanyaan yang diberikan oleh Matthew, dia akan menuliskan pertanyaan itu disebuah kertas.


"Bisa kau ulangi teka tekinya?" tanya Vivian.


"Di sebuah desa hidup sepasang suami istri yang memiliki tiga orang anak dan mereka memelihara dua puluh ekor domba. Suatu hari dua anak mereka pergi mengembalakan sepuluh domba mereka di padang dan tanpa sepengetahuan mereka, lima ekor domba mereka hilang karena dimakan oleh segerombolan serigala-serigala liar. Jangan lupa pertanyaannya babe," jawab Matthew mengulangi teka teki yang dia buat.


"Aku tahu, jangan berisik!"


Matthew terkekeh dan berkata, "Berusahalah babe, waktu masih banyak!"


"Berisik!" ucap Vivian dengan nada kesal dan lagi-lagi Matthew terkekeh.


Jika Vivian menyimak pertanyaannya dengan benar, dia pasti tidak akan terkecoh tapi sepertinya gadis itu lebih fokus pada angka-angka yang terdapat pada pertanyaan itu.


Vivian benar-benar menghitung dan setelah mendapatkan hasilnya, entah kenapa dia tidak yakin. Mungkin dia harus menyimak teka teki yang diberikan oleh Matthew dengan serius.


"Segerombolan Serigala-Serigala liar?" gumamnya.


"Bagaimana babe, apa kau sudah menemukan jawabannya?"


"Sebentar!" jawab Vivian.


"Come on babe, waktumu tidak banyak dan aku sudah tidak sabar untuk tidur denganmu," ucap Matthew lagi.


"Berisik! Bisa kau diam?! Oh kau benar-benar membuatku tidak bisa berpikir dengan benar!"


Matthew tertawa, itulah yang dia inginkan. Jangan sampai Vivian memahami isi pertanyaannya dan mengetahui jawabannya. Bagaimanapun dia tidak boleh meremehkan kemampuan gadis itu.


Vivian bangkit berdiri dan menghampiri Matthew, dia duduk kembali di samping Matthew sambil menggerutu. Konsentrasinya pecah gara-gara pria itu selalu melemparkan pertanyaan setiap dia mau berpikir.


"Apa kau sudah menemukan jawabannya babe?"


Vivian melotot ke arah Matthew, ingin rasanya dia mencubit bibir pria itu.


"Bisa tidak kau beri aku waktu untuk berpikir, setiap aku memikirkan jawabannya kau selalu melemparkan pertanyaan!"


"Oke baiklah, aku diam," Matthew tersenyum sedangkan Vivian masih menggerutu kesal.


Waktu tinggal beberepa menit lagi tapi dia belum juga menemukan jawaban yang pas, rasanya ingin melarikan diri dengan berpura-pura tidur tapi dia tidak bisa. Haruskah dia menghitung domba?


"Aku menunggu babe, dan aku sudah tidak sabar ingin tidur denganmu dan jangan lupa kedua pipimu itu akan menjadi milikku!"


"Oh my God, kau benar-benar menyebalkan!" Vivian meraih sebuah bantal dan melemparkan benda itu ke arah Matthew.


Matthew tertawa dan menangkap bantal yang dilempar oleh Vivian, kemenangan benar-benar sudah di depan mata.


Waktu tiga puluh menit terlewatkan begitu saja dan Vivian sudah mendapatkan tiga jawaban yang kemungkinan salah satu jawaban itu adalah benar.


"Waktumu sudah habis babe, sekarang jawab pertanyaannya, berapa ekor Serigala yang memakan lima domba yang ada dipadang?"


"Beri aku tiga kesempatan," pinta Vivian.


"What?"

__ADS_1


"Ayolah, aku sudah memberimu tumpangan seharusnya kau memberikan sedikit toleransi untukku!"


"Baiklah, aku akan memberimu tiga kesempatan untuk menjawab pertanyaan itu!" Matthew menyetujui permintaan Vivian, lagi pula teka teki yang dia buat tidak akan ada yang bisa menjawabnya.


"Terima kasih," jawab Vivian sambil tersenyum.


"Jadi babe, apa jawabanmu?"


"Hm, aku rasa 20 ekor. Serigala selalu berburu berkelompok dan mereka selalu bergerombol dan dalam kawanan mereka bisa mencapai 20 ekor."


"Wow, bravo! Jawaban yang bagus tapi salah!"


"What? Tidak mungkin!" Vivian tidak terima.


"Bukan itu jawabannya babe."


"Jika begitu dua, benar bukan? Didalam pertanyaan dikatakan segerombolan Serigala-Serigala jadi pasti dua jawabannya."


"Itu juga bukan babe."


"Oh my God, aku tidak percaya!" Vivian tampak frustasi sedangkan Matthew tersenyum.


"Satu kesempatan lagi babe."


"Sebentar," pinta Vivian.


"Hei waktumu berpikir sudah habis!"


"Tidak perduli. Jika bukan dua berarti satu!"


"Bagaimana bisa seekor Serigala memakan lima ekor domba?" tanya Matthew pula.


"Ck, jika begitu jawabannya tidak ada! Para Domba itu tersesat dipadang!"


Vivian benar-benar kesal, kenapa jawabannya tidak ada yang benar? Jangan-jangan pria itu menipunya supaya dia bisa tidur dengannya.


"Freddy, kau tidak menipuku bukan?" Vivian memandanginya dengan curiga.


"Aku tidak menipumu babe, aku sudah sangat berbaik hati memberimu kesempatan untuk menjawabnya. Jika kau sudah menyerah katakan saja."


"Ck, baiklah. Apa jawabannya?!"


"Jadi kau menyerah?" tanya Matthew memastikan.


"Aku rasa semua jawabanku pasti salah!" jawab Vivian.


Matthew terkekeh dan bangun dari tidurnya, sekarang dia akan mengatakan jawabannya.


"Baiklah, jadi kau mau tahu jawabannya?"


Vivian mengangguk dan tampak sudah tidak sabar untuk mengetahui jawabannya.


"Jawabannya tidak tahu!"


"What?" Vivian benar-benar tidak percaya mendengar jawabannya.


"Jawabannya tidak tahu karena tidak ada seorangpun yang tahu berapa jumlah serigala yang memakan kelima ekor domba itu!" Matthew memberi penjelasan.


"Kau bercanda ya?! Jawaban macam apa itu?!" Vivian benar-benar tidak terima.

__ADS_1


"Kenapa? Kau terlihat tidak senang dengan jawabanku?"


"Tentu saja!" Vivian membuang wajahnya kesamping dan tampak kesal.


"Babe, seharusnya kau perhatikan isi ceritanya baik-baik. Di sana disebutkan 'tanpa sepengetahuan mereka, lima ekor domba mereka hilang karena dimakan oleh segerombolan serigala-serigala liar' Seharusnya kau memahami perkataan itu karena tidak ada seorangpun yang melihat domba-domba itu diserang oleh serigala jadi tidak ada yang tahu berapa jumlah Serigala yang memakan kelima domba itu dan lagi pula, apa di dalam cerita itu ada menyebutkan jumlah Serigalanya? Sebaiknya jangan terkecoh dengan pertanyaanya!"


"Oh my God, kau menjebakku!" Vivian tampak frustasi. Habislah dia malam ini.


"Jadi babe?" Matthew merebahkan dirinya di atas sofa dan menepuk-nepuk sofa yang ada di sisinya.


"Come to me babe," ucapnya sambil tersenyum nakal.


"Ti...tidak mau!" tolak Vivian.


"Sebaiknya jangan ingkar janji babe jika tidak aku akan menangkapmu dan melakukan hal yang lain!" ancamnya.


"Be...besok saja!"


"No, kita sudah sepakat jadi kemarilah!"


Vivian menggigit bibirnya, dia sungguh ingin melarikan diri.


"Ayolah babe, aku sudah mengantuk!"


"Awas kau jika berani berbuat macam-macam!" ancam Vivian.


"Tidak akan jadi kemarilah!"


Dengan perasaan berkecamuk dihati dan dengan perasaan takut, Vivian mendekati Matthew.


"Ck, lama!" karena tidak sabar Matthew menarik tangan Vivian hingga gadis itu jatuh kedalam pelukannya.


"Freddy!" Vivian sangat kaget dan ketakutan saat Matthew memeluknya dengan erat.


"Jangan takut babe, aku tidak akan melakukan apapun dan hanya memelukmu saja!" Matthew menenangkan Vivian yang tampak ketakutan.


"Aku..aku?"


"Stt, santai saja dan percayalah padaku!"


Vivian mengangguk, dia akan berusaha melawan ketakutan yang ada di dalam dirinya.


"Peluk aku babe," pinta Matthew.


"What?"


"Ayolah, kau pasti bisa."


Vivian kembali mengangguk dan mengangkat tangannya, dia benar-benar ragu untuk memeluk Matthew tapi Matthew menangkap tangannya dan melingkarkan tangan Vivian di pinggangnya.


"Fredd!"


"Rileks babe, anggap aku sebuah bantal."


"Kau bantal besar dan mesum!" ucap Vivian kesal.


"Ya aku memang mesum apalagi dengan gadis yang aku sukai tapi kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan membuatmu takut. Malam ini kita tidur seperti dan aku berjanji tidak akan menyentuhmu walaupun kedua pipimu sudah jadi milikku!"


Matthew mengusap rambut Vivian dengan lembut, sedangkan jantung Vivian berdetak dengan cepat. Entah kenapa dia merasa nyaman dengan usapan tangan Matthew.

__ADS_1


"Good night babe," ucap Matthew seraya mencium dahi Vivian.


Mata Vivian membulat, dia ingin marah tapi dia urungkan dan lebih memejamkan matanya. Sepertinya malam itu salah satu dari mereka tidak akan bisa tidur atau jangan-jangan mereka berdua tidak akan bisa tidur.


__ADS_2