Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Sepuluh ekor sapi.


__ADS_3

Tubuh Felicia di naikkan ke atas dan hal itu membuatnya sangat heran, apa lagi yang mau dilakukan oleh orang-orang yang ada di sana?


Dia sudah lelah dan tidak bertenaga apalagi dengan posisinya yang digantung terbalik. Satu tangannya yang hilang akibat ditebas oleh Vivian semakin hari semakin terasa sakit.


Para buaya yang setiap hari ingin memperebutkan dagingnya membuat keberaniannya hilang belum lagi terik sinar matahari yang membakar kulitnya. Dia sudah seperti sedang berjemur di tengah-tengah kolam buaya dan memang itulah yang sedang terjadi.


Entah kapan salah satu buaya yang ada di bawah sana mendapatkan dagingnya dia sendiri tidak tahu. Sungguh jika bisa memilih, dia lebih memilih mati akibat ledakan bom yang terjadi di San Franscisco City Hall dari pada harus tergantung di tengah kolam buaya. Sekarang dia berada di antara mau mati dan tidak. Dia harap segera mati tapi sayang, kematian enggan menghampirinya.


Felicia berharap jika siksaan yang dia dapat sampai di sana saja tapi dia tidak tahu jika hari ini dia akan ikut dalam permainan yang sebentar lagi akan dimulai. Tubuhnya diturunkan di atas tanah dan beberapa anak buah Matthew melepaskan rantai yang mengikat tubuhnya dari crane.


Felicia pikir dia akan dilepaskan apalagi dia dibawa masuk ke dalam sebuah ruangan. Dia tampak lega dan tampak begitu senang, mungkin di dalam sana ada Vivian dan mungkin saja Vivian berubah pikiran dan mau melepaskannya.


Tubuh Felicia didorong dengan kasar ketika dia sudah dibawa masuk, Felicia berteriak karena dia terhempas ke atas lantai dengan kuat.


"F*uc*k you!" teriak Felicia marah.


Saat itu, dua anak buah Matthew yang lain menghampiri Felicia dengan rantai di tangan mereka. Mereka menangkap Felicia dan mengikatnya.


Felicia kembali memberontak dan berteriak tapi sayang, tangan dan kakinya sudah terbelenggu oleh rantai. Dia masih terus berteriak tapi anak buah Matthew tidak perduli dan segera pergi meninggalkannya.


"Hey, jangan pergi kalian! Lepaskan aku dari sini jika tidak aku akan membunuh kalian semua!" teriak Felicia.


"Ternyata kau masih hidup, Felicia."


Felicia sangat kaget dan melihat datangnya suara, dia tahu itu suara siapa tapi ketika melihatnya, Felicia semakin kaget.


"What the hell! Mr, M?"


"Hehehe ... kau masih mengenaliku rupanya," ucap Gary.


Dia tampak tidak berdaya akibat rasa sakit luar biasa di wajahnya. Dia bahkan tidak berani melihat wajahnya sendiri seandainya ada sebuah cermin besar di sana. Mugkin jika ada pun dia akan bertanya pada cermin saat ini, "Mirror ... Mirror on the wall, who is the most handsome now?" sekarang dia mengerti perasaan ratu jahat dan kenapa dia begitu membenci putri Salju.


"What's happened to you?" Felicia tampak takut melihat wajahnya.


"Kau bisa melihatnya sendiri, Felicia."


Felicia melihat sekelilingnya dan kembali terkejut, itu serangan double kill yang dia dapatkan ketika melihat seseorang menggunakan wajah Gary dan bisa dia tebak itu adalah Thomas.

__ADS_1


Dia kembali melihat dan mendapati Bruke sedang terbaring tidak berdaya dengan keadaan kaki melepuh akibat terbakar, Sh*i*t, triple kill!"


"Oh my God, what happened to you, guys?"


Felicia semakin ketakutan dan merinding ngeri melihat alat-alat penyiksaan yang ada di tempat itu. Siapa sebenarnya pria yang bersama dengan Vivian waktu itu?


Seharusnya dia mencari tahu siapa yang dia lawan sebelum bertindak dan sekarang, dia dibawa ke dalam ruangan itu dan entah apa yang akan terjadi dengannya. Melihat keadaan Gary dan kedua rekannya, dia lebih memilih digantung di luar lagi.


Suara langkah kaki dan ketukan sepatu di atas lantai menjadi musik menuju kematian bagi mereka, Felicia tampak waspada begitu juga dengan Gary dan yang lainnya.


Pintu terbuka dan dari luar sana, tampak Malaikat maut mereka berjalan masuk tapi bedanya, itu Malaikat yang akan menyiksa mereka sebelum mereka mati.


Bruke tampak ketakutan, benar-benar takut dan dia sangat menyesali kebodohannya. Jika saja dia patuh, apa Matthew Smith benar-benar tidak akan menyiksanya?


Dia hanya takut dan dia hanya berusaha mencari cara agar bisa terbebas dari tempat itu tapi sayang, keinginannya bunuh diri gagal dan dia tidak bisa membunuh Matthew. Dia pikir dia akan ditembak saat itu juga jika dia menyerang Matthew, tapi ternyata?


Matthew berjalan mendekati mereka dan tampak puas melihat keadaan Gary dan Thomas. Dia juga sangat puas melihat keadaan Bruke. Padahal dia sudah memberi kesempatan pada pria itu tapi dia terlalu bodoh dan telah menyia-nyiakan kesempatan yang telah dia berikan.


"Bagaimana dengan keadaanmu, Gary?"


"Jangan mengejekku, Matthew. Jika kau hebat, bunuh aku sekarang!" jawab Gary dengan sinis.


"Sudah aku katakan, jangan mengejekku!" teriak Gary marah.


"Hey, aku memujimu. Apa kau tidak tahu?" Matthew berjalan ke sebuah meja dan mengambil sebuah pisau tajam dari sana.


"Kau, Thomas dan ilmuwan itu ...," Matthew melihat ke arah Bruke yang ketakutan.


"Dan agen bodoh yang menjalin kerja sama denganmu, kalian berempat sangat hebat. Aku akui itu dan aku sedang memuji kalian jadi seharusnya kalian sedang mendengar pujianku."


"Jangan banyak bicara, bunuh kami sekarang!" teriak Thomas.


"Wow, i like your spirit!" ucap Matthew.


"Bunuh kami, Matthew Smith. Bunuh kami, sekarang!" teriak Bruke juga.


"Bagus ... bagus," ucap Matthew dengan santai.

__ADS_1


"Benar! Jika kau pria sejati, bunuh aku sekarang!" Felicia juga berteriak. Melihat keadaan Gary dan kedua rekannya, dia tidak berani membayangkan siksaan apa yang akan dia dapatkan nanti.


"Hahahahahaha ...!" Matthew tertawa terbahak-bahak dan meletakkan pisau yang ada di tangannya ke atas meja.


"Aku suka dengan semangat kalian berempat, jadi kalian sudah siap bermain game denganku, bukan?" tanya Matthew sambil berjalan menuju kursi yang sudah diletakkan James dan duduk di sana.


"Game apa?" tanya Felicia tidak mengerti.


"Oh, aku lupa ada anggota baru. Kita akan bermain teka teki seperti yang Gary sukai. Aku akan memberi kalian teka teki dan tidak perlu khawatir, teka teki yang aku berikan sangat mudah. Kalian hanya punya satu kesempatan untuk menjawabnya. Siapa yang tercepat dan bisa menjawab dengan benar maka dia akan terbebas dari hukuman bahkan, orang itu berhak memilih alat penyiksaan yang akan rekannya dapatkan nanti."


Felicia menelan ludahnya, permainan macam apa ini?


"Bagaimana jika tidak ada yang bisa menjawab?" tanya Felicia.


"Maka kalian berempat akan mendapat siksaan dariku! Kalian siap?" tanya Matthew sambil menyeringai.


"Tidak! Aku tidak mau!" tolak Bruke.


"Aku juga tidak!" tolak Gary dan juga Thomas.


"Sayang sekali, kalian tidak punya hak untuk menolak! Jika kalian tidak bisa menjawab atau tidak mau ikut bermain maka bersiaplah mendapat siksaan dariku tapi jika kalian bisa menjawab pertanyaan mudah dariku maka kalian punya kesempatan bebas dari siksaan, kalian siap?"


"F*uc*k!" umpat Gary kesal.


"Dengar baik-baik teka tekinya, ini benar-benar mudah dan ini adalah pertanyaan untuk anak-anak jadi aku rasa kalian bisa menjawabnya," ucap Mathew.


Gary dan kedua rekannya tertunduk lesu, begitu juga dengan Felicia. Mereka tidak punya pilihan dan terpaksa ikut dalam permainan dan mereka harap mereka bisa menjawab teka teki yang diberikan.


..."Dengar! Di sebuah padang rumput, sepasang suami istri sedang membawa sapi mereka untuk memakan rumput. Sapi itu berjumlah 10 ekor dan di antara sepuluh ekor sapi itu terdapat dua ekor sapi yang baru lahir. Pertanyaannya adalah, berapa jumlah sapi betina yang ada di antara sepuluh ekor sapi itu?"...


"Pfffttt!" James hampir tertawa mendengar teka teki yang diberikan oleh bosnya.


"Kenapa, James? Pertanyaannya mudah bukan?" tanya Matthew.


"Yes, Master," jawab James sambil menahan tawanya.


"kalian dengar itu, James berkata mudah. Jadi kalian bisa menjawabnya, bukan? Aku beri kalian waktu sepuluh menit untuk memikirkan jawabannya. Ingat, satu orang satu kesempatan dan siapa yang menjawab dengan benar maka dialah pemenangnya jadi pikirkan jawabannya baik-baik," ucap Matthew.

__ADS_1


Gary dan yang lainnya saling pandang, sial! Teka teki macam apa itu?


__ADS_2