Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Mata-mata


__ADS_3

Saat itu masih pukul tiga pagi dini hari, tanpa sepengetahuan Matthew dan Vivian, mata-mata yang diutus untuk mengawasi Vivian menempati rumah kosong yang ada di samping rumah dinas Vivian.


Mata-mata itu akan menyamar sebagai suami istri dan mereka akan berpura-pura sebagai warga biasa agar tidak dicurigai.


Tugas mereka adalah mengawasi Vivian dan mencari tahu siapa yang ada di dekat Vivian dan siapa yang membantu Vivian selama ini.


Jika mereka mendapati ada seseorang bersama Vivian, maka mereka harus menghabisi orang itu karena orang yang mengutus mereka tidak mau ada satu orangpun membantu Vivian karena orang itu ingin Vivian masuk ke dalam perangkapnya dengan mudah.


Rumah kosong yang ada di samping rumah Vivian menjadi tempat bagus untuk melakukan pengintaian dan untuk mendapatkan rumah itu tidaklah sulit.


Saat tengah malam mereka menemui pemilik rumah dan dengan sedikit ancaman mereka sudah mendapatkan rumah itu. Mereka segera pindah sebelum matahari terbit dan sebelum ada yang mencurigai mereka.


Alat untuk mematai-matai gerak gerik Vivian sudah terpasang dan mereka hanya perlu menunggu dan sebuah kesempatan untuk beraksi.


Pagi harinya, Vivian terbangun sambil memegangi kepalanya yang terasa berat dan entah kenapa lehernya juga terasa pegal.


Vivian meraih ponselnya yang berbunyi dan mematikan alarm, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi sebaiknya dia mandi jika tidak dia akan terlambat pergi ke kantor.


Walaupun dia merasa tubuhnya kurang sehat tapi dia akan tetap pergi ke kantor karena dia dan Patrik akan membahas kasus yang mereka tangani semalam.


Sambil merenggangkan otot lehernya, Vivian berjalan menuju kamar mandi sementara itu Matthew terbangun dari tidurnya dan mendapati Vivian sudah tidak ada.


Dia kira Vivian sudah keluar dari kamar jadi Matthew segera bangun dari tidurnya dan berjalan menuju pintu, sebelum sampai pada pintu, langkah Matthew terhenti saat mendengar suara air dan suara bersin Vivian dari dalam kamar mandi.


Matthew segera memutar langkahnya dan berjalan menuju kamar mandi, pada saat pintu terbuka Matthew tersenyum melihat Vivian yang sedang menggosok giginya.


"Morning babe," sapanya seraya masuk ke dalam.


"Hm," jawab Vivian.


Matthew berdiri di samping Vivian dan mengambil sikat giginya, entah mengapa dia ingin menggoda Vivian jadi dia menggosok giginya dengan cepat dan setelah itu Matthew berjalan ke arah closet.


"Mau apa kau?" tanya Vivian seraya mengeringkan wajahnya yang baru saja dia cuci.


"Menurutmu?" Matthew sudah membuka celana yang dia pakai.


"Oh my God, Freddy!" teriak Vivian sambil menutupi matanya dengan handuk.


Matthew hanya tertawa dan setelah selesai dia segera menghampiri Vivian dan meraih pinggangnya.


"Kau benar-benar menyebalkan!" ucap Vivian kesal sambil menyingkirkan handuknya.


"Nanti kau juga akan melihatnya babe dan punyaku akan aku berikan padamu!"


"What?"

__ADS_1


"Tidak perlu malu, bagaimana jika kita mandi bersama?" Matthew tersenyum nakal.


"Apa? Dasar kau pria mesum!" ucap Vivian dengan wajah memerah.


Matthew terkekeh dan mengusap wajah Vivian, dengan perlahan Matthew mendekatkan wajanya dan mencium pipi Vivian.


"Mau tidak?" tanyanya sambil berbisik.


"Ti...tidak mau!" tolak Vivian dengan jantung berdebar.


"Oh ya?"


Vivian sangat kaget saat Matthew menggigit telinganya dan tangan Matthew sedang mengusap punggungnya.


"Fredd!"


"Stts! Ini terapi untukmu agar kau terbiasa dengan sentuhanku. Kau tidak perlu khawatir, aku akan melakukannya dengan perlahan. Hari ini aku hanya akan menyentuh punggungmu saja!"


"Tapi?"


"Percayalah, tidak seperti yang pernah kau lihat saat kecil. Aku akan melakukannya dengan lembut dan jika kau memang takut aku akan menghentikannya."


Vivian mengangguk, tidak ada salahnya dia mencoba. Lagi pula dia memang harus melawan rasa takut yang ada di dalam dirinya dan menghilangkan traumanya.


Dengan perlahan Matthew mencium bibir Vivian dan setelah merasa Vivian menikmati ciuman mereka, tangannya mulai merayap masuk ke dalam baju yang dipakai oleh Vivian.


Tubuhnya mulai gemetar karena takut dan pada saat merasakannya, Matthew segera menarik tangannya keluar. Bagaimanapun dia sudah berjanji dan dia akan melakukannya dengan pelan-pelan sampai Vivian merasa nyaman dan tidak takut lagi.


"Maaf telah membuatmu takut," ucap Matthew seraya memeluk Vivian dengan erat.


"Ti...tidak apa-apa, aku yang terlalu berlebihan."


"Bodoh, kau bereaksi seperti itu karena trauma yang kau alami jadi aku berjanji tidak akan pernah menyakitimu."


"Terima kasih Fredd, kau mau mencintai aku yang seperti ini."


"Apa maksud ucapanmu sayang, tidak ada yang sempurna di dunia ini bahkan akupun tidak!"


Vivian tersenyum dan memandangi wajah Matthew, dengan perlahan Vivian mengusap wajah Matthew dan berkata, "Aku pasti akan memberikan cintaku padamu tapi beri aku waktu untuk menyingkirkannya dari dalam hatiku."


"Oh babe, aku sangat senang mendengarnya! Aku menantikannya dan jangan lama-lama!"


"Pasti," jawab Vivian sambil tersenyum.


Sebelum keluar dari kamar mandi, Matthew mencium bibir Vivian kembali, dia sangat menantikan saat Vivian mengungkapkan cintanya dan dia harap saat itu cepat datang.

__ADS_1


Matthew masuk kedalam kamarnya untuk mandi tapi sebelum itu dia mengambil ponselnya dan melihat, di sana ada sebuah pesan dan pesan itu dikirimkan oleh Michael.


Matthew segera menghubungi Michael karena dia ingin tahu apa yang ingin dibicarakan oleh adiknya.


"Ada apa?"


"Apa hari ini kakak mau pergi kemarkas?" tanya Michael.


"Ya, aku akan mengintrogasi si tua bangka itu dan mencari tahu siapa yang ingin membunuh kita."


"Baiklah kak, Ainsley mengajakku pergi kesuatu tempat jadi aku tidak bisa mengikutimu."


"Oke," jawab Matthew dan setelah selesai berbicara dengan adiknya dia segera mandi.


Di dalam kamarnya, tubuh Vivian mulai menggigil setelah mandi dan dia juga bersin berkali-kali. Karena tidak ingin membuang waktu, Vivian tidak memikirkannya dan setelah memakai bajunya, Vivian keluar untuk membuat sarapan.


"Babe, hari ini kau pulang jam berapa?" tanya Matthew yang sudah berdiri di belakangnya.


"Entahlah, kenapa?"


"Bagaimana jika malam ini kita makan malam berdua?"


"Boleh, aku akan meminta ijin agar pulang lebih cepat nanti."


"Oh babe, aku akan mengajakmu makan di tempat romantis dan kau pasti akan suka."


"Aku menantikannya Fredd tapi aku sudah harus pergi dan?"


Vivian menghampiri Matthew dan memakaikan sebuah topi di atas kepalanya.


"Berhati-hatilah saat keluar, jangan sampai debcolector yang mengawasimu semalam melihatmu!"


Matthew tersenyum, hampir saja dia melupakan hal ini. Dia pasti akan mencari tahu siapa yang memata-matai mereka semalam.


"Aku sudah hampir terlambat dan aku sudah membuatkan sarapan untukmu jadi jangan lupa di makan!"


Vivian berjinjit dan mengecup bibir Matthew dan setelah itu dia melangkah pergi.


"Babe, be careful!"


"I know." jawab Vivian seraya keluar dari rumahnya dan pada saat melihatnya keluar, mata-mata yang sedang mengawasinya langsung bersiaga karena salah satu dari mereka akan mengikuti Vivian tapi keinginan mereka terhenti saat melihat seorang pria keluar dari rumah Vivian menggunakan sebuah topi.


Saat itu juga salah satu dari mereka langsung menghubungi orang yang membayar mereka dan tidak butuh lama kabar itu sudah sampai di telinga Carlk.


Carlk menggeram marah, jadi benar ada yang membantu Vivian? Yang membuatnya sangat marah adalah, saat dia mendengar Vivian tinggal dengan seorang pria. Siapa pria yang bersama dengan Vivian?

__ADS_1


"Bunuh pria itu!" perintah Carlk.


Tidak akan dia biarkan satu orangpun membantu Vivian dan berada di dekat Vivian apalagi pria dan pria itu pasti akan mati!


__ADS_2