
Para reporter mulai meliput dan berkumpul di mana rumah seorang agen meledak akibat sebuah Granat. Para petugas sedang mengumpulkan bukti atas apa yang terjadi dan beberapa saksi tapi sayang, mereka hanya mendengar ledakan dan tembakan tanpa melihat apa yang terjadi karena tidak ada yang berani keluar.
Kejadian itu diliput dan disiarkan secara langsung oleh beberapa stasiun televisi dan Carlk menyaksikan hal itu secara langsung dari rumahnya.
Carlk mencengkram gelas Wine-nya dengan erat saat melihat para petugas mengumpulkan potongan-potongan tubuh yang berserakan di atas lantai.
Dua pasang tangan dan dua pasang kaki di evakuasi begitu juga sisa-sisa potongan tubuh akibat ledakan dan Carlk bisa menebak itu adalah milik kedua mata-mata yang dia utus untuk menghabisi orang yang berada di dekat Vivian dan membantunya.
Carlk mengusap wajahnya dengan kasar, siapa sebenarnya orang yang membantu Vivian? Yang pasti bukan orang sembarangan dilihat dari apa yang telah terjadi tapi dia masih punya pion yang akan mengatakan padanya siapa orang yang berada di dekat Vivian.
Carlk segera meraih ponselnya untuk menghubungi agen yang menjadi mata-matanya selama ini. Dia harap agen itu bisa menemukan bukti dan memberitahunya.
Tidak lama kemudian, seorang agen sudah menjawab panggilannya dan agen itu baru saja mengecek Cctv yang diambil dari rumah Vivian setelah rekaman itu di bawa ke kantor.
"Bagaimana? Apa ada petunjuk siapa yang bersama dengannya dan membantunya?" tanya Carlk tidak sabar. Dia harus tahu siapa yang membantu Vivian dan harus tahu siapa yang akan dia hadapi nanti.
"Tidak tahu!" jawab agen itu.
"Apa maksudmu tidak tahu?!" teriak Carlk marah.
"Tuan Maxton, aku sudah mengecek rekaman Cctv yang terpasang di rumahnya tapi rekaman hanya sampai granat meledak dan setelah itu Cctv tidak merekam lagi karena rusak," jawab agen itu.
"Apa? Kenapa bisa rusak?!"
"Sepertinya akibat ledakan membuat semua Cctv yang terpasang di sana tidak bekerja lagi!"
"Ck, sialan! Bagaimana dengan Cctv yang ada di jalanan?" Carlk tampak kesal.
"Cctv di jalan tidak menangkap apapun selain Angel di bawa masuk oleh seorang pria dan tuan Maxton, aku juga sudah memeriksa identitas pria yang bersama dengan Angel dan dia hanya warga sipil biasa," ucap agen itu lagi.
"Terus cari informasi mengenai pria yang membantunya!" perintah Carlk.
"Pasti tuan Max," jawab agen itu.
Setelah berbicara dengan agen yang menjadi mata-matanya, Carlk melempar ponselnya dan menghembuskan nafasnya dengan berat.
__ADS_1
Kenapa rencananya selalu gagal dan gagal? Di mana letak kesalahan yang dia buat sampai rencananya selalu gagal? Tapi sampai sekarang belum ada yang mengetahui identitasnya dan itu sudah cukup bagus karena dia masih bisa menjalankan rencana selanjutnya tapi mengenai orang yang membantu Vivian dan tinggal dengannya? Apa pria itu pacar Vivian? Tapi tidak mungkin karena Vivian benci dengan laki-laki dan lagi pula, dia sangat yakin Vivian masih menunggunya karena janji yang mereka buat berdua.
Sungguh dia sangat penasaran dengan pria yang ada bersama dengan Vivian, dia harus segera mencari tahu siapa pria itu karena dia bisa menjadi ancaman terbesarnya saat dia akan membalas dendam. Jangan sampai orang yang tidak ada hubungannya sama sekali menggagalkan rencana yang dia susun dengan matang.
Carlk masih diam saja di depan televisi dan pada saat itu Ella menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
"Apa yang kau pikirkan Max?"
Carlk hanya menggeleng dan membakar sebuah cerutu.
"Katakan padaku, mungkin aku bisa membantu!" ucap Ella lagi.
Carlk menghisap cerutunya dan pada saat itu, sebuah ide muncul di kepalanya. Mungkin Ella bisa membantunya.
"Tiba-tiba aku dapat ide bagus!" ucap Carlk.
"Oh ya?"
"Ella, aku ingin kau mendekati seseorang untuk mencari tahu siapa yang ada di dekatnya dan siapa yang membantunya selama ini."
Carlk tersenyum, Ella pasti bisa mendekati Vivian dan mencari tahu siapa yang ada bersama dengannya.
Pada saat itu sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Carlk, dia segera mengambil ponselnya dan membaca pesan itu.
"Tuan setuju bertemu denganmu tapi setelah keadaannya membaik tapi jika informasi yang kau berikan tidak berguna maka siapkan Kepalamu!" itu isi pesan yang dikirimkan untuk Carlk.
"Tidak perlu khawatir, dia pasti akan senang karena aku akan mengatakan padanya siapa yang telah mengambil harta paling berharganya!" Carlk menulis demikian dan mengirimkan pesan itu.
Setelah mengirimkan pesan itu, Carlk tersenyum dengan licik dan berkata dalam hati, "Vivi, bersiaplah. Perang sebentar lagi akan di mulai dan kau yang akan membantuku balas dendam dan kau yang akan membunuhnya menggantikan aku!"
Dia rasa sebentar lagi kematian ayahnya akan terbalas tapi setelah dia bertemu dengan orang itu dan dia yakin rencananya pasti berhasil.
Sementara itu di tempat lain, Matthew sudah membawa Vivian ke rumah sakit bersama dengan orang yang membantunya. Vivian sedang ditangani di dalam ruang gawat darurat untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di perutnya, sedangkan Matthew menunggunya di depan ruangan.
Dia harap Vivian bisa bertahan karena dia sudah kehabisan banyak darah. Dia bahkan sudah ketakutan saat mereka tiba di rumah sakit, dia tidak bisa merasakan nafas Vivian lagi.
__ADS_1
Pada saat itu, dokter yang menangani Vivian keluar dari ruangan dan Matthew segera menghampirinya.
"Bagaimana?" tanyanya dengan tidak sabar.
"Anda tidak perlu khawatir. Dia memang kehilangan banyak darah tapi luka di perutnya tidak begitu dalam. Walaupun di tubuhnya terdapat beberapa luka dan memar tapi yang menyebabkannya tidak sadarkan diri adalah demamnya yang cukup tinggi," jelas dokter itu.
"Demam?" tanya Matthew sedangkan dokter itu mengangguk.
Kenapa tadi pagi dia tidak menyadari keadaan Vivian? Jika dia tahu maka dia tidak akan pergi dan dia juga tidak akan membiarkan Vivian pergi.
Vivian di bawa keluar oleh beberapa perawat untuk dipindahkan keruangan lain dalam keadaan belum sadarkan diri.
Matthew mengikuti para perawat itu menuju sebuah ruangan terbaik yang sudah dia siapkan agar Vivian dirawat dengan baik di sana.
Dia berdiri di depan pintu ketika Vivian di bawa masuk ke dalam karena perawat dan dokter tidak mengijinkannya untuk masuk.
Matthew mengambil ponselnya karena dia ingin meminta James melakukan beberapa hal.
"James, utus seseorang ke rumah Angel untuk mengambil barang-barangnya dan bawa semua itu ke rumahku. Ingat jangan sampai ada yang tahu!" perintahnya.
"Yes master," jawab James dari seberang sana.
"Dan datang ke rumah sakit sekarang untuk menemui orang yang membantu Angel, berikan kompensasi untuknya," perintahnya lagi.
"Baik," jawab James lagi.
Setelah berbicara dengan James, Matthew menyimpan ponselnya dan tidak lama kemudian, para perawat dan dokter yang menangani Vivian keluar dari ruangan.
Matthew segera masuk dan berjalan mendekati Vivian yang sedang terbaring di atas ranjang.
"Dasar bodoh!" ucapnya sambil mengusap dahi Vivian.
"Sakit tapi memaksakan diri dan tidak mengatakannya padaku! Awas saat kau sudah sembuh, aku akan menghukummu!"
Matthew menunduk dan mencium dahi Vivian, dia pasti akan membantu Vivian dan siapapun yang membuat Vivian jadi seperti itu sudah menjadi musuhnya dan saat dia tahu dalangnya maka orang itu akan menyesal karena telah dilahirkan.
__ADS_1