
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah enam sore dan patrik sudah menunggu Vivian disebuah Cafe dengan data yang dia dapatkan secara diam-diam.
Data itu tidak dia dapatkan dengan mudah dan dia meminta seorang teman untuk mencarikannya. Menurut sahabatnya data itu dia dapat dari seorang mantan karyawan yang pernah bekerja di Smith Corp.
Patrik melirik jam di pergelangan tangannya dan tampak sudah tidak sabar tapi tidak lama kemudian, sebuah motor berhenti di depan cafe.
Patrik tersenyum saat melihat Vivian turun dari atas motor dan melangkah masuk ke dalam cafe. Vivian terlihat baik-baik saja tapi kenapa hari ini dia tidak masuk bekerja?
Begitu melihat Patrik, Vivian segera menghampirinya dan duduk di depannya.
"Sorry Patrik, apa kau sudah lama menunggu?"
"Tidak Angel, aku baru saja tiba," jawab Patrik sambil tersenyum.
"Terima kasih sudah membantuku Patrik."
"Tidak perlu sungkan Angel, bagaimana dengan keadaanmu? Aku dengar kau sakit?"
"Aku sudah baik-baik saja, terima kasih."
"Baiklah, ini yang kau mau," patrik meletakkan sebuah map di atas meja dan memberikannya kepada Vivian.
Jantung Vivian berdegup dengan cepat dan dia merasa, tangannya mulai bergetar saat hendak menyetuh map yang diberikan oleh Patrik.
Patrik melihat Vivian dengan heran, apa Vivian masih sakit?
"Angel? Ada apa denganmu? Apa kau masih sakit?" tanya patrik sambil memandangi wajah Vivian dengan serius.
"Tidak Patrik, maaf. Aku baik-baik saja," jawab Vivian sambil berusaha tersenyum.
"Baiklah. Kenapa kau memintaku mencari data Matthew Smith? Apa kau masih mencurigainya?"
"Ya, aku memang masih mencurigainya dan tidak hanya dia saja yang aku curigai Patrik, banyak yang aku curigai termasuk Jager Maxton. Apa kau mengenalnya?"
"Baiklah, kita bicarakan hal ini sambil minum."
Vivian mengangguk karena mereka memang butuh minuman untuk menemani mereka membahas kasus yang sedang mereka tangani. Jujur saja, selain patrik tidak ada lagi agen yang dia percaya dan dia percaya Patrik akan membantunya dan tidak berhianat.
Mereka memesan dua gelas kopi dan setelah itu, mereka kembali membahas kasus.
"Jadi kau juga mencurigai Jager Maxton selain Matthew Smith?"
__ADS_1
"Ya, aku pernah ingin menemuinya tapi dia tidak mau bertemu denganku."
"Aku rasa kau tidak akan bisa bertemu dengannya," ucap patrik sambil memandangi Vivian.
"Kenapa?" tanya Vivian heran.
Pada saat itu minuman yang mereka pesan sudah datang, Patrik mengaduk kopinya sedangkan Vivian menunggu jawaban Patrik. Mungkin Patrik bisa memberinya sedikit petunjuk dan setelah ini dia harap dia bisa menemui Jager maxton untuk mengintrogasinya.
"Aku dengar dia benci dengan agen," jawab patrik.
"Oh ya?"
"Tidak saja agen, dia benci dengan semua penegak hukum."
"Kenapa? Apa karena dia selalu membuat masalah dan selalu dipenjara?"
"Bukan begitu, yang aku dengar dia mulai membenci semua penegak hukum sejak kematian istri dan anaknya."
"Apa hubungannya penegak hukum dengan kematian istri dan anaknya?" Vivian semakin penasaran.
"Aku tidak tahu Angel, cuma itu yang aku tahu karena hal ini tidak disebar kemanapun tapi jika kau sangat ingin bertemu dengannya aku akan membantumu."
"Benarkah?" Vivian terlihat senang karena dia memang ingin bertemu dengan Jager Maxton untuk mengintrogasinya.
"Terima kasih Patrik, kau bisa diandalkan dan aku sangat terbantu karena aku tidak punya koneksi di sini."
"Jangan dipikirkan, kita rekan," jawab patrik.
Vivian tersenyum dan menyeruput minumannya dan pada saat itu, matanya jatuh pada map coklat yang ada di atas meja.
Hatinya kembali merasa was-was dan jujur saja dia sangat takut melihat data Mattew tapi tetap harus dia lihat. Jangan sampai dia tidak tahu apa-apa mengenai Matthew apalagi hubungan mereka sudah melangkah lebih jauh.
Dia juga tidak mau ada yang menghasut hubungan mereka karena ketidaktahuannya tentang Matthew.
Sebelum mengambil data Matthew, Vivian menarik nafasnya sejenak dan memberanikan dirinya dan setelah itu, Vivian mengambil map itu dan membukanya.
Patrik memperhatikan air muka Vivian yang berubah saat mengambil map dan dia tampak gugup saat hendak membuka map itu.
"Kau terlihat aneh," ucap patrik.
"Tidak, aku tidak apa-apa," Vivian membuka map dan mengeluarkan beberapa kertas dari dalam.
__ADS_1
"Aku kira kau masih sakit," ucap Patrik.
"Tidak, terima kasih atas perhatianmu," Vivian meletakkan kertas di atas meja karena dia akan melihat data Matthew tapi pada saat itu, Patrik mengambil selembar kertas yang berisi data Matthew dan melihatnya.
"Data ini aku dapatkan dengan tidak mudah. Aku meminta bantuan temanku dan secara kebetulan dia kenal dengan seorang mantan karyawan yang pernah bekerja di Smith Corp."
"Oh ya?"
"Ya," patrik memajukan tubuhnya sedikit karena dia tidak berani berbicara secara terang-terangan.
"Matthew Smith seorang mafia yang berbahaya di California jadi tidak mudah mendapatkan datanya," ucapnya dengan berbisik.
"Deg!" Vivian sangat kaget mendengarnya dan dia memandangi Patrik dengan tatapan tidak percaya.
Mafia? Jadi Matthew adalah mafia?Ternyata dugaannya benar selama ini jika Matthew bukan orang biasa. Dia sungguh tidak menyangka jika Matthew adalah seorang mafia dan hal ini benar-benar membuatnya terkejut.
"Sebaiknya jangan membahas di sini karena dia bagaikan punya mata yang bisa menembus apa saja dan bisa melihat kita," ucap patrik lagi.
Vivian melihat ke arah Cctv, apa saat ini Matthew meminta Michael untuk meretas cctv dan sedang mengawasinya?
"Jangan khawatir Patrik, aku akan bertanggung jawab jika dia tahu dan aku jamin dia tidak akan berani melakukan apapun padamu!"
"Oh Tuhan, Angel, kau sungguh tidak tahu apa-apa!"
"Aku memang tidak tahu Patrik."
"Baiklah, setelah mendengar ini aku harap kau tidak melihat datanya di sini."
Vivian mengangguk. Sungguh dia sangat penasaran dan ingin tahu lebih banyak mengenai Matthew.
"Dengar! Sejak dulu mereka sudah terkenal sebagai mafia paling kejam tapi mereka selalu bersih dari hukum. Apa kau tahu kenapa? Setiap orang yang berani menggangu mereka akan hilang tanpa jejak. Tanpa bukti dan tanpa saksi dan mereka dianggap hilang begitu saja. Mereka melakukan semuanya dengan bersih tanpa tercium aparat kepolisian. Bahkan catatan hukum mereka sangat bersih dan mereka tidak pernah terlihat terlibat dengan kasus apapun."
Vivian kembali memandangi Patrik, apa benar begitu?
"Satu lagi, Matthew Smith dan adiknya Michael smith adalah pembuat bom dan mereka selalu menciptakan bom yang berbahaya dan menjualnya pada orang-orang berbahaya. Tidak saja di jual di Amerika tapi mereka juga menjualnya ke luar negri. Jadi sebaiknya kau berhati-hati dengannya dan berpikirlah dua kali jika ingin mengintrogasnya. Ini hanya sedikit yang aku tahu dan sisanya kau bisa lihat di dalam data itu."
Vivian mengangguk, sekarang terjawab sudah kenapa Matthew sangat mahir menjinakkan bom.
"Kenapa aku harus berhati-hati?" tanya Vivian ingin tahu.
"Ck, kau benar-benar tidak tahu apa-apa! Mereka adalah pembunuh berdarah dingin yang akan membunuh siapa saja tanpa ragu dan asal kau tahu, mereka bagaikan memiliki dua kepribadian. Diwaktu tertentu mereka bisa berubah seperti Malaikat dan diwaktu lain mereka bisa menjelma bagaikan Iblis."
__ADS_1
Vivian menunduk dan meremas kertas yang dia pegang dengan perasaan tidak menentu, sungguh dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan saat ini. Apakah saat ini dia kecewa setelah mengetahui siapa Matthew? Dia sendiri tidak tahu karena perasaannya benar-benar tidak menentu.