
Jalanan yang tidak begitu padat tiba-tiba menjadi arena balap bagi dua mobil yang saling mengejar.
Mobil yang ada di belakang terus mengejar mobil yang ada di depannya tanpa tahu jika mereka akan dijebak dan dihabisi saat itu juga.
James membawa mobilnya dengan cepat untuk mencari tempat strategis, mereka tidak bisa menghabisi musuh begitu saja apalagi dikeramaian. Bukannya takut dengan penegak hukum tapi jangan sampai ada warga sipil yang tidak bersalah menjadi korban, bagaimanapun nyawa orang yang tidak bersalah lebih berharga dari pada nyawa musuh-musuhnya.
Ban mobil berdecit di atas aspal jalan saat ada sebuah tikungan tajam bahkan badan mobil berputar dan berhenti sejenak. Asap mulai keluar dari badan mobil dan setelah stabil, James membawa mobilnya kembali dengan kecepatan tinggi.
Mobil yang ada di belakang terus mengejar, mereka bagaikan pembalap profesional yang memperebutkan piala kemenangan.
Pada saat tiba di lokasi yang diinginkan, James memutar kemudi dengan cepat sampai membuat mobil berputar dan kini mobil mereka sudah berhadapan dengan mobil lawan yang juga sudah berhenti.
Suasana sepi karena mereka berada disebuah jalan di mana kanan dan kirinya adalah hutan. Tidak ada satu bangunanpun di sana dan hanya ada mereka saja apalagi mobil juga jarang melewati tempat itu.
Suara mobil mereka memecahkan keheningan tapi tidak ada satupun dari mereka yang keluar, tidak ada pergerakan sama sekali dan hanya terdengar suara mesin mobil mereka saja.
Di dalam mobilnya, Matthew mengecek selongsong senjata apinya. Jika orang-orang yang mengejarnya tidak keluar juga maka akan dia ledakkan mobil mereka tanpa ragu karena dia sedang menghawatirkan keadaan Vivian.
Beberapa menit menunggu dan Matthew tampak gusar. Matthew membuka pintu mobilnya dan menendangnya sedangkan James mengikutinya. Pada saat melihat target keluar beberapa orang yang ada di dalam mobil segera bersiap-siap dan hendak keluar tapi sayang, saat itu Matthew sudah menembakkan senjata peledak ke arah mobil.
"F*ck! Everyone out!" teriak salah seorang yang ada di dalam mobil tapi peluru dengan daya ledak tinggi sudah semakin mendekati mobil mereka. Dengan cepat mereka segera membuka pintu dan melompat keluar, tidak lama kemudian peluru mengenai mobil mereka dan?
"Duarrr!" mobil melambung tinggi dan terpental ke sisi jalan dalam keadaan terbakar.
"Itu untuk mengganti kerusakan mobilku yang kalian tabrak!" ucap Matthew dengan senyum puas sambil meletakkan senjatanya di atas bahu.
"Master, mereka masih hidup!" ucap James dengan santai.
__ADS_1
"Cih jika mereka mati begitu saja maka tidak akan menyenangkan!" Matthew melemparkan senjatanya ke dalam mobil dan segera mengambil pedangnya yang selalu dia bawa.
"James, lumpuhkan mereka dan aku akan menebasnya!" perintahnya.
"Siap master," James menarik dua senjata apinya dan berjalan di depan Matthew untuk menghampiri lawan mereka yang berjarak kira-kira sepuluh meter dari mereka.
Orang-orang yang melompat keluar tadi segera bangun dari atas aspal saat mendengar suara gesekan benda tajam di atas aspal jalan.
Tubuh mereka dipenuhi luka dan salah seorang dari mereka berteriak, "Musuh mendekat!"
Mereka segera menarik pistol mereka tapi James sudah mulai menembak mereka satu persatu. Sebagian dari mereka berlari ke arah pepohonan yang ada di sisi jalan untuk bersembunyi tapi beberapa diantara mereka tidak lolos dari tembakan James.
Sesuai dengan perintah bosnya, target yang ditembak oleh James adalah tangan dan kaki mereka. Itu dilakukan supaya mereka tidak bisa lari dan memegang senjata.
Sebagian mereka berhasil bersembunyi dibalik pohon, dua di sebelah kanan dan dua di sebelah kiri, karena hanya James yang menembak jadi mereka pikir mereka bisa membunuh Matthew Smith dengan mudah apa lagi pria itu hanya membawa sebilah pedang di tangannya.
Mereka mulai mengintip dibalik pepohonan untuk melihat target dan pada saat melihat Matthew Smith sedang berjalan menghampiri rekan mereka yang sudah ditembaki tangan dan kakinya, salah satu dari mereka memberi kode kepada rekannya untuk menembak Matthew Smith.
Setelah memastikan jika target mereka sedang lengah, mereka segera keluar untuk menembak.
"Dor...dor!" dua peluru ditembakkan dan timah panas melesat dengan cepat ke arah Matthew.
Timah panas semakin dekat dan pada saat itu, Matthew menarik seorang pria yang ada di atas aspal untuk dijadikan perisai. Dua peluru yang melesat ke arahnya langsung menembus ke tubuh pria yang dia jadikan tameng.
"Ingin membunuhku?!" Matthew melemparkan tubuh pria yang sudah mati karena dua peluru menembus tubuhnya.
"Tidak semudah itu!" Matthew menyabetkan benda tajam yang ada di tangannya ke leher pria yang ada di dekatnya karena dia benar-benar marah.
__ADS_1
Dalam sekejap mata saja kepala pria yang dia tebas langsung terlepas dan menggelinding ke bawah kakinya.
Matthew menendang kepala pria itu ke arah pepohonan di mana dua orang musuh sedang bersembunyi dan pada saat sesuatu jatuh di depan mereka, mereka langsung melihatnya dan ternyata benda itu adalah kepala rekan mereka.
"James, jangan membuang waktu dan segera selesaikan!" perintahnya.
James mengangguk dan berjalan ke sisi kiri di mana dua orang sedang bersembunyi sedangkan Matthew menebaskan pedangnya ke arah orang-orang yang sudah tidak berdaya karena ditembaki oleh James. Mereka ketakutan saat melihat kepala rekan mereka menggelinding di aspal jalan tapi tidak lama kemudian, kepala mereka juga sudah berada di atas aspal jalan.
James mulai menembaki dua orang yang bersembunyi dibalik pohon sedangkan Matthew berjalan menghampiri dua orang lainnya. Kedua orang itu mengintip dari balik pohon dan tampak ketakutan karena Matthew menghampiri mereka dengan pedang yang berlumuran darah.
Mereka melihat kepala rekannya yang ada di depan mereka dan meneguk saliva mereka dengan susah payah. Lari atau mati mengenaskan, hanya itu pilihan mereka saat ini.
Mereka kembali saling pandang dan menggangguk karena mereka sepakat untuk lari. Mereka segera melarikan diri masuk ke dalam hutan tapi Matthew tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Matthew melempar gagang pedangnya ke atas dan setelah itu menangkapnya tapi tidak lama kemudian, Matthew melemparkan gagang pedangnya ke arah salah seorang pria yang sedang melarikan diri.
Pedang dengan sepanjang tujuh puluh lima Cm melesat dengan cepat dan menembus ke tubuh salah seorang pria yang sedang lari, tubuh pria itu langsung ambruk ke atas tanah sedangkan rekannya ketakutan melihatnya.
Dia segera melarikan diri dengan sekuat tenaga masuk ke dalam hutan sedangkan Matthew menghampiri mayat pria yang dia tikam dan segera menarik pedangnya.
Yang satu itu akan dia biarkan lari untuk menemui orang yang ingin membunuhnya dan ini akan menjadi peringatan bagi siapapun orang yang mengutus orang-orang itu agar tidak mencari perkara dengannya. Lagi pula dia tidak punya waktu untuk mengejarnya karena dia harus membantu Vivian.
Setelah menembaki kedua orang yang bersembunyi dibalik pohon, James menghampiri bosnya yang masih berdiri sambil memandangi hutan. James merinding ngeri melihat pedang yang sudah berlumuran darah yang ada di tangan bosnya.
Siapapun itu sebaiknya berpikir dua kali untuk menantang Matthew Smith dan sebaiknya jangan membuatnya marah.
Setelah selesai, Matthew mengajak James untuk pergi ke tempat Vivian dan dia harap Vivian baik-baik saja saat ini.
__ADS_1