Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Balasan


__ADS_3

Vivian tidak berani bersuara dan menunduk karena malu. Dia bahkan tidak berani melihat ketiga kakak adik yang sedang berbicara saat ini.


Dia benar-benar malu karena kesalahpahaman yang telah terjadi tapi mana dia tahu jika Freddy punya adik kembar? Sepertinya mereka belum saling mengenal dan memang itu kenyataannya.


Dia juga belum mengungkapkan nama aslinya dan masih menggunakan nama Angel juga belum mengatakan dari mana dia berasal.


Belum juga selesai dengan pikiran-pikiran yang ada di kepalanya, pada saat itu, Kate dan Albert masuk kedalam ruangan di mana dia sedang dirawat.


Vivian benar-benar tercengang mendapat kejutan yang bertubi-tubi dan yang membuatnya menyadari sesuatu saat itu adalah, ternyata wajah pria yang baru saja masuk ke dalam sangat mirip dengan si kembar yang ada di sana. Kenapa dia tidak menyadarinya saat itu?


Pada saat itu juga dia menyadari jika pria yang dia kenal sebagai Freddy tidak membohonginya saat mengatakan bahwa dialah Matthew Smith. Sepertinya dia yang terlalu polos dan naif sehingga dia gampang dibohongi.


Vivian mencoba mengingat-ingat bagaimana pertemuan pertama dan kedua mereka, dia masih ingat betul bagaimana kejadiannya dan entah mengapa dia jadi kesal. Jika memang pria yang dia kenal selama ini adalah Matthew Smith maka pria itu sudah membohonginya dan tidak akan dia biarkan, pasti akan dia balas.


Rasanya dia ingin menendang Freddy untuk melampiaskan kekesalan di hatinya karena telah menipunya apalagi saat dia ingat seorang pria tua yang dia temui dan mengaku sebagai Matthew Smith, dia benar-benar kesal karena merasa dipermainkan.


Sekarang dia tahu kenapa pria yang dia kenal sebagai Freddy tahu tentang Matthew Smith karena dia sendirilah orangnya.


Tunggu saja, ada saatnya dia balas dendam dan bokong pria itu adalah targetnya. Dia juga tidak akan membiarkan pria itu menciumnya lagi, setidaknya dia harus mendapatkan balasan yang setimpal atas kebohongannya.


Begitu Kate masuk ke dalam, dia segera menghampiri Vivian yang sedang terbaring di atas ranjang sedangkan Albert menghampiri putra dan putrinya yang sedang bercanda.


Vivian tersenyum saat melihat Kate dan dalam hatinya sangat malu karena telah mengira mereka mengidap penyakit Prosopagnosi sehingga salah mengenalinya.


Untungnya selain penipu yang sedang ada di sana tidak ada yang tahu jadi dia merasa aman.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Kate sambil mengusap tangan Vivian.


"Terima kasih nyonya, aku baik-baik saja," jawab Vivian sambil tersenyum dengan ramah.


"Jangan panggil aku nyonya, panggil aku aunty atau mommy dan jika kau mau memanggilku mommy maka aku akan sangat senang."


"Terima kasih aunty."


"Aku dengar kau diserang dan rumahmu hancur," ucap Kate lagi sedangkan Vivian mengangguk.


"Bagaimana jika tinggal di rumah kami saja? Di sana kau aman dan tidak akan ada yang mengganggumu!"


"Tidak aunty, terima kasih," tolak Vivian.


"Kenapa?" Kate memandangi Vivian.


"Aku tidak mau merepotkan siapapun aunty. Lagi pula, pemerintah Amerika pasti menyediakan rumah dinas baru untukku."


"Tapi tidak aman untukmu sekalipun kau pindah."

__ADS_1


"Terima kasih atas perhatiannya aunty, aku hanya lengah karena aku demam tapi hal ini tidak akan terulang lagi.


"Baiklah, Matthew!" Kate berteriak memanggil putranya.


"Yes mom," Matthew bangkit berdiri dan menghampiri ibunya.


Viviam diam saja, Matthew? Ternyata benar dugaannya jika penipu itu adalah Matthew Smith dan sungguh rasanya dia tidak ingin mempercayainya karena yang dia tahu Matthew Smith adalah orang yang berbahaya bukan trouble maker dan penipu seperti ini. Apakah itu adalah sisi lain dari Matthew Smith? Jika dia mengatakan pada orang-orang di luar sana pasti tidak akan ada yang mempercayainya dan mereka akan menganggapnya gila.


Matthew menghampiri Vivian begitu juga dengan Ainsley, dia ingin berbicara dengan Vivian sejak tadi tapi Vivian masih malu karena kesalahanpahaman yang terjadi diantara mereka.


"Ada apa mom?" tanya Matthew dan dia berdiri di samping ibunya.


"Matth, sebaiknya kau bawa Angel ketempat yang aman," ucap ibunya.


"Mommy tidak perlu khawatir, aku akan membawanya dan dia akan tinggal bersama denganku."


"Siapa yang mau tinggal denganmu!" ucap Vivian dengan sinis.


"Kau tidak bisa menolak babe karena kau sudah kalah."


Vivian menggerutu dalam hati, dia kira pria itu hanya berbohong jika dia punya kembaran tapi siapa yang menyangka jika apa yang diucapkannya ternyata benar?


"Kenapa kau tidak mau tinggal dengannya sayang? Dia tidak menyusahkanmu bukan selama dia tinggal denganmu?" tanya Kate.


"Aku tidak menyusahkannya mom, dia hanya malu saja," jawab Matthew


"Aku tahu, mommy tidak perlu khawatir. Aku pasti akan menjaganya dengan baik."


"Bagus! Awas jika kau membuatnya menangis, kau akan menerima akibatnya!" ancam ibunya.


"Mommy tidak perlu khawatir," jawab Matthew.


Pada saat itu, sebuah ide muncul di kepala Vivian dan dia tersenyum dengan licik karena inilah saatnya membalas Matthew Smith atau Freddy sang penipu.


"Aduh!" Vivian menunduk dan memegangi bagian perutnya dan pada saat melihatnya Kate tampak khawatir begitu juga dengan Matthew.


"Kakak ipar ada apa?" Ainsley mendekati Vivian dan menyentuh bahunya.


"Angel apa kau baik-baik saja?" tanya Kate pula.


"Babe, apa lukamu sakit?" Matthew juga bertanya dan tampak khawatir.


"Sana panggil dokter!" perintah Kate.


"Jangan aku tidak apa-apa!" cegah Vivian dan dia memandangi Matthew sambil tersenyum dengan licik.

__ADS_1


Matthew memandanginya dengan heran, firasatnya menyatakan jika akan terjadi hal yang tidak baik.


"Jangan dibiarkan, lukamu harus diperiksa," ucap Kate dan tanpa dia duga, Vivian memeluknya.


"Mommy," Vivian mulai dengan aktingnya.


"Oh my," Kate sangat senang Vivian memanggilnya seperti itu, sedangkan firasat Matthew mengatakan hal buruk akan segera terjadi.


"Aku baru saja dioperasi dan baru sadar tapi putramu menganiaya aku!" ucap Vivian dan dia pura-pura menangis.


"Apa?" Kate sangat kaget mendengarnya dan langsung melotot ke arah putranya.


"Tidak mom, dia berbohong!" sangkal Matthew.


"Aku tidak bohong mom! Jika tidak percaya mommy bisa bertanya pada suster yang ada di luar sana karena dia melihat aku dianiaya oleh si pembohong ini!"


"Angel kau!" Matthew melangkah mundur saat melihat ibunya sudah menekan kepalan tangannya.


"Matthew!" Kate berjalan menghampiri putranya.


"Mom, aku tidak melakukannya! Dia hanya berbohong!" Matthew masih membela diri.


"Mommy tidak percaya dasar nakal!" Kate merangkul leher putranya dan membantingnya ke atas lantai.


"Oh my God, mom!" Matthew segera duduk di atas lantai dan memegangi punggungnya.


"Rasakan!" ucap Vivian dalam hati dan dia tampak puas.


"Kakak ipar, aku suka gayamu," ucap Ainsley.


"Thanks," jawab Vivian dan mereka mengadukan tangan mereka berdua.


"Mom, kakak ipar bilang kakak selalu menyusahkannya saat tinggal dengannya," ucap Ainsley asal.


"Apa?" Kate kembali menekan kepalan tangannya.


"Ainsley awas kau! Jangan asal bicara!" ucap Matthew seraya bangkit berdiri.


"Aku melihatnya mom," Michael dan Albert menghampiri mereka.


"Oh astaga ada apa dengan kalian?!"


"Ingin melihat kakak dibanting lagi!" jawab kedua adiknya.


"Awas kalian berdua!"

__ADS_1


"Darling, ini di rumah sakit. Jika kau mau membantingnya, di rumah saja!" ucap Albert bercanda.


Matthew menggerutu kesal tapi yang lain tertawa, Kate menghampiri Matthew dan memeluknya sedangkan Vivian melihat mereka dan tersenyum, melihat mereka membuatnya jadi rindu dengan keluarganya. Dia jadi tidak sabar untuk cepat pulang dan dia tidak tahu, seseorang sangat merindukan kehadirannya.


__ADS_2