
Di tempat kejadian, para petugas sibuk memadamkan api yang membakar bangunan yang ada di tempat itu.
Beberapa mobil pemadam kebakaran dan mobil Ambulan sudah ada di tempat itu begitu juga dengan para polisi.
Asap hitam mengepul ke atas dan api masih membumbung tinggi dan terus membakar apa saja yang ada di sana bahkan bangunan sudah tidak berbentuk lagi.
Begitu tiba, Vivian segera menghampiri Patrik yang berdiri di dekat sebuah mobil Ambulan dan memandangi kobaran api yang terus membakar bangunan.
"Patrik, apa yang terjadi?" tanya Vivian.
"Entahlah Angel, kita belum tahu karena api masih belum dipadamkan."
"Ck, orang gila mana yang membakar tempat ini?!" ucap Vivian.
Dia berdiri di samping Patrik dan melihat api yang mulai bisa dikuasai dan berangsung-angsur padam. Kurang lebih satu jam, api sudah dikuasai dan sudah padam.
Para petugas mulai masuk ke dalam puing bangunan untuk mencari apakah ada korban atau tidak begitu juga dengan Vivian dan Patrik, mereka juga masuk untuk mencari beberapa petunjuk.
Sambil menutup hidung karena asap akibat kebakaran masih ada, Patrik dan Vivian melihat puing bangunan dengan teliti.
"Di sini ada korban!" teriak salah seorang petugas yang menemukan sesosok mayat dengan kondisi mengenaskan dan sudah tidak bisa dikenali akibat terbakar.
Vivian dan Patrik segera berlari menghampiri petugas itu dan lagi-lagi seorang meneriakkan hal yang sama.
Beberapa korban ditemukan dengan kondisi yang sama dan segera di bawa keluar, tidak ada bukti yang ditemukan di tempat itu karena semua sudah habis dilahap si jago merah.
Patrik dan Vivian segera keluar dari bangunan yang sudah hampir habis terbakar dan berjalan menuju petugas yang sedang mengevakuasi korban.
"Yang melakukan hal ini benar-benar cerdik, membakar tempat ini untuk menghilangkan jejak!" ucap Patrik.
"Bangunan milik siapa ini Patrik?" tanya Vivian.
"Besok kita akan menyelidikinya di kantor."
Pada saat itu seorang petugas menghampiri mereka dan memberikan sebuah plastik kepada Patrik.
"Sir, kami menemukan ini!" ucap petugas itu.
__ADS_1
Patrik mengambil kantong yang diberikan dan melihatnya, sebuah peluru dari senjata api Colt 1911 ada di dalam sana. Tidak banyak orang yang memakai senjata api model seperti itu dan sebagian besar militer Amerika yang memakai senjata api model Colt 1911.
"Sepertinya orang yang melakukan hal ini bukan orang sembarangan!" ucap Vivian.
"Kau benar Angel, kita akan menyelidikinya di kantor besok!"
Vivian hanya menganguk dan berjalan mendekati puing bangunan dan pada saat itu Patrik menghampirinya dan berdiri di sisi Vivian.
Mereka diam saja dan Patrik melihat wajah cantik Vivian sejenak, entah kenapa tiba-tiba dia teringat dengan sesuatu. Mungkin dia harus mencari tahu akan hal ini dan dia harap Angel mau memberi tahunya.
"Hm, Angel," Patrik memecah keheningan di antara mereka.
"Ya?"
"Boleh aku tahu sesuatu?"
"Boleh, apa yang ingin kau tahu?" tanya Vivian pula.
"Apa kau masih ingat dengan kasus bom yang ada ditaman bermain dan perpustakaan?"
"Ya, kenapa?" Vivian memadangi Patrik dengan curiga.
Sungguh dia sangat penasaran dengan hal ini dan dia baru ingat dengan kejadian waktu itu di mana Vivian bisa menemukam bom yang di letakkan oleh buronan mereka.
Vivian hanya tersenyum, kenapa Patrik sangat ingin tahu? Tapi dia tidak akan mengatakannya pada Patrik.
"Kenapa kau sangat ingin tahu Patrik?" tanya Vivian seraya memutar langkahnya dan berjalan menuju motornya.
Patrik mengikuti langkah Vivian, dia benar-benar penasaran dengan hal ini dan sangat ingin tahu jadi dia harap Vivian mau mengatakan padanya siapa yang membantunya selama ini.
"Aku hanya ingin tahu, di saat kita semua sibuk memecahkan teka teki untuk mencari bom tapi orang yang membantumu dapat memecahkan teka teki dan menemukan bomnya dengan mudah. Dia pasti bukan orang sembarangan dan dia tidak mungkin membantumu begitu saja jika kalian tidak memiliki hubungan spesial."
Vivian diam saja dan naik ke atas motor, dia juga tidak tahu kenapa seorang supir bisa begitu mudah memecahkan teka tekinya bahkan Freddy mengerti dengan jenis-jenis bom yang rumit. Jangan-jangan Freddy bukan seorang supir dan dia hanya dibohongi, sebaiknya dia mencari tahu hal ini.
"Angel?" Patrik semakin curiga karena Vivian diam saja.
"Patrik!" Vivian menepuk bahu Patrik.
__ADS_1
"Dia hanya orang yang kebetulan aku temui di jalan dan mau membantuku jadi dia tidak ada hubungan apa-apa denganku dan semuanya hanya kebetulan saja."
"Benarkah?" Partik tidak percaya sama sekali.
"Percayalah dan jangan terlalu penasaran, nanti kau cepat mati sebelum menikah!" ucap Vivian sambil tersenyum.
"Hei, aku serius!"
"Aku juga! Sudah malam aku mau pulang dan kita bahas kasus ini besok di kantor! Kau juga segeralah pulang, Bikini Bottom sudah menunggumu dan jangan sampai rumah batumu di hancurkan oleh Plankton!" ucap Vivian bercanda.
"Hei, apa kau kira aku Patrik Star?!"
Vivian tertawa dan menyalakan motornya, sebelum pergi, Vivian melambaikan tangannya pada Patrik dan setelah itu dia membawa motornya melesat dengan cepat.
Patrik diam saja melihat kepergian Vivian dan sungguh, dia tidak percaya sama sekali dengan ucapan Vivian. Dia semakin curiga jika ada yang disembunyikan oleh Vivian.
Tapi sudah malam sebaiknya dia juga pulang apalagi para petugas yang ada di sana sudah membubarkan diri.
Sementara di tempat lain, Ella membuang barang yang ada di dekatnya dan tampak begitu kesal. Kenapa tidak ada kabar dari orang yang dia bayar untuk menghabisi Matthew Smith? Apa mereka gagal?
Ella berjalan mondar mandir dan tidak lama kemudian, seseorang mengabarinya jika tempat yang di pakai untuk menjebak Matthew Smith sudah meledak dan terbakar.
Hal itu membuat kaki Ella langsung lemas, habislah dia! Jika sampai Matthew Smith tahu bahwa dialah yang membayar orang-orang itu maka dia tidak akan selamat.
Dengan tangan bergetar, Ella menghubungi Maxton. Hanya dia harapan satu-satunya saat ini dan dia harap Maxton mau menyembunyikannya.
"Ada apa?" tanya Maxton setelah menjawab panggilan dari Ella.
"Tu...tuan Max, kita gagal membunuhnya. Sekarang apa yang harus kita lakukan?"
"Tidak perlu khawatir, sekalipun Alex dan anak buahnya ditangkap oleh Matthew Smith, dia tidak akan pernah tahu jika kita yang mengutus mereka untuk membunuhnya!"
"Benarkah?" tanya Ella dan dia tampak lega.
"Kau meragukanku?"
"Tidak tuan Max, aku percaya denganmu!"
__ADS_1
Maxton mematikan ponselnya dan tersenyum, dia tidak sebodoh itu dan anggap saja ini sebagai awal untuk melawan Matthew Smith tapi di kemudian hari, dia akan serius untuk menyingkirkannya.