Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Baru permulaan


__ADS_3

Sebuah tempat yang terdapat di pinggiran kota menjadi tujuan Michael dan Matthew malam itu. Mereka pergi ke sana diikuti oleh beberapa anak buah mereka dan juga James.


Ketika mobil mereka sudah tiba, suasana di tempat itu tampak hening. Tidak ada tanda-tanda satu orangpun ada di tempat itu.


Matthew dan Michael tidak langsung turun dari mobil tapi mereka melihat situasi yang tampak mencurigakan dan tempat itu sangat sempurna untuk melakukan pembantaian.


Sepertinya malam ini mereka disambut dengan baik dan tentu mereka jadi bersemangat apalagi sudah lama tidak bermain-main dan para buaya tua sudah membutuhkan vitamin begitu juga dengan peliharaan baru mereka.


"Master sepertinya ada yang aneh," ucap James.


"James, sebaiknya kau banyak belajar. Siapa yang mau melakukan bisnis di tempat seperti ini?!"


"Siapapun orang yang ada di dalam sana hanya ingin memancing kami keluar James dan kami Ingin bermain dengannya malam ini dan mencari tahu apa tujuannya!" ucap Michael.


Memangnya mereka orang bodoh yang akan menjalin bisnis dengan sembarang orang apalagi orang yang ada di dalam sana berkata ingin meminta mereka membuatkan sebuah bom yang bisa menghancurkan sebuah kota kecil. Apa mereka begitu bodoh akan menyetujui permintaan orang itu begitu saja?


"Jadi apa yang akan kita lakukan master?" tanya James dan dia siap mendapat perintah apapun juga.


"Kau dan mereka semua pura-pura pergi setelah kami turun dan kembalilah dengan diam-diam. Saat mendengar aba-aba dariku segera menyergap. Untuk saat ini aku dan Michael akan masuk ke dalam untuk mengikuti permainan mereka. Setidaknya kita harus membuat mereka senang sebelum mereka mati!" ucap Matthew.


James mengangguk dan setelah Matthew dan Michael sudah turun dari mobil, James dan anak buah yang lain pura-pura pergi meninggalkan mereka.


Di samping tempat itu beberapa pasang mata memperhatikan mereka dengan senapan laras panjang mereka begitu juga dari dalam, seseorang mengintip untuk melihat situasi di luar dan setelah itu dia menghampiri bosnya.


"Bos, mereka hanya berdua dan mulai berjalan kemari!"


"Bagus! Aku tidak menyangka mereka berdua begitu bodoh dan mudah masuk kedalam jebakan! Sepertinya kabar bahwa mereka sangat hebat dan licik hanya hisapan jempol belaka!" ucap pria setengah baya yang dipanggil bos oleh pria tadi.


Pria itu segera bangkit berdiri dan dia harus berpura-pura menyambut tamu. Misinya malam ini adalah menghabisi salah satu dari saudara kembar yang ada di luar sana.


Seseorang memberinya uang yang banyak untuk melenyapkan salah satu dari mereka dan dia berpura-pura ingin membicarakan bisnis dengan Matthew Smith juga adiknya.


Sebuah informasi mengatakan jika mereka akan selalu bersama saat menjalankan bisnis dan yang lebih menguntungkan adalah, ternyata kelemahan Matthew Smith adalah adiknya Michael Smith yang memiliki fisik kurang baik dibandingkan dirinya.


Ini akan menjadi senjata paling ampuh untuk membunuh Matthew Smith. Saat Michael Smith diancam, dia pasti rela melakukan apa saja untuk menyelamatkan adiknya. Rencana yang begitu sempurna bukan?

__ADS_1


Apakah benar Michael adalah kelemahan Matthew? Semoga saja info yang didapat oleh pria itu tidak salah.


Di luar sana, Matthew dan Michael berjalan menuju pintu dengan santai. Mata-mata yang mengawasi mereka sudah siap mendapatkan perintah dan hanya orang bodoh saja yang tidak menyadari keberadaan mereka.


Ketika mereka mencapai pintu, tiba-tiba pintu terbuka dan seorang pria keluar dari dalam bersama dengan beberapa orang di sampingnya, pria itu pura-pura menyambut kedatangan mereka dengan ramah.


"Tuan Smith, akhirnya kau datang juga. Mari masuk kita berbicara di dalam," ucap pria tua itu seraya memandangi Matthew dan Michael secara bergantian.


Celaka, yang mana Matthew? Dan yang mana Michael? Dia tidak bisa membedakannya lalu yang mana harus dia ancam?


"Terima kasih atas sambutannya tuan Alex," ucap Matthew basa basi.


Alex tersenyum dan mempersilahkan Matthew dan Michael untuk masuk ke dalam dan pada saat mereka sudah masuk, Alex memberi kode kepada anak buahnya yang ada di luar sana untuk siap menyergap.


Selayaknya orang yang tidak tahu apa-apa Matthew dan Michael masuk ke dalam tapi mereka sudah siaga. Baru saja mereka melangkahkan kaki mereka beberapa langkah, mereka langsung ditodong senjata api dan para anak buah Alex yang ada di luar langsung menyergap masuk kedalam dan menodongkan senjata api ke arah mereka berdua.


"Angkat tangan kalian berdua!" perintah Alex tapi Matthew dan Michael sudah menarik dua pistol dan benda itu sudah mereka arahkan ke arah Alex.


"Wow, ada apa ini?" tanya Matthew dan Michael secara bersama-sama dan mereka masih pura-pura tidak tahu.


"Dan kau Matthew Smith, aku sudah tahu kelemahanmu dan jika mau nyawa adikmu selamat sebaiknya kau menyerah dan bunuh diri sekarang juga di depan kami!" ucap Alex.


Dia berkata demikian karena dia tidak tahu yang mana Michael dan yang mana Matthew apalagi targetnya hanya satu. Dia juga sangat yakin Michael adalah kelemahan Matthew.


Matthew dan Michael saling pandang tapi tidak lama kemudian mereka tertawa terbahak-bahak, entah pria itu dapat informasi dari mana tapi ucapannya benar-benar lucu.


"Mereka meremehkan aku hanya karena aku selalu membantumu dari belakang kak," ucap Michael.


"Sepertinya informan yang mereka pakai kurang bergaul!" ucap Matthew pula.


"Dia mau kakak bunuh diri, bagaimana kak?"


"Aku belum meremas bokong Angel dan aku belum mau mati!"


"Hahahahaha!" mereka kembali tertawa, sedangkan Alex tampak kesal.

__ADS_1


"Sialan, tembak yang mana saja!" teriaknya tapi pada saat itu?


"Dor...dor...dor...dor!" Matthew dan Michal sudah menembak anak buah Alex terlebih dahulu sebelum mereka bertindak.


Alex mengumpat marah dan menarik pistolnya, dalam sekejap mata saja baku tembak mulai terjadi apalagi James dan anak buahnya masuk menyergap saat mendengar suara tembakan dan menembaki musuh yang ada.


Matthew dan Michael terus menembak dan terkadang mereka bersembunyi untuk menghindari tembakan dari musuh dan mereka juga menembaki anak buah Alex yang mulai kelabakan karena mereka mendapat serangan mendadak sedangkan Alex sudah bersembunyi dibawah sebuah meja.


Dia sudah salah perhitungan dan salah melangkah, sepertinya dia harus melarikan diri dan menemui orang yang membayarnya untuk memberi laporan.


Pria tua itu mulai merangkak di bawah meja saat semua orang sibuk saling menembak karena ini adalah kesempatannya untuk lari.


Suara tembakan sudah jarang terdengar karena anak buah Alex mulai menyerahkan diri mereka. Masih di bawah meja, Alex tampak senang karena dia hampir mencapai pintu keluar tapi pada saat itu dua orang pria berdiri di depannya sambil menodongkan senjata api mereka.


"Ck, hanya punya kemampuan seperti ini tapi kau sudah punya keberanian untuk melawan kami!" ucap Matthew.


"Pelajaran untukmu, jika kau ingin membunuh seseorang maka bunuhlah tanpa ragu dan jangan meremehkan lawanmu!" ucap Michael pula.


"Tu..tuan Smith, berikan aku?"


Sebelum Alex menyelesaikan ucapannya, sebuah tembakan sudah terdengar dan sebuah peluru menancap di dahi Alex dan itu adalah peluru bius. Tubuh Alex langsung ambruk di atas lantai dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"James, bawa mereka semua kemarkas!" perintah Matthew.


"Baik master," jawab James dan dia memerintahkan anak buahnya untuk membawa semua yang ada di sana ke markas termasuk Alex.


Mereka keluar dari tempat itu dan sebelum mencapai pintu, Matthew melemparkan sesuatu ke belakang.


"Kau ingin menghancurkan tempat ini kak?" tanya Michael.


"Yes, jangan meninggalkan bukti dan jangan sampai Angel menemukan jejakku di sini. Dia belum tahu aku siapa jadi aku harus menghilangkan jejakku!"


Michael mengangguk dan mengerti maksud kakaknya, ketika mereka sudah keluar dan hendak pergi, Matthew menekan sebuah pemicu dan tidak lama kemudian tempat itu meledak dan hancur berkeping-keping.


Ini baru permulaan dan siapapun yang telah memercikkan api permusuhan maka tidak akan dia biarkan. Besok dengan cara apapun dia akan memaksa pria itu mengatakan siapa yang telah membayarnya untuk membunuhnya.

__ADS_1


Matthew dan Michael pergi dari tempat itu bersama dengan anak buah mereka dan setengah jam kemudian, Vivian mendapat laporan dari Patrik dan dia diminta untuk segera menuju lokasi kejadian.


__ADS_2