Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Wedding Day.


__ADS_3

Selama menyiapkan pernikahan mereka, Matthew dan Vivian begitu sibuk. Mereka mencari tempat bagus untuk melangsungkan acara pernikahan mereka, mereka juga menyiapkan souvenir dan juga kartu undangan yang akan mereka bagikan.


Seorang perancang profesional didatangkan oleh Matthew untuk membuat gaun pernikahan yang diinginkan oleh Vivian dan tentunya, Vivian tidak perlu pergi dari butik satu ke butik lain untuk mencoba gaun.


Mereka sudah mengirim kartu undangan untuk sahabat mereka yang pasti hanya orang-orang tertentu yang mereka undang.


Vivian hanya mengundang beberapa rekannya saja dan tentunya dia juga mengundang Kapten Willys. Kakaknya juga sudah datang dari Inggris bersama dengan keluarga paman dan bibinya.


Mereka akan mengadakan acara pernikahan mereka di Ojai Valley Inn & Spa. Itu merupakan sebuah resort di kawasan Lembah Ojai yang terletak di 905 Century Club Road, Ojai, California.


Tempat itu sering dijadikan sebagai salah satu tempat resepsi pernikahan terbaik. Resort bergaya Kolonial Spanyol itu memiliki latar belakang pegunungan Topa Topa yang sangat indah dan menawan.


Tempat itu begitu istimewa karena di sana menawarkan ruang resepsi yang begitu mewah. Sebuah ballroom mewah bisa digunakan oleh calon pengantin dan juga sebuah taman aroma theraphy bisa menjadi tempat pilihan bagus untuk melangsungkan acara pernikahan romantis.


Ojai Valley Inn & Spa juga menawarkan Vila pribadi yang bisa digunakan oleh keluarga calon pengantin untuk beristirahat setelah resepsi pernikahan selesai.


Ojai Valley Inn & spa memiliki lokasi di pedesaan dan dekat pantai. Tidak hanya itu saja, Museum Sejarah dan Seni Lembah Ojai dan galerie102 merupakan objek wisata budaya unggulan, para pengunjung juga bisa menikmati aktivitas seru kawasan di Dermaga Ventura serta Libbey Bowl.


Para pengunjung juga bisa menjelajahi petualangan air di area ini dengan kayak dan scuba diving yang berada tak jauh, atau nikmati keseruan outdoor dengan sepeda gunung dan eco-tour. Tempat itu menawarkan semua kemewahan dan tentunya pemandangan yang indah sehingga tempat itu memiliki harga sewa yang fantastis.


Walau harus merogoh kocek yang dalam hanya untuk sebuah tempat pernikahan tapi Matthew tidak keberatan apalagi itu untuk pernikahannya yang hanya akan terjadi satu kali dalam hidupnya.


Setelah semua siap, hari yang mereka nantikan tiba. Hari ini mereka akan mengikat janji suci dan bersumpah setia di depan pendeta.


Sedari pagi, mereka sudah telihat sibuk. Matthew dan Vivian akan mengikat janji sehidup semati saat matahari terbenam dan setelah itu mereka akan melanjutkan pesta pernikahan mereka sampai malam.


Mereka semua sudah berada di Ojai Valley Inn & spa dan Vivian berada di sebuh kamar untuk berdandan. Seorang make up profesional sedang menghiasi wajahnya, dia adalah Ratu untuk hari ini jadi dia harus terlihat sempurna.


Gaun pernikahan yang sedang dia gunakan tampak indah karena ditaburi dengan ratusan batu permata yang indah. Gaun itu tidak terlalu terbuka dan gaun itu tampak sederhana dengan rok yang sedikit mengembang dibagian bawahnya tapi gaun itu terlihat luar biasa karena batu-batu permata yang terdapat pada guan.


Kalung A Haritage In Bloom juga sudah melingkar indah di lehernya dan sebuah gelang melingkar dia pakai dan itu gelang peninggalan ibunya.


Sebuah Tiara yang dihiasi dengan batu Zamrud dan berlian, tersemat indah di atas kepalanya dan sepasang anting berlian sudah terpasang di telinganya. Tentu itu pemberian dari Kate dan Alie untuk menantu pertama mereka.


Penampilan Vivian saat itu sudah bagaikan seorang putri dari negri dongeng karena dia terlihat sempurna dan dia sudah siap.

__ADS_1


Saat itu, ibu dan kakaknya masuk ke dalam. Mereka langsung takjub melihat penampilan Vivian.


"Wow, kau terlihat luar biasa, Vivi," puji Mariam.


"Thanks," ucap Vivian sambil tersipu.


"Apa kau sudah siap, Sayang?" tanya Marta.


"Tentu, Mom," jawab Vivian.


"Akhirnya hari ini tiba di mana aku akan menyaksikanmu berjalan menuju Alter, kau tampak luar biasa, Sayang," ucap Marta sambil memeluk Vivian.


"Thanks, Mom. Terima kasih Mommy mau menganggap aku sebagai putri Mommy. Terima kasih karena kalian begitu menyayangi aku dan tidak membedakan aku dengan kak Mariam. Aku benar-benar berterima kasih."


"Ssttt, jangan berkata demikian. Sampai kapanpun kau adalah putriku. Kau dan Mariam adalah putriku," Marta memeluk kedua putrinya secara bersama-sama.


"Thanks, Mom. We love you," ucap Vivian dan Mariam secara bersama-sama.


Karena sudah waktunya, mereka segera keluar. Jager Maxton sudah tidak sabar menunggu putrinya karena dia yang akan mengantar Vivian ke altar. Walaupun sedih harus melepas putrinya tapi dia tahu, putinya tidak salah memilih pasangan hidup dan dia bahagia karena masih diberi kesempatan untuk mengantar putrinya.


Jager tersenyum ketika melihat penampilan putrinya yang terlihat luar biasa, dia segera mengulurkan tangan dan Vivian menyambut uluran tangan ayahnya sambil tersenyum.


"Kau terlihat cantik, Sayang," pujinya.


"Thanks, Dad."


"Kau siap?"


"Of course," jawab Vivian.


Musik merdu mulai terdengar, Matthew sudah berdiri di altar. Dia terlihat gagah dan tampan dengan tuxedo berwarna putih yang dipakainya. Semua tamu sudah menunggu dan siap menyambut pengantin wanita tapi ada satu orang yang tampak bingung. Orang itu adalah Patrik.


Di kartu undangan yang dia dapat hanya tertera nama Vivian Adison dan Matthew Smith. Kenapa tidak ada Maria? Apa wanita itu mundur dari pernikahan aneh itu? Sepertinya dia harus menanyakan hal ini pada Vivian apalagi nama pengantin pria yang tidak biasa.


Akan dia tanyakan nanti walaupun dia sudah tidak sabar, apa ada yang dia lewatkan? Atau jangan-jangan dua pengantin wanita akan masuk secara bersama-sama?

__ADS_1


Semua mata tertuju pada pengantin wanita yang mulai berjalan dengan pelan menuju altar. Para Wanita yang hadir tampak memuji penampilan pengantin wanita yang terlihat luar biasa bahkan Ana tercengang melihatnya.


"Sial! Dia bagaikan seorang putri," ucap Ana.


"Kenapa hanya dia sendiri, mana Maria? Apa mereka tidak jadi menikah bertiga?" tanya Patrik.


"Stttss, pelankan suaramu, Patrik!" ucap Ana karena tamu yang ada di samping mereka mulai melihat.


Vivian tersenyum saat melihat Matthew sudah menunggunya, begitu juga dengan Matthew. Dia segera turun dari atas altar dan mengulurkan tangannya pada Vivian.


Vivian menyambut uluran tangan Matthew dan mereka berdua naik ke atas altar. Mereka berdua berdiri di depan seorang pendeta yang sudah siap membacakan sumpah untuk mengikat mereka menjadi suami istri.


Suasana hening dan musik berhenti. Janji pernikahan mulai dibacakan dan setelah itu sebuah pertanyaan dilontarkan oleh pendeta.


"Matthew Smith, apakah kau bersedia menerima Vivian Adison menjadi istrimu dalam suka maupun duka sampai maut memisahkan kalian?"


"Aku bersedia," ucap Matthew tanpa ragu.


Pendeta itu juga menanyakan hal seperti itu pada Vivian dan tentunya, Vivian menjawabnya tanpa ragu.


"Sekarang kalian bisa bertukar cincin," ucap pendeta itu.


Kotak cincin diberikan oleh james dan sebuah cincin berlian berharga fantastis disematkan oleh Matthew di jari manis Vivian. Sebuah berlian berbentuk kotak besar berada di tengah-tengah cincin dan berlian itu merupakan kumpulan dari 11 potong berlian kecil yang disusun layaknya mozaik. Di sisi berlian yang berbentuk bantal dikelilingi 17 berlian kecil dan dibagian cincin yang terbuat dari emas putih juga terdapat sepuluh berlian disetiap sisinya dan cincin itu berharga 218 miliar.


Vivian tercengang melihat bentuk cincin yang sudah tersemat indah di jari manisnya, dia ingin bertanya tapi dia urungkan.


"Pakaikan cincin itu sekarang, Babe," pinta Matthew dengan tidak sabar.


Vivian tersenyum dan mengambil cincin dari tempatnya. Dia segera memakaikan cincin di jari manis Matthew dan mereka dinyatakan sah sebagai suami istri.


"Anda boleh mencium pengantin anda sekarang."


Penutup kepala Vivian di buka dan pada saat itu, Matthew mendekatkan bibir mereka dan berbisik, "I love you, Babe."


"I love you too, Matth," jawab Vivian.

__ADS_1


Mereka berciuman dengan mesra dan tepuk tangan keluarga juga tamu undangan terdengar. Mereka ikut bahagia dengan pernikahan itu tapi seseorang masih belum paham dan orang itu adalah Patrik. Mana Maria? Apa mereka tidak jadi menikah bertiga? Apa Vivian bukan 3 in 1 seperti yang dia sangka? Entah kenapa dia jadi sedikit kecewa karena tidak ada Maria di sana.


__ADS_2