Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Apakah Patrik penghianatnya?


__ADS_3

SEDIKIT WARNING 🔞 🙈


Masih di pelabuhan Long Beah, Vivian masih bertugas dengan para agen lainnya. Polisi dan Ambulan sudah dipanggil mendatangi lakosi kejadian untuk mengevakuasi korban.


Mereka mengumpulkan para korban yang mati, dua buah koper kecil dan sebuah mobil truk berisi barang bukti mereka amankan.


Satu koper berisi obat terlarang yang menyerupai serbuk sedangkan satu kopernya lagi berisi obat terlarang yang menyerupai pil.


Isi di dalam kontainer yang ada di belakang mobil truk belum diketahui jadi Vivian dan Patrik naik ke atas kontainer untuk mengecek isinya.


Di dalam kontainer terdapat puluhan ribu pil extasi, ganja dan obat-obatan lainnya. Tidak hanya itu, di dalam kontainer terdapat banyak peti kayu berukuran kecil dan beberapa peti yang berukuran sedikit lebih besar dari yang lainnya dan isinya entah apa.


Vivian dan Patrik membuka peti kayu menggunakan pisau yang mereka bawa dan mata mereka melotot melihat isinya. Berbagai senjata dengan berbagai model, bom dan granat ada di dalam kotak kayu dan jumlah kotak ada begitu banyak.


"Wow, misi kali ini kita dapat banyak!" ucap Vivian.


"Angel, sebaiknya kita merayakan keberhasilan ini dengan segelas minuman," ucap Patrik.


"Tentu Patrik, kau yang traktir," jawab Vivian sambil menyimpan pisaunya.


"Pasti, aku akan mentraktirmu sampai puas," ucap Patrik dengan senyum diwajahnya.


Vivian berjalan menuju kotak yang lebih besar dan berdiri di depan kotak itu sambil melihatnya, apa isi dari kotak itu?


Pisau yang telah Vivian simpan dikeluarkan kembali untuk membuka kotak kayu dan melihat isinya. Begitu kotak kayu terbuka, mata Vivian kembali membulat saat melihat isi kotak yang adalah tumpukan uang dolar.


"Patrik."


Patrik bangkit berdiri dan menghampiri Vivian tapi pada saat itu Vivian melemparkan sesuatu ke arahnya.


"Wow!" gumam Patrik saat melihat uang yang dilemparkan oleh Vivian.


"Gila, milik siapa barang-barang ini?" tanya Patrik sambil melihat setumpuk uang dolar yang dilemparkan oleh Vivian.


"Kita akan mencari tahu nanti Patrik dan mengenai uang ini?" Vivian mengambil selembar uang dari dalam peti dan juga pemantik api yang selalu dia bawa. Pemantik api dinyalakan dan uangpun dibakar.

__ADS_1


"Hei, kenapa kau membakarnya?"


"Lihatlah Patrik?" Vivian mengangkat uang yang terbakar di depan wajahnya.


"Ini uang palsu!" ucap Vivian lagi sambil tersenyum.


"Oh my God, sebanyak ini uang palsu?" Patrik melihat tumpukan uang yang ada di dalam peti dan beberapa peti yang belum di buka.


"Aku tebak barang-barang ini pasti akan dibawa ke Las Vegas untuk ditukar dengan uang asli. Sungguh bisnis yang menggiurkan!" ucap Vivian tapi Patrik diam saja.


Para petugas mulai dipanggil untuk mengamankan semua barang yang ada di dalam kontainer. Saat itu waktu sudah menunjukkan hampir pukul tiga pagi dan mereka masih sibuk di pelabuhan.


Di tempat lain Carlk sedang menunggu kabar dari anak buahnya sedari tadi tapi sayang, sampai sekarang tidak ada yang memberinya kabar.


Karena mata-mata yang ada di agen tidak memberinya kabar, jadi Carlk memutuskan untuk tidak pergi ke pelabuhan. Bagaimanapun dia harus waspada apalagi dia curiga dengan laporan yang diberikan oleh mata-matanya jika misi mereka dibatalkan dan yang lebih membuatnya curiga, tidak ada informasi lagi dari mata-matanya.


Menjalankan bisnis dan menjual barang ilegal harus cerdik supaya tidak tertangkap jadi Carlk menghubungi rekan bisnisnya dan mengatakan, jika dia tidak bisa pergi dan anak buahnya yang akan menggantikan. Dia belum tahu jika barang-barang miliknya sudah diamankan pihak berwajib saat ini.


Calrk menikmati segelas minuman sambil berdiri di depan jendela dan memandangi pemandangan kota yang indah pada malam hari. Pada saat itu, Ella menghampirinya dan memeluknya dari belakang.


"Max, apa yang sedang kau pikirkan?"


"Jika begitu mari melakukan hal yang menyenangkan!" ajak Ella.


Carlk memutar langkahnya dan menatap Ella, walaupun Ella hanya menjadi penghangat ranjangnya saja tapi dia juga bermanfaat suatu saat nanti dan lagi pula, Ella bisa mengisi kekosongan hatinya Karena kebenciannya terhadap Vivian.


Gelas minuman diletakkan dan Ella sudah berada di dalam gendongan Carlk. Di atas sebuah meja yang ada di samping tempat tidur tersimpan sebuah mangkuk kecil dan di dalam mangkuk itu terdapat serbuk putih.


Ella dibaringkan ke atas ranjang dan Carlk mengambil mangkuk yang ada di atas meja, baju Ella sudah dibuka dan setelah itu, serbuk obat dituangkan ke atas dada Ella.


Carlk menyimpan mangkuknya kembali dan setelah itu dia menunduk untuk menjilati obat yang ada di atas dada Ella.


"Ngh, Max," Ella tampak gelisah dan menggigit bibirnya.


Carlk menjilati obat yang ada di dada Ella sampai habis dan tersenyum puas. Ella mendekatinya dan tangannya mulai bergerak liar bahkan Ella sudah membuka celana yang dipakai oleh Carlk.

__ADS_1


Carlk membiarkan Ella melakukan apapun yang dia mau bahkan saat Ella menikmati permennya, Carlk benar-benar menikmatinya. Ella benar-benar memberikan kepuasan untuknya. Jika dia masih bersama dengan Vivian apakah mereka akan melakukan hal seperti ini? Dia rasa tidak karena dia tahu Vivian takut bersentuhan dengan laki-laki tapi walau begitu, jika bukan karena dendamnya maka dia tidak akan pernah membenci Vivian tapi sayang, sebuah jurang besar berada diantara mereka.


Mereka mulai larut dalam lautan asmara mereka berdua, sedangkan saat itu Vivian dan para rekannya sudah menyelesaikan misi mereka dan saat itu sudah pukul lima pagi.


Semua korban dan barang bukti sudah dibawa pergi dan mereka berkumpul sebelum pergi.


Kapten Willys mendatangi lokasi setelah para agen selesai dan para agen langsung bersikap hormat saat melihatnya.


"Bagus, aku bangga dengan kerja sama kalian dan Angel, kau tidak mengecewakan aku dan berhasil memimpin rekanmu menggagalkan transaksi ini," ucap sang kapten.


"Terima kasih atas kepercayaan yang telah kapten berikan!" jawab Vivian sambil bersikap hormat.


"Tapi kapten, kami berhasil karena sepertinya ada yang membantu," ucap mata-mata Carlk. Ini adalah kesempatan yang bagus untuk mengetahui siapa yang membantu mereka, salah, siapa yang membantu Vivian.


"Apakah benar?" tanya sang kapten.


Semua agen mengangguk dan memandang ke arah Vivian, sedangkan Vivian diam saja. Kapten Willys juga memandangi Vivian, apakah ada yang membantu agen yang diutus dari Inggris itu?


"Apa benar Angel?" tanya kapten Willys.


"Maaf kapten, aku tidak tahu. Kita sedang adu tembak dengan para penjahat yang berjumlah puluhan orang, bagaimana aku tahu siapa yang menembak?" jawab Vivian.


"Tidak mungkin Angel, ada yang menembak kedua pria itu dan yang menembak bukan kami!" ucap Patrik.


"Patrik, apa maksud ucapanmu?! Apa kau kira aku tahu? kau tahu kita sudah mensterilkan tempat ini begitu kita datang jadi tidak ada siapapun di sini selain kita dan para penyeludup itu!" jawab Vivian sambil menatap Patrik dengan tajam.


Entah kenapa rasa curiganya terhadap Patrik semakin besar, apakah Patrik penghianatnya?


"Oke baiklah, tidak perlu dipermasalahkan. Kita bahas lagi besok di kantor dan kalian boleh kembali untuk beristirahat!" sela kapten Willys.


"Baik kapten, terima kasih!" jawab semua agen serempak.


Patrik menatap Vivian dengan penuh curiga saat mereka membubarkan diri. Vivian yang memimpin penyergapan yang mereka lakukan jadi Vivian pasti tahu siapa yang membantu misi mereka malam ini. Apapun caranya dia akan mencari tahu.


Semua bersiap-siap untuk kembali karena matahari sudah hampir terbit dan mereka semua diperbolehkan untuk masuk siang karena para agen butuh istirahat.

__ADS_1


Mata-mata Carlk sungguh kesal, setelah kembali dia akan mengatakan hal ini pada Carlk tapi dia harus mendapatkan ponselnya terlebih dahulu.


Mereka segera pulang kerumah masing-masing dan Vivian sudah ditunggu oleh pria yang sangat mencintainya, sedangkan Carlk, tertidur dengan pulas di samping Ella tanpa tahu jika barang-barangnya sudah disita oleh petugas dan yang pasti dia akan mengalami kerugian jutaan dolar.


__ADS_2