Two M, Son Of Mafia And His Angel

Two M, Son Of Mafia And His Angel
Mulai hari ini kita pacaran!


__ADS_3

Di dalam kamar mandi, Matthew jadi teringat sesuatu. Bagaimana saat Clarina sadar, dia memanggil namanya?


Ini bahaya dan jangan sampai Vivian tahu siapa dia sebenarnya. Sebaiknya dia mewaspadai hal ini, jangan sampai Clarina menyebut namanya nanti.


Seharusnya dia tidak membawa Clarina ke rumah Vivian tapi dia benar-benar tidak punya pilihan. Sebaiknya saat Clarina terbangun dia segera mengantarnya pulang sebelum rahasianya terbongkar.


Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Matthew segera keluar dari kamar. Dia mau melihat apa yang sedang dilakukan oleh Vivian saat ini.


Karena Clarina tidur di kamarnya, Vivian memilih tidur di sofa. Jangan sampai saat Clarina sadar langsung menerjangnya karena tidak ada yang tahu apakah efek obat itu masih ada atau tidak.


Saat melihat televisi sedang menyala, Matthew segera berjalan ke sana, dia yakin Vivian pasti sedang berada di sana dan benar saja dugaannya.


Vivian sedang menonton televisi sambil memeluk sebuah bantal, dia bahkan tidak mau melihat Matthew yang berdiri di sampingnya.


"Babe, ini sudah malam. Kenapa kau belum tidur?"


"Bukan urusanmu, pergi sana!" usir Vivian.


"Ayolah, sekarang apapun yang kau lakukan jadi urusanku!"


"Jangan sembarangan, memangnya kau suamiku!" jawab Vivian dengan sinis.


"Oh babe, aku akan sangat senang jika bisa jadi suami saat ini!"


"Cih, pria gila!" desis Vivian, sedangkan Matthew tersenyum.


"Bagaiamana dengan sahabatku babe?" tanya Matthew seraya duduk di samping Vivian.


"Jadi dia sahabatmu?" Vivian memandangi Matthew dengan curiga. Clarina putri seorang penjahat, bagaimana putri seorang pejabat bisa berteman dengan seorang supir yang memiliki banyak hutang?


"Ya, kau tidak cemburu bukan?"


"Tidak!" Vivian membuang wajahnya kembali.


"Babe."


"Hm?"


"Terima kasih berkat bantuanmu akhirnya Clarina tenang juga."


"Jangan dipikirkan, apa kau sudah makan?"


"Belum."


Vivian bangkit berdiri dan berjalan menuju dapur, padahal dia tidak mau mengijinkan Matthew masuk ke dalam rumahnya lagi tapi entah mengapa tidak jadi dia lakukan.


Ini sedikit aneh, apa karena dia benar-benar sudah menganggap Freddy sebagai sahabatnya? Atau ini hanya karena iba saja? Apapun itu dia tidak mau memikirkannya.


Cukup nikmati kebersamaan mereka selama dia berada di Amerika karena saat dia sudah kembali nanti, mereka tidak akan pernah bertemu lagi.


"Babe, sory telah meninggalkanmu di arena Boxing. Aku harus segera pergi untuk menyelamatkan Clarina."


"Lupakan! Tadinya aku mau marah padamu tapi sepertinya kau punya alasan melakukan hal itu!" jawab Vivian sambil mengeluarkan makanan dari dalam kulkas dan memasukkannya ke dalam Microwave.


Matthew tersenyum dan memeluk Vivian dari belakang, apapun yang terjadi dia tidak akan tergoda dengan wanita manapun dan dia tidak akan pernah melepaskan Vivian.


"Lepaskan tanganmu!" Vivian memukul tangan Matthew tapi Matthew tidak mau melepaskannya bahkan semakin mendekapnya dengan erat.

__ADS_1


"Aku hanya memeluk pacarku, memangnya salah?"


"What, enak saja! Sejak kapan aku jadi pacarmu?" protes Vivian.


"Baru saja babe, sejak kau kalah tanding Boxing denganku jadi mulai hari ini kita pacaran!" jawab Matthew sambil tersenyum.


"Apa maksudmu?" Vivian belum mengerti sama sekali.


"Babe, aku hanya ingin kau jadi pacarku dan aku tidak mau yang lainnya!"


"Aku tidak mau!" tolak Vivian.


"Kenapa? Apa kekuranganku sampai kau menolakku?! Apa kau masih mencintai Carlk?" tanya Matthew tidak terima.


Vivian melepaskan tangan Matthew dan mengeluarkan makanan dari dalam Microwave tanpa berkata apa-apa.


Matthew hanya memperhatikannya dan bertanya dalam hati, apa Vivian masih mencintai Carlk?


"Babe?"


"Segeralah makan!" jawab Vivian dan dia hendak melangkah pergi tapi Matthew segera menangkap tangannya dan memeluknya.


"Jawab aku, apa kau masih mencintai Carlk?"


"Seharusnya kau tahu Fredd! Aku sangat ingin melupakannya tapi tidak bisa, aku juga tidak mau seperti ini karena sangat membuang waktuku!" jawab Vivian.


Jujur saja, sampai sekarang untuk menghapus foto Carlk saja belum sanggup dia lalukan apalagi melupakan pria itu, bagaimanapun dia butuh waktu.


"Oleh karena itu, ijinkan aku menggantikannya. Aku tidak memintamu untuk mencintaiku dengan cepat tapi jadilah pacarku agar aku bisa menunjukkan padamu bahwa aku lebih baik dari pada Carlk. Aku berjanji kau tidak akan menyesal telah memilihku dan jika kau jadi istriku, kau tidak akan pernah menyesal untuk seumur hidupmu!"


"Oh ya?"


"Trust me babe, ijinkan aku menjadi pacarmu dan aku akan buktikan jika aku jauh lebih baik dari Carlk."


"Berikan aku waktu untuk memikirkannya," pinta Vivian.


"No!" tolak Matthew.


"Why?"


"Tidak ada penolakan karena aku sudah memenangkan taruhannya dan mulai malam ini kau sudah jadi pacarku!"


"Apa? Jangan memutuskan seenaknya!" proses Vivian.


"Jika kau tidak mau jadi pacarku tidak apa-apa, tapi sebagai gantinya kau harus jadi istriku!"


"What the? Pilihan macam apa itu?!" protes Vivian, sedangkan Matthew hanya terkekeh.


"Jadi babe?" jari Matthew sedang mengusap bibir seksi Vivian.


"Ck, kau pria paling licik yang pernah aku kenal!"


Matthew tersenyum dan mendekatkan wajah mereka, jantung Vivian berdegup dengan cepat saat nafas Matthew membelai wajahnya.


"Fredd.....Freddy!" Vivian benar-benar gugup.


"Stts," Matthew mencium pipi Vivian dan rasanya dia ingin melakukan lebih.

__ADS_1


Jantung Vivian semakin berdegup dengan cepat bahkan kakinya mulai terasa lemas, ingin rasanya dia mendorong tubuh Matthew tapi entah mengapa tidak bisa dia lakukan.


"Babe," Matthew berbisik di telinga Vivian bahkan menggigit daun telinganya.


Wajah Vivian memerah dan rasanya dia ingin melompat ke dalam air dingin seperti Clarina.


Matthew kembali memandangi Vivian dan mengusap bibirnya, rasanya sudah tidak tahan ingin mencium Vivian jadi tanpa pikir panjang Matthew mendekatkan bibir mereka berdua.


Pada saat itu Vivian melotot dan menahan nafasnya, apa yang mau pria itu lakukan?


Bibir Matthew semakin mendekat, sedangkan Vivian mencari cara agar bibirnya selamat jadi tanpa pikir panjang Vivian sedikit melompat dan?


"Dhukk!" Vivian mengadukan dahi mereka berdua dengan keras sampai mereka berteriak.


"Oh my, babe! Apa yang kau lakukan!" Matthew menggosok dahinya begitu juga dengan Vivian.


"Kau sendiri, Apa yang mau kau lakukan? Enak saja ingin menciumku tanpa bertanya lagi boleh atau tidak?!" jawab Vivian kesal.


"Oh babe, aku akan membalasmu!"


Matthew berjalan mendekati Vivian sedangkan Vivian melangkah mundur, apa yang mau dilakukan oleh Matthew?


"Ma..mau apa kau?"


"Pokoknya mulai malam ini kita tidur berdua!"


"What? Aku tidak mau!"


"Tidak ada kata penolakan karena kau sudah kalah!"


"Dasar curang! Kenapa permintaanmu begitu banyak!"


"Aku ingin tidur dengan pacarku, memangnya salah?"


"Enak saja!" Vivian memutar langkahnya hendak lari tapi Matthew sudah menangkap tangannya dan menggendong tubuhnya.


"Fredd!"


"Jangan takut babe, aku tidak akan melakukan apapun tanpa seijinmu. Lagi pula yang sangat aku inginkan saat ini adalah cintamu!" ucapnya seraya membawa Vivian menuju kamarnya.


Vivian diam saja dengan wajah memerah, sedangkan Matthew tersenyum melihatnya.


"Makananmu?"


"Stts, jangan dipikirkan. Aku tidak lapar," jawab Matthew seraya mencium pipi Vivian.


Vivian menutupi wajahnya yang semakin memerah dengan kedua tangannya, entah kenapa dia sangat malu bahkan ketika Matthew menurunkan tubuhnya di atas ranjang, Vivian langsung mengambil sebuah bantal untuk menutupi wajahnya.


Matthew mendekati Vivian dan memeluknya, pelan-pelan dia yakin Vivian akan melupakan Carlk dan menjadi miliknya. Walaupun juniornya harus menunggu lama tapi tidak masalah, jika sudah dapat maka si junior akan terus aktif.


"Tidurlah babe, bukankah kau lelah hari ini?"


Vivian mengangguk dan entah mengapa aroma tubuh Matthew membuatnya tenang. Matthew mengusap kepala Vivian dan mencium dahinya, dia harap besok Clarina tidak membuat kekacauan dengan membuka identitasnya.


Dia akan mengatakan pada Vivian siapa dirinya disaat waktu yang tepat dan dia tidak mau Vivian mengetahuinya dari orang lain jika tidak, gadis itu akan menjauh darinya dan akan semakin sulit dia dapatkan.


Ketika melihat Vivian sudah tertidur, Matthew mengusap wajahnya dan berkata, "I Love you Angel dan aku harap kau segera melupakan Carlk dan menerimaku!"

__ADS_1


Setelah berkata demikian Matthew mendekapnya dengan erat dan kembali mencium dahinya, dia tidak tahu jika Vivian mendengar ucapannya dan Vivian pura-pura tidur dengan perasaan yang tidak menentu.


#Yang mau follow instagram baru aku all, renijuli8. siapa tau ada yang mau follow 😂#


__ADS_2